AB859. Soal Beberapa Kebakaran Saat Aku Dekat Perempuan

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Soal Beberapa Kebakaran Saat Aku Dekat Perempuan

 
 

 
Seperti respon kepada suratku 13 Juli 2015 “Katy Perry Cover Majalah Forbes, Toyota FJ40, Muguruza, Dan Nicky Hilton Luncurkan Cat Eye Cosmetics“, dimana bagian soal aku belajar menyetir mobil tahun 1982 dengan Toyota Jip mulai aku tuliskan pada 9 Juli 2015, kemudian tweet Bill Gates pada 13 Juli 2015 jam 3.05 AM pagi sebelum Subuh waktu Jakarta memuat kode link “1flmQyj”. Huruf-huruf “flm” itu seperti berarti “film”. Diikuti oleh tweet Katy Perry beberapa jam kemudian pada jam1.05 PM siang waktu Jakarta, dengan foto kaki yang pakai sepatu berhiasan seperti bentuk api. Seperti agar aku menjelaskan soal lain yang juga penting pada tahun 1982, yaitu ketika mobil VW Kombi tetanggaku hampir terbakar saat akan nonton film di bioskop Megaria.
wikimedia.org /
tropen museum
Atas foto bioskop Megaria pada tahun 70-an, dan bawah foto bioskop Megaria pada April 2013 di Google Street View. Nama bioskop Megaria sekarang menjadi Metropole 21, dimana nama Metropole adalah nama jaman dulu waktu baru mulai beroperasi tahun 1951.  
google maps street view
Suatu hari di tahun 1982 aku diajak nonton film di bioskop Megaria, cukup dekat dari tempat tinggalku di jalan Sukabumi 13. Ada 7 orang yang pergi, tiga orang cewe kakak beradik tetangga sebelah rumah, bersama seorang laki-laki famili ketiga cewe itu yang menyetirkan mobil, lalu aku dan dua orang cowo yang masih tetanggaku juga. Mau nonton film yang jam 7 malam, naik VW Kombi buatan sekitar tahun 1978 warna biru muda.
1bp.blogspot.com
 
hemmings.com
 
Bioskop Megaria memiliki halaman parkir yang luas, untuk parkir puluhan mobil di halaman depan maupun halaman samping bioskop.      foto:  google maps street view
 
wikimedia.org
Bioskop Megaria sekarang bernama Metropole XXI, dimana nama Metropole adalah seperti nama pada jaman dulu ketika baru mulai dioperasikan tahun 50-an. Foto ini adalah foto dari bagian depan. Pada malam di tahun 1982 saat aku dan teman-teman nonton film disitu, masih bernama bisokop Megaria. Mobil VW Kombi yang kami tumpangi mendapat tempat parkir pada halaman di sebelah kanan foto di atas. Atau kalau pada foto di bawah ini, di tempat dua orang yang sedang berdiri dengan sebuah tas putih, dan mobil diparkir menghadap kiri ke arah bioskop seperti mobil-mobil pada foto ini.
google maps street view
 
Malam itu ada sekitar tiga lapis deretan mobil yang parkir di halaman samping bioskop Megaria. Lapis pertama adalah yang paling kanan seperti deretan mobil pada foto diatas ini, dekat dengan pagar yang membatasi halaman dengan jalan. Lalu ada jalur yang dibiarkan lowong untuk mobil lewat, dan setelah itu ada lapis kedua dan lapis ketiga, lalu ada lowong lagi untuk mobil lewat. Mobil VW Kombi itu diparkir di lapis kedua. Setelah mobil diparkir semua 7 orang keluar dari mobil, sebagian langsung masuk ke gedung untuk beli tiket, sebagian lagi termasuk aku menunggu di luar pintu masuk gedung, kurang lebih kalau pada foto diatas ini adalah di dekat sepeda motor yang sedang parkir dekat gedung itu. Tiba-tiba ada yang berteriak kebakaran, ada mobil yang terbakar. Semula aku pikir mobil lain,  tapi ketika orang-orang menunjuk ke posisi mobil VW Kombi itu, kami segera mendekati mobil. Dari tutup mesin di belakang, mobil VW Kombi itu bermesin belakang, tampak ada asap putih keluar dengan lebar sekitar 15 sentimeter. Seperti asap putih yang keluar dari lampu Aladin atau dari botol kuno sebelum lalu muncul jin. Keadaan jadi cukup panik juga, khawatir api membesar, apalagi di sebelah kiri, kanan, dan depan, juga ada mobil-mobil lain yang parkir berdekatan.
 
hemmings.com
Sempat berusaha untuk menggunakan tabung pemadam kecil yang ada di dalam mobil, tapi tidak ada yang tahu bagaimana membuka pengunci di tabung itu. Karena waktu mendesak, aku bilang buka saja kap mesin itu, dan setelah dibuka terlihat ada sebuah lap di atas blok mesin, belum sempat terbakar tapi sudah ada bara api sehingga menimbulkan asap.
ebay.com
 
ratwell.com Ini foto reka ulang saja berdasarkan foto dari ratwell.com yang aku olah lebih lanjut, untuk menggambarkan kurang lebih seperti itu gumpalan lap dan posisi lap itu di blok mesin pada saat itu. Tidak ada jalan lain, aku tarik saja keluar lap itu meskipun sedikit panas, dan saat sudah di bawah, dipadamkan bara api pada lap itu dengan sepatu dan ada juga yang bantu dengan pasir dari dekat situ. Dan semua normal kembali, acara nonton bioskop berlanjut.
 
Sampai saat ini aku tidak tahu bagaimana latar belakang sampai ada lap itu di atas blok mesin. Sebab yang penting waktu itu keadaan sudah berhasil diatasi, lagipula aku cuma diajak saat itu, jadi aku tidak terlalu mencari tahu kenapa lap ada di situ. Tapi kalau dibuat perkiraan kejadian, kurang lebih mungkin pada sore hari itu saat mobil VW Kombi itu masih di rumah tetanggaku, ada yang membersihkan mobil, termasuk membersihkan mesin mobil. Seperti biasa kalau membersihkan mesin mobil, biasa digunakan lap yang dicelupkan ke ember kecil berisi campuran air dan bensin agar bersih, dan ini sudah biasa dilakukan siapapun juga yang membersihkan mobil. Mungkin lalu ada telpon, pada jaman itu belum ada Handphone, masih telpon rumah. Setelah bicara di telpon, mungkin lalu harus pergi menemui seseorang sehingga lap terlupa dibiarkan di atas blok mesin mobil. Lalu ada orang lain di rumah tetanggaku itu yang lihat kap mesin terbuka, dan segera ditutup tanpa perhatikan ada lap basah campuran air dan bensin itu. Dan ketika menjelang berangkat ke bioskop Megaria, famili dari tetanggaku yang lalu mengemudikan mobil itu tidak sempat lagi buka kap mesin, sebab kalau orang berangkat pergi bawa mobil tentu tidak selalu harus buka kap mesin dulu. Kemudian, meskipun jarak dari rumah ke bioskop cuma sekitar kurang dari satu kilometer, namun sesuai fungsi bensin adalah bahan bakar sehingga mudah terbakar, jadi panas mesin mobil itu sudah cukup untuk  bereaksi dengan bensin yang ada pada lap, sehingga mulai menjadi bara api, dan air yang juga ada pada lap itu berubah jadi uap, jadi asap putih. Kejadian mobil hampir terbakar seperti itu tentu membuat aku tidak tenang, terbayang kalau sampai mobil terbakar dan melebar pula ke mobil-mobil lain disekitar.  Sampai film berakhir, aku lebih sering diam saja. Sehingga saat sudah muncul tulisan credit title di akhir film, cewe tetangga yang duduk tepat di samping kiriku lalu berguman “yahhhh, habis deh …..”, mungkin karena selama film itu diputar, aku tampak diam saja.
 
 
 
 
google maps street view
 
Masih di tahun 1982 juga, beberapa hari kemudian aku diajak nonton lagi, ke bioskop yang lebih jauh yaitu Rawamangun Theater di jalan Pemuda Jakarta Timur, sekitar 6 kilometer ke arah Timur dari tempat tinggalku di jalan Sukabumi. Sama seperti waktu nonton di Megaria, ada 7 orang yang sama yang juga ikut nonton. Dan aku tentu masih trauma dengan kejadian di bioskop Megaria, tapi aku usahakan untuk tetap ikut juga. Tapi aku lupa waktu di Rawamangun Theater itu nonton film yang jam berapa, kalau tidak salah lebih malam. Semua berjalan normal saja pada acara nonton di Rawamangun Theater itu, mobil juga aman, tidak hampir terbakar lagi. Namun sekitar satu minggu kemudian, justru bioskop Rawamangun Theater itu yang terbakar habis. Moga-moga tidak ada kaitan dengan aku, tapi tentu aku jadi waspada juga kalau mungkin ada isyarat dari langit. Sekarang lokasi Rawamangun Theater itu menjadi restoran McDonalds, bagian dari Arion Plaza yang berada di tikungan antara jalan Pemuda dan jalan Paus Rawamangun. Waktu aku lihat di Google Maps Street View saat mempersiapkan surat ini, aku baru perhatikan bahwa di sebelah McDonalds Arion Plaza itu adalah kantor pusat LAPAN. Selama ini aku sering menyebut bahwa angka 8 untuk aku seperti terkait dengan LAPAN, walaupun dalam hal ini aku mohon maaf suka salah tulis arti LAPAN menjadi Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional, padahal yang betul adalah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, angka 8 seperti berarti aku harus naik ke atas menghadap Yang Maha Kuasa ketemu ajal, antara lain seperti aku tulis di “Pesan Bill Gates Soal Aku Naik Untuk Menjadi OFF “. Tapi selama ini aku pikir kantor pusat LAPAN itu terletak di Serpong Tangerang. Aku tidak tahu pasti, apakah lokasi yang dulu Rawamangun Theater itu adalah yang sekarang menjadi restoran McDonalds, ataukah yang kantor pusat LAPAN.
 
 
skyscrapercity.com
 
Kebakaran yang muncul saat aku dekat perempuan, pernah juga terjadi ketika aku kerja di American Express tahun 1989. Posisi kantor berada di lantai dasar gedung Arthaloka, dekat dengan gedung kantor pusat BNI jalan Jenderal Sudirman Jakarta Pusat. Warna gedung Arthaloka didominasi warna coklat, seperti pada foto diatas ini. Tapi karena waktu itu sedang ada penambahan jumlah bagian sales, lalu aku ditempatkan di lantai 14 pada sebuah ruangan dari BNI Amex Leasing. Sedangkan gedung Arthaloka sekarang adalah seperti di bawah ini, sudah berubah warna dan pelapis jendela.
google maps street view
Suatu hari saat aku sedang berbicara dengan rekan kantorku Yuyun, yang juga baru mulai kerja di American Express seperti aku, tiba-tiba terjadi kebakaran genset. Letak genset itu di dalam gardu yang berada di belakang dekat ruangan kantor para salesman American Express. Kalau pada foto diatas ini, setelah jalan lurus seperti posisi mobil itu, lalu ada belokan ke kiri untuk jalan masuk orang ke dalam gedung, dan disitu sebelum masuk gedung ada gardu berisi genset.
Gardu berisi genset, generator pembangkit listrik yang biasanya berbahan bakar solar, yang terbakar itu kurang lebih seperti gardu listrik ini.   foto: wikimapia.org
Soal aku berada dekat perempuan lalu terjadi kebakaran, setelah terjadi pada dua bioskop tahun 1982 seperti aku ungkapkan diatas, terjadi lagi beberapa tahun kemudian pada tahun 1989 saat aku kerja di American Express, gedung Arthaloka jalan Jenderal Sudirman Jakarta Pusat. Ini sudah pernah juga aku tulis di “Bagian Tugas Kamu Sebagai Perempuan Tiang Dunia“, tapi biar aku tulis saja lagi disini. Saat itu pak Wardy sedang berusaha untuk meningkatkan penjualan kartu Amex sehingga menambah personil bagian penjualan. Antara lain yang masuk bersamaan dengan aku ada Tony C. Utomo, mungkin anak dari Marsekal Utomo yang pernah jadi KSAU lalu dubes di Spanyol. Beberapa hari kemudian ada lagi yang baru masuk yaitu Yuniwati atau Yuniarti aku tidak terlalu ingat, dipanggil Yuyun. Tempat tinggal di Villa Kelapa Dua, dekat dengan aku yang waktu itu di jalan Limo dekat Permata Hijau. Penampilan Yuyun kalau diantara selebriti sekarang adalah kurang lebih seperti Alexandra Asmasubrata atau Raisa, rambut panjang, kulit kuning langsat. Yuyun berasal dari Solo, dan kalau ke kantor naik jip Suzuki Katana warna putih. Sebagai sesama karyawan baru, sesuai pesan pak Wardy aku suka diskusi dengan sesama karyawan baru lain untuk menambah pengetahuan, agar kalau ada yang belum dimengerti bisa sama-sama bertanya ke yang sudah senior. Suatu siang hari, di ruang bagian sales pada lantai dasar gedung Arthaloka, para sales sedang pergi ke luar kantor, cuma ada sekitar dua orang sales yang entah sedang membereskan administrasi kartu Amex atau pekerjaan tertulis lain. Yuyun duduk di kursi salah seorang sales yang lagi pergi, sambil membuka-buka brosur kartu Amex. Aku berdiri dekat dia sambil tukar pengetahuan soal produk. Dia duduk dengan menyilangkan kaki, posisi kaki kiri berada diatas kaki kanan, memakai rok mini. Jari telunjuk tangan kiri dia digesek-gesekkan di bawah paha kiri dia, dari arah lutut ke pangkal paha bolak-balik, sedangkan tangan kanan membuka-buka brosur kartu Amex. Tiba-tiba muncul beberapa rekan sales, sambil mengatakan harus jalan lewat tangga darurat, karena lift mati. Tidak berapa lama kemudian, di luar tampak orang-orang berjalan ke arah belakang gedung, terlihat dari posisiku saat itu karena pada ruang sales di lantai dasar itu ada jendela-jendela kaca besar ke arah halaman samping gedung, seperti pada foto diatas. Kemudian aku baru tahu, telah terjadi kebakaran genset. Dari kisi-kisi ventilasi di atas pintu gardu tempat genset, tampak asap abu-abu keluar cukup tebal. Tapi api tidak sampai membesar, dapat segera diatasi oleh teknisi.
Jip Suzuki Katana 1986     otosia.com
Kemunculan kebakaran genset saat aku sedang berada dekat Yuyun di ruang sales American Express itu, seperti peringatan untuk kemunculan ujian yang lebih berat beberapa minggu kemudian berupa kemunculan Rina Triana, yang berwajah cantik, tinggi sekitar 170 cm, berbadan padat, kurang lebih kalau selebriti jaman sekarang seperti Katy Perry, dan pada saat-saat tertentu berada berdua aku di ruang kantor di lantai 14. Kalau aku sedang di dalam lift di samping Rina, para lelaki dari kantor lain seperti tidak puas-puas untuk melihat ke Rina. Sehingga kadang aku ikut melihat ke dia, sebab khawatir mungkin orang-orang itu melihat ke dia karena dia pakai lipstik kurang rapi, atau lupa setelah menyisir rambut sisir ketinggalan di rambut dia. Rina Triana mulai kerja disitu beberapa minggu setelah aku mulai kerja di American Express. Namun sejak awal seperti memang sudah sarat dengan tanda-tanda untuk aku bahwa dia adalah bagian dari ujian kepadaku. Pertama kali muncul di kantor pada saat aku sedang dekat pintu masuk yang tidak bisa dibuka dari luar, harus pakai kode yang dipencet pada tombol. Karena ruangan di lantai dasar itu memang selain untuk sales juga untuk bagian otorisasi kartu Amex, bagian persetujuan kepada orang yang akan menjadi pemegang kartu Amex, sehingga tidak sembarang orang boleh masuk. Tapi kalau dari dalam ruangan, pintu itu bisa dibuka  langsung tanpa pencet kode. Saat itu aku di dalam dekat meja pak Wardy, dan terdengar ada yang mengetuk pintu, aku bukakan pintu, dan dia ada di depan pintu bersama dua orang perempuan lain yang kemudian aku ketahui bernama Evi dan Rika. Kemudian aku sempat dikasih tahu pak Wardy bahwa dia kenal Rina dan dua rekan itu di Disco. Jadi nuansa tanda-tanda ujian untuk aku sudah muncul. Lalu aku ketahui dari rekan-rekanku yang lain bahwa Rina itu sedang dekat dengan Idris, yang juga Arab seperti pak Wardy. Aku jadi merasa ada ujian dari Arab connection untuk mengetahui apakah aku orang rusak atau bukan. Tanda-tanda ujian lain muncul ketika suatu siang hari, dalam ruangan cuma ada Idris yang sedang bicara berhadapan dengan Rina dibatasi meja kantor, dan aku di meja lain. Aku cuma dengar sepintas mereka sedang bicara soal lamaran, dan entah bagaimana lalu Rina malah mengatakan ke aku agar aku saja yang melamar Rina, dan ucapan dia itu didukung oleh Idris. Seperti aku sebutkan diatas, aku dan beberapa personil sales yang baru, ditempatkan di lantai 14 pada sebuah ruangan dari BNI Amex Leasing. Meskipun bagian sales lebih sering berada di luar menghubungi customer, tapi pada saat-saat tertentu tetap harus di kantor juga, untuk membereskan catatan atau hubungi orang dari telepon. Dan seringkali aku cuma sendiri di ruangan, lalu muncul Rina yang juga sendiri. Tapi Alhamdulillah antara aku dan Rina tidak sampai terjadi perbuatan yang bukan-bukan.
 
harianwartanasional.com
 
Sekitar dua tahun setelah aku kerja di American Express tahun 1989, kemudian pada tahun 1991 lantai dasar gedung Arthaloka yang semula ditempati oleh American Express itu berubah jadi kantor Bank Muamalat, bank syariah pertama di Indonesia yang didukung oleh MUI dan ICMI. Foto atas adalah logo lama Bank Muamalat, dan foto bawah adalah logo baru.
kontan.co.id
 
 
 
 
Soal kebakaran saat aku dekat perempuan, dan urutan kejadian yang aku tulis di surat terdahulu soal Katy Perry manggung di Jakarta 9 Mei 2015, lalu tweet dia soal Toyota FJ40 pada 24 Mei 2015 yang mengingatkan aku ke momen belajar menyetir mobil tahun 1982 dengan mobil Jip Toyota FJ40 buatan tahun 70-an, kemudian tweet soal cover majalah Forbes edisi Juli yang dimuat Katy Perry pada tweet 30 Juni 2015, dan petenis muda Garbien Muguruza masuk final Wimbledon 12 Juli 2015, semua itu seperti terkait soal kepindahanku dari dunia fana. Nama belakang Katy Perry seperti terkait temanku Ferry yang setelah dia mulai dekat dengan cewe yang tinggal di sebelah rumahku di jalan Sukabumi 13 Jakarta Pusat, lalu aku pindah ke jalan Limo 17 dekat Permata Hijau seperti terlihat pada peta diatas. Semula saat awal tahun 1983 aku mulai tinggal di jalan Limo, di seberang rumah merupakan tanah kosong, kaveling dari kompleks Permata Hijau. Sekitar dua tahun kemudian mulai dibangun rumah, dan ditempati oleh pak Sutanto direktur Bank Dharmala. Dalam tweet petenis Muguruza 12 Juli 2015, dia menyebut “Gracias por tanto”, jadi seperti terkait nama pak Sutanto itu.  Pada surat tanggal 29 Juni 2015 “Dalian Dan Dua Pembalap Legendaris Marlboro F1” aku sudah sebutkan pula nama Bank Dharmala, mengenai pada tahun 1994 sekitar dua bulan sebelum Ayrton Senna tewas dalam balapan 1 Mei 1994, sejak 1 Februari 1994 aku mulai kerja di 3M Indonesia yang berkantor di Wisma Bank Dharmala yang sekarang menjadi Mayapada Tower. Jadi urutan kejadian itu yang muncul belakangan ini seperti isyarat aku akan segera pindah juga, keluar dari dunia fana ini. Semua itu seperti isyarat dari langit agar aku jangan berlama-lama di dunia fana ini.

 
 

Jakarta,  20 Juli 2015.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: