AB819. Mempertahankan Tri Sula Iman Dari Menjadi Kerajaan Terakhir Umat Manusia

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Mempertahankan Tri Sula Iman Dari Menjadi
Kerajaan Terakhir Umat Manusia

 
 

 
 
 
Kalau hari Sabtu dan Minggu aku biasa lihat acara Indonesia Banget di RTV jam 10 sampai jam 11 pagi, dengan host antara lain Senk Lotta. Episode pada Sabtu 31 Januari 2015 berisi kunjungan ke bagian Selatan kabupaten Sukabumi di tepi pantai Samudra Indonesia, ke Pulau Mandre, Ciletuh Geopark, yang terdapat batuan yang konon tertua di dunia yakni berumur sekitar 6 juta tahun, dan pada akhir Desember 2014 sudah diakui sebagai warisan dunia atau world heritage oleh Unesco.
Namun pada Minggu 1 Februari 2015 aku tidak bisa lihat acara Indonesia Banget di RTV, karena selain hujan gerimis juga ada 4 petir yang cukup kuat pada jam 9.50, jam 10.00, jam 10.30, dan jam 10.36, aku khawatir laptop dan TV-ku rusak kena petir.
Sekitar jam satu siang dalam keadaan hujan dan petir sudah berhenti aku baru hidupkan lagi TV, dan ternyata yang terekam oleh external harddisk Buffalo dari First Media adalah acara yang dimulai jam 11.00 yaitu Safar dengan host Zahrul Azhar As’ad atau Gus Han, dan sedang berisi kunjungan ke Hongkong, sehingga seperti ada isyarat dari langit agar aku mewujudkan “Soal Dua GM Graeme Laird Dan Bill Mould, Dan Aku 16KQYyK Dari Hongkong“.
Sesudah acara Safar, diikuti dengan acara Buku Harian Muslimah yang juga sedang berisi soali Hongkong, mengenai Dian Oktaviani pekerja asal Indonesia yang sedang bekerja di Hongkong.
Empat petir yang menyebabkan aku tidak bisa lihat Lotta pada Minggu pagi 1 Februari 2015 di acara Indonesia Banget RTV itu,  seperti berarti agar aku jangan berlanjut ke SL dengan lulus SD membawa nilai 30, lebih baik aku memotong jalur nasib tiga kosong itu sebelum aku mendapatkan nilai tiga kosong itu.
Nilai 30 yang aku peroleh pada saat lulus ujian SD Trisula dulu, seperti memuat isyarat bahwa arti Trisula itu adalah Tri Sula Iman, terkait nasibku yang ada hubungan dengan doa nabi Sulaiman a.s. soal kerajaan terakhir. Memang sejak aku SD, SMP, sampai SMA, ada temanku yang bernama Iman tinggal di jalan Teluk Betung no. 3 Jakarta Pusat, yang sekarang berubah nama jadi jalan Purworejo. Waktu aku kelas 3 di SMAN 3 Jakarta, aku sering belajar bersama dengan Iman Sastrosatomo dan Raidy Noor di rumah pak Sugianto Sastrosatomo bapak dari temanku Iman itu. Pak Sugianto Sastrosatomo adalah adik  dari pak Soedarpo Sastrosatomo yang dulu dikenal sebagai raja kapal Indonesia, pemilik Samudera Indonesia group.
Rumah temanku Iman di Jalan Teluk Betung no. 3 Jakarta Pusat, terletak hampir di ujung dekat tikungan dengan jalan Kendal. Sekarang nama jalan Teluk Betung berubah jadi jalan Purworejo. Aku tidak tahu pasti kapan nama jalan itu dirubah, kalau tidak salah sekitar 10 tahun yang lalu bersamaan dengan perubahan nama jalan sekolahku  SD Trisula, dari jalan Pegangsaan Tengah menjadi jalan Penataran. Kalau aku tidak salah ingat, karena jalan Penataran itu pendek cuma sekitar 200 meter, sehingga lebih efisien kalau digabung dengan jalan Pegangsaan Tengah. Sedangkan jalan Teluk Betung, karena sebagian jalan ada di dekat Hotel Indonesia, sehingga terpotong oleh jalan Jenderal Sudirman yang lebar itu.
Tidak mudah mencari data mengenai perubahan nama jalan itu, tapi ada iklan mengenai Bin House dari perancang mode terkemuka Obin yang beralamat di jalan Purworejo 10, dan mencantumkan ex jalan Teluk Betung.
ATR 72-600
Today’s Crash

Marks Airline’s Fourth Fatal

Accident Involving

Aircraft Type Since 1995.

A TransAsia Airways plane carrying 58 people, including five crew members, crashed in a river in Taiwan’s capital. Video captured by a driver shows the final moments before the crash.     The Wall Street Journal  –  Updated  Feb. 4, 2015 11:09 a.m. ET   –   PHOTO: PHOTOMALL / XINHUA / ZUMA WIRE | Video: YouTube / aronchen2k
Screen grabs taken from video shows the TransAsia ATR 72-600 turboprop plane approaching and clipping an elevated motorway before crashing into the Keelung river outside Taiwan’s capital Taipei.    The Guardian  –  Photograph: Tvbs Taiwan / AFP / Getty Images  –   Updated at 10.34pm AEST
A taxi that was hit by the Taiwanese flight with 58 people aboard then crashed into the river.    huffingtonpost – AP / 02/03/2015   11:01 pm EST
Rescue personnel search for passengers from the wreckage of a TransAsia ATR 72-600 turboprop plane that crash-landed into the Keelung river outside Taiwan’s capital Taipei in New Taipei City on February 4, 2015. At least 16 people were killed when TransAsia Aiways Flight GE235 with 58 people on board clipped a road bridge and plunged into the river in Taiwan, in the airline’s second crash in just seven months.     AFP PHOTO / SAM YEH (Photo credit should read SAM YEH/AFP/Getty Images)  –   huffingtonpost – 02/03/2015     11:01 pm EST
Emergency personnel work after a commercial plane crashed into a river in Taipei, Taiwan, Wednesday, Feb. 4, 2015. The Taiwanese commercial flight with 58 people aboard clipped a bridge shortly after takeoff and crashed into a river in the island’s capital of Taipei on Wednesday morning.     ( AP Photo / Wally Santana )  –  huffingtonpost – 02/03/2015     11:01 pm EST
Rescue personnel help passengers as they wait to be transported to land from the wreckage of a TransAsia ATR 72-600 turboprop plane that crash-landed into the Keelung river outside Taiwan’s capital Taipei.    The Guardian  –  Photograph: Sam Yeh / AFP / Getty Images  –   Updated at 10.34pm AEST
The front section of the wreckage of the TransAsia plane is lifted onto the bank of the Keelung River, outside Taiwan’s capital of Taipei.    The Guardian  –  Agence France-Presse / Getty Images  –  Updated at 10.34pm AEST

 
 

Seperti biasa kalau hari Sabtu dan Minggu, aku bersiap di depan TV untuk lihat acara Indonesia Banget di RTV yang dimulai jam sepuluh pagi berisi kunjungan ke berbagai tempat menarik di Indonesia, dengan host bergantian terdiri dari orang asing yang ada di Indonesia antara lain Senk Lotta. Episode Sabtu 31 Januari 2015 sudah aku lihat, dengan host Senk Lotta dalam kunjungan ke Ciletuh Sukabumi seperti yang aku muat sebagian foto dari Twitter Senk Lotta di surat “Respon Lotta Soal Tri As Ula“. Kemudian pada Minggu pagi 1 Februari 2015, sambil menunggu jam sepuluh pagi tiba, aku mengerjakan beberapa materi di laptopku.

Hujan sejak pagi mulai turun, tidak terlalu deras, kadang berhenti kadang berlanjut. Sekitar sepuluh menit menjelang jam 10 pagi, mulai muncul petir, dan dari karakter petir awal itu seperti akan makin kuat. Maka meskipun aku sudah bersiap untuk kemunculan acara Senk Lotta itu, tapi karena khawatir kalau laptop atau TV-ku rusak kena petir, jadi terpaksa aku matikan. Tapi alat perekam external harddisk dari First Media, dengan merk Buffalo yang aku beli sejak sekitar tiga tahun lalu, aku biarkan menyala agar bisa merekam dan lalu aku lihat setelah hujan dan petir reda.

Sekitar jam sepuluh kurang lima menit aku ke kamar mandi, dan setelah beberapa saat di dalam kamar mandi terdengar ada lagi petir, kali ini sedikit lebih kuat. Aku lihat jam di hp, jam 10.00 pagi.

Keluar dari kamar mandi, mengingat itu adalah hari Minggu dan udara dingin karena hujan sejak pagi meskipun cuma gerimis, jadi aku tiduran saja. Beberapa saat kemudian muncul lagi petir, lebih kuat, dan saat aku lihat jam tepat jam 10.30. Beberapa menit kemudian, ada lagi dengan kekuatan yang kurang lebih sama, dan saat aku lihat jam menunjukkan jam 10.36. Aku lanjutkan tiduran, dan ternyata malah ketiduran, baru bangun jam satu siang. Hujan dan petir sudah berhenti, aku ke kamar mandi dulu untuk buang air kecil, lalu setelah kembali ke kamar tidur langsung hidupkan TV, dengan harapan bisa melihat hasil rekaman acara Senk Lotta.

External harddisk dari First Media dengan merk Buffalo itu otomatis merekam sendiri beberapa jam ke belakang, yang penting tidak pindah channel atau tidak matikan decoder. Tapi entah mungkin karena kena 4 petir yang cukup kuat itu yaitu pada jam 9.50, jam 10.00, jam 10.30 dan jam 10.36, ternyata acara jam sepuluh pagi tidak terekam, dan yang terekam cuma yang dari jam sebelas pagi. Dan, ini yang menarik, rekaman dari jam sebelas pagi itu berupa acara Safar, seperti biasa dengan host Zahrul Azhar As’ad atau Gus Han. Perjalanan kali ini adalah ke Hongkong. Tepat pula sedang adegan host berjalan di jalur yang berjalan sendiri di bandara, dan waktu kamera mengarah ke papan nama di atas, ada tulisan besar “Welcome To Hongkong”. Jadi seperti isyarat dari langit agar aku mewujudkan apa yang aku tulis di “Soal Dua GM Graeme Laird Dan Bill Mould, Dan Aku 16KQYyK Dari Hongkong“.

Juga seperti terkait dengan nama Senk Lotta yang kalau disingkat jadi SL, yang mengingatkan pada singkatan SLTP dan SLTA, atau biasa disebut juga SMP dan SMA, yang merupakan tingkatan sekolah kelanjutan dari SD. Sehingga seperti terkait dengan  “Respon Lotta Soal Tri As Ula” dan “Memotong Jalur Nasib Tiga Kosong“. Jadi keadaan aku tidak bisa lihat Lotta pada Minggu pagi di acara Indonesia Banget RTV itu,  seperti berarti agar aku jangan berlanjut ke SL dengan lulus SD membawa nilai 30, lebih baik aku memotong jalur nasib tiga kosong itu sebelum aku mendapatkan nilai tiga kosong itu.

Ada soal lain terkait sekolahku SD Trisula dimana aku lulus dengan nilai 30 itu. Sekitar tahun 1979 waktu aku menginap di rumah seorang Kiayi asal Banten di jalan Cendana Jakarta Pusat, beliau pernah mengatakan bahwa nasibku terkait dengan soal doa nabi Sulaiman a.s. memohon kerajaan terakhir, kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh orang lain sesudah beliau, yaitu: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”. Doa ini terdapat pada surah ke-38 yaitu surah Shaad atau disebut juga surah Suad, ayat 35.

Semula aku tidak terlalu memikirkan soal itu, sebab siapalah aku, pekerjaanku juga bukan di bidang yang dapat dikatakan sebagai kerajaan, entah itu politik ataupun bisnis. Kalaupun ada orang-orang yang tidak bergerak di bidang politik, tapi jadi konglomerat, itu masih wajar kalau dikatakan memiliki kerajaan bisnis. Sedangkan aku ‘kan cuma di bidang desain saja. Tapi ketika kemudian setelah selama dua tahun dari 1995 sampai 1997 aku buat beberapa lukisan dan surat-surat untuk Lady Di, yang sering direspon oleh Lady Di lewat media, lalu Lady Di meninggal dunia pada tahun 1997 yang berarti tidak ada orang lain yang bisa mengalami apa yang aku alami  sesudah itu karena beliau sudah meninggal, dan beliau memang dari kerajaan terkemuka di dunia, kerajaan Inggris, aku jadi mulai berpikir mungkin memang ada kaitan doa kerajaan terakhir nabi Sulaiman a.s. itu dengan aku.

Apalagi kalau ditambah dengan beberapa kejadian lain yang dapat dikatakan seperti merupakan “kerajaan” dalam tanda kutip, yaitu setelah aku kerja di American Express tahun 1989 dengan boss bule bernama Bill Mould, lalu Bill Clinton terpilih jadi presiden tahun 1992 dan terpilih lagi pada 1996, dan Bill Gates menjadi orang terkaya dunia sejak 1994 sampai sekarang, seperti nabi Sulaiman a.s. yang merupakan nabi terkaya. Juga “kerajaan” komunisme dunia runtuh, Uni Sovyet bubar pada tahun 1991, negara-negara komunis Eropa Timur beralih jadi lebih demokratis, sehingga dapat dikatakan “kerajaan” demokrasi dunia yang dimotori negara-negara Barat yang ditopang oleh kekuatan Tri menjadi “kerajaan” dunia. Jadi seperti memang ada kaitan dengan aku doa nabi Sulaiman a.s. soal kerajaan terakhir itu.

Namun yang jadi persoalan adalah, apakah itu juga berarti umat manusia sudah memasuki masa kerajaan terakhir keberadaan manusia di dunia fana ini.

Dengan kata lain, soal nilai 30 yang aku peroleh pada saat lulus ujian SD Trisula dulu, apakah berarti Trisula itu adalah Tri Sulaiman, yang memuat nama nabi Sulaiman a.s., dan kita sudah memasuki masa kerajaan terakhir umat manusia di dunia ini, kita sudah menjelang kiamat. Kalau aku menyebut Tri Sula Iman, berarti kurang kata Iman dari nama SD Trisula itu, tapi memang sejak aku SD, SMP, sampai SMA, ada temanku yang bernama Iman, dan menjadi akrab dengan aku sejak aku di kelas 2 di SMAN 3 sebab sering pulang naik bus bersama. Dan menjadi lebih akrab saat di kelas 3 SMA, karena aku sering belajar bersama dia dan temanku yang lain Raidy di rumah Iman di jalan Teluk Betung 3 Jakarta Pusat, sekarang bernama jalan Purworejo. Temanku Iman itu memiliki kakak perempuan yang bernama Medi dan sempat lama tinggal di London, nama Medi itu seperti kata “may day” suatu kata darurat yang suka diucapkan oleh pilot kalau pesawat akan jatuh.

Seperti aku tulis di “Sekitar 4 Bulan, 4 Pesawat Jatuh Dengan Korban Tewas 701 Orang“, sebuah TransAsia ATR-72 dari kota Kaohsiung yang menuju ke Magong, Taiwan, karena cuaca buruk akibat angin Taifun Matmo berusaha mendarat darurat, namun terhempas di kawasan perumahan di pulau Penghu, Taiwan, pada 22 Juli 2014. Dari 58 orang penumpang, 10 selamat dan 48 tewas beserta 5 orang penduduk setempat. Saat itu merupakan kecelakaan terburuk dalam 10 tahun belakangan di Taiwan. Dan sekarang sekitar 7 bulan kemudian, terjadi lagi dengan pesawat yang serupa. Kecelakaan pesawat TransAsia terjadi lagi pada Rabu pagi 4 Februari 2015 jam 10.53 pagi waktu setempat, dengan tipe pesawat yang sama ATR-72 yang mengangkut 58 orang, tujuan ke pulau Kinmen dekat daratan Tiongkok. Pesawat baru saja lepas landas dari bandara Songshan Taipei, dan sempat miring ke kiri sebelum jatuh dekat jalan layang. Sampai saat aku tulis ini, dari 58 orang yang ada dalam pesawat, 32 orang tewas, 15 selamat, 11 masih hilang. Sebagaian besar penumpang adalah wisatawan dari Tiongkok.

Kejadian sempat direkam oleh beberapa mobil yang dilengkapi kamera dashboard yang sedang lewat di jalan layang itu. Seperti terlihat pada foto diatas, pesawat itu sedemikian miring ketika menjelang jatuh sehingga terlihat dari bagian bawh pesawat, seperti membentuk tanda Salib. Sedangkan pesawat itu adalah ATR-72, dimana tahun ’72 adalah tahun aku masuk SMP. Dan merk ATR itu seperti memuat Trisula, sehingga seperti terkait dengan soal  “Respon Lotta Soal Tri As Ula” dan “Mencegah Tri As Ula, Memotong Jalur Nasib Tiga Kosong.

Seperti memperkuat urgensi untuk aku melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia, menggali inspirasi sebelum ketemu ajal saat naik pesawat kecil yang terjebur ke laut yang dalam, aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

 
 

Jakarta,  5 Februari 2015.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: