AB615. Peluncuran Giving Tuesday

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Peluncuran Giving Tuesday

 

…..
…..
…..
…..
…..
…..
…..

 

Selasa pagi 27 November 2012 pesan Twitter Bill Gates memuat soal “Giving Tuesday”, mengenai sumbangan sosial yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan, komunitas-komunitas, para orang kaya, dan lembaga-lembaga serta yayasan sosial, kepada mereka yang membutuhkan. Hari Selasa 27 November 2012 ini akan diluncurkan sebagai “Giving Tuesday”, memberi kembali kepada masyarakat, untuk menggugah kalangan yang mampu agar memberi lebih banyak lagi sumbangan sosial, memberi secara cerdas, dan merayakan semangat memberi itu.

Pada foto yang terdapat di tulisan Bill Gates mengenai soal “Giving Tuesday” ini, diatas tangan pada foto itu terdapat kalimat “What will you give?”. Seperti terkait dengan keinginanku menjual lukisan-lukisanku dengan harga yang baik, yang antara lain agar aku dapat pula memberi sumbangan sosial. Sebab daripada lukisan-lukisan itu dibiarkan menumpuk, tentu lebih baik aku jual dengan harga yang baik sehingga sebagian hasil penjualan dapat aku sumbangkan untuk sumbangan sosial.

Untuk Bill Gates aku pikir tidak akan rugi kalau membeli lukisan-lukisanku yang bernilai sejarah itu dengan harga yang baik. Sebab setelah membeli lukisan-lukisan itu, Bill Gates dapat mencantumkan tandatangan di lukisan-lukisan itu, sehingga beberapa puluh tahun mendatang harga-harga lukisan itu akan naik.

Kode link pada pesan Twitter Bill Gates 27 November 2012 itu adalah “Uoybz2”. Huruf-huruf “oy” itu seperti kalau orang berteriak “Oiii ………!”. Dan ini mungkin terkait soal kecurigaan politik terhadap aku, yaitu bukan mustahil ada pihak yang berteriak kepada aku “Oiiii ngapain ngotot mau jadi orang nomer satu di negeri ini …….”, karena aku disangka mau jadi capres pada tahun 2014. Sehingga usahaku menjual lukisan ke Bill Gates disangka untuk membiayai aku jadi capres 2014.

Untuk itu aku perlu jelaskan disini bahwa jadi presiden itu bukan pekerjaan yang mudah, dan aku tidak mungkin menjadi capres tanpa persiapan yang sebaik mungkin. Dengan sisa waktu tinggal kurang dari dua tahun menuju pilpres 2014, dan selama ini aku cuma orang belakang layar tanpa kegiatan politik maupun organisatoris, berarti tidak akan cukup waktu untuk aku mempersiapkan diri dengan baik, dan aku tidak ingin konyol nekad jadi capres tanpa persiapan yang memadai.

Oleh sebab itu pula pernah aku ungkapkan kalau dalam waktu dekat ini aku berhasil jual lukisan dengan harga yang baik, aku akan segera ke luar negeri melakukan perjalanan-perjalanan menggali inspirasi sepanjang tahun 2013-2014, agar tidak perlu dicurigai politik lagi. Laporan perjalanan itu akan aku muat di Internet. Mungkin  pula dalam perjalanan-perjalanan itu aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Namun mungkin yang penting adalah bukti, bukan janji. Jadi moga-moga dalam waktu dekat ini akan ada yang merealisasi pembelian lukisan-lukisanku, sehingga kemudian dapat segera dibuktikan apakah aku akan mencapres 2014 atau tidak, sesuai janjiku. Kalau dari sudut pandang yang mudah saja, untuk apa aku repot-repot jadi capres kalau dengan jadi pelukis saja aku sudah hidup dengan berkecukupan, bersedekah dan ibadah lain dengan baik, dan ketemu ajal dengan baik pula, untuk kebaikan umat manusia.

Seperti aku tulis pada SMS-ku kepada kamu, kalaupun aku ada umur, mungkin aku jadi capres pada umur 70 tahun seperti Usman r.a. yang diangkat jadi khalifah pada umur 70 tahun. Penekanan pada kalimat ini adalah kalaupun aku ada umur, jadi terlihat bahwa aku sendiri tidak yakin akan mencapai usia 70 tahun, oleh sebab itu aku sebut “kalaupun ada umur”. Sebab dari soal yang aku tulis di “Gangnam Style, Soal Gang End A.M.” saja, belum lagi dari beberapa kejadian lain, sudah terlihat bahwa di tingkat internasional tuntutan untuk aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia sudah sangat tinggi, sehingga aku tidak yakin aku akan mencapai usia 70 tahun.

Mungkin kamu pernah dengar apa yang diungkap oleh Ustadz/Ustadzah mengenai orang yang meninggal dalam keadaan bersembunyi di dalam benteng yang kokoh dan yang meninggal dalam menjalani perjuangan hidup, akan berbeda di mata Allah. Mereka yang meninggal dalam menjalani perjuangan hidup akan dinilai lebih baik dibandingkan yang meninggal dalam keadaan bersembunyi di dalam benteng yang kokoh.

Karena fungsiku selama ini adalah menjadi sumber inspirasi, tentu wajar kalau aku ingin sisa waktuku di dunia aku isi dengan berfungsi sebaik mungkin, dengan melakukan perjalanan-perjalanan ke berbagai tempat di dunia dan memuat laporan perjalanan itu di Internet agar dapat menjadi sumber inspirasi.

Dan proses lika-liku menuju aku ketemu ajal itu mungkin yang ditunggu-tunggu pula oleh masyarakat dunia, bukan sekedar aku kepleset di kamar mandi lalu tewas. Oleh sebab itu aku pilih melakukan perjalanan-perjalanan ke berbagai tempat di dunia agar sekalian dapat menggali inspirasi-inspirasi yang baik.

Jadi sekarang yang penting adalah bukti, bukan janji. Moga-moga pihak-pihak terkait segera merealisasikan pembuktian itu, agar nasib kamu juga tidak terkatung-katung karena menunggu persoalan aku ini menjadi beres.

 
 

Jakarta,  27 November 2012.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: