AB636. Sudahi Perselisihan, Selamatkan Rakyat

 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Sudahi Perselisihan, Selamatkan Rakyat

 

…..
…..
Rahma Sarita pada Ada Apa Berita di Jak-TV 23 Januari 2013.
…..
Rahma Sarita pada Ada Apa Berita di Jak-TV 25 Januari 2013.
…..
…..
…..

 

Dua malam belakangan ini kamu muncul dengan topik soal Aceng Fikri, bupati Garut yang dimakzulkan oleh MA karena kasus nikah siri empat hari dengan seorang remaja berjilbab. Kasus ini juga menjadi ramai di media karena kalau dia jadi diberhentikan, akan merupakan pejabat pertama yang diberhentikan karena kasus semacam itu.

Kemunculan kamu dalam dua malam itu adalah malam pertama pada 23 Januari 2013 dalam segmen jam sembilan yang khusus membahas topik kasus nikah siri bupati Garut itu. Lalu pada 24 Januari 2013 kamu tidak muncul, dan malam kedua pada 25 Januari 2013 kamu muncul lagi pada segmen jam sembilan juga, dengan topik pertama soal pemindahan ibukota, dan topik kedua soal kasus nikah siri bupati Garut juga.

Yang menarik adalah pada akhir acara 25 Januari 2013 malam kamu sempat menyebut kata-kata “sudahlah Aceng”, yang diikuti oleh para narasumber, dan menjadi judul berita juga keesokan hari di Metro TV. Ini menarik karena siang hari 25 Januari 2013 itu aku juga sempat berpikir untuk menulis dengan kata “sudahlah”, tapi aku tunda dulu.

Kata “sudahlah” yang muncul di pikiranku pada siang hari 25 Januari 2013 itu terkait dengan bencana banjir 17 Januari 2013 yang seperti terkait dengan kita. Setelah merenungi kejadian banjir itu seperti yang aku tulis di surat “Tanggal 14 Ke Jak-TV Tidak Ketemu Rahma Lalu Jakarta Banjir” dan “Isyarat Pada Korban Banjir UOB Plaza, Arief Agus Dan Hardian“, aku mengkhawatirkan keadaan kita. Sebab ini merupakan kesekian kali terjadi bencana besar yang seperti terkait dengan persoalan kita.

Sehingga seperti merupakan isyarat dari langit agar kita sudahi perselisihan diantara kita, sebab banyak persoalan lain yang lebih penting.

Ibarat kata, kalau kita sedang ingin membantu masyarakat dalam sebuah bencana, tapi kita jadi nggak menjalani perbuatan baik itu karena terhalang oleh soal urusan pribadi, tentu akan menimbulkan kesan kurang baik di mata manusia maupun apalagi di mata Allah SWT. “Ih, aku nggak mau ah bertugas di dapur umum itu, sebab lokasi dapur umum itu dekat posko dimana suamiku juga ada disitu, padahal aku ‘kan lagi ada problem sama suamiku …..”

Ini merupakan untuk kesekian kali kamu seperti merealisasikan apa yang ada di pikiranku. Seperti pernah aku sebutkan di “Padahal Aku Yang Lupa“, pada tahun 2009 saat aku datang ke Wisma Nusantara melihat kamu jadi host Apa Kabar Indonesia malam TV-One, aku sempat berpikir sambil memohon kepada Allah, mempertanyakan siapakah kamu itu. Kemudian saat acara selesai dan kita bersalaman, kamu mengatakan “…….. siapa, ya……….”

Pernah pula pada kejadian lain seperti aku sebut di “Sinkronisasi Otak“, ketika pada suatu siang hari aku ingat teman SMA-ku yang suka pakai model rambut berponi, lalu aku berpikir bagaimana kalau Rahma Sarita berponi. Dan ternyata beberapa jam kemudian pada malam hari kamu muncul dengan rambut yang berponi.

Tapi yang penting sekarang adalah bagaimana agar kalaupun kiamat datang dalam waktu dekat ini, kita sedang dalam keadaan berbuat kebaikan untuk masyarakat luas, bukan sedang dalam keadaan tidak juga membereskan persoalan kita.

 
 

Jakarta,  28 Januari 2013.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: