AB619. Bill Gates Kenang Perkenalan Dengan Warren Buffet Lalu Soal Data Jalan Kaki Atau Naik Sepeda

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Bill Gates Kenang Perkenalan Dengan Warren Buffet Lalu Soal Data Jalan Kaki Atau Naik Sepeda

 

…..
…..
Rahma Sarita pada Ada Apa Berita di Jak-TV 4 Desember 2012.
…..
…..
…..
Rahma Sarita pada Ada Apa Berita di Jak-TV 5 Desember 2012.
…..
…..
…..
Rahma Sarita pada Ada Apa Berita di Jak-TV 6 Desember 2012.
…..
…..
Semula rute angkot 114 adalah berbelok kiri masuk ke komplek Wisma Cakra, masuk ke jalan yang ada angkot pada foto diatas sehingga aku tidak perlu berjalan terlalu jauh dari rumah untuk naik angkot. Tapi sejak tahun 2006 angkot 114 tidak lagi masuk komplek Wisma Cakra, melainkan jalan terus ke arah jalan yang ada papan tanda perbaikan jalan di foto bawah ini.
Tanda ada perbaikan jalan dan saluran di rute di luar komplek Wisma Cakra, bersamaan dengan dimulainya pengerjaan perbaikan jalan itu sejak beberapa hari lalu. Menyebabkan angkot 114 berbelok lagi masuk komplek Wisma Cahra seperti dulu sebelum perubahan rute tahun 2006.
Angkot 114 masuk lagi ke dalam komplek Wisma Cakra sejak beberapa hari lalu selama ada perbaikan jalan dan saluran di rute di luar komplek Wisma Cakra.
…..
…..
…..

 

Tanggal 6 Desember 2012 sekitar jam 5.41 pagi waktu Jakarta muncul pesan Twitter dari Bill Gates mengenai sebuah buku tulisan Carroll J.E. Loomis. Memuat antara lain momen yang pernah ditulis oleh Bill Gates sendiri mengenai kejadian ketika diperkenalkan oleh sang orang tua kepada Warren Buffett pada tahun 1991.

“It’s fairly well known that I almost didn’t meet Warren. My mom and dad had invited him, Katharine Graham and Meg Greenfield to the family’s weekend home, and my mother really insisted that I meet him, in spite of my pushing back hard that I had too much to do to take a day off to meet “some guy who picked stocks”. But from the moment we started talking, I could tell this was an extraordinary individual, whose intellect and business insights were astounding. I realized that day I had met a genius. I have felt that way ever since that July afternoon in 1991 – and have never passed up an opportunity to learn more from him about business. In the process, I’ve also learned a great deal from him about life.”.

Jadi seperti terlihat pada tulisan diatas, meskipun saat itu Bill Gates enggan untuk berkenalan dengan Warren Buffett karena sedang sibuk, namun kedua orang tua Bill Gates memaksa agar dia berkenalan dengan sang pakar di bidang saham yang bernama Warren Buffett itu.

Dan perkenalan itu terbukti bermanfaat, bahkan sejak pertama bicara Bill Gates sudah dapat mengetahui bahwa Warren Buffett adalah individu yang spesial, dengan wawasan bisnis dan intelektual yang hebat. “I realized that day I had met a genius……….”

Sejak perkenalan pada Juli 1991 itu, Bill Gates tidak melewatkan setiap kesempatan untuk belajar lebih lanjut soal bisnis dari Warren Buffett. Juga belajar soal kehidupan.

Ini penting juga untuk kita karena perkenalan Bill Gates dengan Warren Buffett tahun 1991 itu berarti sesudah aku kerja di American Express tahun 1989 dengan boss bule Bill Mould dan manager pak Wardy Bafagih. Dan kemudian pada 1994 Bill Gates mulai berada pada posisi pertama daftar bilyuner dunia diikuti Warren Buffett pada posisi kedua, dan bertahan selama 14 tahun.

Ada isyarat apakah dari langit untuk kita berdua, apakah ini bagian dari isyarat penting terkait tugas kita untuk kebaikan umat manusia.

Kesan isyarat dari langit itu semakin kuat karena pada perkenalan Bill Gates dengan Warren Buffett tahun 1991 itu, Warren Buffett datang bersama Katharine Graham dan Meg Greenfield. Sedangkan pada lebaran kedua tahun 2009 sekitar tanggal 22 September 2009 saat aku ke kantor kamu di TV-One, aku sempat bicara dengan Astrid Katherine yang presenter TV-One juga seperti kamu. Namun waktu itu kamu tidak mau ketemu aku karena kamu akan pergi ke suatu acara di rumah pak Karni Ilyas, dan beberapa hari kemudian pada akhir September 2009 terjadi gempa besar di Padang.

Pada pesan Twitter lain yang dimuat 8 Desember 2012 sekitar jam 5 pagi waktu Jakarta, Bill Gates menyebut soal “Better Data = Better Outcomes”. Ini seperti terkait dengan suratku “DP Untuk Naik Menghadap Allah” yang memuat soal tahun 2000 saat aku baru mulai pindah ke Cinere, setiap hari selama bulan Ramadhan aku jalan kaki ke mesjid. Kemudian George Walker Bush, dengan nama tengah Walker yang seperti berarti “pejalan kaki”, terpilih jadi presiden AS.

Bill Gates seperti mempertanyakan apakah data itu tidak keliru, sebab bukankah beberapa tahun belakangan ini aku kalau bepergian lebih sering naik sepeda dan bukan jalan kaki, termasuk kalau ke mesjid.

Seperti aku sebutkan di kalimat itu, saat itu adalah tahun 2000, sedangkan aku mulai sering naik sepeda adalah sejak sekitar tahun 2006. Alasan aku mulai sering naik sepeda adalah karena sekitar tahun 2006 itu angkot 114 yang biasa aku naiki mulai berubah rute. Semula rute angkot 114 itu adalah berbelok masuk ke komplek Wisma Cakra sehingga aku tidak perlu berjalan terlalu jauh dari rumah untuk naik angkot. Tapi sejak tahun 2006 itu tukang ojek protes dan melarang angkot 114 masuk komplek Wisma Cakra, sehingga kalau aku mau naik angkot 114 harus jalan kaki cukup jauh.

Kebetulan di tempat tinggalku ada sepeda kakak iparku. Waktu aku baru pindah sekitar tahun 2000, sepeda itu masih bagus, karena itu aku jarang naiki sepeda itu, sebab aku ini sudah nebeng masih pake naiki sepeda kakak iparku, ‘kan nggak enak dong. Tapi seiring dengan perjalanan waktu, sepeda itu sering dinaiki oleh pembantu laki-laki kalau lagi disuruh ke warung, dan kemudian kalau sedang ada perbaikan rumah, para tukang juga sering pakai sepeda itu kalau mau beli makanan atau beli sekedar paku atau amplas atau apalah. Dan sepeda itupun mulai rusak, gigi yang semula bisa dirubah di depan maupun belakang, sudah tidak lagi bisa dirubah, jok sepeda juga robek, dan beberapa kerusakan lain. Sehingga mulai sekitar 2006 bersamaan ada perubahan rute angkot 114, aku pikir daripada sepeda itu rusak, mending aku pergunakan, lumayan sekalian olahraga.

Dan, nah ini yang penting, surat “DP Untuk Naik Menghadap Allah” itu aku tulis pada 3 Desember 2012. Sekitar lima hari sebelum itu, terjadi lagi perubahan rute angkot 114 menjadi masuk lagi ke komplek Wisma Cakra karena ada perbaikan jalan dan saluran got. Sehingga seperti ingin ditunjukkan oleh Allah SWT bahwa semua ini bagian dari skenario yang ada di langit. Yaitu bahwa akan ada Twitter dari Bill Gates yang akan mempertanyakan suratku itu, oleh sebab itu sekitar lima hari sebelum aku tulis surat itu sudah dimunculkan kejadian perubahan rute angkot 114 itu kembali seperti pada sebelum tahun 2006, seperti sebelum aku mulai sering naik sepeda.

Isyarat apakah dari semua ini dan tugas apakah yang akan diberikan untuk kita sehingga harus ada peringatan-peringatan kelas berat seperti itu kepada kita, apakah karena keadaan nasib umat manusia sudah sampai di ujung akhir. Dan apa konsekwensi untuk kita berdua kalau kita tidak menjalankan tugas dari langit itu.

Tapi tugas apapun itu, insya Allah tidak akan seberat tugas kepada para nabi, sebab nabi terakhir sudah muncul 14 abad yang lalu sehingga kita tidak akan dibebani tugas berat seperti kepada para nabi.

 
 

Jakarta, 11 Desember 2012.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: