AB851. Eri Yunanto, Dean Potter, Graham Hunt, Pecinta Alam Tewas Pada 16-17 Mei 2015

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Eri Yunanto, Dean Potter, Graham Hunt, Pecinta Alam
Tewas Pada 16-17 Mei 2015

 
 

Foto terakhir Erri Yunanto di Puncak Garuda, titik tertinggi Gunung Merapi, sebelum terpeleset dan jatuh ke kawah, Sabtu (16/5).    CNN / (Dok. Bagus Deni)  –  Selasa, 19/05/2015     05:33 WIB
 
Seorang mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Eri Yunanto (21) terjatuh ke dalam kawah Gunung Merapi. Pria ini terjatuh setelah melakukan foto selfie di bekas puncak Garuda. Diduga, korban jatuh akibat tebing pijakan di kaki kanannya runtuh. Peristiwa ini berlangsung pada Sabtu (16/5) pagi. Mahasiswa semester VI Fakultas Teknik Universitas Atmajaya Yogyakarta ini mendaki Gunung Merapi bersama enam orang rekannya. Empat di antaranya memutuskan berhenti di pos Pasar Bubrah, sedangkan Erri dan Dicky melanjutkan perjalanan hingga bekas puncak Garuda. Sesampainya di sana, Eri naik ke bekas puncak Garuda dan berfoto-foto sendirian di atas. Sedangkan rekannya, Dikcy memperhatikan dari bawah dan sempat memfoto keberadaannya. Hal yang dilakukan Erri sangat berbahaya. Puncak Garuda sangat terjal dan berbahaya. Usai foto-foto, pijakan tempat kaki Erri ternyata runtuh. Kejadian ini membuatnya terjun bebas dan terjatuh hingga ke dasar kawah.      merdeka.com /  foto: istimewa  –  Senin, 18 Mei 2015 11:32
 
Puncak Garuda Merapi Lokasi Eri Terjatuh.
tribunnews / Senin, 18 Mei 2015     09:34 WIB
 
harian terbit
 
plantagama.wordpress.com
 
merdeka.com
 
Eri Yunanto    solopos.com /  (Instagram @erriyunanto)
 
Foto Erri Yunanto yang diunggah pada 15 Juli 2014.
beritajogja.id – 19:25 | 19 Mei 2015
Erri Yunanto, mahasiswa jurusan Teknologi Industri Program Studi Teknik Informatika, Universitas Atmajaya Yogyakarta jatuh terpeleset ke dalam kawah Merapi pada Sabtu, 16 Mei 2015. Erri diketahui naik ke Merapi bersama lima orang rekannya sekitar pukul 11.00 WIB. Nahas bagi Erri, mahasiswa angkatan 2012 itu terjatuh usai berfoto di Puncak Garuda sebelum akhirnya tergelincir ke dalam kawah dengan kedalaman 300 meter dari bibir kawah. Pencarian Erri sempat beberapa hari gagal. Hingga pada akhirnya jasad Erri Yunanto ditemukan dan tiba di bibir kawah Merapi, tepat pukul 11.41 WIB, Selasa, 19 Mei 2015 oleh Tim SAR Gabungan, Yogyakarta. Melalui foto yang diunggah oleh pemilik akun Facebook bernama Tri Sugiarto, terlihat jelas bagaimana susah payahnya para tim penyelamat membawa jasad. Tali demi tali tersusun rapi, mengait kuat pada tiap dinding gunung. Berikut foto lengkapnya dari akun milik Tri Sugiarto.       Feed.id – KLN KapanLagi Network / Kamis, 21 Mei 2015 09:23
okezone  –  Selasa, 19 Mei 2015 – 09:51 wib
 
Isak tangis keluarga dan beberapa rekan mewarnai kedatangan jenazah Eri Yunanto di rumah duka kawasan Dusun Biru RT 03 RW 30, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Jenazah mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya tiba di rumah duka, Selasa (19/5/2015) sekitar pukul 19.56 WIB.     kompas – Selasa, 19 Mei 2015 | 21:07 WIB
 
Jenazah Eri Yunanto saat tiba di rumah duka di Dukuh Biru, Trihanggo, Gamping, Sleman, Selasa (19/5). Kedatangan jenazah mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta yang terjatuh ke kawah Merapi tersebut disambut isak tangis keluarga serta kerabat yang telah menunggu di rumah duka.     merdeka.com /
 
kompasiana
 
 
 
 
 
 
 
The pair jumped from the 7,500ft Taft Point in wingsuits. Their spotter then lost contact with them.
dailymail.co.uk / MicheleFalzone / JAI / Corbis
 
 
 
CNN’s Anderson Cooper and climber Alex Honnold.
 
Anderson Cooper is the anchor of CNN’s Anderson Cooper 360°, a nightly newscast that goes beyond the headlines — keeping politicians and policy makers honest with in-depth reporting and investigations. The show airs weeknights at 8:00pm ET on CNN.
 
 
 
Nicknamed the “Dark Wizard” for his brooding, intense personality, Potter was a world-class rock climber and one of the most experienced wingsuit BASE jumpers in the world. His contributions to climbing, highlining, and wingsuit flying are the stuff of legend.
Dean Potter
national geographic
photo: Jimmy Chin
Moonwalk
Potter balances between two rock pillars on the summit of Cathedral Peak in Yosemite National Park. He got climbers to embrace highlining —- walking across a slack rope stretched over a drop. national geographic / photo: Mikey Schaefer – May 18, 2015
 
yahoo.com
 
…. with Miss Whisper #Dog at #GlacierPoint #Yosemite.     huffington post UK / AP / Photo by Luciana Demichelli  –  18/05/2015     10:44 BST
 
In 2009 Potter set a wingsuit BASE jumping world record for duration. Jumping from the infamous north face of the Eiger in Switzerland, he stayed in flight for 2 minutes and 50 seconds, a feat that made him a National Geographic Adventurer of the Year.      national gepgraphic / photo: Corey Rich, Aurora Photos – May 18, 2015
Potter jumping with a wingsuit in
2008 at the Drusenfluh, Switzerland.
huffington post / Barcroft via Getty Images
  –  18/05/2015   10:44 BST
 
Potter pioneered a style of climbing called “speed solo,” in which he climbed alone, mostly free-solo (without a rope), but using rope and gear for the toughest sections. The hybrid style gave him a modicum of safety and a huge increase in speed. This visionary approach to climbing big walls—such as El Capitan, shown here—allowed Potter to achieve several record times.       national geographic / photo:  Jimmy Chin – May 18, 2015   High Line
Balancing precariously above Yosemite Falls in 2010, Potter contends with water spray and high winds at a height of 1,400 feet (426 meters).      national geographic / photo:  Jimmy Chin – May 18, 2015
 
cnn
 
Tragedy: Dean Potter leaves behind his girlfriend Jennifer Rapp and his dog, Whisper, both pictured here.    dailymail.co.uk / instagram  –  01:45 GMT, 18 May 2015
 
dailymail.co.uk / AP / Facebook –  01:45 GMT, 18 May 2015
 
Extreme: Dean Potter and his dog Whisper became inseparable over the past few years. Even taking to the skies with Potter in a wingsuit.     dailymail.co.uk / AP / Instagram  –  01:45 GMT, 18 May 2015
 
 
 
 
Two BASE jumpers, prominent rock climber Dean Potter and Graham Hunt, were found dead in Yosemite National Park on Sunday after attempting a wingsuit flight earlier that weekend. The two men jumped from Taft Point, a cliff 3,500 feet above the floor of Yosemite National Park in wingsuits. According to The New York Times, 43-year-old Potter and 29-year-old Hunt were unable to clear a notch in the cliff, and instead crashed into the rocks.      pbs.org / May 18, 2015 at 5:48 PM EDT
 
Nama tebing Taft Point dimana dua atlet olahrga ekstrim Dean Potter dan Graham Hunt memulai loncatan sebelum kemudian  tewas menabrak tebing, mengingatkan pada mobil Daihatsu Taft yang dulu sering dibawa oleh temanku Iwan Pane, mobil kantor dari Departemen Keuangan. Kedua teman dan juga tetanggaku itu, Eri Sudaryo dan Iwan Pane, dulu tahun 1982 sama-sama pernah dekat juga dengan seorang cewe yang tinggal di sebelah rumahku, yang kemudian dekat dengan aku. Jadi pesan dari kejadian tiga pendaki gunung tewas Eri Yunanto, Dean Potter, dan Graham Hunt pada sekitar hari ulang tahunku 17 Mei 2015 itu seperti mengingatkan agar jangan terulang lagi urutan tahun 1982 itu. Sebab dulu itu setelah dekat dengan aku, kemudian cewe itu dekat dengan temanku Ferry Abu, yang mengingatkan pada nama Aburizal Bakrie yang sering dipanggil dengan nama kecil Ical, seperti nama kakakku Faisal yang memuat “Sal” seperti pada kata Salib. Dan kalau orang-orang yang terkait dengan Salib diangkat dari dunia ini, dapat terjadi perebutan senjata-senjata pemusnah masal yang berujung ke kiamat. Jadi pesan dari kejadian itu adalah agar aku berikhtiar agar jangan sampai urutan yang tewas berlanjut seperti tahun 1982 itu.
 

 
 

Tanggal 16 Mei 2015 seorang pendaki gunung bernama Eri Yunanto dikabarkan jatuh ke dalam kawah gunung Merapi, dengan kedalaman sekitar 150 meter, setelah berfoto selfi di atas Puncak Garuda. Menurut saksi mata rekan dia yang melihat, setelah berfoto selfi Eri Yunanto akan turun dari Puncak Garuda, tapi batuan yang dia pijak tidak kuat, sehingga kaki dia terperosok dan diapun terjatuh ke dalam kawah gunung Merapi. Seorang petugas BNPB yang ikut membantu evakuasi, saat ditanya oleh reporter TV-One apakah sudah pernah ada kejadian serupa sebelum ini, beliau mengatakan ini baru pertama kali terjadi. Memang kalau kita amati, para pecinta alam cenderung berhati-hati dalam berbagai tingkah laku mereka, sehingga kecelakaan ini dapat dikatakan kejadian tak biasa yang mungkin memuat pesan untuk aku.

Lalu pada 16 Mei 2015 waktu Amerika, atau 17 Mei 2015 waktu Indonesia, Dean Potter usia 43 tahun dan Graham Hunt usia 29 tahun, dua pecinta alam asal AS yang suka melakukan olah raga ekstrim, dilaporkan menghilang. Rekan-rekan mereka menyebut mereka belum muncul sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Dan baru pada keesokan hari kedua orang itu ditemukan, dalam keadaan tewas, di Yosemite National Park. Mereka berdua sedang melakukan base jump dengan terbang mengenakan wingsuit, pakaian yang ada sayap diantara kedua kaki dan antara kaki dan tangan, meloncat dari tebing yang tinggi, namun saat itu ada kesulitan mengendalikan arah sehingga mereka menabrak tebing. Dean Potter terkenal sebagai atlet olahraga ekstrim, antara lain memanjat tebing batu yang sangat tinggi tanpa bantuan tali pengaman, melintasi rentangan tali di antara dua bukit batu setinggi ratusan meter tanpa ada tali pengaman, dan juga terjun payung base jump di tebing-tebing yang tinggi, maupun base jump dengan menggunakan wingsuit, pakaian yang ada seperti selaput sayap di antara dua kaki dan antara kaki dan tangan.

Seorang rekan mereka, Alex Honnold, seperti dikutip oleh Washington Post menyebutkan kedua atlet olahraga ekstrim itu sudah sering latihan terbang di kawasan itu, namun entah karena ada perubahan arah angin atau sedikit kesalahan perhitungan, menyebabkan merekan menabrak tebing dan tewas seperti itu. Pada artikel lain di Washington Post, disebutkan bahwa detik-detik terakhir kejadian yang menewaskan kedua orang itu terekam oleh kamera GoPro yang terpasang di helm Dean Potter. Terlihat pada rekaman itu bahwa yang pertama kali menabrak tebing adalah Graham Hunt, lalu Dean Potter berusaha menghindar namun kemudian ikut membentur tebing.

Ketiga orang yang tewas dalam hari yang hampir bersamaan itu jadi seperti merupakan isyarat untuk aku. Eri Yunanto adalah mahasiswa di Universitas Katolik Atma Jaya di Yogya, dan sebelum kejadian berfoto selfi lalu terperosok kawah Merapi yang menewaskan dia itu, dia menunjukkan sikap yang aneh dengan tidur bersama ibu dia selama tiga malam berturut-turut. Nama depan Eri Yunanto seperti nama temanku Eri Sudaryo di jalan Sukabumi dulu yang juga sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Sedangkan nama belakang Eri Yunanto seperti nama kakakku Faisal yang di bagian depan ada nama Yunan karena lahir bulan Juni.

Nama belakang Dean Potter mengingatkan pada novel Harry Potter yang mulai dirilis sekitar tahun 1998 dan sukses besar, para pembeli di seluruh dunia harus antri panjang kalau ada novel baru serial Harry Potter yang baru muncul. Dan nama Harry Potter jadi mengingatkan pada Prince Harry, adik dari Prince William, yang kurang lebih seperti posisiku sebagai adik dari kakakku Faisal. Dalam kejadian itu Dean Potter tewas bersama rekan yang bernama Graham Hunt, yang seperti memuat nama kamu Rahma dan namaku A.M. Firmansyah.

Kejadian tiga pecinta alam tewas di Indonesia dan Amerika Serikat pada 16 dan 17 Mei 2015 itu beberapa hari setelah aku ke Acer Ratu Plaza pada 14 Mei 2015, sehingga seperti memuat pesan terkait keikutsertaanku dalam Acer Kerja Itu Main. Keterkaitan itu jadi semakin kuat karena diantara pesan berduka cita kepada Dean Potter adalah dari Anderson Cooper, yang nama dia kalau disingkat jadi AC seperti terkait dengan Acer. Mungkin kamu juga tahu Anderson Cooper itu presenter CNN yang mempunyai acara sendiri di CNN yaitu AC360.

Diantara pesan Twitter yang dimuat oleh Anderson Cooper adalah mengutip ucapan dari pendaki gunung rekan Dean Potter yang bernama Alex Honnold : “You can’t be willing to risk your life without constantly evaluating ‘is it worth it?’ “. Nama depan Alex Honnold itu seperti berarti “all X” terkait yang sering aku ungkapkan soal huruf “X” suka digunakan untuk mengganti nama “Christ”, misalkan pada ucapan Merry Christmas sering ditulis Merry X’mas. Pada tweet lain Anderson Cooper menyebut soal loncatan terakhir Dean Potter adalah dari Taft Point pada ketinggian 3.500 feet atau sekitar 1.066 meter dari dasar tebing. Menurut situs yosemitehikes.com ketinggian tebing Taft Point di Yosemite Park adalah setinggi 7.500 feet atau sekitar 2.285 meter di atas permukaan laut.

Nama tebing Taft Point itu mengingatkan pada mobil Daihatsu Taft yang dulu sering dibawa oleh temanku Iwan Pane, mobil kantor dari Departemen Keuangan. Kedua teman dan juga tetanggaku itu, Eri Sudaryo dan Iwan Pane, dulu di tahun 1982 sama-sama pernah dekat juga dengan seorang cewe yang tinggal di sebelah rumahku, yang kemudian dekat dengan aku. Jadi pesan dari kejadian tiga pendaki gunung tewas setelah aku ke Acer Ratu Plaza itu, seperti mengingatkan aku agar jangan karena program Acer Kerja Itu Main, lalu aku malah keasyikan dengan program itu, dan tidak lagi berusaha jual lukisan dengan harga yang baik, dan kemudian malah aku ketemu ajal bersama orang-orang yang terkait dengan tiga, padahal kalau orang-orang yang terkait dengan tiga diangkat dari dunia ini dapat terjadi perebutan senjata-senjata pemusnah masal yang berujung ke kiamat. Seperti ada kekhawatiran bahwa keikutsertaanku di program Acer Kerja Itu Main adalah karena aku ragu dengan rencanaku jual lukisan lalu melakukan perjalanan dan ketemu ajal, “is it worth it?”.

Kejadian tiga pendaki gunung tewas Eri Yunanto, Dean Potter, dan Graham Hunt pada sekitar hari ulang tahunku 17 Mei 2015 itu seperti mengingatkan agar jangan terulang lagi urutan tahun 1982 itu. Sebab kalau kita lihat urutan terkait yang pernah dekat dengan tetanggaku yang cewe itu, setelah Eri Sudaryo dan Iwan Pane dan lalu aku, kemudian adalah temanku Ferry Abu. Padahal sekarang ini tokoh yang terkemuka di Indonesia yang juga memuat nama Abu adalah Aburizal Bakrie. Jika urut-urutan pencinta alam tewas itu akan betulan terjadi seperti urutan tahun 1982, maka korban tewas berikut adalah Aburizal Bakrie. Padahal nama Aburizal Bakrie sering dipanggil dengan nama kecil Ical, seperti nama kakakku Faisal yang memuat “Sal” seperti pada kata Salib. Dan kalau orang-orang yang terkait dengan Salib diangkat dari dunia ini, dapat terjadi perebutan senjata-senjata pemusnah masal yang berujung ke kiamat. Jadi pesan dari kejadian itu adalah agar aku berikhtiar agar jangan sampai urutan yang tewas itu berlanjut seperti itu.

Isyarat lain sudah pula muncul berupa Christopher Murray memunculkan DALY, seperti aku tulis di “Permintaan Terakhirku 8 At 40, Adik Naik Keluar Lalu Urutan 4 Tahta Inggris Serta Bill Gates Soal Dali“, mengenai “a strategy he and medical demographer Alan Lopez had pioneered in the early 1990s at the Harvard School of Public Health, where they created a new metric for quality of life and health loss (disability-adjusted life years, or DALYs)”.

Dengan kata lain kejadian tiga tewas pada 16-17 Mei 2015 itu seperti memuat isyarat agar aku tetap konsisten untuk menjual lukisan-lukisanku dengan harga yang baik, dan lalu melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia untuk menggali inspirasi sebelum kemudian aku yang ketemu ajal, karena kegiatan itu penting untuk kebaikan nasib umat manusia.

 
 

Jakarta,  23 Mei 2015.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: