AB812. AIRAISA Dan Bagian Upaya Mengubah Energi Negatif Jadi Positif

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  AIRAISA Dan Bagian Upaya Mengubah Energi Negatif Jadi Positif

 
 

 
 

Sejak pesawat AirAsia QZ8501 menghilang dari radar pada pagi hari 28 Desember 2014, berita-berita mengenai AirAsia QZ8501 memenuhi sebagian besar media. Dan pada newsticker di berita TV, yang biasa diisi dengan huruf besar semua, nama AirAsia yang ditulis AIRASIA jadi mudah mengingatkan pada nama Raisa. Sebab cuma dengan memindahkan satu huruf “I” saja, maka AIRASIA itu akan menjadi AIRAISA. Dan ini menginspirasi aku untuk membuat logo AiRaisa berdasarkan logo AirAsia seperti terlihat pada foto diatas, waktu aku mengungkapkan resolusi tahun baru 2015 ke Raisa pada 1 Januari 2015.

Sebelum itu pada 30 Desember 2014 atau dua hari setelah kejadian AirAsia QZ8501 hilang dari radar itu, Raisa memuat video mengenai pertunjukan dia di Singapore pada 1 Oktober 2014. Pesawat AirAsia QZ8501 yang mengalami kecelakaan pada 28 Desember 2014 adalah dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapore. Sehingga ini merupakan kedua kali Raisa pergi ke suatu tempat di luar negeri dan diikuti oleh bencana. Sebelum itu ketika dia ke Korea Selatan pada akhir Maret 2014, lalu diikuti oleh pada 16 April 2014  terjadi kapal Korea Selatan MV Sewol yang memuat 459 orang tenggelam di perairan Jindo saat menuju ke pulau Jeju, dengan korban tewas mencapai sekitar 300 orang seperti aku tulis di “Kapal Ferry Korea Tenggelam Setelah Raisa Shooting Videoklip LDR Di Korea“.

Namun tampaknya Raisa tidak ingin tenggelam dalam suasana yang menjadi negatif untuk menjalani hidup ini, sehingga kejadian itu seperti malah memberi inspirasi dengan memunculkan isyarat pada 5 Januari 2015 tentang lagu baru “Jatuh Hati”. Jadi kejadian pesawat AirAsia QZ8501 jatuh di laut itu seperti memberi inspirasi Raisa untuk lagu baru “Jatuh Hati”. Mengubah energi negatif menjadi energi positif untuk kebaikan umat manusia. Seperti terlihat pada foto diatas, pada 5 Januari 2015 di Facebook Raisa memuat video mengenai “Jatuh Hati” yang ada pesawat terbang mainan digantung di pohon bersama bola dunia. Lagu baru “Jatuh Hati” itu sendiri diluncurkan pada 8 Januari 2015 di berbagai radio swasta.

Pada 6 Januari 2015 malam sekitar jam 20.15 saat akan mengambil nasi di dapur, aku jadi teringat pada sebuah lagu lama tahun ’70-an akhir yang berjudul “Come With Me”. Dan entah karena terbawa oleh suasana soal AirAsia QZ8501 yang hilang dari radar pada 28 Desember 2014 dalam perjalanan dari Surabaya ke Singapore itu, aku jadi berpikir bahwa lagu “Come With Me” itu pernah dijadikan lagu untuk iklan Singapore Airlines. Namun waktu aku cari di Internet, ternyata tidak mudah menemukan lagu “Come With Me” itu, yang ada adalah lagu-lagu lain yang lebih baru dengan judul yang sama. Baru setelah aku ketik bait awal lagu itu “Why don’t you come with me”, aku dapatkan lagu itu yang dibawakan oleh Jesse Green.  Akan tetapi waktu aku cari video iklan Singapore Airlines yang menggunakan lagu itu, tidak aku temukan.

Keesokan hari pada 7 Januari 2015 pagi sekitar jam 10 aku pergi ke Electronic City cabang Cinere yang antara lain jual TV, untuk lihat TV baru sebab seperti yang sudah aku sebutkan TV-ku yang lama rusak pada 31 Desember 2014. Bagian service TV-ku yang lama sudah aku hubungi dan dia bilang mungkin tidak bisa diperbaiki karena itu TV lama, dibeli tahun 2004, jadi onderdil sudah tidak ada. Dan Alhamdulillah di Electronic City pagi itu aku dapatkan TV LED Toshiba 19 inci. Harga saat dipajang adalah 1,799 juta namun waktu aku bayar di kasir, dengan Customer Service bernama tengah Nur, ternyata aku cuma harus bayar 1,397 juta rupiah, berarti diskon 400 ribu rupiah. Dan TV LED Toshiba 19 inci itu cukup ringan, sehingga mudah aku bawa naik angkot, lalu sampai di toko Indomaret dekat rumah aku sambung dengan naik sepeda yang aku titipkan disitu. Aku gantungkan TV dalam kardus itu di leher dengan tali rafia yang aku bawa dari rumah, sedangkan bagian bawah TV ditahan oleh besi sepeda yang merupakan sepeda laki itu, sehingga semakin ringan.

Waktu aku di angkot saat menuju ke Electronic City, sudah ada isyarat yang seperti terkait dengan soal iklan Singapore Airlines yang tidak juga aku temukan itu. Saat itu aku duduk di depan di samping supir angkot, dan di belakang ada beberapa orang penumpang antara lain anak sekolah mungkin SD kelas tiga atau empat. Saat sampai di depan sebuah sekolah di jalan Cinere Raya di samping toko karpet besar, anak SD di angkot itu berteriak “Itu ada si Wahyu ……. si Wahyu …..,” mungkin bicara dengan orang yang bersama dia di angkot. Aku langsung ingat dengan tetanggaku dulu yang bernama Wahyu, adik dari Ferry. Tapi aku tidak langsung ingat dengan soal video iklan lama Singapore Airlines yang aku cari di Internet dan tidak ketemu itu. 

Baru pada keesokan hari tanggal 8 Januari 2015 pagi, aku teringat bahwa lagu yang aku maksud itu bukan iklan Singapore Airlines, tapi iklan Cathay Pacific, dan lagu itu bukan “Come With Me” dari Jesse Green melainkan “Love Theme” oleh Barry White. Irama kedua lagu itu memang hampir sama. Dan soal anak SD yang menyebut nama Wahyu sehari sebelum itu, jadi seperti isyarat terkait soal ini, karena tetanggaku dulu kakak beradik Wahyu dan Ferry memiliki kakak perempuan bernama Lucky yang menikah dengan GM dari Cathay Pacific dan sempat tinggal di Hongkong kantor pusat Cathay Pacific.

Ini jadi seperti terkait pula dengan soal rencanaku, kalau lukisanku dibeli oleh Bill Gates aku akan kerjasama dengan Mr. Graeme Laird yang dulu GM di Mandarin Oriental saat aku kerja disitu tahun 1987 dan sekarang tinggal di Hongkong berbisnis hotel dan apartemen. Seperti merupakan isyarat lain dari langit bahwa kalau aku tidak mewujudkan rencana itu dan lebih suka di Indonesia saja, aku dapat berkecenderungan menimbulkan bencana seperti bencana AirAsia QZ8501 yang menewaskan ratusan orang itu. Lebih baik kalau lukisanku dibeli oleh Bill Gates aku segera mewujudkan napak tilas kerjaku dulu, yaitu di Mandarin Oriental dengan Mr. Graeme Laird, lalu di Astra, lalu di Coliers Utaba Indo, dan kemudian di American Express. Sebagai bagian dari upaya mengubah energi negatif menjadi energi positif untuk kebaikan umat manusia.

 
 

Jakarta,  13 Januarii 2015.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: