AB843. Gempa Nepal 7,8 SR Pada 25 April 2015 Dan Urgensi Kesempatan Kedua Mencegah 30

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Gempa Nepal 7,8 SR Pada 25 April 2015 Dan
Urgensi Kesempatan Kedua Mencegah 30

 
 

Pada 9 April 2015 muncul email dari Linkedin mengenai beberapa orang yang mungkin penting untuk aku jalin kontak, antara lain adalah William Mould atau yang biasa dipanggil Bill Mould dengan foto seperti yang sudah pernah aku muat di “Soal Dua GM Graeme Laird Dan Bill Mould, Dan Aku 16KQYyK Dari Hongkong“. Sebelum itu aku tidak berpikir untuk klik “contact” kalau lihat akun Bill Mould di Linked-in, tapi pada 9 April 2015 itu aku pikir penting juga kalau aku ada kontak dengan dia, jadi aku klik “contact”. Itupun aku tidak terlalu berharap dia masih ingat sama aku, sebab yang kerja di Amex ‘kan ada ratusan orang dan aku cuma disitu 6 bulan.
Ternyata ada respon positif, pada tanggal 14 April 2015 muncul email lain dari Linked-in berisi “William has accepted your invitation”, persetujuan Bill Mould untuk menerima undanganku agar menjadi kontak dengan aku di Linked-in.
Namun sekedar menerima undanganku untuk menjalin kontak di Linked-in tentu belum berarti dia masih ingat sama aku. Sebab dalam media sosial seperti itu, siapapun dapat menjalin kontak dengan siapapun meski belum pernah kenal. Maka pada 17 April 2015 aku kirim pesan seperti diatas itu dengan topik “Long Time No See Since Amex 1989”, menyebutkan aku pernah jadi Membership Representative saat Bill Mould jadi GM di American Express tahun 1989, dan manajer di bagianku saat itu adalah pak Wardy Bafagih.
Respon dari Bill Mould dimuat beberapa jam kemudian pada 17 April 2015 juga, menyebutkan masih ingat dengan aku dan pak Wardy. Tapi aku baru baca respon itu pada 21 April 2015 malam, karena masih sibuk dengan surat sebelum ini  “Urutan Peringatan Setelah Surat Soal Upaya Mencegah Aku Dikutuk Jadi Co-Pilot Menuju Kiamat“, antara lain soal urutan kejadian yang cukup mencekam berupa kasus pembunuhan Tata Chubby yang seperti ada kaitan dengan aku, kecelakaan pesawat F-16 terbakar dengan pilot bernama Firman, dan seorang pasukan komando dari Denjaka bernama Ilyas Hasan jatuh dari ketinggian 15 meter di Mabes TNI Cilangkap saat demo penanggulangan terorisme, di depan presiden Jokowi dalam acara penganugerahan baret kepada presiden Jokowi. Serta juga gol Eden Hazard yang seperti isyarat tanda bahaya dari surga.
Respon dari Bill Mould 17 April 2015 itu aku simpan di laptopku pada 21 April 2015 sekitar jam 9 malam. Dan beberapa jam kemudian muncul dua tweet Bill Gates pada jam 3.47 AM dinihari 22 April 2015 berupa “UK aid” dan “meat”. Jadi seperti terkait aku baca reply dari Bill Mould itu, sebab Bill Mould menyebutkan di reply dia bahwa dia sekarang tinggal di UK. Sedangkan kata “meat” yang kedengaran seperti “meet” seperti isyarat agar aku segera meeting dengan Bill Mould dan Bill Gates.
Pada 22 April 2015 juga, malam hari jam 7.35PM waktu Jakarta Bill Gates memuat tweet lain berupa ucapan selamat kepada Elizabeth Kolbert yang mendapat hadiah Pulitzer 2015 untuk buku dia “The Sixth Extinction”, soal kepunahan ke enam di dunia ini yang diakibatkan oleh kerusakan alam akibat umat manusia. Buku “The Sixth Extinction” itu sudah pernah juga aku muat di “Bill Gates Soal Kepunahan Ke Enam“.
Sekitar tiga hari setelah tweet Bill Gates yang seperti merespon aku baca pesan dari Bill Mould itu, atau sekitar 8 hari setelah pesan Bill Mould itu dikirim ke aku, muncul berita gempa bumi besar di Nepal pada 25 April 2015 dengan kekuatan 7,8 SR. Merupakan gempa besar yang baru muncul lagi di Nepal, setelah sekitar 81 tahun lalu pernah juga terjadi gempa besar 8 SR di tahun 1934 dengan korban tewas 10.000 orang. Jadi seperti ada isyarat dari langit bahwa ada tugas penting yang harus aku jalani bersama Bill Mould dan Bill Gates.
googlemaps street view
Gempa bumi 7,8 SR di Nepal pada 25 April 2015 itu seperti terkait dengan “Peringatan Berlapis Di Sekolahku Agar Tidak 30“, mengenai sejak di Taman Kanak-Kanak seperti sudah muncul peringatan untuk aku untuk mencegah 30. Sebab nama negara Nepal mengingatkan pada kepala sekolahku di SMP Trisula yaitu bu Palenewen atau biasa dipanggil bu Pal, yang oleh para murid suka juga disebut Nek Pal singkatan dari Nenek Palenewen, karena memang beliau sudah cukup tua.
Karena nama negara Nepal itu mengingatkan aku pada bu Pal kepala sekolahku di SMP Trisula dulu, aku jadi mencari barangkali ada yang memuat foto bu Pal di Internet. Namun tidak ada, dan yang ada justru mengejutkan juga untuk aku, yaitu ada beberapa tweet mengenai bu Pal dan salah satu adalah dari Addie MS, pimpinan Twilight Orchestra. Tweet itu sudah lama, bertanggal 24 Desember 2012, menyebutkan soal “mengunjungi bekas kepala sekolah SMPku bu Palenewen 95 th”. Selama ini aku cuma tahu Addie MS itu satu tahun di bawah aku di SMA 3 bersama Ikang Fauzi, aku tidak tahu kalau dia juga di SMP Trisula. Mungkin dia baru masuk ke SMP Trisula saat kelas 3, waktu aku sudah lulus. Sebab dia memang anak diplomat, jadi sebelum itu mungkin dia masih di luar negeri ikut tugas sang ayah.
indonesianfilmcenter.com
Karena aku terheran-heran baru mengetahui kalau Addie MS pimpinan Twilight Orchestra itu ternyata sekolah di SMP Trisula juga seperti aku, satu tahun di bawahku, maka aku ungkapkan keherananku itu pada tweet ke Addie MS pada 25 April 2015 malam jam 9.50 PM seperti terlihat di atas. Dan beberapa jam kemudian pada 26 April 2015 jam 1.38 AM atau sekitar 3 jam 48 menit kemudian, muncul tweet Bill Gates memuat retweet terhadap pesan dari Sue Desmond-Hellmann, CEO dari Bill and Melinda Gates Foundation mengenai soal gempa bumi Nepal juga. Nama depan dan tengah Sue Desmond-Hellmann itu kalau disingkat jadi SD, sehingga Bill Gates seperti sudah memahami gempa bumi Nepal itu seperti merupakan isyarat soal aku harus mencegah momen yang aku alami dulu, ketika sebelum masuk ke SMP, aku lulus SD mendapat nilai 30. Sebab kalau orang-orang yang terkait dengan 3 menjadi kosong, dapat terjadi perebutan senjata-senjata pemusnah masal yang berujung ke kiamat.
Gempa bumi 7,8 SR di Nepal pada 25 April 2015 itu jadi semakin seperti terkait dengan aku, karena diantara bangunan yang runtuh ada yang berupa menara, seperti terkait dengan ide bangunan dengan dua menara yang aku muat di “Upaya Mencegah Aku Dikutuk Jadi Co-Pilot Yang Menubrukkan Umat Manusia Ke Kiamat Akibat Aku Tidak Bersyukur“.  Sehingga gempa Nepal itu seperti isyarat aku mendapat kesempatan kedua melalui penjualan lukisan-lukisanku yang bernilai historis untuk aku berbuat kebaikan sebelum ketemu ajal.
Historic Dharahara tower collapses in Kathmandu, Nepal, after the earthquake.    The Guardian / Photograph: EPA/EPA – Sunday 26 April 2015   00.24 BST
Dharahara Tower This nine-story structure was built in 1832 on orders from the queen. It was made of bricks about a foot and a half thick, and had recently been reopened to the public. Sightseers could ascend a narrow spiral staircase to a viewing platform around 200 feet above the city.    nyt.com / APRIL 25, 2015
People inspect the damage of the collapsed landmark Dharahara, also called Bhimsen Tower, after an earthquake caused serious damage in Kathmandu, Nepal, 25 April 2015.    telegraph.co.uk / (EPA) – 2:33PM BST 25 Apr 2015
Nepal flag   nepalhomepage.com
bbc.com
welcomenepal.com
theguardian.com
Sunday 26 April 2015  17.59 BST
Nepal dikenal di seluruh dunia sebagai negara tujuan para pecinta alam / pendaki gunung yang akan mendaki ke puncak pegunungan tertinggi dunia Mount Everest, dengan ketinggian puncak 8.848 meter, bagian dari pegunungan Himalaya. Pada gempa Nepal 25 April 2015 disebutkan ada 18 orang tewas di Base Camp jalur pendakian Mount Everest akibat tertimpa avalanche, longsoran salju yang mendadak muncul terkena getaran gempa.
theguardian.com
Climbers stand amid the debris at Everest base camp.     The Guardian / Photograph: Azim Afif/EPA – Monday 27 April 2015    05.33 BST
Climbers walk down a path from Mount Everest after expeditions were canceled following Saturday massive earthquake in Nepal.    The Washington Post (Phurba Tenjing Sherpa/Reuters) 25 April 2015
Google executive killed

in Nepal earthquake while

hiking Everest

Google executive Dan Fredinburg died while climbing Mt. Everest during the massive Nepal earthquake on Saturday
CNNMoney (New York)
April 26, 2015 : 6:46 PM ET
Fredinburg was privacy director for the company’s Google X team, which is responsible for some of the search company’s more forward-thinking initiatives, including driverless cars and Google Glass. A frequent and experienced climber, Fredinburg was scaling Everest with two other Google employees this weekend, while a 7.8-magnitude earthquake caused an avalanche. Though the other two Googlers survived along with other sherpas and climbing team members, Fredinburg succumbed to a severe head injury, according to an Instagram post on his account written by his sister. Fredinburg formed the Google Adventure Team, which mapped exotic locations for Google’s Street View tool. The team took 360-degree photos of the summit of Mt. Everest and the Great Barrier Reef in Australia, among others. In a blog post, Fredinburg’s boss, Google’s privacy director Lawrence You, said that Google’s crisis response team has launched Person Finder to help victims families locate their loved ones. Google is also working to get updated satellite imagery to help the recovery effort.
‘One of a kind’: Sophia Bush and Dan Fredinburg in 2013.     mirror.co.uk – 07:41, 26 April 2015
Dan Fredinburg, who was privacy director for Google X, was an experienced climber.    CNN
Dan Fredinburg, with then-girlfriend Sophia Bush, arrives at the Do Something Awards at the Avalon in Los Angeles in July 2013. latimes.com (Jordan Strauss / Invision)  –  April 26, 2015    5.05 PM
Emergency rescue workers clear debris in Basantapur Durbar Square while searching for survivors in Kathmandu on April 25, 2015. time.com / omar havana / getty images – April 26, 2015
Damage in the city of Kathmandu after a massive earthquake strikes Nepal. abcnews.go.com / Apr 26, 2015, 6:58 AM ET
A victim of Nepal’s earthquake lies in the debris of the Dharara tower after it collapsed.     Global News / (Omar Havana/Getty Images)  – April 25, 2015     9:57 am
People try to free a living man from the rubble of a destroyed building after an earthquake hit Nepal. theindependent.co.uk / Monday 27 April 2015
People carry a victim who was removed from the collapsed Dharara tower following the earthquake in Kathmandu. timecom / omar havana / getty images – April 25, 2015   5:30 PM
People walk along a damaged road in Kathmandu. A powerful earthquake has rocked Nepal, wrecking buildings, injuring dozens of people and causing an unknown number of deaths, eyewitnesses say. The quake measured 7.9 and struck an area between the capital Kathmandu and the city of Pokhara, the US Geological Survey said. Tremors were felt across the region, as far afield as Pakistan, Bangladesh and neighbouring India. A Nepali minister said there had been ‘massive damage’ at the epicentre.     nbcnews.com / Credit Image: © Xinhua / ZUMA Wire – April 25, 2015
Ada kejadian lain yang seperti memperkuat isyarat gempa Nepal 25 April 2015 itu, sebagaimana aku sebutkan diatas gempa Nepal itu seperti terkait soal aku harus mencegah momen ketika sebelum masuk ke SMP aku lulus SD mendapat nilai 30. Sebab kalau orang-orang yang terkait dengan 3 menjadi kosong, dapat terjadi perebutan senjata-senjata pemusnah masal yang berujung ke kiamat. Satu hari setelah gempa Nepal 25 April 2015 itu, ada pertandingan Premier League di stadion Goodison Park di kota Liverpool 26 April 2015 antara Everton vs Manchester United, yang berakhir dengan skor 3-0. Nama tim Everton itu, dimana kata “ever” berarti “at all times, at any time”, dan “ton” seperti berarti “to end”, sehingga nama tim Everton itu seperti terkait soal aku harus “to end at any time, at all times”, aku harus konsisten untuk berakhir dari dunia fana ini. Sebab isyarat-isyarat itu sudah muncul sejak lama seperti aku tulis di “Peringatan Berlapis Di Sekolahku Agar Tidak 30“.

 
 

Seperti biasa Linked-in sering kirim email berisi lowongan kerja yang sesuai profilku, atau berisi daftar orang-orang yang mungkin penting untuk ada kontak dengan aku. Antara lain soal yang pernah aku tulis mengenai lowongan di DoubleTree Hilton. Pada 9 April 2015 muncul email dari Linkedin mengenai beberapa orang yang mungkin penting untuk aku jalin kontak, dan ada nama yang disertai beberapa baris keterangan mengenai William Mould atau yang biasa dipanggil Bill Mould dengan foto seperti yang sudah pernah aku muat di “Soal Dua GM Graeme Laird Dan Bill Mould, Dan Aku 16KQYyK Dari Hongkong“.

Sebelum itu aku tidak berpikir untuk klik “contact” kalau lihat akun Bill Mould di Linked-in, tapi pada 9 April 2015 itu aku pikir penting juga kalau aku ada kontak dengan dia, jadi aku klik “contact”. Itupun aku tidak terlalu berharap dia masih ingat sama aku sebab yang kerja di Amex ‘kan ada banyak, dan setelah itu dia masih kerja lagi di beberapa kantor lain seperti NBC dan BBC. Beberapa hari kemudian pada tanggal 14 April 2015 muncul email lain dari Linked-in, berisi persetujuan Bill Mould untuk ada kontak dengan aku di Linked-in. Untuk memastikan dia betul William Mould yang dulu GM di Amex saat aku kerja disitu tahun 1989, maka pada 17 April 2015 aku kirim message “Long Time No See Since Amex 1989”, menyebutkan bahwa tahun 1989 waktu dia jadi GM di Amex, aku berada di bawah manager pak Wardy Bafagih.

Setelah 17 April 2015 itu, aku tidak buka email selama beberapa hari karena sibuk dengan surat sebelum ini, “Urutan Peringatan Setelah Surat Soal Upaya Mencegah Aku Dikutuk Jadi Co-Pilot Menuju Kiamat” yang berisi persoalan cukup berat juga, soal Tata Chubby terbunuh yang seperti ada kaitan dengan aku, soal pesawat F-16 terbakar dengan pilot bernama Firman, dan seorang prajurit Denjaka terjatuh di Mabes TNI saat acara pemberian baret kepada presiden Jokowi, serta juga gol Eden Hazard yang seperti isyarat tanda bahaya dari surga.

Tanggal 21 April 2015 baru aku buka email, dan ternyata ada reply dari William Mould yang dia muat cuma beberapa jam setelah aku kirim messageku pada 17 April 2015 itu. Reply dari Bill Mould berisi dia masih ingat sama aku dan juga pak Wardy, juga menjelaskan setelah dari Amex Jakarta dia kerja di NBC/CNBC di Hongkong, yang setahu aku ada kaitan juga dengan Microsoft, dan kemudian dia kerja di BBC London. Secara keseluruhan dia sudah kerja di sekitar 100 negara. Sempat pula berbisnis di Penang Malaysia tahun 2010-2012, dan sekarang pensiun bersama istri di UK.

Dan, ini yang menarik, setelah aku buka email yang berisi reply dari Bill Mould di Linked-in itu pada tanggal 21 April 2015 menjelang jam sembilan malam dan lalu aku simpan di laptop, kemudian pada keesokan hari saat aku buka Twitter ternyata ada 2 tweet dari Bill Gates yang seperti terkait soal reply Bill Mould itu. Kedua tweet Bill Gates itu dimuat pada jam yang sama yaitu 3.47 AM dinihari wakltu Jakarta 22 April 2015. Tweet yang satu memuat soal konsumsi daging atau “meat” dalam bahasa Inggris, dan yang satu lagi memuat soal UK-aid, bantuan pemerintah Inggris kepada negara-negara miskin di dunia. Kedua tweet Bill Gates itu jadi seperti memuat isyarat agar aku “meet”, bertemu dengan Bill Mould yang ada di UK maupun dengan Bill Gates.

Diikuti kemudian dengan gempa bumi 7,8 SR di Nepal pada 25 April 2015. Nama negara Nepal mengingatkan aku pada SMP Trisula jalan Pariaman 17 Jakarta Selatan tempat aku sekolah dulu, dimana kepala sekolah bernama bu Palenewen atau disingkat bu Pal, dan suka disebut pula sebagai “Nek Pal” singkatan dari “nenek Pal” oleh para murid, karena memang beliau saat itu sudah tidak muda, rambut beruban, jadi seperti nenek-nenek. Saat aku cari siapa tahu ada yang pernah memuat foto bu Pal di Internet, ternyata yang muncul adalah beberapa tweet, antara lain dari Addie MS yang menyebut sedang mengunjungi bekas kepala sekolah di SMP Trisula dulu bu Palenewen. Tweet dari Addie MS itu dimuat pada 12 Desember 2012, dan dia menyebut pula usia bu Palenewen saat dia kunjungi itu adalah 95 tahun. Terus terang aku baru tahu kalau Addie MS itu dulu di SMP Trisula juga, selama ini aku cuma tahu dia itu di SMA 3 satu tahun dibawahku, waktu SMA dulu dia  berambut kribo dan akrab sama Ikang Fauzi. Mungkin Addie MS baru masuk ke SMP Trisula saat kelas 3, waktu aku sudah lulus, karena dia memang anak dari seorang diplomat sehingga mungkin sering pindah-pindah negara sesuai penugasan sang ayah.

Diantara bangunan yang runtuh akibat gempa di Nepal itu adalah sebuah menara yang dikenal dengan nama Dharahara Tower atau dikenal juga dengan nama Bhimsen Tower. Bentuk menara itu sepintas mirip bagian dari ide bangunan yang aku muat di surat 12 April 2015 “Upaya Mencegah Aku Dikutuk Jadi Co-Pilot Yang Menubrukkan Umat Manusia Ke Kiamat Akibat Aku Tidak Bersyukur“, soal aku menolak tawaran bantuan tetanggaku untuk studi di Timur Tengah. Sehingga gempa Nepal itu seperti isyarat aku mendapat kesempatan kedua melalui penjualan lukisan-lukisanku yang bernilai historis untuk aku berbuat kebaikan sebelum ketemu ajal.

Berita mutakhir yang muncul saat aku tulis surat ini, gempa bumi 7,8 SR di Nepal pada 25 April 2015 itu menimbulkan korban tewas yang sudah mencapai angka 5000 orang. Gempa Nepal 25 April 2015 itu merupakan gempa besar yang baru terjadi lagi di Nepal setelah gempa 81 tahun yang lalu pada tahun 1934 dengan kekuatan 8 SR menewaskan 10.000 orang. Nama negara Nepal yang seperti terkait dengan kepala sekolahku di SMP Trisula dulu bu Pal, jadi seperti isyarat dari langit terkait soal sebelum aku masuk SMP Trisula aku lulus dari SD Trisula dengan nilai 30. Padahal kalau orang-orang yang terkait 3 diangkat dari dunia ini, dapat terjadi perebutan senjata-senjata pemusnah massal yang berujung ke kiamat. Dan gempa Nepal itu terjadi sekitar 8 hari setelah Bill Mould yang dulu GM di American Expess saat aku kerja disitu tahun 1989 memuat message pertama untuk aku pada 17 April 2015 yang menyebut masih ingat sama aku dan pak Wardy. Sehingga seperti isyarat urgensi kalau Bill Gates beli lukisanku maka aku harus mewujudkan rencana perjalanan ke berbagai tempat di dunia, sebelum kemudian aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Satu hari setelah gempa Nepal 7,8 SR 25 April 2015 dengan korban tewas 5000 orang itu, muncul isyarat lain berupa pada pertandingan Premier League 26 April 2015 antara Everton vs Manchester United di stadion Goodison Park kota Liverpool, Inggris, skor akhir adalah 3-0. Nama tim Everton itu, dimana kata “ever” berarti “at all times, at any time”, dan “ton” seperti berarti “to end”, sehingga nama tim Everton itu seperti terkait soal aku harus “to end at any time, at all times”, aku harus konsisten untuk berakhir dari dunia fana ini. Sebab isyarat-isyarat itu sudah muncul sejak lama seperti aku tulis di “Peringatan Berlapis Di Sekolahku Agar Tidak 30“.

 
 

Jakarta,  29 April 2015.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: