AB832. Peringatan Berlapis Di Sekolahku Agar Tidak 30

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Peringatan Berlapis Di Sekolahku Agar Tidak 30

 
 

Foto dibawah ini adalah tahun 1965 waktu aku masih Taman Kanak-Kanak kelas nol besar di TK Trisula jalan Pegangsaan Tengah 2 Jakarta Pusat. Seperti kita ketahui, tingkatan pada TK itu ada dua tahun yaitu kelas nol kecil atau disebut secara formal sebagai TK A, dan lalu naik ke kelas nol besar atau TK B. Ini adalah foto waktu aku kelas nol besar, TK B. Pada papan tulis kecil di foto ini ada angka dua setelah tulisan TK B, karena waktu itu di TK Trisula itu kelas nol kecil ada dua kelas dan kelas nol besar juga ada dua kelas. Dan aku di kelas TK B2.
Dari kiri adalah Bu Harim, Nathanael, Bokie, dan Noto Bagaskoro. Temanku Noto Bagaskoro itu sudah almarhum, meninggal di Korea Selatan tahun 2012 setelah sempat jadi sutradara film, juga ada beberapa judul sinetron di TV yang pernah dia sutradarai antara lain, Liontin, Wulan, Kemilau Cinta Kamila, Aisyah. Serta sinetron yang diputar pada bulan Ramadhan 2008 berjudul “Aqso dan Madina”. Di bawah adalah aku dan Zaky.
Wali kelasku di TK Trisula adalah bu Harim, sejak aku kelas nol kecil sampai kelas nol besar. Berdiri tepat di samping bu Harim adalah temanku Tan King Thai yang kemudian berubah nama jadi Nathanael seperti aku sebutkan di surat “Bill Gates Soal C Pada Cypress Yang Berarti Canada“. Diantara tiga baris murid yang sedang difoto itu, aku berada pada barisan tengah paling kiri dekat bu Harim juga, disamping temanku Zaky. Pengaturan posisi itu oleh wali kelas, bukan sembarangan ambil tempat sendiri-sendiri. Pada deretanku setelah Zaky adalah Mega, Anita, Kiki, Iwan Sadikin, dan paling ujung aku lupa. Nama temanku Tan King Thai itu jadi seperti memuat isyarat terkait “Test Of Getting Wealthy“ suratku tahun 2007 setelah Bill Gates memberi award kepada raja kondom Thailand.  Isyarat itu seperti berarti “tak end king Thai”, kalau setelah aku menerima dana Bill Gates dari penjualan lukisanku, seperti raja kondom Thailand itu Mechai Viravaidya menerima award beserta hadiah uang tunai dari Bill Gates,  tapi lalu aku ingkar janji kesediaanku ketemu ajal untuk end dari dunia fana ini, maka aku akan menuju 30 seperti nilai ujianku saat lulus dari SD. Padahal kalau orang-orang yang terkait 3 menjadi kosong dari dunia ini, dapat terjadi perebutan senjata pemusnah masal yang berujung kiamat.
Dari kiri ke kanan, Noto Bagaskoro, aku, Nathanael, Koko, Zaky.
Ini foto tahun 1966 kelas 1 SD Trisula, lokasi sama di jalan Pegangsaan Tengah 2 Jakarta Pusat seperti TK Trisula. Wali Kelas ibu Sum. Aku di deret belakang jauh dari Wali Kelas, nomer 4 dari ujung kanan setelah Zaky, Koko, Nathanael. Duduk di depanku paling ujung adalah Kiki dan lalu Sovie. Empat murid yang jongkok di bawah adalah Syamsir, Wisnu, Boyke, Gatot.
Tahun 1970 aku berada di kelas 5 SD Trisula dengan Walikelas bu Norma.  Lingkaran biru di kepalaku itu aku lupa siapa yang buat, kalau tidak salah waktu SMP saat ada beberapa teman main ke rumahku, lihat-lihat foto kenangan. Deretan paling atas itu adalah dari ujung kanan Iman, Taufik, aku, Bayu, Faizul, Raidy, Hermawan, Mario Alisyahbana, Nathanael, Koko. Kelas 5 SD berarti satu tahun sebelum aku lulus ujian akhir SD di kelas 6 dengan nilai 30. Nama Walikelas bu Norma seperti bagian dari peringatan, kalau aku tidak menikah dengan yang berstatus sebagai Ema untuk aku, status seperti tanteku tante Ema yang tetap hidup setelah sang suami wafat, maka aku akan menuju ke momen 3 menjadi kosong. Empat anak yang jongkok di depan adalah dari kiri Rudyanto, Bambang, Iwan Sadikin, Mora.
googlemaps street view
Foto ini aku dapat saat mempersiapkan surat ini, dari seorang alumnus lululsan SD Trisula Pegangsaan tahun 1985. Tidak disebutkan foto tahun berapa, tapi kalau dilihat sudah pakai AC berarti cukup baru, sebab dulu waktu aku sekolah disitu belum jaman pakai AC. Bahkan sampai aku lulus SMAN 3 tahun 1977 juga di SMAN 3 belum pakai AC, tidak seperti sekarang yang dapat dilihat pada foto di bawah sudah tampak unit-unit AC di dekat jendela.
foto dari damas katata desain
googlemaps
Dengan kelulusanku dari SD Trisula yang mendapat nilai 30 untuk tiga mata pelajaran, teman-temanku mengatakan aku dapat mudah masuk ke SMP favorit. Namun aku khawatir kalau masuk SMP favorti akan mengeluarkan biaya besar, antara lain untuk kegiatan ekstra kurikuler sebab yang masuk disitu rata-rata anak orang kaya. Jadi aku pilih masuk ke SMP Trisula di jalan Pariaman Manggarai Jakarta Selatan, sebuah SMP kecil di belakang Pasar Rumput seperti dapat dilihat pada peta di bawah ini.
googlemaps
Belakangan ini aku baru berpikir, nama jalan Pariaman tempat SMP Trisula berada itu seperti terkait soal mencegah tiga menjadi kosong juga. Sebab nama jalan Pariaman itu seperti memuat nama Paris Hilton dan kata bahasa Indonesia “aman”. Kalau disebut dalam bahasa Perancis, maka Paris disebut tanpa terdengar huruf “s”, yaitu “Pari”, sehingga “Pari aman” seperti tekait dengan soal agar Paris Hilton yang merupakan ikon negara superpower AS yang berdasarkan sejarah terkait erat dengan orang-orang yang terkait dengan tiga, agar tetap dalam posisi aman. 
googlemaps street view
Foto-foto SMP Trisula jalan Pariaman Jakarta Selatan ini aku dapatkan dari GoogleMaps Street View dua hari menjelang aku tulis ini, dan aku baru tahu kalau sekarang gedung SMP Trisula itu bertingkat. Dulu waktu aku sekolah disitu dari tahun 1972-1974, belum bertingkat dan masih berupa bangunan sederhana, terdiri dari enam ruang kelas. Di bagian belakang ada ruang kosong untuk upacara bendera hari Senin kalau sedang hujan. Saat aku naik kelas dua, ruang kosong itu ditambahkan satu ruang kelas lagi sehingga menjadi tujuh ruang kelas, karena murid yang baru masuk satu angkatan di bawahku lebih banyak, sehingga ada tiga kelas 1A, 1B dan 1C.
googlemaps street view
rmol.co
Tepat saat aku lulus dari SMP Trisula, ada aturan baru bernama Rayonisasi. Sekolah-sekolah dalam wilayah suatu rayon harus mengutamakan menerima lulusan dari rayon yang sama, dan karena SMP Trisula berada dalam satu rayon dengan SMAN 3 sehingga aku dan cukup banyak rekan-rekanku lulusan dari SMP Trisula diterima masuk sekolah favorit SMAN 3 di jalan Setiabudi Jakarta Selatan. Nama jalan Setiabudi itu jadi seperti berarti agar aku setia kepada bu Di, Lady Di, yang sekarang sudah pindah ke alam lain. Jadi agar aku setia pada komitmenku pindah ke alam lain untuk kebaikan umat manusia.
kompas
Sejak sekitar tahun 2012 di dekat SMAN 3 dibangun kompleks apartemen The Peak at Sudirman yang disebut sebagai twin apartments tertinggi di dunia. Arti kata “peak” adalah puncak, misalkan puncak karier disebut peak of his/her career. Jadi seperti isyarat puncak karierku di dunia ini adalah untuk ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Kalau dilihat dari arah Timur gedung SMAN 3, dari jalan Taman Setiabudi 1, gedung apartemen The Peak at Sudirman itu seperti sambungan dari gedung SMAN 3 menuju ke langit, terkait kesediaanku naik menghadap Yang Maha Kuasa ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.
teladan.org
googlemaps
skyscrapercity.com
frasershospitality.com
Sebagian besar isi tulisan surat ini sudah aku selesaikan pada 20 Maret 2015 malam jam 22.34, lalu sekitar 1 jam kemudian muncul tweet Bill Gates pada 20 Maret 2015 jam 11.40 PM waktu Jakarta atau jam 23.40 malam dengan kode link “197GgCY”.
Tweet Bill Gates pada 20 Maret 2015 jam 11.40 PM waktu Jakarta atau jam 23.40 malam memuat kode link “197GgCY”.  Semula aku pikir apa maksud kode link itu, belakangan aku baru terpikir bahwa huruf “G” adalah huruf ke-7 dalam abjad, jadi “197G” itu adalah 1977 tahun aku lulus dari SMAN 3 Jakarta. Sedangkan “gCY” seperti berarti “gak di bawah, Canada Yes” terkait yang aku tulis di “Bill Gates Soal C Pada Cypress Yang Berarti Canada” soal karena Canada lebih di atas dari Amerika Serikat, jadi setelah lukisanku dibeli oleh Bill Gates lebih baik aku ke Canada agar sesuai kesediaanku naik menghadap Yang Di Langit, ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.
Pada tweet itu juga Bill Gates menyebut kota Vancouver, seperti dapat dilihat pada peta ini Vancouver berada di atas Seattle kota tempat tinggal Bill Gates.

 
 

Setelah aku perhatikan, peringatan kepada aku agar jangan sampai 3 menjadi kosong ternyata sudah muncul di sekolah sejak aku masih di Taman Kanak-Kanak, TK Trisula di jalan Pegangsaan Tengah 2 Jakarta Pusat yang sekarang menjadi jalan Penataran. Seperti telah muncul beberapa peringatan lintas-waktu sejak aku masih kecil terhadap apa yang akan aku jalani dalam kehidupan ini, terkait dengan nasib umat manusia.

Saat masuk TK Trisula, guruku bernama bu Harim. Untuk saat itu aku memang tidak tahu apa makna nama bu Harim itu selain sebagai guru TK-ku. Tapi belakangan ini, jadi seperti terkait dengan soal kakak beradik Prince William dan Prince Harry yang seperti kakakku Faisal dan aku, dimana nama kakakku Faisal memuat “Sal” seperti pada kata Salib. Sehingga makna nama bu Harim itu, jadi seperti agar aku yang berposisi sebagai adik seperti Prince Harry itu, bersanding dengan seseorang yang kemudian berfungsi seperti tanteku tante Ema yang tetap hidup setelah sang suami wafat. Dengan kata lain agar aku saja yang ketemu ajal, dan bukan kakakku sebab nama kakakku memuat “Sal” seperti pada kata Salib, dan kalau orang-orang yang terkait dengan Salib, terkait dengan tiga, diangkat dari dunia ini dan menjadi kosong, dapat terjadi perebutan senjata pemusnah masal yang berujung ke kiamat.

Pada waktu aku di TK Trisula itu, ada dua murid perempuan yang populer karena disenangi oleh guru maupun para murid yaitu Cut Saskia atau biasa dipanggil Kiki, tinggal di jalan Palem Jakarta Pusat, dan Aprilia Sovietina atau Sovie yang lahir di Uni Sovyet saat sang ayah bertugas di kantor kedutaan besar Indonesia di Moskow, tinggal di Tebet. Nama jalan Palem tempat tinggal Kiki itu jadi seperti memuat isyarat agar aku menjadi Pal, atau orang dekat, dengan pasangan yang bernama Em, seperti yang aku sebutkan diatas. Jadi kalau aku cari istri agar yang kemudian aku lebih dulu meninggal. Dan istilah untuk kata Pal yang terkenal adalah Penpal, sahabat pena, seperti yang aku lakukan selama beberapa tahun belakangan ini menulis surat-surat untuk kamu.

Lalu saat di Sekolah Dasar yang juga masih di tempat yang sama seperti saat TK yaitu di SD Trisula, sejak kelas 2 SD aku bersahabat dengan Adnan Taufik Razak atau biasa dipanggil Koko. Sang Ibu yang bernama Nani Razak SH merupakan pengacara, jaman itu pengacara belum populer seperti sekarang, jadi ibu temanku itu termasuk pengacara yang awal di Indonesia. Sedangkan sang ayah pernah bergabung dengan pasukan Australia saat Perang Dunia 2. Beberapa tahun kemudian aku lulus ujian SD di akhir kelas enam SD dengan nilai 30. Jadi seperti terkait dengan sahabatku Koko yang sang ayah pernah gabung dengan pasukan Australia, negara yang dikenal dengan sebutan “down under” karena kalau dilihat di peta berada lebih di bawah dari sebagian besar negara-negara lain di dunia. Seperti memuat isyarat kalau aku lebih suka di bawah saja, di dunia ini saja, aku akan dapat menyebabkan tiga menjadi kosong dan lalu terjadi perebutan senjata pemusnah masal yang berujung ke kiamat.

Saat aku kelas 4 SD, bagian ini sudah aku ungkapkan pada “Bill Gates Soal C Pada Cypress Yang Berarti Canada“, suatu hari aku mendapatkan hadiah dari sebuah acara bazaar di sekolah, hadiah itu berupa mobil mainan Matchbox berupa Ford GT. Belakangan ini saat mencari info soal mobil Ford GT seperti mobil mainan Matchbox yang aku dapat sebagai hadiah acara bazaar di SD itu, aku ketahui di Internet bahwa mobil itu adalah Ford GT40. Merk mobil Ford itu seperti berarti Four Die, terkait namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4 atau four dalam bahasa Inggris. Sedangkan GT seperti dari nama Bill Gates. Jadi seperti isyarat dari langit bahwa untuk soal Four Die, Gates harus bantu aku untuk menjadi 40 untuk kebaikan umat manusia.

Tahun 1970 aku berada di kelas 5 SD Trisula dengan Walikelas bu Norma. Kelas 5 SD berarti satu tahun sebelum aku lulus ujian akhir SD di kelas 6 dengan nilai 30. Nama Walikelas bu Norma seperti bagian dari peringatan, kalau setelah dewasa aku tidak menikah dengan yang berstatus sebagai Ema untuk aku, status seperti tanteku tante Ema yang tetap hidup setelah sang suami wafat, maka aku akan menuju ke momen 3 menjadi kosong.

Kemudian setelah lulus SD, meskipun nilai kelulusanku cukup baik yang menurut teman-temanku dapat masuk ke sekolah favorit, namun aku khawatir kalau di sekolah favorit yang para murid adalah anak-anak orang berada, menyebabkan akan sering ada kegiatan yang harus pakai ongkos, padahal aku tidak ingin memberatkan orangtuaku. Sehingga aku pilih masuk ke SMP Trisula sebuah sekolah kecil di jalan Pariaman belakang Pasar Rumput. Nama jalan Pariaman itu berasal dari nama kota di Sumatera Barat, memang di sekitar situ ada beberapa jalan yang terkait Sumatera Barat seperti jalan Minangkabau, jalan Sawah Lunto, jalan Padang, Jalan Bukit Tinggi.

Dan belakangan ini aku baru berpikir, nama jalan Pariaman itu seperti terkait soal mencegah tiga menjadi kosong juga. Sebab nama jalan Pariaman itu seperti memuat nama Paris Hilton dan kata bahasa Indonesia “aman”. Kalau disebut dalam bahasa Perancis, maka Paris disebut tanpa terdengar huruf “s”, yaitu “Pari”, sehingga “Pari aman” seperti tekait dengan soal agar Paris Hilton yang merupakan ikon negara superpower AS yang berdasarkan sejarah terkait erat dengan orang-orang yang terkait dengan tiga, agar tetap dalam posisi aman.

Di kota Paris itu pula terdapat menara yang terkenal yaitu menara Eiffel. Nama menara Eiffel itu seperti dari singkatan “FL” seperti nama kakakku Faisal dan sang istri Lena. Padahal nama kakakku Faisal memuat “Sal” seperti pada kata Salib, dan kalau orang-orang yang terkait dengan Salib, terkait dengan tiga, diangkat dari dunia ini dan menjadi kosong, dapat terjadi perebutan senjata pemusnah masal yang berujung ke kiamat. Jadi ketika aku pilih masuk ke SMP Trisula sebuah sekolah kecil di jalan Pariaman belakang Pasar Rumput itu, agar aku menerima isyarat soal “Paris agar tetap aman” sebab ada menara Eiffel yang seperti berarti “FL” terkait nama kakakku dan istri itu. 

Lulus dari SMP Trisula, berketepatan dengan ada aturan baru bernama Rayonisasi, dimana sekolah-sekolah yang berada dalam wilayah suatu rayon harus mengutamakan menerima lulusan dari rayon yang sama,  dan karena SMP Trisula berada dalam satu rayon dengan SMAN 3 sehingga aku dan cukup banyak rekan-rekanku lulusan dari SMP Trisula diterima masuk sekolah favorit SMAN 3 di jalan Setiabudi Jakarta Selatan. Nama jalan Setiabudi itu jadi seperti berarti agar aku setia kepada bu Di, Lady Di, yang sekarang sudah pindah ke alam lain. Jadi agar aku setia pada komitmenku pindah ke alam lain untuk kebaikan umat manusia. Respon dari Bill Gates soal ini muncul pada tweet 20 Maret 2015 jam 11.40 PM.

Belakangan ini sejak sekitar tahun 2012 di dekat SMAN 3 sudah dibangun kompleks apartemen The Peak at Sudirman yang disebut sebagai twin apartments tertinggi di dunia. Arti kata “peak” adalah puncak, misalkan puncak karier disebut peak of his/her career. Jadi seperti isyarat puncak karierku di dunia ini adalah untuk ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Kalau dilihat dari arah Timur gedung SMAN 3, dari jalan Taman Setiabudi 1, gedung apartemen The Peak at Sudirman itu seperti sambungan dari gedung SMAN 3 menuju ke langit, terkait kesediaanku naik menghadap Yang Maha Kuasa ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

 
 

Jakarta, 24 Maret 2015.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: