AB900. Doa Kerajaan Terakhir Dalam Makna Seorang Pelukis Bukan Politisi Atau Penguasa

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Doa Kerajaan Terakhir Dalam Makna
Seorang Pelukis Bukan Politisi Atau Penguasa

 
 

 
 
 
Tanggal 3 Februari 2016 jam 9.22 PM malam hari waktu Jakarta, tweet Bill Gates memuat pengalaman dia menjadi bintang tamu acara “Desert Island Discs” di BBC Radio 4, semacam interview radio, dengan pembawa acara Kirsty Young. Dalam interview itu bintang tamu diminta menyebutkan 8 lagu yang dia pilih kalau andaikan dia terdampar sendirian di sebuah pulau bersama sebuah gramophone, dengan memberi pula alasan-alasan kenapa lagu-lagu itu yang dipilih. Acara interview radio “Desert Island Discs” itu sudah diadakan sejak lama, dan para bintang tamu adalah tokoh-tokoh terkemuka dunia. Ide untuk acara “Desert Island Discs” muncul pada tahun 1941 dari freelance broadcaster Roy Plomley, dia ungkapkan ide itu lewat surat kepada Leslie Perowne, Head of Popular Record Programmes di BBC. Acara perdana direkam pada 27 Januari 1942 di studio Maida Vale yang baru kena bom dalam suasana Perang Dunia 2 saat itu, dan diudarakan dua hari kemudian. Bintang tamu pertama adalah komedian, aktor dan musisi, Vic Oliver. Sedangkan pembawa acara adalah Roy Plomley si pemilik ide itu sendiri, dan dia terus menjadi pembawa acara sampai wafat pada tahun 1985. Sejak September 1967 acara itu disiarkan dari BBC Radio 4.
 
Tanggal 4 Februari 2016 jam 3.24 PM, tweet Najat VB memuat foto lukisan yang menggambarkan ketika lagu kebangsaan Perancis pertama kali dimunculkan. Lagu itu dikarang oleh seorang perwira militer Perancis yang bernama Claude Joseph Rouget de Lisle pada April 1792 di Strasbourg, setelah menghadiri undangan makan malam oleh walikota Strasbourg kepada para garnisun Perancis yang ditugaskan disitu, dalam suasana perang yang baru dideklarasikan. Saat itulah dia menyadari Perancis belum memiliki lagu kebangsaan, maka sepulang dari acara itu dengan semangat patriotisme yang masih terbawa dari acara itu, dia langsung mengarang lagu itu. Semula judul lagu adalah “Chant de guerre pour l’armée du Rhin” (“War Song for the Army of the Rhine”), dan lalu pada Agustus 1792 diganti menjadi “La Marseillaise“, yang terus menjadi judul lagu kebangsaan Perancis sampai sekarang. Jadi ini kurang lebih seperti kisah WR Supratman dan lagu Indonesia Raya. Kata-kata dari Najat VB yang menyertai foto lukisan bersejarah pada tweet itu antara lain adalah “ressources pour travailler”. Seperti yang juga dimuat dalam tweet Najat VB pada 1 Februari 2016 yang aku sebut dalam surat “CEO Microsoft Dan Nama Temanku Di Amex 1989 Satya Anak Pak Dan Sulaiman SH“, kata “travailler” dalam bahasa Perancis berarti “kerja”. Namun kalau yang biasa baca bahasa Inggris akan jadi teringat pada kata bahasa Inggris “traveller” yang berarti orang yang melakukan perjalanan. Sedangkan kata “ressources” seperti juga dalam bahasa Inggris cuma beda satu huruf “s” tambahan, berarti “sumber”. Sehingga seperti isyarat dari Najat VB terkait ide aku jual lukisan untuk sumber dana melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia, menggali inspirasi sebelum lalu ketemu ajal.
 
Setelah tweet Najat VB pada tanggal 4 Februari 2016 jam 3.24 PM itu, lalu sekitar 5 jam kemudian pada jam 8.43 PM tweet Bill Gates memuat kata “education” sehingga seperti terkait dengan tweet Najat VB yang merupakan minister of education di Perancis itu. Memuat pula kata “network” sehingga seperti berarti “end at work”, sesuai ideku melakukan perjalanan kerja menggali inspirasi ke berbagai tempat di dunia, sebelum lalu ketemu ajal.
 
 
 
 
Ada soal penting yang ingin aku ungkapkan setelah menulis “Dua Kopi Awal Tahun 2016 Di Olivier Cafe Dan Starbuck Coffee Dengan 1 Dan 8 Orang Tewas Lalu Panji Hilmansyah Tewas Di AS“, yaitu bahwa aku baru sadar bahwa  atasanku di American Express 1989 dulu seperti menginspirasi kemunculan orang-orang terkaya tingkat dunia. Selama ini sudah sering aku ungkapkan soal boss bule di Amex tahun 1989 saat itu adalah Bill Mould dan managerku adalah Wardy Bafagih, dan kemudian sejak 1994 Bill Gates dan Warren Buffett menjadi orang terkaya dunia pada posisi pertama dan kedua selama lebih dari 14 tahun sampai sekarang, dengan kadang-kadang diselingi oleh Carlos Slim Helu dari Mexico. Cuma selama ini aku suka bertanya-tanya, ada satu lagi atasanku yaitu mas Budi Pramono, ketua unit, namun nama yang mirip dia belum muncul di daftar orang-orang terkaya dunia itu. Baru ketika menulis “Dua Kopi Awal Tahun 2016 Di Olivier Cafe Dan Starbuck Coffee Dengan 1 Dan 8 Orang Tewas Lalu Panji Hilmansyah Tewas Di AS” itulah aku tersadar, bahwa nama Budi sudah muncul juga, yaitu pak Budi Hartono boss rokok Djarum yang beberapa tahun belakangan ini merupakan orang terkaya di Indonesia, dan untuk tingkat dunia dalam tahun 2015 berada pada posisi 142. Namun ini sekaligus menimbulkan kekhawatiranku bahwa aku memang terkait dengan doa nabi Sulaiman a.s. soal kerajaan terakhir. Apakah berarti dunia ini sudah akan kiamat, karena sudah masuk ke posisi kerajaan terakhir.
 
 
World’s Billionaires 2015
Forbes Ranking
 
#1
  
Bill Gates

#1 in United States


Real Time Net Worth As of 2/9/16:
$75.2 Billion


2015 Billionaires Net Worth: $79.2 Billion


Cofounder, Bill & Melinda Gates Foundation


Age:   60


Source Of Wealth:   Microsoft, Self Made


Self-Made Score:   8


Residence:   Medina, WA


Citizenship:   United States


Marital Status:   Married


Children:   3


Education:   Drop Out, Harvard University

 
 
 
 
#2
 
Carlos Slim Helu
& family
#1 in Mexico


Real Time Net Worth As of 2/9/16:
$51.7 Billion


2015 Billionaires Net Worth: $77.1 Billion


Honorary Chairman, América Móvil


Age:   76


Source Of Wealth:   telecom, Self Made


Residence:   Mexico City, Mexico

Citizenship:   Mexico


Marital Status:   Widowed


Children:   6


Education:   Bachelor of Arts / Science, Universidad Nacional Autonoma de Mexico

 
 
 
 
#3
  
Warren Buffett

#2 in United States

Real Time Net Worth As of 2/9/16:
$59.9 Billion


2015 Billionaires Net Worth: $72.7 Billion


CEO, Berkshire Hathaway


Age:   85

Source Of Wealth:   Berkshire Hathaway, Self Made


Self-Made Score:   8


Residence:   Omaha, NE


Citizenship:   United States


Marital Status:   Widowed, Remarried


Children:   3


Education:   Bachelor of Arts / Science, University of Nebraska Lincoln; Master of Science, Columbia University
 
 
 
 
#4
  
Amancio Ortega

#1 in Spain
#3 in 2014


Real Time Net Worth As of 2/9/16:
$66.9 Billion


2015 Billionaires Net Worth: $64.5 Billion


Age:   79


Source Of Wealth:   Zara, Self Made


Residence:   La Coruna, Spain


Citizenship:   Spain


Marital Status:   Married


Children:   3
 
 
 
 
#142
   
R. Budi Hartono

#1 in Indonesia
#173 in 2014


Real Time Net Worth As of 2/9/16: 
$8.1 Billion
2015 Billionaires Net Worth:  $9 Billion


Age:   75


Source Of Wealth:   banking, tobacco


Residence:   Kudus, Indonesia


Citizenship:   Indonesia


Marital Status:   Married


Children:   3
 
 
 
 
Meskipun aku sudah ingin menulis soal ini sejak setelah kejadian Es Kopi Vietnam di Olivier Cafe yang menewaskan Wayan Mirna Salihin pada 6 Januari 2016, namun aku ragu karena khawatir disangka  aku cuma ingin kecipratan rejeki saja dengan mengkaitkan orang-orang terkaya itu dengan aku.
Saat mulai menulis bagian awal surat ini, mengenai Bill Gates menjadi bintang tamu acara “Desert Island Discs” di BBC Radio 4, muncul lagi keinginanku untuk mengungkapkan soal kerajaan terakhir itu di surat ini, tapi tetap ada keraguan semacam itu juga. Sampai kemudian pada Sabtu siang 6 Februari 2016 saat akan mandi, di dalam kamar mandi ada semacam kupu-kupu namun lebih gemuk dan bertenaga, terbang kesana kemari, suatu serangga yang biasa disebut Kupu-kupu Ngengat atau dalam bahasa Inggris disebut “moth”. Dua kali lebih gemuk dari kupu-kupu biasa, dan lebih bertenaga kalau sedang terbang menyambar-nyambar. Aku coba menghalau dengan tongkat karton silinder 4 cm panjang 1,5 meter bekas gulungan kanvas lukisan, dan Kupu-kupu Ngengat itu masih tetap di dalam kamar mandi, sebentar menemplok di tembok, lalu di jendela, lalu di daun pintu, di langit-langit, di dekat pancuran air, berpindah-pindah beberapa kali, Belakangan dia bertengger di handuk yang aku gantungkan di cantelan pada pintu kamar mandi. Perlahan-lahan aku angkat handukku itu, dan dia diam saja, sampai aku bawa bersama handukku ke jendela ruang makan dan lalu melepas dia ke halaman belakang. Posisi dia di handukku hingga aku bawa ke jendela ruang makan dan dilepas itu, jadi seperti mengingatkan pada Budi Anduk yang meninggal dunia beberapa jam setelah aku save info soal pak Budi Hartono. Seperti aku tulis di surat “Dua Kopi Awal Tahun 2016 Di Olivier Cafe Dan Starbuck Coffee Dengan 1 Dan 8 Orang Tewas Lalu Panji Hilmansyah Tewas Di AS“, info pak Budi Hartono yang ada di situs Forbes di Internet aku save pada 11 Januari 2016 jam 11.36 siang, lalu kurang lebih 3 jam kemudian muncul berita Budi Anduk meninggal dunia di rumah sakit Dharmais sekitar jam 14.20. Sehingga kemunculan Kupu-kupu Ngengat menjelang aku mandi itu, seperti isyarat dari langit agar aku tidak ragu menulis soal tiga orang atasanku di American Express tahun 1989 yang seperti menginspirasi orang terkaya dunia dan menimbulkan  kekhawatiranku mengenai nabi Sulaiman a.s. dan kerajaan terakhir  itu.

moorhen.me.uk.

moorhen.me.uk.
Kupu-kupu Ngengat itu sebentar menemplok di tembok, lalu di jendela, lalu di daun pintu, di langit-langit, di dekat pancuran air, berpindah-pindah beberapa kali di dalam kamar mandi.
Belakangan Kupu-kupu Ngengat itu bertengger di handuk yang aku gantungkan di cantelan pada pintu kamar mandi. Perlahan-lahan aku angkat handukku itu, dan dia diam saja.
Meski jarak dari pintu kamar mandi yang pada foto ini terlihat di sebelah kiri lemari ruang duduk, ke jendela paling kanan di ruang makan seperti pada foto kanan, cukup jauh sekitar 8 meter, namun Kupu-kupu Ngengat itu tetap bertahan di handuk yang aku bawa, sampai kemudian aku hentakkan handuk itu dua kali di luar jendela ruang makan, dan baru dia terbang ke halaman belakang. Kemunculan seekor Kupu-kupu Ngengat pada saat aku akan mandi 6 Februari 2016 siang itu, dan aku lepas ke halaman belakang dengan membawa Kupu-kupu Ngengat itu nemplok di handukku, mengingatkan pada Budi Anduk yang meninggal dunia di rumah sakit Dharmais sekitar jam 14.20, sekitar 3 jam setelah info pak Budi Hartono yang ada di situs Forbes di Internet aku save pada 11 Januari 2016 jam 11.36.
 

Forbes World’s Most Powerful People

#61
Satya Nadella

#64 in 2014

CEO,    Microsoft


Age:    49


Residence:   WA

Citizenship:   United States

Marital Status:   Married


Children:    3


Education:
Master of Business Administration, Booth School of Business; Master of Science, University of Wisconsin


On February 4, 2014, Steve Ballmer retired as CEO of Microsoft and was succeeded by Satya Nadella

keterangan lain soal biografi Satya Nadella aku muat pada:CEO Microsoft Dan Nama Temanku Di Amex 1989 Satya Anak Pak Dan Sulaiman SH

Kekhawatiranku soal aku terkait doa nabi Sulaiman a.s. mengenai kerajaan terakhir itu bertambah, karena posisi pak Budi Hartono pada lis daftar bilyuner dunia 2015 majalah Forbes berada di urutan 142, mengingatkan kepada tahun 2014 dimana pada 4 Februari 2014 Satya Nadella terpilih untuk menjadi CEO baru Microsoft menggantikan Steve Balmer. Nama depan Satya Nadella mengingatkan pada temanku di American Express yaitu Satya adik dari Wisnu teman kelasku di SD Trisula, yang tinggal di jalan Bojonegoro dekat SD Trisula, anak dari pak Dan Sulaiman SH.
 
 
Pada tahun 2014 pula, pak Jokowi terpilih sebagai presiden dalam pemilihan presiden di Indonesia. Seperti kita ketahui bersama, presiden Jokowi berasal dari kota Solo, dan nama nabi Sulaiman a.s. itu kalau dalam bahasa Inggris adalah Solomon.
Oleh sebab itu, mungkin solusi persoalan ini adalah agar soal keterkaitanku dengan doa kerajaan terakhir nabi Sulaiman a.s. itu difokuskan saja kepada statusku sebagai pelukis, sehingga menjadi “kerajaan terakhir” dari seorang pelukis. Kalau cuma “kerajaan terakhir” dari seorang pelukis tentu insya Allah tidak membahayakan dunia.
 
Isyarat lain muncul pada tahun 1987 saat untuk pertama kali aku berhasil menjual sebagai salesman, yaitu saat jual kartu Gold Star member di hotel Mandarin. Seperti yang sering aku ungkapkan, setelah lulus SMA tahun 1977 kemudian pada tahun 1978 aku kerja jadi desainer iklan. Hampir satu tahun kerja, tahun 1979 aku sakit berat hampir meninggal, dan sempat diberitahu oleh seorang kiai agar aku wiraswasta saja, namun aku tidak gampang percaya jadi lalu aku kerja lagi dan sakit berat lagi. Tahun 1981 aku kerja di tempat lain pada bidang iklan juga, dan tidak sakit, tapi lalu aku malah jadi khawatir sehingga cuma 3 bulan lalu berhenti. Dan sejak itu aku mulai cari kerja sales, sebab kalau sales itu seperti orang dagang, bukan seperti pegawai. Antara lain aku kerja di PT Tunas Tasik jual bahan las dingin dan anti karat untuk industri, lalu di Grollier jual buku, di bursa komoditi, di Electrolux jual barang rumah tangga, di hotel Borobudur jual kartu member, tapi dari semua itu aku tidak pernah berhasil jual. Baru pada tahun 1987 di hotel Mandarin, untuk pertama kali setelah bertahun-tahun masuk bidang sales aku berhasil jual, satu kartu member dan yang beli adalah temanku dari SD-SMP-SMA yaitu Iman waktu itu bekerja di perusahaan kaset Aquarius. Nama temanku Iman itu jadi seperti ada kaitan juga dengan soal kerajaan terakhir nabi Sulaiman a.s., karena sejak aku di SD dan SMP Trisula Iman sudah satu sekolah dengan aku, seperti merupakan isyarat TrisulaIman seperti yang pernah pula aku ungkapkan di “Mempertahankan Tri Sula Iman Dari Menjadi Kerajaan Terakhir Umat Manusia“.  Isyarat itu seperti diperkuat dengan kemunculan Tsunami di Aceh tahun 2004, yang seperti terkait dengan perusahaan tempat dia kerja itu Aquarius.
aquarius-musikindo.com
 
Dulu waktu aku kerja di American Express tahun 1989, managerku pak Wardy Bafagih suka memakai jepitan dasi berbentuk pedang Arab, kurang lebih seperti foto di samping ini. Dan baru-baru ini waktu presiden Tiongkok Xi Jinping berkunjung ke Arab Saudi pada 19-20 Januari 2016, oleh Raja Salman juga diajak melakukan tarian tradisionil dengan membawa pedang.
thelittlesaintstore.com
 
Saudi King Salman with Chinese President Xi Jinping hold a traditional dance. (SPA) / Al Arabiya News – Wednesday, 20 January 2016 Saudi King Salman standing with Chinese President Xi Jinping. (SPA) / Al Arabiya News – Wednesday, 20 January 2016
 
Raja Salman memegang kipas seperti kipas tukang sate, entah apa yang sedang dibicarakan dengan presiden Xi Jinping.
 
 
China’s President Xi

visits Saudi Arabia

to improve ties

China offers support for

Yemen government as

Xi visits Saudi Arabia

bbc – 19 January 2016 yahoo – reuters
January 20, 2016    3:51 AM
 
Chinese President Xi Jinping has begun a two-day visit to Saudi Arabia, part of his first trip to the Middle East since taking power. Before holding talks with King Salman, he said he hoped to lift “co-operation in various fields to a new level”. Later this week, Mr Xi will travel to Saudi Arabia’s regional rival, Iran. China buys large amounts of oil from both states, and says it does not want to take sides in a bitter dispute over Riyadh’s execution of a Shia cleric. China has signaled its support for Yemen’s government, which is fighting an Iran-allied militia, on the first day of a visit to Saudi Arabia by Chinese President Xi Jinping, who will also be heading to Tehran later in the week. Saudi Arabia and China said in a statement on Wednesday that the two countries affirmed their support for the unity, independence and sovereignty of Yemen. The statement was released by China’s Foreign Ministry after Xi met Saudi King Salman bin Abdulaziz in Riyadh on Tuesday. A Chinese president has not visited Saudi Arabia since 2009, when Hu Jintao went. Jiang Zemin was the last Chinese president to visit Iran, in 2002.
 
 
Waktu aku mempersiapkan foto-foto soal Kupu-kupu Ngengat di kamar mandi yang aku sebutkan diatas, di TV-One sedang ada Breaking News mengenai gempa berkekuatan 6,4 di Tainan Taiwan yang terjadi sekitar jam 2 pagi tanggal 6 Februari 2016 waktu setempat, yang menyebabkan beberapa gedung bertingkat runtuh, dan sampai saat aku tulis ini sudah 42 orang tewas dan diperkirakan masih ada 100 orang di bawah reruntuhan bangunan. Jadi mengingatkan pada suratku “Mempertahankan Tri Sula Iman Dari Menjadi Kerajaan Terakhir Umat Manusia” yang memuat pula kecelakaan pesawat TransAsia ATR62 Flight GE235 di Taiwan juga pada 4 Februari 2015.


the guardian – Sunday 7 February 2016    04.07 GMT

Rescue workers searched the rubble of a collapsed building in Tainan, Taiwan, on Saturday after a 6.4-magnitude earthquake.      newyork times – February 6, 2016
A 6.4 magnitude earthquake struck Taiwan on Feb. 5, 2016.     cnbc / usgs
 
 
 
Tanggal 8 Februari 2016 jam 5.17 PM tweet Najat VB memuat soal sekolah Marseilles, dimana dia mengajak semua orang memikirkan persoalan sekolah Marseilles itu dengan serius. Jadi seperti terkait juga dengan tweet dia tanggal 4 Februari 2016 yang memuat lukisan mengenai pengarang lagu kebangsaan Perancis “La Marseillaise” yang aku ungkapkan diatas, yang memuat kata “travailler” dalam bahasa Perancis yang berarti “kerja” yang mengingatkan pada kata bahasa Inggris “traveller” yang berarti orang yang melakukan perjalanan, yang juga ada kata “ressources” berarti “sumber”. Sehingga seperti isyarat dari Najat VB agar diusahakan lebih serius ide aku jual lukisan untuk sumber dana melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia, menggali inspirasi sebelum lalu ketemu ajal.
Pada tweet 8 Februari 2016 yang memuat kata “serieux” yang berarti serius itu, ada link ke situs najat-vallaud-belkacem.com yang di bagian atas memuat tanda tangan Najat VB. Kalau kita perhatikan, tanda tangan Najat VB itu di bagian belakang ada bagian yang seperti berupa huruf “amf”, seperti terkait namaku AM Firmansyah. Mungkin itu untuk menunjukkan keseriusan Najat VB terhadap persoalanku, dan sebagai bagian usaha dia bantu aku naik menghadap Yang Maha Kuasa ketemu ajal sesuai kesediaanku.
 
 
 
 
Inti surat ini jadi seperti kelanjutan dari suratku “Hak Tidak Mau Jadi Pemimpin Poltik” yang aku tulis pada Januari 2012, namun menjadi lebih penting karena nasibku yang seperti terkait doa kerajaan terakhir nabi Sulaiman a.s. itu dapat berarti kalau aku masuk politik, lalu dunia ini akan kiamat. Oleh sebab itu, keterkaitanku dengan doa kerajaan terakhir nabi Sulaiman a.s. itu lebih baik difokuskan saja kepada statusku sebagai pelukis, sehingga menjadi “kerajaan terakhir” dari seorang pelukis. Kalau cuma “kerajaan terakhir” dari seorang pelukis tentu insya Allah tidak membahayakan dunia. Menurut kata orang bijak, untuk setiap penyakit di dunia ini sudah ada obat yang tersedia, untuk setiap persoalan sudah ada solusi yang tersedia, tinggal bagaimana ikhtiar kita saja. Maka moga-moga dengan aku mewujudkan rencana perjalanan ke berbagai tempat di dunia menggali inspirasi sebelum ketemu ajal, merupakan bagian dari “kerajaan terakhirku” sebagai pelukis. Sebab waktu di American Express tahun 1989, aku memang di bagian Travel Related Services. Jadi kalau masuk ke lantai dasar gedung Arthaloka saat itu, maka di sebelah kiri adalah American Express Bank, dan sebelah kanan adalah American Express TRS, singkatan dari Travel Related Services, bagian yang menangani kartu Amex.
 
 
 

 
 

Jakarta,  11 Februari 2016.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

%d bloggers like this: