AB830. Jual Lukisan Untuk Kerja Kemanusiaan Terkait Proof The World Is Getting Better

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Jual Lukisan Untuk Kerja Kemanusiaan
Terkait Proof The World Is Getting Better

 
 

 
 

Tweet dari Bill Gates pada 11 Maret 2015 jam 6.31 AM pagi waktu Jakarta memuat kata-kata “Proof the world is getting better”, dan ada link ke situs noceilings.org berupa data soal sejak tahun 1995 secara global terjadi penurunan 42% dari para ibu yang meninggal akibat komplikasi kehamilan. Ini jadi seperti terkait yang aku tulis di “Aku Menjelang Hedging Umur GOAbad Bersamaan Rahma Menjelang HUT 40 Tahun” tertanggal 9  Maret 2015 mengenai sejak tahun 1995 aku melukis Lady Di.

Soal kesediaanku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia yang sudah aku usahakan sejak Lady Di masih ada di dunia, dengan membuat beberapa lukisan dan menulis beberapa surat ke Lady Di dari tahun 1995 sampai 1997 antara lain seperti yang dapat dilihat pada “https://paintingsofamfir.wordpress.com/samples/s8-hybrids-of-lady-dis-responses/“, karena waktu itu aku menganggap nama Lady Di seperti kata “die” yang berarti mati. Namun kemudian malah Lady Di yang ketemu ajal pada kecelakaan mobil akhir Agustus 1997. Dari tahun 1995 sampai sekarang tahun 2015 ini, berarti sudah sekitar 20 tahun berlalu, jadi wajar kalau sekarang Bill dan Melinda Gates turun tangan untuk melancarkan soal ini, untuk kebaikan umat manusia.

Dengan kemunculan tweet “Proof the world is getting better” yang memuat grafis soal sejak tahun 1995 secara global terjadi penurunan 42% dari para ibu yang meninggal akibat komplikasi kehamilan itu, jadi seperti isyarat bahwa apa yang aku lakukan sejak tahun 1995 itu telah ikut menyebabkan dunia menjadi lebih baik. Atau dengan kata lain, kesediaanku ketemu ajal telah ikut membuat dunia menjadi lebih baik. Moga-moga dalam waktu dekat ini Bill dan Melinda Gates merealisasikan pembelian lukisan-lukisanku dengan harga yang baik, agar aku dapat segera memulai kerja kemanusiaan perjalanan ke berbagai tempat di dunia untuk menggali inspirasi sebelum kemudian aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Tentu sangat penting kalau aku ketemu ajal dalam keadaan lukisan-lukisanku sudah terjual dengan harga yang baik, selain agar sesuai janjiku kepada Lady Di untuk menyumbangkan 50% hasil penjualan untuk amal sosial, juga agar “nilai” kesediaanku ketemu ajal menjadi lebih baik dalam pandangan Yang Di Langit. Karena kalau aku bersedia ketemu ajal dalam keadaan seperti sekarang ini, yang masih serba nebeng, penghasilan cuma mengandalkan pemberian kakak-kakakku, maka akan mudah menimbulkan kesan bahwa kesediaanku ketemu ajal itu cuma sekedar untuk aku melarikan diri dari keadaanku yang puluhan tahun serba nebeng ini.

Para Ustadz suka menyebutkan bahwa di akhir jaman, umat Islam berjumlah besar tapi terkena penyakit hubud dunia wakarohyatil maut, suka pada kesenangan dunia namun takut akan kematian. Maka dengan aku sudah berhasil menjual lukisan-lukisanku dengan harga yang baik, namun aku tetap pada kesediaanku ketemu ajal sehingga “nilai” kesediaanku ketemu ajal menjadi lebih baik dalam pandangan Yang Di Langit, moga-moga dapat mengurangi kesan penyakit akhir jaman itu.

Bagian yang memuat kalimat “….juga agar “nilai” kesediaanku ketemu ajal menjadi lebih baik dalam pandangan Yang Di Langit….” tersebut diatas aku tulis pada 14 Maret 2015 sekitar jam 18.13 atau jam 6.13 PM sore menjelang malam. Lalu sekitar 3 jam kemudian Bill Gates memuat tweet pada 14 Maret 2015 jam 9.30 PM malam waktu Jakarta mengenai soal guru, teacher. Jadi seperti setuju dengan kalimat yang memuat kata “nilai” yang aku tulis itu, sebab istilah “nilai” biasa terdapat di sekolah, diberikan oleh guru kepada murid untuk ukuran pencapaian yang telah dilakukan oleh murid.

Dari berbagai kisah umat terdahulu kita mendapat pelajaran bahwa kalau suatu bangsa telah mencapai kemajuan, baik kemajuan di bidang ekonomi maupun kemajuan di bidang teknologi untuk ukuran jaman itu, kemudian akan muncul peringatan dari langit berupa ujian melalui para nabi. Lalu kalau bangsa itu dianggap tidak lulus ujian, maka kehancuran akan menimpa bangsa itu. Sekarang ini sudah tidak ada nabi lagi, dan dunia sudah semakin global, jadi kalaupun muncul ujian lagi mungkin kehancuran yang muncul apabila dianggap tidak lulus ujian adalah berupa kiamat. Kalau saja beberapa tahun belakangan ini aku tidak mengalami berbagai peristiwa yang seperti terkait para tokoh maupun kejadian penting di tingkat internasional, aku juga tidak akan merasa perlu repot-repot dengan soal seperti ini, sebab siapalah aku ini.

Sebagaimana aku ungkapkan diatas, para Ustadz suka menyebutkan bahwa di akhir jaman, umat Islam berjumlah besar tapi terkena penyakit hubud dunia wakarohyatil maut, suka pada kesenangan dunia namun takut akan kematian. Oleh sebab itu dengan aku sudah berhasil menjual lukisan-lukisanku dengan harga yang baik, namun aku tetap pada kesediaanku ketemu ajal sehingga “nilai” kesediaanku ketemu ajal menjadi lebih baik dalam pandangan Yang Di Langit, moga-moga dapat mengurangi kesan penyakit akhir jaman itu. Kalaupun setelah aku menjalani semua itu dan aku sudah ketemu ajal, namun kiamat tetap muncul, moga-moga dalam keadaan kita dianggap sudah berusaha secara maksimal sebagai mahluk terbaik di dunia ini untuk lulus dari ujian global yang ada.

 
 

Jakarta,  15 Maret 2015.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: