AB677. Latihan Kedua Untuk Penarikan Ruh

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Latihan Kedua Untuk Penarikan Ruh

 
 

……
……
……
……
……
……
……

 

Jumat tanggal 21 Juni 2013 setelah sholat Jumat di mesjid Wisma Cakra dekat tempat tinggalku, aku pergi ke beberapa tempat antara lain ke Alfamart di Griya Cinere, lalu ke Kusuma Prima dekat pompa bensin Cinere Raya, dan dalam perjalanan pulang mampir ke warteg dekat Alfamart, seperti biasa beli berbagai keperluan.

Saat sudah sampai kembali ke rumah, aku kerja di Internet hingga larut malam sebab ada beberapa bahan yang perlu dikumpulkan untuk surat-surat sebelum ini. Sekitar jam satu lewat tengah malam menjelang tidur, atau berarti sudah masuk ke Sabtu dinihari tanggal 22 Juni 2013, aku sholat Isya sekalian memperlancar hafalan surat Al Baqarah. Beberapa hari belakangan ini kalau Isya aku baca dalam tiap rokaat 25 ayat surat Al Baqarah. Jadi kalau Isya ‘kan ada dua rokaat sholat sunnah Qabliyah, lalu empat rokaat sholat Isya tapi dengan cuma dua rokaat yang harus baca surat setelah Al Fatihah, kemudian dua rokaat lagi sholat sunnah Ba’diyah. Jadi ada enam rokaat dikali 25 ayat, atau berarti 150 ayat, lalu setelah tidur aku biasa melanjutkan sisa 136 ayat dalam Tahajjud, yaitu 136 ayat dibagi delapan rokaat Tahajjud.

Namun pada Sabtu dinihari tanggal 22 Juni 2013 itu, entah karena capek atau apa, saat sampai di rokaat pertama sholat Isya aku merasa pusing dan seperti akan jatuh, seperti ada yang ditarik ke atas di dalam badanku. Aku jadi ingat beberapa cerita mengenai orang yang meninggal dunia saat sholat, antara lain ada juga beberapa video kejadian seperti itu di Youtube.

Namun karena aku masih lebih sreg kalau meninggal setelah menjual lukisan-lukisanku dengan harga yang baik untuk kemudian melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia menggali inspirasi sebelum ketemu ajal, aku usahakan untuk tetap bertahan, dan berhasil selesaikan Isya meskipun dengan susah payah. Lalu setelah wirid, aku sholat sunnah, namun tidak sanggup baca ayat yang panjang, jadi cuma lima ayat pada tiap rokaat, dan aku langsung berbaring di tempat tidur.

Saat bangun di pagi hari untuk sholat Subuh, aku belum pulih benar. Dan berlangsung beberapa hari. Terjadi juga kesulitan dalam hal jarak. Waktu aku mau ambil piring berisi nasi dan lauk yang aku taruh di tempat tidur, yang terjangkau malah bagian nasi, bukan piring. Lalu sekitar Senin 24 Juni 2013 malam, setelah ambil lauk di meja makan, aku mau tutup kembali makanan di meja dengan tudung saji yang ada. Tapi tudung saji itu malah membentur stoples tinggi yang ada di meja, sehingga jatuh menimpa tempat makanan. Padahal aku merasa sudah ada jarak yang cukup antara stoples itu dengan tudung saji yang aku gerakkan.

Setelah sekitar satu minggu, baru aku pulih kembali.

Ini merupakan yang kedua aku mengalami kejadian semacam itu saat sholat. Kejadian pertama adalah saat sholat Subuh berjemaah di dekat Ka’bah waktu aku Umroh bulan April 2012 yang lalu. Kalau nggak salah itu pada malam kedua aku di Mekkah. Dan saat terjadi kejadian seperti itu, aku berusaha untuk tetap menyadarkan diri karena khawatir kalau aku jatuh akan merepotkan orang-orang di sekitar situ yang sedang sholat berjemaah juga.

Jumat 28 Juni 2013 saat aku sholat Jumat lagi, setelah selesai sholat aku ketemu temanku Kemal yang tinggal di Griya Cinere tidak jauh dari mesjid Wisma Cakra dan sudah beberapa bulan tidak ketemu. Dulu di tahun 1983 waktu aku kerja di perusahaan Bursa Komoditi di gedung Metro Atom jalan Krekot Raya dekat Pasar Baru, dia pernah satu lift dengan aku saat lift itu tiba-tiba mati dan aku pikir saat itu aku sudah akan ketemu ajal.

Sudah beberapa tahun belakangan ini Kemal pakai mobil Kijang, tapi Jumat 28 Juni 2013 itu dia naik mobil Ford Fiesta putih. Merk mobil Ford seperti terkait namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti “four” dalam bahasa Inggris. Sedangkan huruf “d” seperti dari kata “die” sesuai kesediaanku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Mungkin juga kedua kejadian yang muncul saat aku sholat itu merupakan latihan penarikan ruh dari dalam badanku, agar kalau sudah sampai betulan pada waktu untuk aku ketemu ajal, aku insya Allah sudah terbiasa.

 
 

Jakarta, 10 Juli 2013.
w a s s a l a m ,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: