AB815. Outlander Pondok Indah 4 Tewas, Pak Hasto Topi Masker Lukisan Lady Di, Dan Raja Saudi Abdullah Wafat Jam 1 AM

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Outlander Pondok Indah 4 Tewas, Pak Hasto Topi Masker Lukisan Lady Di, Dan Raja Saudi Abdullah Wafat Jam 1 AM

 
 

Lukisan Lady Di memakai masker, dengan suasana huru-hara Jakarta pada Mei 1998 yang berawal dari Krisis Moneter yang mulai sejak akhir 1997 setelah Lady Di meninggal dunia pada Agustus 1997. Lukisan itu dibuat berdasarkan foto Lady Di memakai masker saat berkunjung ke ruang operasi di rumah sakit Harefield Hospital di London pada 22 Januari 1996 yang dimuat di koran Kompas. Digabung dengan gambar suasana huru-hara Mei 1998 berdasarkan foto-foto dari berbagai sumber di majalah dan koran.
Foto yang dimuat di harian Kompas, itupun aku cuma simpan yang foto copy saja. Tidak mudah untuk mencari foto diatas di Internet, yang aku dapatkan cuma seperti di bawah ini, hampir sama tapi bagian bawah terpotong.
royalgossip.forumprofi.de
Prince William observes surgery for the removal of a bladder tumor on a male patient during a visit to the Royal Marsden Hospital on November 07, 2013.  The image immediately brought another one to mind: Princess Diana watching a heart operation in 1996, where she was filmed wearing a similar surgical mask.    WPA Pool / Getty Images  –  today.com / Nov. 7, 2013 at 6:38 PM ET
Prince William (L) observes surgery for the removal of a bladder tumour on a male patient during a visit at the Royal Marsden hospital in London’s Chelsea and Princess Diana (R) watches a child at Harefield Hospital, Middlesex in 1996. Picture: AP / REX – telegraph.co.uk / 8 November 2013
Echoes: The Prince was following in the footsteps of Princess Diana, who watched a heart operation at Harefield Hospital in 1996.    dailymail.co.uk / 18:56 GMT, 7 November 2013
Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto rupanya tak main-main dalam membeberkan kronologi pertemuan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dengan tim pemenangan Jokowi-JK pada Pilpres 2014 lalu. Ia sampai mengenakan masker dan topi hitam, lengkap dengan bahasa tubuh dan perilaku
yang dia tirukan dari gaya Abraham Samad.Kabarnya pertemuan itu diinisiasi Abraham Samad yang ingin maju sebagai bakal calon wakil Presiden mendampingi calon Presiden Joko Widodo.    tribunnews / Kamis, 22 Januari 2015     18:35 WIB
Konpres Hasto Kristiyanto Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memakai masker saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1). Hasto Kristiyanto membenarkan adanya pertemuan antara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dengan para petinggi partai politik terkait proses pencalonan calon wakil presiden pada pilpres tahun 2014.      ANTARA FOTO / Prasetyo Utomo – Kamis, 22 Januari 2015     23:43 WIB
SIAPKAN BUKTI: Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dengan menggunakan masker dan topi menunjukkan alat antisadap telepon genggam saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1). (Imam/Jawa Pos  –  23/01/15, 05:10 WIB)
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad selalu menggunakan topi dan masker yang menutupi hidung dan mulutnya saat menggelar pertemuan rahasia dengan petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pelaksana tugas (Plt) Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang membeberkan seluruh kronologis maksud Samad menemui dirinya juga mencontohkan gaya Samad.     tribunnews.com / Kamis, 22 Januari 2015    16:04 WIB
Sanusi, saksi mata menuturkan, kecelakaan terjadi sekira pukul 19.30 WIB. Kecelakaan berawal saat Mitsubishi Outlander dengan nomor polisi B 1658 PJE menabrak satu pengendara sepeda motor di Tanah Kusir dekat Mal Gandaria City. Lantaran pengendara mobil itu takut dikeroyok massa lantaran menabrak bikers itu, lanjut Sanusi, pengemudi mobil Outlander tancap gas lantaran ada warga yang teriak, tetapi tetap ada yang mengejar. Setelah kabur dan sampai di bawah halte busway Tanah Kusir Kodim, mobil tersebut kembali menabrak empat pengendara motor Honda Vario B 6535 ZAM, Yamaha Vixion B 3316 SPE, motor dengan plat nomor B 6684 TON, dan B 4981 SON. Dia menambahkan, dari keempat motor yang ditabrak itu, diketahui kalau satu pengendara motor bermerek Vario 125 cc merupakan anggota polisi.    sindonews.com  –  Rabu,  21 Januari 2015  −  00:23 WIB
Kecelakaan maut di jalan arteri Pondok Indah menggemparkan banyak orang. Sebab, tabrakan pada Selasa 20 Januari 2015 malam itu telah merenggut 4 nyawa. Pelaku penabrakan diketahui bernama Christoper. Dia menabrak 9 kendaraan yakni 3 mobil dan 6 sepeda motor di Arteri Pondok Indah. Akibatnya 4 orang tewas dan 3 lainnya luka-luka dalam tabrakan maut itu. Mobil bernomor polisi B 1658 PJE yang dikendarai pelaku ternyata milik Ali, teman pelaku. Ali bersama sopirnya, Sandi, dan Christoper sebelum kejadian keluar dari Pacific Place. Namun, di tengah jalan Ali turun dan menyuruh sopirnya, Sandi, mengantar Christoper.
Di tengah jalan, Sandi yang memegang setir mobil tiba-tiba direbut oleh Christoper. Tidak ingin ribut, Sandi pun menyerahkan kemudi kepada Christoper. Namun, tanpa diduga Christoper mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak pengendara lain.    liputan6  –  Jan 21, 2015   10:56 WIB
Sejumlah warga berkerumun menyaksikan mobil Mitsubishi Outlander yang rusak parah setelah terlibat kecelakaan melibatkan bebetapa mobil lain dan 6 sepeda motor di Jalan Sultan Iskandar Muda atau Arteri Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa malam (20/1). Kecelakaan maut yang melibatkan mobil Mitsubishi Outlander Sport, B 1658 PJE dengan sejumlah mobil dan sepeda motor di Jalan Sultan Iskandar Muda atau Arteri Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, semalam telah mengakibatkan empat orang tewas dan dua lainnya kritis. Polisi telah memeriksa dan melakukan tes urine terhadap pengemudi Outlander, nama Christoper DS (22). Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, mengatakan, korban meninggal dunia atas nama Mustofa (27) warga Pondok Bambu, Jakarta Timur; Mahyudin Herman, warga Perumahan Elok, Pondok Petir, Depok; Wisnu Anggoro (31) warga Jalan Tanah Kusir, Kebayoran Lama; dan Iptu Batang Onang (46), anggota Polsek Kebayoran Lama. Sementara, korban kritis bernama Rifki Ananta dan Budiman Sitorus.   beritasatu.com – sumber: TMC Polda Metro Jaya  /  Rabu, 21 Januari 2015 | 09:41
Di komentar, seorang pembaca detikcom mengabarkan, Chris adalah seorang lulusan sekolah internasional terkenal di Jakarta Selatan. Belum diketahui apa kaitan Christopher dengan M Ali si pemilik mobil Mitsubishi Outlander. Yang jelas, saat kejadian, Ali turun di Mayestik, lalu memilih naik taksi. Sementara Chris diantar pulang oleh Sandi, sopir Ali. Di tengah jalan, Chris mau mengambil alih kemudi, namun tak diizinkan Sandi. Hingga akhirnya terjadi cekcok dan tabrakan maut yang menewaskan empat orang, termasuk satu anggota polisi.    detik.com  –  Rabu, 21/01/2015    11:26 WIB
Mitsubishi Outlander Sport 2013.
pulchen.com
Raja Abdullah (kiri) dari Arab Saudi meninggal dunia pada hari Jum’at 23 Januari 2015 dinihari jam 1 AM waktu setempat, dan digantikan oleh Raja Salman (kanan).  Nama Raja Salman yang seperti memuat nama kakakku Faisal dan namaku Firman, sehingga seperti terkait juga dengan soal “Mencegah Tri As Ula, Memotong Jalur Nasib Tiga Kosong“. Dan jam waktu Raja Abdullah wafat yaitu 1 AM, seperti isyarat lain dari langit bahwa cukup satu orang aku AM Firmansyah yang harus naik menghadap Yang Maha Kuasa, ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.      photo: financialpost.com
Saudi Arabia’s

King Abdullah dies

BBC –  23 January 2015
Last updated at 01:50
Saudi King Abdullah bin Abdulaziz has died in hospital, royal officials have announced. A statement, made early on Friday, said his brother, Salman, had become king. Before the announcement, Saudi television cut to Koranic verses, which often signifies the death of a senior royal. King Abdullah, who was said to be aged about 90, had been in hospital for several weeks suffering from a lung infection. Abdullah came to the throne in 2005 but had suffered frequent bouts of ill health in recent years. King Salman, 79, had recently taken on the ailing monarch’s responsibilities. The late king’s half brother Muqrin, who is in his late 60s, has been named the new crown prince, the official statement said. All three are sons of the founder of modern Saudi Arabia, King Abdulaziz, usually referred to as Ibn Saud, who died in 1953. King Salman called on the royal family’s Allegiance Council to recognise Muqrin as his crown prince and heir. “His Highness Salman bin Abdulaziz Al Saud and all members of the family and the nation mourn the Custodian of the Two Holy Mosques King Abdullah bin Abdulaziz, who passed away at exactly 1am this morning,” the statement said.

 
 
 

Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada 22 Januari 2015 melakukan konperensi pers mengenai telah melakukan enam kali pertemuan rahasia dengan Ketua KPK Abraham Samad pada tahun 2014 yang lalu, terkait proses pencalonan pak Abraham Samad sebagai calon wakil presiden pada pilpres 2014. Disebutkan bahwa dalam pertemuan rahasia Pak Hasto dengan tim sukses pak Abraham Samad itu, pak Abraham Samad selalu memakai masker penutup hidung dan mulut, dan juga memakai topi.

Konperensi pers oleh pak Hasto itu dilakukan pada 22 Januari 2015. Atau beberapa hari setelah pada 14 Januari 2015 KPK yang diketuai pak Abraham Samad menetapkan calon tunggal Kapolri pak Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus gratifikasi, cuma satu hari sebelum DPR melakukan Fit and Proper Test kepada calon tunggal Kapolri yang diajukan oleh presiden Jokowi itu. Sehingga tidak heran kalau muncul kesan bahwa pembeberan oleh pak Hasto itu ada kaitan juga dengan penetapan pak Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK itu. Tapi tentu aku tidak akan membahas lebih lanjut soal ini, sebab aku memang tidak dalam kapasitas untuk itu.

Disini aku cuma mau mengungkapkan, bahwa pembeberan oleh pak Hasto soal masker dan topi yang selalu digunakan Ketua KPK Abraham Samad saat pertemuan rahasia dengan pak Hasto dalam pencalonan wakil presiden 2014 itu, mengingatkan aku pada sebuah lukisanku mengenai Lady Di. Sebab ada lukisanku mengenai Lady Di memakai topi dan masker juga. Lukisan berukuran 145 x 146 cm dengan cat minyak di atas kanvas itu, aku buat setelah peristiwa huru-hara Mei 1998 yang berujung pak Harto mengundurkan diri sebagai presiden. Sebagaimana diketahui, huru-hara Mei 1998 itu berawal dari Krisis Moneter yang terjadi sejak akhir 1997 setelah Lady Di meninggal dunia pada Agustus 1997. Karena itu kemudian aku buat lukisan itu, berdasarkan foto Lady Di memakai masker saat berkunjung ke ruang operasi di rumah sakit Harefield Hospital di London pada 22 Januari 1996 yang dimuat di koran Kompas. Dan aku gabung dengan gambar dari foto-foto huru-hara Mei 1998, antara lain di atas kepala Lady Di aku tempatkan atap gedung DPR yang terdapat para mahasiswa berdemo. Juga gambar foto gedung Universitas Trisakti dan seorang dari beberapa mahasiswa yang tertembak yang kemudian memicu huru-hara itu, serta gambar penjarahan toko-toko dan supermarket oleh masyarakat, dan juga gambar para petugas anti huru-hara.

Data lengkap lukisan itu tidak aku simpan dengan baik, sehingga soal ukuran lukisan dan pemakaian cat minyak atau cat akrilik yang aku sebut diatas cuma kira-kira saja, sebab terus terang aku risih juga dengan peristiwa huru-hara Mei 1998 yang menewaskan ratusan orang itu. Jadi aku cuma membuat saja lukisan itu untuk memuat momen bersejarah itu. Sekarang aku juga tidak tahu ada dimana lukisan itu, kalau tidak salah aku titipkan ke kakakku beberapa tahun lalu di Pondok Bambu.

Dan tentu yang penting adalah menyimak kalau barangkali ada pesan penting dari langit terkait kemunculan masker dan topi yang mengingatkan pada lukisan Lady Di itu oleh pak Hasto Kristyanto, dalam situasi yang cukup menegangkan belakangan ini. Yaitu situasi menegangkan karena terjadi urutan beberapa kejadian terkait KPK dan Polri, dimulai dari 9 Januari 2015 ketika muncul surat presiden Jokowi ke DPR soal pemberhentian Kapolri Jendral Sutarman untuk diganti dengan Komjen Budi Gunawan. Lalu pada 13 Januari 2015 KPK menjadikan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus gratifikasi, satu hari sebelum menjalani Fit and Proper Test dengan DPR. Diikuti dengan pada 15 Januari 2015 DPR menyetujui Komjen Budi Gunawan jadi Kapolri, 16 Januari 2015 presiden Jokowi menunda pelantikan Kapolri, 22 Januari 2015 Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto beberkan ketua KPK Abraham Samad pernah enam kali ketemu secara rahasia di tahun 2014 soal mencalonkan jadi wapres, 23 Januari 2015 pagi wakil ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap polisi untuk jadi tersangka kasus kesaksian palsu pilkada Waringin Barat, namun kemudian pada 24 Januari 2015 dinihari dilepas lagi, 24 Januari 2015 siang wakil ketua KPK Adnan Pandu Praja dilaporkan ke polisi soal pengambilan tidak sah beberapa saham PT Desy Timber.

Apalagi selain itu ada pula kejadian lain yang juga menegangkan dan terkait dengan nama yang memuat Kris juga, yaitu pada 20 Januari 2015 Selasa malam, seorang pemuda bernama Christopher usia 23 tahun yang studi di AS dan sedang berlibur di Jakarta menubruk beberapa sepeda motor dan mobil sehingga 4 orang tewas di jalan Sultan Iskandar Muda atau dikenal juga dengan nama jalan Arteri Pondok Indah. Sempat muncul dugaan kuat akibat pengaruh narkoba jenis LSD, namun kemudian hasil test narkoba negatif, tidak ada pemakaian narkoba. Nama jalan itu diambil dari Sultan Iskandar Muda yang menjadi Sultan di Aceh pada sekitar abad 16. Seperti isyarat bahwa bencana Tsunami di Aceh itu memang ada kaitan dengan aku. Mobil yang dikemudikan adalah Mitsubishi Outlander, yang juga seperti memuat isyarat “out of land”, aku harus pegi ke luar negeri sesuai rencanaku melakukan perjalanan ke beberapa tempat di dunia, menggali inspirasi sebelum lalu ketemu ajal. Sehingga kejadian kecelakaan 20 Januari 2015 itu seperti isyarat dari langit agar aku mewujudkan apa yang aku tulis sebelum  kejadian itu, yaitu di surat “Mencegah Tri As Ula, Memotong Jalur Nasib Tiga Kosong” yang sudah aku mulai tulis sejak 17 Januari 2015.

Kejadian lain sekitar tanggal itu yang seperti terkait juga dengan “Mencegah Tri As Ula, Memotong Jalur Nasib Tiga Kosong”  adalah kemunculan berita mengenai Raja Saudi Abdullah meninggal dunia pada 23 Januari 2015 tepat jam 1 AM waktu setempat, dan digantikan oleh Raja Salman bin Abdulaziz. Nama Raja Salman yang seperti memuat nama kakakku Faisal dan namaku Firman, dan jam waktu Raja Abdullah wafat yaitu 1 AM, jadi seperti isyarat lain dari langit bahwa cukup satu orang aku AM Firmansyah yang harus naik menghadap Yang Maha Kuasa ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Peringatan dari langit berupa pada 22 Januari 2015 pak Hasto pakai masker dan topi yang mengingatkan aku pada lukisanku tentang Lady Di pakai masker dengan nuansa huru-hara Mei 1998, menjadi makin penting karena sekitar tanggal itu juga ada tiga tweet Bill Gates yang memuat angka 15 pada kode link. Meskipun angka 15 itu tentu terkait dengan peluncuran Annual Letter 2015, seperti biasa tiap awal tahun Bill dan Melinda Gates meluncurkan Annual Letter mengenai berbagai pencapaian yayasan mereka tahun lalu dan rencana pencapaian tahun ini serta berbagai persoalan yang masih penting ditangani di dunia, namun seperti juga memuat isyarat untuk aku.

Tweet dengan kode link “15uzlSK” dimuat pada 22 Januari 2015. Kode link “15uzlSK” itu seperti berarti kalau aku setelah berhasil jual lukisan dengan harga yang baik, lalu aku lebih suka untuk melakukan “z” di bawah, lebih suka di dunia fana ini saja, maka orang-orang yang “as kakak”, yang seperti kakak, akan naik ke atas menghadap Yang Maha Kuasa ketemu ajal, “SK”. Dalam hal ini “as kakak” adalah terkait nama kakakku Faisal yang memuat “sal” seperti pada kata “Salib”. Kalau orang-orang yang terkait dengan Salib diangkat dari dunia ini, dapat terjadi perebutan senjata pemusnah masal yang berujung ke kiamat. 

Tweet 22 Januari 2015 itu dimuat pada jam 11.15 AM, seperti terkait suratku “Mencegah Tri As Ula, Memotong Jalur Nasib Tiga Kosong” dimana aku sebutkan waktu aku SD, tetanggaku seorang perempuan muda usia 20-an yang bernama Ula meninggal akibat minum Obat Merah, dan dia tinggal di rumah nomer 15, di sebelah rumahku. Jadi posisi rumahku yang bernomer 13 adalah di antara rumah nomer 11 dan nomer 15. Atau kalau pada jam di tweet itu, 11.15 AM, posisi nomer 13 adalah pada titik, sesuai kesediaanku untuk titik, untuk berhenti dari kehidupanku di dunia fana ini.

Lalu tweet lebih lanjut pada jam 12.00 tanggal 23 Januari 2015, memuat kode link “15AJYUE”. Dari sepintas saja sudah terbaca kode link itu berarti “lima belas aja you yeee…..”. Tapi semula aku tidak tahu apakah yang dimaksud adalah angka 15 itu jumlah harga untuk lukisanku atau apa. Kemudian pada tweet lain 23 Januari 2015 jam 4.52 AM memuat kode link “15gr6jt”. Dua huruf “jt” sering digunakan untuk menyebut harga, singkatan dari kata “juta”. Jadi seperti berarti bahwa 15 itu kalau ditambah akan menjadi 6, yang dibaca “enam” seperti kata “end AM” terkait namaku AM Firmansyah dan kesediaanku untuk end, untuk berakhir dari dunia fana ini. Jadi kalau lukisanku dibeli dengan jumlah harga 15, bukanlah untuk aku “gr” berlama-lama di bawah, di dunia fana ini, melainkan untuk aku naik ke atas menghadap Yang Maha Kuasa, ketemu ajal.

Jadi semua kejadian yang aku sebutkan diatas itu seperti isyarat agar aku mewujudkan rencanaku melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia untuk menggali inspirasi, sebelum kemudian aku ketemu ajal untuk kebaikan umat  manusia. 

 
 

Jakarta,  28 Januari 2015.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: