AB739. Senin Lihat Dialog Pria Dewasa, Selasa Rahma Dialog Ekstra

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Senin Lihat Dialog Pria Dewasa, Selasa Rahma Dialog Ekstra

 
 

 ……
 ……
Tanggal 3 Februari 2014 Senin malam sekitar jam setengah 12 malam saat sedang selingan iklan acara Bukan 4 Mata, aku pindah channel ke beberapa TV lain dan sampai di Jak-TV sedang ada acara Medika Natura dengan narasumber dari klinik H Suhendar mengenai pengobatan problem pria dewasa, dan bagian yang diobati itu disebut si koboi.
Acara tanggal 3 Februari 2014 Senin malam sekitar jam setengah 12 malam itu tidak sempat aku rekam, dan kedua foto ini dari acara yang sama dengan narasumber yang sama pada kesempatan lain.
 ……
 ……
Dan yang menarik adalah keesokan hari tanggal 4 Februari 2014 Selasa malam ketika Rahma muncul pada dialog Ada Apa Berita dari jam 21.20 sampai 21.55, saat sampai pada segmen terakhir menjelang jam 10 malam Rahma menyebut bahwa setelah ini akan ada dialog lagi. Sebelum itu kalau Rahma muncul jam 9 malam cuma akan sampai jam 10 malam saja.
Gestur Rahma Sarita saat menyebut setelah ini akan ada dialog lagi.
 ……
 ……
Rahma menyebut ke rekan-rekan host bahwa setelah ini akan ada dialog lagi.
 ……
Selesai lihat Rahma pada acara yang jam 9 sampai 10 malam, aku pindah ke channel lain. Lalu sekitar 20 menit setelah jam 10 saat aku kembali ke channel Jak-TV lagi, ternyata Rahma  yang muncul lagi pada yang sebelum itu dia sebut “setelah ini akan ada dialog lagi” itu, dengan narasumber ibu Ira Soelistyo dari Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia dan seorang ibu dari pasien kanker anak-anak.
 ……
Satu minggu kemudian pada 10 Februari 2014 Senin malam, aku tidak lagi melihat acara soal si koboi itu, karena ada soal lain yang cukup menyita pikiran terkait surat-suratku sebelum ini, sehinggga aku tidak sempat mengingat soal acara itu. Sehari kemudian pada 11 Februari 2014 Selasa malam, di akhir acara dialog yang antara jam 9 dan jam 10, Rahma tidak lagi menyebut soal setelah ini akan ada dialog lagi. Dan saat aku beberapa kali kembali ke Jak-TV, Rahma memang tidak muncul lagi setelah jam 10.
 ……
17 Februari 2014 Senin malam, saat aku pindah channel ke Jak-TV lagi sekitar jam setengah duabelas malam, pas sedang ada lagi acara soal si koboi itu, dan aku menonton lagi sampai acara selesai. Malah kali ini sekalian aku rekam juga, sambil berpikir apakah akan muncul lagi respon dari Rahma seperti pada dua minggu sebelum itu.
 ……
Ternyata betul juga, keesokan hari pada 18 Februari 2014 malam saat sudah pada akhir acara dialog jam 9 sampai10 malam, Rahma kembali menyebutkan kata-kata akan ada dialog lagi setelah ini.
 ……
 ……
Gestur tangan Rahma 18 Februari 2014 pada akhir acara dialog jam 9 sampai10 malam, menjelang menyebutkan kembali  kata-kata akan ada dialog lagi setelah ini.
 ……
18 Februari 2014 malam sesudah muncul pada dialog antara jam 9 dan jam10, kemudian beberapa menit setelah jam 10 Rahma muncul lagi pada dialog lain dengan narasumber yang berbeda.
 ……
Sebagian besar isi surat ini aku selesai tuliskan pada 18 Februari 2014 sekitar jam 23.40 menjelang tengah malam waktu Jakarta. Respon dari Bill Gates muncul pada 19 Februari 2014 jam 4.47 sore waktu Jakarta memuat kode link “1jDCK3l”. Huruf-huruf “DCK” itu seperti dari kata dick.
 ……
Lalu pada 20 Februari 2014 tweet Bill Gates memuat soal Polio. Seperti yang aku sering sebutkan di surat terdahulu, pencegahan Polio untuk Bill Gates seperti berarti pula mencegah “police and I become zero”. Jadi biarlah pak Naufal yang disebut pernah jadi suami kamu sejak tahun 2001 dan juga BIll Gates tidak menjadi zero, biar aku saja yang menjadi zero, menjadi kosong, ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia pada saat aku menjadi suami kamu.
 ……
Tanggal 26 Februari 2014 jam 8.42 pagi waktu Jakarta, tweet terbaru dari Bill Gates memuat kode link “1fRMH9N”. Ini seperti mengenai rumah nomer 9 end, “RMH” dari kata rumah, dan “N” dari kata bahasa Inggris end, yaitu rumah tanteku yang pada sekitar tahun 1999 disita oleh bank karena dijaminkan untuk suatu bisnis, yang kemudian bisnis itu gagal. Rumah itu terletak di jalan Cilosari 9, di daerah Cikini Jakarta Pusat. Nama jalan “Cilosari” itu seperti berarti “kecil O besar I”, terkait dengan topik surat ini mengenai respon kamu ke momen aku lihat acara Medika Natura di JakTV soal pengobatan pria dewasa untuk pembesaran. Jadi isyarat lewat kode link ini adalah, kalau kita malah sibuk dengan soal “kecil O besar I”, kamu sibuk memperkecil O kamu dengan minum jamu sari rapet atau pengobatan lain, dan aku sibuk memperbesar I aku dengan pengobatan seperti di acara  Medika Natura di JakTV itu atau dengan enlargement lain, kita bisa terlarut pada kesenangan duniawi sehingga kamu menjadi tidak ingin aku mewujudkan kesediaanku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Kalaupun ada obsesi seperti itu pada diri kamu, mungkin akan lebih baik diwujudkan setelah aku dibangkitkan lagi 100 tahun kemudian melalui proses Cryonics, dimana teknologi kedokteran sudah sangat lebih maju sehingga soal memperbesar atau memperkecil, mempertua atau mempermuda, dan lain-lain sudah bukan problem lagi.
 ……
 ……
 ……

 
 

Tanggal 3 Februari 2014 Senin malam sekitar jam setengah 12 malam saat sedang selingan iklan acara Bukan 4 Mata, aku pindah ke beberapa channel TV. Saat sampai di Jak-TV, sedang ada acara Medika Natura dengan topik soal pengobatan kejantanan pria dengan narasumber dari klinik tradisionil pak H Suhendar, yang menerima pengobatan berbagai keluhan kaum pria dalam soal hubungan begituan dengan istri, antara lain soal diperbesar. Sebagaimana pria secara umum, aku tertarik juga untuk mengetahui lebih lanjut, jadi aku nonton sampai acara selesai sekitar jam 12 malam. Antara lain aku jadi mengetahui bahwa di klinik dengan beberapa cabang itu, pria umur 70-80 tahun tetap dapat diobati, dan istilah untuk bagian yang diobati itu disebut dengan si koboi.

Dan, ini yang menarik, keesokan hari saat kamu muncul pada dialog Ada Apa Berita dari jam 21.20 sampai 21.55 dengan narasumber pengamat poltik Yunarto Wijaya dan ketua DPP PKB Marwan Jafar, saat sampai pada segmen terakhir menjelang jam 10 malam, kamu menyebut ke rekan-rekan kamu bahwa setelah ini akan ada dialog lagi. Sebelum itu kalau kamu muncul jam 9 malam cuma akan sampai jam 10 malam saja.

Semula aku pikir maksud kamu adalah bahwa setelah itu akan ada dialog lagi oleh rekan kamu yang lain, sehingga akupun pindah channel ke Bukan 4 Mata. Saat selingan iklan, aku kembali ke Jak-TV sekitar 20 menit setelah jam 10, dan ternyata kamu lagi yang muncul dengan narasumber ibu Ira Soelistyo dari Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia dan seorang ibu dari pasien kanker anak-anak. Kemunculan kembali kamu malam itu setelah jam 10 malam, juga seperti sekaligus merupakan respon kamu ke apa yang aku lakukan pada malam sebelum itu, yaitu sesudah kemunculan kamu antara jam 9 sampai jam 10 kemudian pada sekitar jam setengah 12 aku kembali ke Jak-TV lagi dan melihat dialog soal si koboi itu.

Satu minggu kemudian pada 10 Februari 2014 Senin malam, aku tidak lagi melihat acara soal si koboi itu, karena memang ketika pada tanggal 4 aku melihat acara itu, cuma kebetulan saja. Sehingga aku tidak terlalu mengingat-ingat mengenai pada setiap hari apakah acara dialog soal itu muncul. Lagipula ada soal lain yang cukup menyita pikiran terkait surat-suratku sebelum ini, sehinggga aku tidak sempat mengingat soal acara itu. Sehari kemudian pada 11 Februari 2014 Selasa malam, di akhir acara dialog kamu yang antara jam 9 dan jam 10, kamu tidak lagi menyebut soal setelah ini akan ada dialog lagi. Dan saat aku beberapa kali kembali ke Jak-TV, kamu memang tidak muncul lagi setelah jam 10.

Lalu pada 17 Februari 2014 Senin malam, tanpa sengaja juga karena aku tidak secara khusus mengingat soal acara si koboi itu, saat aku pindah channel ke Jak-TV lagi sekitar jam setengah duabelas malam, pas sedang ada lagi acara soal si koboi itu, dan aku menonton lagi sampai acara selesai. Malah kali ini sekalian aku rekam juga, tapi tidak langsung di laptop melainkan di eksternal harddisk Buffalo yang dari First Media. Kemudian pada Selasa pagi 18 Februari 2014 baru aku pindahkan rekaman itu ke laptop, sambil berpikir apakah Rahma akan kasih respon lagi seperti pada tanggal 4 Februari.

Dan ternyata betul juga, pada akhir segmen acara 18 Februari 2014 antara jam 9 -10 malam, kamu kasih respon lagi dengan kalimat yang hampir sama seperti yang tanggal 4, yaitu dengan mengatakan setelah ini akan ada dialog lagi. Diikuti dengan beberapa menit kemudian kamu muncul lagi sesudah jam 10 malam. Dan respon kamu kali ini tampak lebih mengarah, karena sejak acara jam 9-10 malam itu, kamu muncul pakai baju merah sedikit pink. Mengingatkan aku pada warna bagian dalam dari sesuatu.

Waktu kamu selesai mengucapkan kata-kata akan ada dialog lagi itu, kamu seperti geli sendiri, pundak kamu sampai bergerak kedepan dan wajah kamu seperti orang menahan ketawa. Memang seingat aku setelah kita ketemu untuk pertama kali pada tahun 2001 di Metro TV, beberapa hari kemudian aku jadi sering menerima email berbahasa Inggris dari berbagai sumber yang berisi soal memperbesar, “enlargement”. Padahal dengan kecantikan kamu itu, kalau kamu ingin mendapatkan laki-laki yang lebih besar dari aku, tentu dengan mudah akan kamu dapatkan. Namun dengan kemunculan email-email seperti itu, menimbulkan kesan seperti kamu sangat ingin agar aku saja yang diperbesar.

Tapi tentu aku harus merespon positif isyarat dari kamu itu, terutama terkait dengan beberapa tahun belakangan ini. Dalam berbagai kesempatan, Bill Gates suka mengungkapkan bahwa dia adalah seorang yang lebih suka berpikir positif, bersikap optimis terhadap kehidupan dunia ini, dan bahwa segala persoalan di dunia ini akan ada jalan keluar terbaik untuk umat manusia. Mengingat beberapa tahun belakangan ini aku cenderung mengungkap soal aku akan ketemu ajal, yang untuk orang optimis seperti Bill Gates mungkin agak bertolak belakang dengan sikap optimis dan positif dia terhadap berbagai problem kehidupan, maka respon positif kamu terhadap kejadian aku nonton dialog soal si koboi itu, moga-moga akan mencairkan juga suasana suram yang selama ini aku ungkapkan soal aku akan ketemu ajal.

Mungkin kamu ingin tahu juga bagaimana aku yang dilahirkan pada bulan Mei tahun 1958 sampai saat ini usiaku sudah  55 tahun, dapat bertahan untuk terhindar dari perbuatan itu, dalam suasana jaman sekarang yang cenderung bebas ini. Terus terang aku sendiri tidak tahu, tentu ini merupakan Kehendak dari Yang Dilangit. Tapi kalau aku sama sekali tidak memberi tahu jalan pikiranku terkait soal begituan, tentu kurang baik juga. Jadi aku ungkapkan disini tanpa bermaksud menggurui siapapun, melainkan sekedar berbagi pengalaman saja.

Selama ini aku cenderung menganggap soal begituan itu sebagai sekedar kesenangan duniawi belaka. Sebagai manusia biasa yang ingin dekat dengan Yang Maha Kuasa di langit, aku berusaha untuk tidak memperTuhankan hawa nafsu. Seperti sering diungkapkan para Ustadz, dalam hidup di dunia fana ini kalau kita sedang sedih janganlah terlalu sedih, kalau sedang senang janganlah terlalu senang. Dan agar kita terlatih untuk tidak terlalu sedih ataupun tidak terlalu senang, kita setiap tahun diberi kesempatan melatih diri selama sebulan berpuasa. Jadi, inti persoalan adalah menyeimbangkan antara perasaan emosional dan logika. Dalam berbagai kasus di dunia ini, persoalan cenderung muncul pada orang yang lebih suka membiarkan diri larut dalam perasaan emosional, termasuk juga dalam soal begituan itu.

Kalaupun secara biologis ada penumpukan energi karena terjadi produksi secara rutin, selama ini aku cenderung membiarkan keluar sendiri energi itu saat tidur, yang merupakan proses alamiah, secara umum disertai oleh mimpi. Kecuali pada saat tertentu kadang perlu pijatan oleh diri sendiri juga untuk melatih otot disekitar bagian itu.

Apakah aku akan diberi jodoh oleh Allah SWT selagi aku ada di dunia fana ini, tentu cuma Allah Yang Mengetahui. Dalam usiaku yang sudah 55 tahun ini, aku jadi cenderung terimunisasi terhadap kesenangan duniawi, dan cenderung untuk selalu ingat bahwa akherat lebih baik daripada dunia fana ini. Jadi apakah aku akan diberi jodoh atau tidak, posisiku cenderung dalam keadaan harap dan cemas, berharap diberi dan cemas tidak diberi, dan moga-moga aku terima dengan ikhlas keputusan akhir yang seperti apapun.

Jika kita meneliti, apa sebab perbuatan begituan itu menimbulkan kesenangan duniawi, adalah karena untuk melanjutkan keturunan, sebab kalau berbuat begituan itu tidak menyenangkan, mungkin sejak dulu manusia sudah punah dari dunia ini. Kalau kita perhatikan lebih lanjut, rasa senang itu antara lain karena ada syaraf-syaraf yang peka disekitar bagian itu. Oleh sebab itu bahkan kalau sekedar sedang membicarakan soal itu saja, orang cenderung untuk menjadi tertawa geli, antara lain karena keberadaan syaraf-syaraf peka yang ada di bagian itu.

Pada bagian-bagian lain yang penting di tubuh kita, juga terdapat syaraf-syaraf peka, misalkan di sekitar lubang telinga, lubang hidung, mulut. Oleh sebab itu kalau kita mengilik-ngilik lubang telinga misalkan dengan bulu ayam, juga akan menimbulkan kesenangan. Tapi karena lubang telinga bukan merupakan bagian yang ditutupi dan dirahasiakan, dan kalaupun dilakukan oleh seseorang kepada telinga orang lain, tidak menimbulkan kesenangan pada yang melakukan, jadi secara umum tidak ada kasus hukum pada orang yang mengilik-ngilik telinga orang lain. Kecuali pada kasus tertentu yang jarang terjadi, misalkan seorang operator peralatan penting di suatu pabrik tiba-tiba dikilik kuping dia oleh sang teman sehingga kaget, dan kenop yang belum waktu untuk dipencet, secara tak sengaja terpencet dan  menyebabkan rekan lain di dekat mesin pabrik itu jadi mengalami kecelakaan kerja, tentu bisa masuk kasus hukum juga.

Sekali lagi ini aku tulis tanpa bermaksud menggurui siapapun, melainkan sekedar berbagi pengalaman yang selama ini aku jalani saja.

Sekarang yang jadi persoalan adalah mungkin kamu mempertanyakan, aku ini mau atau nggak sama kamu. Apalagi dengan kamu sudah lebih gemuk sekarang ini, yang mungkin kamu lakukan dengan tujuan agar kamu lebih menyerupai figur-figur favoritku kalau aku lagi latihan. Seingat aku selama ini aku belum pernah bilang nggak mau sama kamu. Tapi mengingat sudah muncul beberapa bencana besar yang seperti terkait dengan persoalan kita, tentu aku berharap agar kita mendapat limpahan pertolongan dan bimbingan dari Allah SWT mengenai kelanjutan hubungan kita, agar tidak menimbulkan efek negatif kepada umat manusia dan dunia fana ini.

Sebagian besar surat ini aku tulis pada 18 Februari 2014 menjelang tengah malam dan berharap pada keesokan hari kamu muncul di Jak-TV dengan isyarat lain. Namun ternyata pada 19 Februari 2014 Rabu malam kamu tidak muncul, entah isyarat apa itu. Respon dari Bill Gates kepada surat ini muncul pada 19 Februari 2014 jam 4.47 sore waktu Jakarta, memuat kode link “1jDCK3l”. Huruf-huruf “DCK” itu mengingatkan pada “dick” yaitu nama kecil dari Richard, sebagaimana Robert menjadi “Bob”, William menjadi “Bill”.

Ada arti lain dari kata “dick” di Amerika, terkait dengan topik surat ini. Tentu kamu juga sudah tahu apa arti dari big dick. Kode link “1jDCK3l” itu dimana huruf terakhir adalah huruf “L” tapi ditulis dalam huruf kecil yang seperti berarti “lu” dari bahasa Betawi, karena aku lahir di Betawi, dan yang dimaksud “lu” adalah aku. Jadi kode link oleh Bill Gates itu seperti mengingatkan aku agar jangan sampai kalau kamu terobsesi dengan soal diperbesar, menyebabkan aku ada alasan untuk menghindar dari kamu. Sebab hal itu dapat menyebabkan aku tidak lagi bersedia naik keatas menghadap Yang Maha Kuasa ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia dalam keadaan menjadi suami kamu, dan aku malah turun ke bumi seperti huruf L yang ditulis dalam huruf kecil itu.

Soal pengobatan memperbesar semacam itu, ada pendapat yang berbeda-beda. Ada yang bilang bisa diperbesar, ada juga yang bilang tidak bisa, antara lain dokter Boyke Dian Nugraha yang pernah menyebutkan tidak mungkin dapat dilakukan yang semacam itu. Selama ini aku memang tidak pernah mencoba, karena masih khawatir ada efek samping, apalagi kalau hal itu dilakukan dengan bantuan jin, aku khawatir akan ada efek sampingan yang menimbulkan bahaya jangka panjang. Lebih baik kamu terima aku apa adanya, dengan tidak terlalu mempertimbangkan kesenangan duniawi semacam itu melainkan lebih kepada soal bahwa selama ini sudah muncul beberapa bencana besar yang seperti terkait persoalan kita. Kalaupun menurut kamu ada bagian-bagian pada diriku yang perlu diperbaiki, aku bersedia memperbaiki tapi lebih baik kamu sambil mengingat bahwa perbaikan itu adalah “kalau belum keburu kiamat”. Jadi tujuan utama kita menikah adalah untuk kebaikan umat manusia, setelah muncul isyarat-isyarat dari langit berupa bencana-bencana besar yang seperti terkait persoalan kita.

 
 

Jakarta,  26 Februari 2014.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: