AB841. Urutan Peringatan Setelah Surat Soal Upaya Mencegah Aku Dikutuk Jadi Co-Pilot Menuju Kiamat

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Urutan Peringatan Setelah Surat Soal Upaya Mencegah Aku
Dikutuk Jadi Co-Pilot Menuju Kiamat

 
 

Setelah aku tulis “Upaya Mencegah Aku Dikutuk Jadi Co-Pilot Yang Menubrukkan Umat Manusia Ke Kiamat Akibat Aku Tidak Bersyukur“, lalu muncul urutan kejadian yang seperti isyarat agar aku memanfaatkan dengan baik setiap karunia Allah, atau akan muncul azab akibat aku tidak bersyukur kepada karunia Allah dan azab itu menimpa orang-orang lain juga.
google maps
google maps street view
Deudeuh Alfi Sahrin yang muncul dalam berita di berbagai media pada 11 April 2015 karena jadi korban pembunuhan di rumah Kos jalan Tebet Utara I / 15c, dikenal juga dengan nama Tataa Chubby seperti terlihat pada Twitter ini.
Beberapa pesan tweet dari Deudeuh Alfi Sahrin sejak tanggal 27 Maret 2015 seperti memuat isyarat akan ketemu ajal……. ada mati ajalah gue kalau begini, foto jenazah pakai kafan, lagu “leaving on the jet plane, don’t know if I’ll be back again”, #olgawannabe setelah Olga Syahputra meninggal dunia dengan komentar Berobat juga nech gue ke Singapore, FYI terima order cuma sampai tanggal 14 April dan akan on lagi tanggal 28 April, dan tweet pada 7 April menyebut seminggu lagi sebelum off panjang sejam lebih dekat bersama Tata #tvonekaliah.
“Mati ajalah gue kalau begini” seperti sudah menunjukkan gejala Deudeuh akan ketemu ajal.
foto jenazah pakai kafan
mengutip syair lagu tahun ’70-an, “leaving on the jet plane, don’t know if I’ll be back again”, pergi dengan pesawat dan tidak tahu apakah akan kembali lagi …….
tweet 1 April 2015, “Berobat juga nech gue ke Singapore” dan hashtag #olgawannabe, seperti ingin mengikuti Olga Syahputra yang meninggal 27 Maret 2015 di Singapore.
mengumumkan For Your Information akan terima order cuma sampai tanggal 14 April, dan setelah itu baru akan terima lagi tanggal 28 April.
ini seperti isyarat akan libur panjang, “Seminggu lagi sebelum off panjang, satu jam lebih dekat bersama Tata, #tvonekaliah”
Inilah Rio Santoso, pembunuh Empi saat digiring ke kantor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (15/4/2015) siang. Aparat kepolisian melakukan penggeledahan di tempat kerja Rio Santoso (RS), pelaku pembunuhan Deudeuh Alfi Syahrin alias Tata alias Empie (26). “Kami menggeledah tempat kerja dia untuk mencari barang bukti,” kata Kombes Pol Heru Pranoto kepada wartawan, Rabu (15/4/2015). RS sudah dua kali datang ke tempat kos Deudeuh di daerah Tebet. Yang pertama, pada 2 April 2015 dan yang kedua pada saat malam pembunuhan. Seusai membunuh, pelaku juga mengambil barang pribadi milik korban. Dia mengambil satu unit iPad, satu unit MacBook, empat buah telepon genggam dan uang tunai senilai total Rp 2.800.000. RS merupakan seorang guru privat yang mengajar mata pelajaran matematika di sebuah lembaga bimbingan belajar di kawasan Kedoya, Jakarta Barat. Aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku pembunuhan, Empi. Penangkapan dilakukan di tempat persembunyian di Desa Mutiara, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (15/4/2015) dini hari.       WartakotaTribunnews / Rabu, 15 April 2015     11:54 WIB
Pelaku Pembunuhan Dedeuh.  Okezone – Rabu, 15 April 2015 – 12:22 wib Pria yang telah memiliki istri dan anak, Muhammad Prio Santoso berhasil ditangkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya di Bogor, Rabu dinihari tadi, 15 April 2015 karena perbuatannya membunuh Deudeuh `Tata Chubby`.    tempo.co –  facebook.com / Kamis, 16 April 2015 | 07:21 WIB
Setelah diringkus pada dini hari tadi, Rio Santoso (24), dan tujuh penyidik Polda Metro Jaya sempat datang ke rumah belajar Clavius, di Jalan Surya Mandala I, No 9 E, Kelurahan Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.     Foto: Helmi Syarif / Sindonews  –  Rabu,15 April 2015  −  19:30 WIB
google maps
Rumah Belajar Clavius di jalan Surya Mandala I no 9E, Kedoya Utara, Jakarta Barat, tempat bimbingan belajar untuk murid-murid SD, SMP dan SMA, dimana tersangka Muhammad Prio Santoso, 24 tahun, menjadi tenaga pengajar. Dari peta Google Maps dapat diketahui gedung di sebelah kantor Clavius itu yang tampak di halaman ada banyak mobil pada foto ini, adalah kantor badan sosial Yayasan Cinta Anak Bangsa, ycabfoundation.org/support/wishlist/  jalan Surya Mandala I/ 8D, dimana diantara pengurus terdapat pak A.M. Hendropriyono yang pernah menjadi Pangdam Jaya tahun 1993-1994 dan kepala badan intelijen BIN tahun 2001-2004. Nama pak A.M. Hendropriyono memuat A.M. seperti namaku A.M. Firmansyah.      foto: google maps street view
google maps street view
google maps street view
Sebagian besar isi surat ini sudah aku selesai tuliskan pada 14 April 2015 menjelang tengah malam. Lalu keesokan hari pada pagi jam 6.45 AM tanggal 15 April 2015 muncul tweet Bill Gates mengenai soal “economic growth doesn’t always improve well-being”, yang berarti peningkatan ekonomi tidak selalu meningkatkan kebahagiaan. Jadi seperti isyarat kalaupun lukisanku dibeli, tidak kemudian aku pakai untuk bersenang-senang, karena tugas sudah menunggu seperti yang selama ini sering aku sebutkan, untuk aku melakukan perjalanan menggali inspirasi sebelum kemudian aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. 
Sebuah pesawat jet tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara dengan nomor penerbangan TS-1643 yang diterbangkan pilot Letnan Kolonel Penerbang Firman, dengan tail number TS-1643, terbakar pada pukul 08.20 di Lanud Halim Perdanakusuma. Roda pesawat dikabarkan terlepas.    metrotv – 16 April 2015    09:50 wib
Sejumlah prajurit TNI AU berjaga di dekat badan pesawat tempur F16 yang terbakar di ujung landasan pacu Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 16 April 2015. Pesawat tempur F16 ini dipiloti oleh Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono ini terbakar sekitar pukul 08.00 pagi.    tempo.co  –   ANTARA/Widodo S. Jusuf  –  Kamis, 16 April 2015 | 11:22 WIB
Sejumlah prajurit TNI AU berjaga di dekat badan pesawat tempur F16 yang ditutupi terpal di ujung landasan pacu Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 16 April 2015.      tempo.co  –  ANTARA/Widodo S. Jusuf  –  Kamis, 16 April 2015 | 12:17 WIB
Petugas menyiramkan cairan ke badan pesawat tempur F16 yang terbakar di ujung landasan pacu Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (16/4). Pesawat tempur F16 dengan nomor register TS 1643 yang dipiloti oleh Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono tersebut gagal tinggal landas (takeoff) dan terbakar sekitar pukul 08.15 WIB.     sinarharapan.co / antara  –  16 April 2015    18:12
Pilot Letkol Pnb. Firman Dwi Cahyono berhasil selamat setelah pesawat F-16 yang dibawanya, gagal melakukan lepas landas di Bandara Militer Halim, Jakarta, 16 April 2015. Pesawat ini dalam misi fly pass pembaretan warga kehormatan Presiden Jokowi di Markas Besar TNI Cilangkap.     TEMPO / Imam Sukamto – Kamis 16 April 2015
Letkol Penerbang Firman, pilot pesawat F-16 yang terbakar di Lanud Halim Perdanakusuma tadi pagi, pernah mencatat rekor dengan meraih 2.000 jam terbang menggunakan pesawat tempur F-16. Seperti dilansir situs TNI AU, Firman meraih rekor tersebut pada 20 Agustus 2013. Kesehariannya, Firman menjabat sebagai Kasi Opslat Disops Lanud Iswahjudi. Saat meraih rekor itu, Firman disematkan badge 2.000 jam dan disiram air kembang. Firman merupakan lulusan Sekolah Penerbang angkatan 56 tahun 1998. Suami dari Deasy S itu lahir di Surabaya 41 tahun lalu, dan menjadi penerbang tempur di Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi. Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna saat menjelaskan kronologi pesawat F16 terbakar.     okezone.com / Kamis, 16 April 2015 – 11:47 wib
__________________________
Ini memuat isyarat penting juga terkait “Upaya Mencegah Aku Dikutuk“, sebab Letkol Penerbang Firman Dwi Cahyono pilot pesawat F-16 yang terbakar di Lanud Halim 16 April 2015 itu menikah dengan Deasy. Mengingatkan aku pada tetanggaku dulu di jalan Sukabumi Jakarta Pusat, Desirina atau biasa dipanggil Irin, adik dari Nita. Jadi kalau aku tahun 1982 tidak menolak tawaran studi di Timur Tengah itu, mungkin aku akan menikah dengan Desirina. Namun itu berarti aku jadi pada posisi turun, karena sebelum itu aku cukup dekat dengan sang kakak. Dan itu tidak sesuai dengan kesediaanku naik menghadap Yang Maha Kuasa, ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.
Aksi skuat Denjaka di atas gedung Plaza Mabes TNI, yang akhirnya memakan korban salah seorang anggotanya. Malang benar nasib anggota Denjaka, Sertu Marinir Ilyas Hasan Kamis (16/4) pagi tadi. Maksud hati ingin memamerkan kemampuan di depan Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dalam aksi simulasi penyelamatan orang penting dari sekapan teroris, Ilyas malah jatuh dari ketinggian 15 meter, atau sekitar 2/4 dari gedung Plaza Mabes TNI. Kecelakaan ini terjadi saat Ilyas bersama sekitar 10 orang rekannya melakukan aksi untuk mengisi sela acara pengangkatan presiden sebagai warga khusus Mabes TNI di Cilangkap.       Foto: Natalia Laurens / JPNN.com – Kamis, 16 April 2015 , 12:58:00
Anggota Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) terjatuh saat atraksi simulasi pembebasan sandera teroris pengamanan KAA dalam acara pengangkatan Warga Kehormatan Pasukan Khusus kepada Presiden Joko Widodo di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, (16/4).    thejakartatimes.com
Setelah meledakkan kaca jendela dengan tongkat panjang untuk membantu dua rekan masuk lewat jendela, Anggota Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) itu harus segera meluncur ke pelataran paving-block di depan gedung dengan menggunakan tali. Tapi ada problem dengan tali sehingga dia meluncur deras ke bawah membentur pelataran.     foto: thejakartatimes.com
Anggota Satuan Penanggulangan Teror TNI berupaya melepaskan tali yang tersangkut saat ia mencoba turun dari gedung saat simulasi penyelamatan sandera di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/4/2015). Simulasi ini dilakukan dalam rangkaian acara pengukuhan Presiden Joko Widodo sebagai anggota kehormatan pasukan khusus TNI. Saat akhirnya tali berhasil diturunkan, anggota itu pun langsung terjun ke bawah. Sayangnya, tali yang mengikat badan anggota itu terlepas sebelum sampai ke dasar. Akibatnya, tubuh anggota Satgultor itu jatuh dari ketinggian 10 meter ke lantai dasar gedung.   Kompas – Kamis, 16 April 2015 | 11:26 WIB
Anggota Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) terjatuh saat atraksi pembebasan sandera teroris dalam acara pengangkatan Warga Kehormatan Pasukan Khusus kepada Presiden Joko Widodo di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, 16 April 2015.      TEMPO / Subekti – Kamis 16 april 2015
Seorang anggota Pasukan khusus TNI-AL, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), terjatuh dari atas gedung Mabes TNI saat melakukan demo pembebasan sandera pada acara pengangkatan Warga Kehormatan Pasukan Khusus kepada Presiden Jokowi di Cilangkap, 16 April 2015.    TEMPO / Subekti – Kamis 16 april 2015
Anggota Denjaka yang terjatuh dari atas gedung saat demo pembebasan sandera dalam acara pengangkatan Warga Kehormatan Pasukan Khusus kepada Presiden Jokowi di Mabes TNI Cilangkap, 16 April. Anggota tersebut mengalami patah tulang pada bagaian tubuhnya.     TEMPO / Subekti – Kamis 16 april 2015
Seorang prajurit pasukan elit mengalami insiden jatuh dari gedung saat simulasi antiteror. Prajurit Denjaka yang tergelincir tersebut nyaris tertabrak mobil yang ikut simulasi di depan gedung Soedirman, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/6). Tim Denjaka tersebut melakukan demonstrasi penangkapan teroris yang bersembunyi di dalam gedung setelah prosesi penyerahan baret dan brevet terhadap Jokowi. Naas saat turun dari helikopter dan akan meluncur masuk kedalam gedung menggunakan tali, namun talinya tak terikat dengan sempurna sehingga tergelincir ke tanah. Sampai saat ini, prajurit tersebut dibawa dan dirawat ke rumah sakit.    poskotanews.com / Kamis, 16 April 2015 — 11:42 WIB
Personel Denjaka Jatuh dari Atap Gedung Mabes TNI. jogja.tribunnews.com / Kamis, 16 April 2015    10:31

 
 

Setelah aku tulis surat sebelum ini soal aku menolak tawaran bantuan tetanggaku untuk kuliah di Timur Tengah, “Upaya Mencegah Aku Dikutuk Jadi Co-Pilot Yang Menubrukkan Umat Manusia Ke Kiamat Akibat Aku Tidak Bersyukur“, lalu muncul urutan kejadian yang seperti isyarat agar aku memanfaatkan dengan baik setiap karunia Allah, atau akan muncul azab akibat aku tidak bersyukur kepada karunia Allah dan azab itu menimpa orang-orang lain juga.

Surat itu aku tulis sebagian pada Jumat 10 April 2015 siang. Lalu keesokan hari, Sabtu 11 April 2015, muncul berita pembunuhan Deudeuh Alfi Sahrin atau dikenal juga dengan nama Tata Chubby, di rumah Kos di jalan Tebet Utara I nomer 15c Jakarta Selatan. Berita lebih lanjut menyebutkan, diduga dia bekerja sebagai seorang penjaja cinta, dengan menerima tamu laki-laki di rumah Kos maupun dapat juga dibawa ke hotel. Pada akun Twitter dia juga secara terang-terangan menyebut tarif dan nomer telpon dia.

Lalu pada Rabu 15 April 2015 pagi, muncul berita di media mengenai sang pembunuh sudah ditangkap di Bogor. Tersangka bernama Rio Santoso, dengan nama lengkap Muhammad Prio Santoso, usia 24 tahun, sudah beristri dan beranak satu umur 8 tahun. Dia bekerja sebagai pengajar pada tempat bimbingan belajar Clavius di jalan Surya Mandala I no 9 E, Kedoya Utara, Jakarta Barat. Pertama kali bertemu korban pada 2 April 2015 setelah berkenalan lewat Twitter dan SMS. Pertemuan kedua pada 10 April 2015, dan saat kencan si korban Deudeuh mengejek soal bau badan yang menyebabkan tersangka jadi tersinggung, lalu membunuh korban, diikuti dengan mengambil beberapa barang korban seperti i-Pad, Macbook, 4 HP, 3 power bank, dan uang 2,8 juta rupiah.

Dari data-data yang ada di berbagai media, tampak seperti ada pesan ke aku lewat kejadian itu. Nama korban adalah Deudeuh, seperti terkait dengan soal aku mau jual lukisan ke luar negeri sebagaimana temanku di SMP dulu yang bernama Dede, yang lukisan dia dikoleksi oleh berbagai pihak di dalam maupun di luar negeri. Dan nama panjang korban adalah Deudeuh Alfi Sahrin, mengingatkan pada ayat di surah Al Qadr, surah 97 ayat 3 “Lailatul qadri khairum min alfi syahrin” yang berarti “Malam Lailatul Qadr itu lebih baik dari seribu bulan”. Angka 1000 bulan yang memuat tiga angka nol itu seperti terkait soal kesediaanku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia dan mencegah orang-orang yang terkait dengan tiga menjadi nol karena diangkat dari dunia ini, sebab dapat menyebabkan terjadi perebutan senjata-senjata pemusnah masal yang berujung kiamat.

Nama lain dari Deudeuh Alfi Sahrin adalah Tata atau Empi, jadi seperti terkait soal kamu menjadi Ema untuk aku seperti tanteku tante Ema yang tetap hidup setelah sang suami wafat.

Seperti untuk memperkuat isyarat untuk aku, pada inteview TV-One dengan Juliana atau biasa dipanggil Ana yang menjadi pengurus rumah Kos itu, dia menceritakan bahwa menjelang korban diketemukan meninggal, dia sempat bicara dengan Mang Icang yang selama ini biasa bantu korban untuk membelikan makanan atau membereskan kamar dan lain-lain. Seseorang bernama Mang Icang itu jadi seperti terkait nama kecil kakakku Faisal yang suka dipanggil dengan nama kecil Icang atau Ical. Sedangkan yang menjadi penjaga parkir di tempat kos itu, seperti disebutkan dalam artikel di Warta Kota “wartakota.tribunnews.com/2015/04/15/penjaga-kos-sempat-disapa-pembunuh-empi?page=1“, bernama Suwardi seperti nama managerku di American Express tahun 1989 yaitu pak Wardy Bafagih. 

Bangunan rumah Kos itu memiliki empat buah jendela di lantai atas, jadi seperti terkait soal namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti empat, serta kesediaanku untuk naik menghadap Yang Maha Kuasa ketemu ajal. Dan nomer pada alamat rumah Kos itu adalah jalan Tebet Utara I nomer 15c, seperti terkait soal tetanggaku dulu Ula yang tinggal di rumah nomer 15 dan ditemukan tewas bunuh diri sebagaimana aku tulis di “Mempertahankan Tri Sula Iman Dari Menjadi Kerajaan Terakhir Umat Manusia“. Jadi terkait juga dengan kesediaanku ketemu ajal. Diberitakan pula bahwa bulan ini Deudeuh berencana untuk ketemu dengan sang pacar yang akan datang dari Kanada, selama ini belum pernah ketemu, cuma lewat Internet saja. Ini seperti terkait soal “Bill Gates Soal C Pada Cypress Yang Berarti Canada“.

Tersangka Muhammad Prio Santoso, 24 tahun, menjadi tenaga pengajar pada Rumah Belajar Clavius di jalan Surya Mandala I no 9E, Kedoya Utara, Jakarta Barat, tempat bimbingan belajar untuk murid-murid SD, SMP dan SMA. Dari peta Google Maps kemudian aku ketahui, kantor Clavius itu bersebelahan dengan  kantor badan sosial Yayasan Cinta Anak Bangsa jalan Surya Mandala I/ 8D, ycabfoundation.org/support/wishlist/  dimana diantara pengurus terdapat pak A.M. Hendropriyono yang pernah menjadi Pangdam Jaya tahun 1993-1994 dan kepala badan intelijen BIN tahun 2001-2004. Nama pak A.M. Hendropriyono memuat A.M. seperti namaku A.M. Firmansyah. Kalau aku tidak salah ingat, wajah Deudeuh Alfi Sahrin itu sering muncul kalau aku lagi browsing di Internet sejak sekitar dua tahun yang lalu, seperti memancing aku untuk menghubungi dia. Apakah barangkali memang kasus dia itu cuma rekayasa belaka, dan sekarang dia masih hidup dengan nama dan identitas lain karena sudah bebas tugas, sebab dianggap tidak berhasil menjadi pancingan untuk aku, entahlah. Kalau kerja intelijen ‘kan memang rumit dan kadang tidak terpikir oleh kita yang orang biasa. Tentu lebih penting lagi diwaspadai adalah kalau itu merupakan pancingan dari alam lain, yang kalau aku tidak lulus lalu terjadi kiamat.

Pada Kamis 16 April 2015 ada acara penganugerahan baret kepada presiden Jokowi di Markas Besar TNI Cilangkap. Pagi sebelum acara dimulai, terjadi pesawat F-16 dengan nomer registrasi TS-1643 terbakar di bandara Halim saat akan terbang sekitar jam 08.20, dengan pilot Letkol Penerbang Firman Dwi Cahyono. Namun pilot sempat keluar menyelamatkan diri. Menurut saksi mata Rahman yang berada di dekat lokasi kejadian seperti dikutip Tempo.co  awalnya ada tiga pesawat serupa yang hendak lepas landas. F16 nahas tersebut berada pada posisi paling depan formasi. Saat hendak naik, salah satu ban pesawat tersebut seperti meledak, sehingga pesawat dalam posisi miring, Rahman mendengar suara ledakan sebanyak dua kali. Sempat berjalan miring sesaat, pesawat itu langsung terguling berkali-kali. Bersamaan dengan tergulingnya pesawat tersebut, ujar Rahman, api langsung menyembur dari arah belakang sayap. Setelah pesawat berhenti berguling, Rahman melihat mobil pemadam kebakaran segera mendekat ke lokasi jatuhnya pesawat, sedangkan dua pesawat yang lain melanjutkan terbang. Media lain menyebutkan semula ada 4 pesawat, lalu setelah satu pesawat mengalami kebakaran itu jadi cuma tiga pesawat yang melanjutkan terbang.

Ini memuat isyarat penting juga terkait “Upaya Mencegah Aku Dikutuk“, sebab Letkol Penerbang Firman Dwi Cahyono pilot pesawat F-16 yang terbakar di Lanud Halim 16 April 2015 itu menikah dengan Deasy. Mengingatkan aku pada tetanggaku dulu di jalan Sukabumi Jakarta Pusat, Desirina atau biasa dipanggil Irin, adik dari Nita. Jadi kalau aku tahun 1982 tidak menolak tawaran studi di Timur Tengah itu, mungkin aku akan menikah dengan Desirina. Namun itu berarti aku jadi pada posisi turun, karena sebelum itu aku cukup dekat dengan sang kakak. Dan itu tidak sesuai dengan kesediaanku naik menghadap Yang Maha Kuasa, ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Menurut kabar kemudian, pesawat yang mengalami kecelakaan itu sedang latihan untuk acara Konferensi Asia Afrika yang akan digelar di Jakarta dan Bandung pada 20-23 April 2015, sekaligus memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika yang pernah diselenggarakan di Bandung tahun 1955. Pesawat F-16 merupakan pesawat tempur buatan AS, dan yang mengalami kecelakaan itu adalah bagian dari hibah pemerintah AS kepada pemerintah Indonesia.

Lalu di Markas Besar TNI Cilangkap pada Kamis 16 April 2015 itu juga dalam acara penganugerahan baret kepada presiden Jokowi, saat sedang dilakukan demo penanggulangan terorisme di salah satu gedung, Serma Ilyas Hasan seorang prajurit dari kesatuan elite TNI AL Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) yang tergabung dalam Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) mengalami problem dengan tali saat menuruni atap gedung. Sehingga meluncur deras dari ketinggian sekitar 15 meter dengan posisi wajah menghadap ke bawah, dan langsung tidak sadarkan diri saat membentur halaman yang berupa paving block. Nama prajurit Serma Ilyas Hasan itu seperti memuat juga AS, Amerika Serikat.

Jadi urutan kejadian-kejadian itu seperti peringatan dari langit, agar kalau dalam waktu dekat ini lukisan-lukisanku dibeli oleh Bill Gates, aku jangan larut dalam kesenangan duniawi sebab dapat membahayakan orang-orang lain. Lebih baik aku mewujudkan rencanaku melakukan perjalanan menggali inspirasi ke berbagai tempat di dunia sebelum ketemu ajal.

 
 

Jakarta,  19 April 2015.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: