AB635. Antara Kelebihan Dana Dan Kebutuhan Tapi Belum Ada Dana

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Antara Kelebihan Dana Dan Kebutuhan Tapi Belum Ada Dana

 

……
……
Disini aku tuliskan dalam bahasa Inggris keterangan pada foto-foto soal Giant Sea Wall ini, siapa tahu ada pembaca dari luar yang berminat jadi investor kalau hasil kajian dianggap baik. Tapi tentu nggak ada kaitan apakah aku mau jadi politisi, sebab aku cukup tahu diri untuk tidak inginkan jabatan politik, karena aku cuma seniman yang kadang suka kurang pikiran.
The province of Jakarta consisting of 660 km2 of land and 6900 km2 of sea. Almost 40% of the land part are under the sea level.
……
Giant Sea Wall project is meant to overcome flood problem in Jakarta. By developing a giant sea wall to prevent the sea water from entering the land of Jakarta, since 40% of Jakarta’s land are under the sea level. Also it will contain a big water reservoir with the bottom lower than the riverbed, and will be dried out approaching the rainy season so that when the rainy season comes, water from Jakarta will go to the reservoir and then pump across the levee to the sea.
To compare the size, a picture of Palm Jumeirah with the same scale is placed on the top left of the above Giant Sea Wall picture.
Kawasan Baru = New Zone, Pelabuhan Laut Dalam = Deep Sea Harbour, Waduk Air Baku = Water Reservoir.
Levee at Giant Sea Wall to hold sea water from Java Sea, with the height of 6 meter above sea level.
Six lines of Toll Road and MRT rail above the levee.
Toll Road bridge with ships beneath it going in and out from Tanjung Priok harbor.
……
New Zone A,  providing land for office and residential buildings.
……
Traffic interchange at New Zone.
……
Water Treatment plant.
……
Providing job opportunities for 400-500 thousands people.
Ali Sadikin economic zone.
……
……
Just a glimpse to other sea project, the Palm Jumeirah Dubai.
……
……
……
……

 

Setelah kemunculan banjir Jakarta pada 17 Januari 2013 yang lalu, media ramai memberitakan soal berbagai proyek penanggulangan banjir yang ada. Baik yang sudah dikerjakan, sedang dikerjakan tapi belum tuntas, maupun yang masih berupa rencana yang sudah akan dikerjakan dan ada pula yang sedang dalam pengkajian.

Beberapa waktu lalu di Jak-TV sering muncul cuplikan saat kamu sedang interview bang Foke di Jak-TV yang sedang memegang gambar rencana Giant Sea Wall Jakarta. Saat kamu menanyakan kendala untuk mewujudkan ide itu, bang Foke menyebut soal dana. Tapi aku nggak pernah lihat tayangan asli interview itu, mungkin karena waktu itu aku lagi Umroh di bulan April 2012, atau aku sedang pergi ke tempat lain.

Kalau dibandingkan dengan ide lain yang hampir sama,  Giant Sea Wall Jakarta itu hampir sama dengan Palm Jumeirah di Dubai. Cuma berbeda dalam hal bentuk tentu saja, dan juga dalam hal fungsi dimana Palm Jumeirah tidak untuk menjadi tanggul pencegah banjir seperti itu, karena masih ada bagian-bagian yang terbuka ke pantai lama di Dubai dari laut.

Dan yang juga beda adalah dalam soal dana. Palm Jumeirah di Dubai dapat dikatakan terwujud karena ada kelebihan dana dari minyak bumi, dana berlimpah yang nggak tau lagi untuk apa, sehingga ketika muncul ide itu dan dari pengkajian dianggap dapat terwujud, langsung diwujudkan saja.

Sedangkan untuk Giant Sea Wall Jakarta, mengingat dana yang diperlukan sangat besar, di media ada yang menyebut 150 triliun, ada yang bilang 200 triliun, ada juga yang menulis 250 triliun, sehingga wajar kalau perlu dipikirkan lebih lanjut. Termasuk pengkajian terhadap dampak lingkungan mengingat proyek itu akan sangat besar, mengubah halaman laut pantai Jakarta secara keseluruhan.

Jadi kalau di Dubai ada kondisi kelebihan dana sehingga proyek Palm Jumeirah terwujud, sedangkan di Jakarta ada kebutuhan untuk proyek Giant Sea Wall tapi dana belum tau.

Kalau berdasarkan kajian proyek Giant Sea Wall dianggap baik dan ada investor yang mau mendanai, moga-moga berfungsi sesuai dengan harapan. Mungkin waduk buatan yang besar pada Giant Sea Wall itu akan dikeringkan setiap menjelang musim hujan, agar waduk itu berfungis maksimal  menampung tumpahan air dari Jakarta. Dengan bagian dasar waduk yang lebih rendah dari sungai-sungai yang ada di Jakarta, sehingga memudahkan aliran air dari sungai-sungai itu masuk ke waduk. Dan selama musim hujan pompa-pompa terus dihidupkan mengeluarkan air dari waduk itu, air meloncati tanggul dan menuju ke laut. Mungkin juga air yang dipompa kelaut itu daripada cuma numapang lewat, bisa sekalian untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik skala kecil. Dengan waduk dan Giant Sea Wall itu, berarti selama musim hujan air cuma numpang lewat saja di daratan Jakarta untuk kemudian langsung masuk ke waduk besar di lepas pantai Jakarta itu dan kemudian dipompa ke laut. Tapi untuk soal penyerapan air dengan sumur resapan maupun lubang bio pori tentu dapat juga tetap dilaksanakan.

 
 

Jakarta,  24 Januari 2013.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: