AB754. Bill Gates Melalui Siem Reap Ke Pailin

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Bill Gates Melalui Siem Reap Ke Pailin

 
 

Ide desain lukisan baru “Bill Gates Bertopi Gajah Mada”, ukuran 75 x 81 cm, akrilik pada kanvas.
https://sucks.malarianomore.org/ms#donate
https://sucks.malarianomore.org/ms#donate
World facing polio health emergency
BBC – 5 May 2014 Last updated at 17:23
The World Health Organization (WHO) has declared the spread of polio is an international public health emergency. Outbreaks in Asia, Africa and Middle East are an “extraordinary event” needing a co-ordinated “international response”, the agency says. It recommends citizens of affected countries travelling abroad carry a vaccination certificate.

Polio mainly affects children under five years old. The virus is transmitted through contaminated food and water, and multiplies in the intestine. It can then invade the nervous system, causing paralysis in one in every 200 infections. It is capable of causing death within hours.

It is only the second time in the WHO’s history it has made such a declaration, the first being during the swine flu pandemic of 2009, the BBC’s Imogen Foulkes in Geneva reports.

The polio virus is endemic in just three countries – Pakistan, Afghanistan, and Nigeria. But attacks on vaccination campaigns in Pakistan in particular have allowed the virus to spread across borders.

Polio, Spreading Abroad, Threatens US
ABC News  –  May 5, 2014
By KATIE MOISSE via World News
A resurgence of polio in the Middle East and Africa has sparked a dire warning from public health officials, including U.S. experts who fear the deadly virus is just a plane ride away. At least 10 countries are reporting cases of polio – a virus that can cause paralysis and even death.

“If unchecked, this situation could result in failure to eradicate globally one of the world’s most serious vaccine-preventable diseases,” the World Health Organization said in a statement today, calling the spread of polio in 2014 an “extraordinary event” and a “public health emergency of international concern.”

Childhood vaccines eliminated polio from the U.S. in 1979, and are still used today to prevent new infections. But more and more parents are delaying vaccines or skipping them altogether, leaving their children vulnerable to deadly diseases, according to Dr. William Schaffner, chair of preventive medicine at Vanderbilt University in Nashville, Tennessee.

Polio spreads through contact with saliva and feces, according to the National Institutes of Health. The virus is currently being exported from Pakistan, Cameroon and Syria, and has turned up in Afghanistan, Equatorial Guinea, Ethiopia, Iraq, Israel, Somalia and Nigeria.

What It Takes to Wipe Out Malaria

By Bill Gates on April 25, 2014

Many tourists know Siem Reap, Cambodia, as the base for exploring the beautiful 12th-century ruins at Angkor Wat. But when Melinda and I stopped there last week, we weren’t thinking about visiting a historic site. In fact we may have been the first visitors who ever passed through Siem Reap and skipped the temples completely.

We were on our way to see another piece of history in the making—Cambodia’s effort to eliminate malaria from within its borders. What we saw may eventually point the way toward a goal that’s shared by many of us in the global health community: eradicating malaria.

Malaria is one of the biggest killers of children on the planet, and Cambodia has made phenomenal progress fighting it over the past decade or so. Deploying an army of more than 3,000 village malaria workers who administer tests, give out medicine, and distribute bednets, they have reduced malaria from about 130,000 cases in 2000 to about 2,000 in 2012. Now the goal is to build on this progress by wiping out malaria entirely within Cambodia.

From Siem Reap, Melinda and I traveled to the remote province of Pailin in western Cambodia, near the border with Thailand, where researchers are running a pilot project to explore the best way to eliminate malaria.

buzzle.com funny-pictures.picphotos.net
Grim Reaper atau kalau di Indonesia lebih dikenal Malaikat Maut, merupakan sosok yang populer di Amerika dan Eropa dan sering muncul di film-film Holywood, terbang melayang mencari orang-orang yang akan ketemu ajal. Grim Reaper digambarkan sebagai tokoh berjubah hitam, memegang tongkat panjang yang di bagian ujung ada sabit besar. Tongkat itu adalah scythe, alat pertanian yang biasa digunakan untuk panen gandum pada jaman dahulu sebelum ada traktor.
americanpreppersnetwork.com funny-pictures.picphotos.net
Meskipun secara umum Grim Reaper digambarkan sebagai tokoh laki-laki, tapi dalam kostum untuk Haloween ada juga Grim Reaper yang perempuan seperti pada foto ini. Jadi kurang lebih seperti kamu yang akan menjadi Grim Reaper untuk aku.

 
 

Tanggal 6 Mei 2014 sekitar jam tiga siang aku bikin foto dari sudut depan samping, berusaha untuk mirip sama Gajah Mada, untuk dibuat desain lukisan baru “Bill Gates Bertopi Gajah Mada”  terkait kunjungan Bill Gates ke Yogya dengan bertopi Universitas Gajah Mada awal April 2014 yang lalu. Memang sudah lama aku berpikir wajahku lebih mudah untuk menyerupai Gajah Mada, dibandingkan kalau harus menyerupai Elvis Presley, atau Paul McCartney, atau Burt Reynolds, atau Justin Timberlake.

Sehari kemudian muncul respon Bill Gates pada 7 Maret 2014 sekitar Subuh jam 4.00 AM waktu Jakarta, berupa tweet mengenai @MalariaNoMore dengan kode link “1lVgmVT”. Situs terkait pada link itu adalah mengenai sumbangan untuk membantu penyelamatan jiwa dari penyakit Malaria. Jumlah sumbangan mulai dari satu dollar, 25 dollar, 50 dollar, 100 dollar, atau jumlah diluar jumlah nominal itu, yang dapat ditulis oleh penyumbang pada kotak yang tersedia di situs web itu. Para penyumbang kemudian dapat memilih untuk menerima paket permen Lollypop, dan setelah itu diminta untuk berfoto selfie dengan permen Lollypop itu yang ada logo Malaria Sucks.

Karena aku belum dapat ikut menyumbang, sebab aku tidak punya kartu kredit untuk bertransaksi lewat Internet, maka aku cuma ikut sumbang foto selfie yang kemudian dilengkapi dengan gambar permen lollypop berlogo Malaria Sucks yang disediakan oleh situs itu. Saat aku mengolah fotoku yang akan aku muat itu, baru aku perhatikan bahwa permen lollypop Malaria Sucks berbentuk bundar itu seperti latar belakang fotoku itu yaitu lukisanku “Drive Electric”, yang di bagian tengah ada mesin pengisi batere mobil listrik dengan logo charger mobil listrik berbentuk bundar di atas. Entah apakah program amal permen lollypop Malaria Sucks itu memang terinspirasi oleh lukisanku itu, yang mulai aku kerjakan sejak 16 Oktober 2012.

Tweet lain yang juga penting diperhatikan adalah yang sebelum tweet diatas itu, dan seperti respon ke tweet yang aku kirim ke Bill Gates soal Polio yang belakangan ini disebut mulai merebak lagi. Pada 6 Mei 2014 malam sambil melihat acara Indonesia Lawyres Club di TV-One yang dimulai jam 19.30, sempat terlihat ada newsticker mengenai WHO menyebutkan ada 10 negara dimana ditemukan lagi kasus Polio. Dan aku langsung cari info lebih lanjut di Internet. Dari berbagai sumber yang ada di media, disebutkan bahwa pada Senin 5 Mei 2014 badan kesehatan dunia WHO telah mendeklarasikan keadaan emergensi kesehatan global akibat kemunculan kembali kasus Polio di 10 negara. Dan ini baru untuk kedua kali WHO mendeklarasikan keadaan emergensi kesehatan global, sejak diijinkan oleh peraturan pada tahun 2007. Yang pertama adalah keadaan darurat kesehatan global yang dikeluarkan WHO pada tahun 2009 untuk kasus flu babi H1N1.

Padahal pada tahun yang lalu, seperti sering juga aku sebutkan di surat-surat sebelum ini, Polio sudah menjelang berhasil dieradikasi, dimusnahkan dari muka bumi, dan Bill Gates sudah menggelontorkan ratusan juta dollar untuk mendukung program itu. Mungkin juga Bill Gates sempat terpikir untuk mengasosiasikan penghapusan Polio dari muka bumi itu dengan soal pak Naufal yang polisi dan dikabarkan pernah menikah sama kamu, dan lukisan-lukisanku yang memuat Bill Gates bersama kamu. Jadi pengertian menghapus Polio itu seperti menghapus agar jangan polisi dan Bill Gates menjadi kosong.

Kasus penyakit Polio tahun yang lalu sudah tinggal di 3 negara saja, yaitu di Pakistan, Afghanistan, dan Nigeria, masing-masing dengan hambatan tertentu. Di Pakistan, karena terdiri dari berbagai suku pedalaman, sehingga seringkali menghambat pekerja kesehatan untuk melakukan vaksinasi Poilio. Di Afghanistan karena pihak Taliban melarang vaksinasi Polio. Di Nigeria karena ada konflik wilayah berupa pemberontakan oleh kelompok Boko Haram. Namun sekarang kasus Polio mulai ditemukan lagi di 10 negara, Afghanistan, Equatorial Guinea, Ethiopia, Irak, Israel, Somalia, Nigeria, Pakistan, Kamerun dan Syria.

Jadi aku segera memuat tweet ke Bill Gates mengenai soal Polio itu, pada 6 Mei 2014 malam jam 9.23 PM waktu Jakarta, “Not a good news about Polio, WHO declared on Monday that the previous only three countries left has increased to ten countries”. Respon Bill Gates muncul dua jam kemudian pada jam 11.23 PM berupa soal penyebaran penyakit dalam hal ini Malaria, yang juga dimungkinkan secara meluas melalui manusia. Seperti terlihat pada grafis terkait, kalau melalui nyamuk, usia nyamuk cuma beberapa hari saja. Sedangkan kalau melalui manusia, dapat mencapai 15 tahun. Juga area cakupan, kalau nyamuk cuma bisa menjangkau beberapa kilometer saja, sedangkan manusia bisa melakukan perjalanan ribuan kilometer ke berbagai penjuru dunia. Jadi demikian pula dengan kasus penyakit lain termasuk Polio, yang dapat tersebar oleh aktifitas mobilitas manusia dari satu negara ke negara lain.

Pada pesan twitter itu ada dua kode link, yang untuk artikel adalah “1ikn1Dp”  dan yang untuk foto “JMA3MjcrKW”. Kode link yang untuk artikel, menuju ke gatesnotes.com berupa artikel tentang kunjungan Bill Gates ke Kamboja. Ini penting untuk diperhatikan, karena tempat yang dikunjungi di Kamboja itu adalah Pailin, setelah melalui Siem Reap yang ada situs terkenal semacam candi yang bernama Angkor Wat. Akan tetapi sedemikian penting tujuan ke Pailin itu sehingga Bill dan Melinda Gates sama sekali tidak mampir ke Siem Reap yang ada situs bersejarah Angkor Wat itu. “….we may have been the first visitors who ever passed through Siem Reap and skipped the temples completely…..”

Ini seperti isyarat Bill Gates terkait persoalan kita. Sebab “Siem” pada nama wilayah Siem Reap itu seperti berarti “si Ema” terkait dengan status kamu sebagai si Ema untuk aku, seperti tanteku tante Ema yang tetap hidup setelah sang suami wafat. Sedangkan “Reap” mengingatkan pada istilah Grim Reaper, yang kalau dalam istilah kita adalah malaikat maut. Grim Reaper merupakan personifikasi dari kematian, dan populer di Eropa dan Amerika. Mungkin kamu sering lihat juga di film-film Holywood, bagaimana sosok Grim Reaper itu seringkali muncul, digambarkan melayang terbang mencari manusia yang akan ketemu ajal, berupa sosok berjubah hitam, memegang tongkat panjang yang di bagian ujung ada semacam sabit besar, karena tongkat itu memang merupakan alat pertanian untuk melakukan panen gandum jaman dulu. Tapi untuk Grim Reaper, yang dipanen adalah nyawa manusia.

Kunjungan Bill dan Melinda Gates ke Kamboja yang melalui Siem Reap itu adalah menuju ke wilayah Pailin dekat perbatasan Thailand. Nama wilayah Pailin itu mengingatkan pada Sarah Palin, yang pada 4 Desember 2006 disumpah menjadi gubernur perempuan pertama dan gubernur paling muda di Alaska, AS. Lalu pada Agustus 2008 Sarah Palin ditunjuk oleh John McCain untuk menjadi cawapres mendampingi capres John McCain pada pemilihan presiden AS tahun 2008. Seperti aku sebut di surat “Everton MU 2-0 Soal Alaska Dan Bill Gates Soal 0.58“, keinginanku menikah sama kamu adalah agar posisiku seperti Alaska, negara bagian Amerika Serikat yang berada pada posisi paling atas kalau dilihat di peta. Jadi sesuai kesediaanku untuk naik menghadap Allah SWT ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Kode link kedua pada tweet itu, “JMA3MjcrKW”, seperti berarti jangan Ema untuk 3 mati, jangan cari yang KW-KW. Isitilah KW terkenal belakangan ini dalam dunia jual beli, yang berarti produk yang tidak asli. Misalkan HP merk tertentu tapi yang KW, berarti bukan yang asli. Atau sering pula untuk asesoris dan onderdil, dengan harga yang lebih murah karena kualitas KW satu, atau KW dua, bukan orisinil. Jadi seperti isyarat agar aku jangan cari yang KW-KW dari kamu, lebih baik langsung ke kamu yang asli, bukan yang cuma mirip kamu.

 
 

Jakarta,  12 Mei 2014.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: