AB898. CEO Microsoft Dan Nama Temanku Di Amex 1989 Satya Anak Pak Dan Sulaiman SH

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: CEO Microsoft Dan Nama Temanku Di Amex 1989 Satya
Anak Pak Dan Sulaiman SH

 
 

 
 
27 Januari 2016 jam 10.21 PM malam hari waktu Jakarta, Najat VB memuat tweet yang diawali kata “Je salue”, dengan foto bersama seorang perempuan tua Ginette Kolinka, warga Perancis yang berhasil lolos dari Holocaust di Perang Dunia 2. Foto berdua itu ada dua, jadi jumlah orang ada 4, seperti terkait namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4. Dan perempuan tua itu jadi seperti terkait yang aku ungkapkan di surat “Malam Tahun Baru 2016 Why WO Raja Empat Dan Ledakan Bandung Rid One Come ILL” soal aku serius tidak ada minat masuk politik, dalam usiaku yang sudah tidak muda lagi saat ini 57 tahun, aku lebih ingin untuk menjual lukisan-lukisanku dengan sebaik mungkin dan lalu menyumbangkan sebagian untuk amal dan sebagian lagi untuk aku melakukan perjalanan menggali inspirasi sebelum ketemu ajal.
 
Sebelum itu pada tweet 25 Januari 2016 jam 8.06 PM, memuat kunjungan ke sebuah sekolah di Berlin bersama Sigmar Gabriel menteri industri dan energi Jerman. Tweet itu jadi seperti terkait suratku “Dua Kopi Awal Tahun 2016 Di Olivier Cafe Dan Starbuck Coffee Dengan 1 Dan 8 Orang Tewas Lalu Panji Hilmansyah Tewas Di AS“, mengenai bagian soal suatu malam pada tahun 1988 sesudah jaga pameran mobil Astra di Gajah Mada Plaza, saat aku lewat di depan Sarinah ada bayangan putih seperti asap yang muncul dari pot besar di trotoar antara jalur cepat dan jalur lambat, dan bayangan itu bergerak ke arah Sarinah. Jadi tweet Najat VB dalam acara bersama Sigmar Gabriel, yang nama belakang Gabriel itu berarti Jibril, seperti mengingatkan kepada aku bahwa mungkin bayangan putih itu anak buah malaikat Jibril. Sebab setelah itu aku kerja di American Express tahun 1989 dengan diantara rekan kerjaku ada yang bernama Rina Triana, seperti terkait nama Sarinah, dan kemudian ada beberapa kejadian bersejarah tingkat internasional antara lain tembok Berlin runtuh.  
 
 
 
 
Tweet Katy Perry pada 26 Januari 2016 jam 10.11 AM memuat kata “vape” dan “nah”. Ini penting karena “vape” seperti dari nama Van Persie, yang aku sebut di suratku “Ritual End A.M. Pada Menit 44 Belanda Spanyol 5-1 Di Kota Salvador“, mengenai bagaimana kalau setelah katakanlah satu tahun aku melakukan perjalanan-perjalanan itu, aku tidak juga ketemu ajal. Ada rencana lain, yaitu aku ganti nama, ganti identitas, ganti paspor, operasi plastik wajah, sehingga keberadaanku di dunia ini moga-moga tidak lagi mengkhawatirkan orang banyak. Namun untuk sekarang ini, kalau keadaan sudah sedemikian rupa sehingga kecurigaan politik terhadapku sudah sedemikian besar, sebab sejak reformasi 1998 memang Indonesia menjadi lebih demokratis sehingga berada dalam eforia politik, dan kecurigaan jadi mudah muncul dari pihak-pihak yang ingin naik maupun ingin bertahan di bidang politik, sehingga sekedar mau jual lukisanpun bukan mustahil dicurigai juga, maka aku bersedia merubah rencana itu menjadi bukan setelah satu tahun, tapi segera setelah lukisanku terjual aku langsung ganti nama, ganti identitas, ganti paspor, operasi plastik wajah. Agar kegiatanku memberi sumbangan amal sosial dari penjualan lukisanku itu tidak perlu dicurigai bertujuan politis. Dan dengan aku sudah ganti nama, ganti identitas, ganti paspor, operasi plastik wajah, berarti pula aku tidak mungkin masuk dunia politik. Sebab kalau ada yang tanya masa laluku, waktu kecil ada dimana, sekolah SD SMP SMA dimana, tentu aku tidak dapat menjawab kalau sudah ganti identitas seperti itu, karena sama saja kembali ke sebelum ganti identitas kalau aku kasih tahu dulu waktu kecil tinggal dimana, sekolah dimana dan lain-lain info. Isyarat dari Katy Perry itu jadi semakin penting karena sekitar dua hari sebelum tweet dia muncul, aku tiba-tiba ingat dengan seorang tua di masa kecilku yang nama dia memuat “nah” dan suka cerita soal jaman Belanda. Mungkin Katy Perry memang memiliki kemampuan spiritual sehingga sebelum memuat tweet itu dia melakukan kontak bathin dulu sama aku. Memang sebelum jadi penyanyi pop, dia merupakan penyanyi lagu rohani, sehingga sangat mungkin dia tidak asing dengan soal-soal spiritual.
 
 
 
 
 
Kejadian bom Sarinah 14 Januari 2016 yang lalu menyebabkan aku teringat kepada rekan kerjaku di American Express tahun 1989 yaitu Rina Triana. Sehingga aku membuka lagi surat referensi kerja dari American Express. Meskipun aku kerja disitu pada tahun 1989, tapi surat referensi itu baru aku minta pada tahun 1992 waktu interview untuk lowongan di Maersk Line, bagian personalia disitu kasih tahu aku agar urus surat-surat referensiku, dari Astra, Amex dan lain-lain. Pada tahun 1992 itu American Express sudah pindah dari Arthaloka jalan Jenderal Sudirman ke Exchange House jalan Rasuna Said blok X-1 kav 03, dan ditandatangani oleh Satia M. Sitorus director of human resources.
 
Karena nama Satia M. SItorus mengingatkan aku pada Satya Nadella orang Amerika kelahiran India yang sejak Februari 2014 menjadi CEO / pimpinan di  Microsoft, aku jadi mencari di Internet biodata Satya Nadella. Dan ternyata Satya Nadella itu mulai masuk ke Microsoft pada tahun 1992, tahun aku mendapatkan surat referensi dari American Express yang ditandatangani Satia M. Sitorus itu.
 
Jadi sejak tahun 1992 seperti sudah ada pesan dari langit untuk aku, agar kalau aku mencari jodoh harus yang berstatus seperti tanteku yang bernama tante Ema, yang tetap hidup setelah sang suami wafat. Nama dari pak Satia M. Sitorus seperti berarti agar aku setia terus berjodoh dengan seseorang yang berfungsi seperti tanteku tante Ema yang tetap hidup setelah sang suami wafat. Pada tahun 1992 itu pula, Satya Narayana Nadella menikah dengan Anupama, seperti isyarat kalau aku sudah terdesak kebutuhan biologis untuk anu, aku harus tetap konsisten menjadi Papa, istilah yang biasa disebut oleh istri kepada suami, dari perempuan yang berstatus seperti tanteku yang bernama tante Ema, yang tetap hidup setelah sang suami wafat.
Pesan itu diperkuat dengan kantor American Express pada tahun 1992 itu adalah di gedung Exchange House, seperti terkait kakakku Faisal yang bernama kecil Icang. Alamat kantor American Express saat itu di jalan HR Rasuna Said blok X-1 kav 03, seperti terkait soal nama kakakku Faisal memuat “sal” seperti pada kata Salib, kalau orang-orang terkait Salib, terkait 3, dikosongkan dari dunia ini, diangkat dari dunia ini, dapat terjadi perebutan senjata-senjata pemusnah masal yang berujung kiamat.
Karena tahun 1992 sudah lama berlalu, maka seperti ada refreshing pada tahun 2014 ketika Satya Narayana Nadella terpilih menjadi CEO baru di Microsoft menggantikan Steve Balmer. Selain nama depan Satya Narayana Nadella yang seperti terkait nama Satia M. Sitorus yang bertandatangan di surat referensiku tahun 1992 dari American Express, juga nama tengah Satya Narayana Nadella seperti terkait soal kakak beradik Nara dan Rico, teman SD dan SMP dari kakakku yang perempuan, dimana kemudian sang kakak Nara meninggal dunia. Seperti mengingatkan agar aku sebagai adik dari kakakku Faisal agar jangan seperti Nara dan Rico yang si kakak meninggal dunia itu.
 
Satya Narayana Nadella
born 19 August 1967 (age 48)
in Hyderabad, Andhra Pradesh, India (now in Telangana, India).

Chief Executive Officer (CEO) of Microsoft, he was appointed as CEO on 4 February 2014, succeeding Steve Ballmer.

Nadella worked with Sun Microsystems as a member of its technology staff prior to joining Microsoft in 1992.

foto: pcmag.com
 
Almamater: Manipal Institute of Technology (B.E.), University of Wisconsin Milwaukee (M.S.), University of Chicago Booth School of Business (M.B.A.)

In 1992 Nadella married Anupama, they have three children, a son and two daughters, and live in Bellevue, Washington.

 
Satya Nadella lulusan Manipal Institute of Technology, bagian dari Manipal University sebuah perguruan tinggi swasta di India. Nama dari Manipal seperti memuat isyarat untuk aku terkait dulu aku lulus SD Trisula tahun 1971 dengan nilai 30 lalu masuk SMP Trisula di jalan Pariaman belakang Pasar Rumput Jakarta Selatan, dengan kepala sekolah bu Palenewen atau biasa dipanggil bu Pal. Lulus SMP Trisula tahun 1974 bertepatan ada aturan baru Rayonisasi, sehingga aku dapat masuk ke SMAN 3 di jalan Setiabudi Jakarta Selatan dan lulus SMA tahun 1977. Nama jalan Setiabudi seperti memuat isyarat agar aku setia pada Lady Di, yang aku lukis pada tahun 1995 sampai 1997 dan lalu meninggal dunia bersama Doddy Al Fayed. Dengan kata lain, Lady Di meninggal bukan sebagai as Ema end 3, sebab bukan meninggal bersama Prince Charles. 
 
 
Nama lengkap temanku Wisnu di foto profil pada Facebook ini tidak aku muat, agar tampilan pesawat itu lebih nampak.
 

minkara.carview.co.jp
Selain Satia M. Sitorus director of human resources di American Express yang tandatangan dia ada di surat referensiku tahun 1992 tersebut diatas, ada nama Satya lain saat aku kerja di American Express tahun 1989 itu, yaitu Satya adik dari temanku Wisnu, teman SD yang tinggal di jalan Bojonegoro dekat dengan sekolahku SD Trisula. Satya mulai kerja di Amex beberapa minggu setelah aku, dan semula aku tidak ingat dia karena memang dia beberapa tahun di bawahku waktu di SD. Beberapa hari setelah dia mulai kerja, dia menanyakan sama aku apakah aku dulu sekolah di SD Trisula, aku bilang betul, lalu baru dia kasih tahu bahwa dia adik dari teman kelasku Wisnu.  Orangtua dari Wisnu adalah pak Dan Sulaiman SH, kalau tidak salah dari Minang, dan ibu dia dari Jawa.
Sekarang temanku Wisnu itu menjadi pilot pesawat carter di kawasan Timur Tengah, mengantar penumpang maupun kargo. Soal antar-mengantar ini menjadi penting karena dulu waktu aku SD sekitar tahun 1968 pernah suatu kali janjian mau berangkat bersama Wisnu ke ulang tahun temanku di Rawamangun, namun aku terlambat datang sehingga kemudian aku diantarkan oleh supir dan famili dia naik mobil Mazda tipe B360. Pada jaman itu Mazda tipe B360 cukup banyak di Jakarta, menjadi mobil ke-2 atau ke-3 dalam keluarga orang kaya. Lalu saat pulang, aku ikut Wisnu yang dijemput dengan Mercedes 190 D buatan sekitar tahun 1968 mungkin, warna hitam. Itu merupakan pertama kali aku naik Mercy baru seperti itu, duduk di depan, sampai sekarang masih terbayang ada motif kayu di dashboard. Waktu aku membuka peta Google untuk melengkapi surat ini, aku baru ingat rumah temanku Wisnu di jalan Bojonegoro itu dekat dengan jalan Cikampek dan jalan Ambarawa.       
 

dwinugros.wordpress.com
 
imakenews.com
 
Mobil orangtua temanku Wisnu yang aku tumpangi saat kembali dari ulang tahun temanku di Rawamangun, kalau tidak salah Mercedes 190 D buatan sekitar tahun 1968 mungkin, warna hitam, memiliki dashboard dengan bagian yang memuat beberapa meteran seperti untuk kecepatan, suhu mesin, dan lain-lain, berbentuk memanjang ke atas, jadi seperti gedung bertingkat.
 
benz-books.com
 
Ketika tahun 2014 aku lihat peta jalan Bojonegoro di Google saat Satya Nadella baru ditetapkan jadi CEO Microsoft, aku belum ingat soal di dekat jalan Bojonegoro itu ada jalan Ambarawa, karena yang tertulis di peta adalah jalan Gubeng. Beberapa hari yang lalu aku jadi tahu kenapa ditulis jalan Gubeng, yaitu karena papan nama jalan Ambarawa itu memang sudah tidak terlalu jelas, seperti dapat dilihat pada foto dari Google Maps Street View ini yang aku save pada 28 Januari 2016.
 
 
Tanggal 28 Januari 2016 jam 3.32 AM tweet Bill Gates memuat Richard P. Feynman, yang disebut oleh Bill Gates sebagai seorang pakar Fisika yang dia kagumi namun belum pernah secara resmi menjadi guru dia.
Bill Gates mengagumi Richard P. Feynman karena kalau mengajar Fisika meskipun merupakan materi yang sulit, namun dengan cara populer diselingi humor sehingga mudah diterima oleh para murid dia. Nama Richard P. Feynman dimuat pula pada foto di tweet itu berupa singkatan R.P. Feynman, jadi seperti terkait dengan suratku terdahulu “Dua Kopi Awal Tahun 2016 Di Olivier Cafe Dan Starbuck Coffee Dengan 1 Dan 8 Orang Tewas Lalu Panji Hilmansyah Tewas Di AS” yang memuat antara lain Panji Hilmansyah, anak menteri Kelautan dan Perikanan, yang baru-baru ini pada Senin 18 Januari 2016 tewas di Naples, Florida, AS, dalam usia 31 tahun. Nama depan Panji Hilmansyah mengingatkan pada gelar Raden Panji yang ada pada keturunan orang-orang tertentu di Jawa Timur termasuk aku, dan Raden Panji itu biasa disingkat menjadi R.P., misalkan pada nama jalan R.P. Soeroso.
 
 
Tanggal 29 Januari 2016 jam 10.14 AM waktu Jakarta, tweet Bill Gates masih soal R.P. Feynman pakar Fisika yang menurut Bill Gates adalah “the best teacher I never had”. Tweet itu memuat foto saat Bill Gates masih sekolah, dengan tangan kanan memegang ke posisi jantung. Seperti isyarat bahwa “Dua Kopi Awal Tahun 2016 Di Olivier Cafe Dan Starbuck Coffee Dengan 1 Dan 8 Orang Tewas Lalu Panji Hilmansyah Tewas Di AS” yang antara lain memuat Panji Hilmansyah, anak menteri Kelautan dan Perikanan, yang baru-baru ini pada Senin 18 Januari 2016 tewas di Naples, Florida, AS, dalam usia 31 tahun karena serangan jantung, bukan mustahil akan terjadi pada aku juga. Dalam arti aku juga akan ketemu ajal di luar Indonesia. Sesuai dengan kesediaanku melakukan perjalanan menggali inspirasi ke berbagai tempat di dunia sebelum ketemu ajal.
 
Pada 29 Januari 2016 juga, jam 2.43 AM, tweet Katy Perry memuat foto tangan memegang cangkir, dan ada seperti tato bertuliskan “Jess”, sehingga seperti terkait kasus Mirna tewas setelah minum es kopi Vietnam yang dipesankan oleh Jessica yang aku muat di “Dua Kopi Awal Tahun 2016 Di Olivier Cafe Dan Starbuck Coffee Dengan 1 Dan 8 Orang Tewas Lalu Panji Hilmansyah Tewas Di AS“. Seperti isyarat bahwa aku mungkin juga akan mengalami kejadian yang sama saat melakukan perjalanan menggali inspirasi ke berbagai tempat di dunia sebelum lalu ketemu ajal. Mungkin saat aku naik pesawat kecil, lalu aku bukan dikasih obat tidur tapi langsung sianida, dan orang-orang di pesawat kecil itu terjun payung, tinggal aku bersama pesawat kecil itu yang lalu jatuh ke laut dalam, untuk kebaikan umat manusia.
 
Tweet dari Najat VB pada 1 Februari 2016 jam 2.06 AM dimulai pula dengan kata “Je salue” seperti tweet yang ada di awal surat ini, dan lalu memuat kata bahasa Perancis “continuons a travailler” yang sepintas lalu seperti bahasa Inggris “continue traveling”, tapi dalam bahasa Perancis itu “travailler” berarti “work” atau “kerja” dalam bahasa Indonesia. Jadi perjalananku bukan untuk senang-senang buang duit, melainkan serius untuk menggali inspirasi sambil memberi sumbangan untuk amal sosial, sebelum lalu aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.  
 
Beberapa hari setelah muncul berita Microsoft memilih CEO baru bernama Satya Nadella pada 4 Februari 2014, aku sempat kontak temanku Wisnu untuk menanyakan dimana adik dia yang bernama Satya itu yang dulu satu kantor sama aku di American Express tahun 1989. Dan Wisnu memberitahukan aku bahwa Satya sang adik sudah meninggal.
 
 
 

 
 

Jakarta,  3 Februari 2016.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

%d bloggers like this: