AB720. Raisa Antara Tanggal 30 Dan Tanggal 27

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Raisa Antara Tanggal 30 Dan Tanggal 27

 

 ……
 ……
Living Plaza yang terletak di seberang Pasar Segar Cinere. Di Living Plaza itu antara lain terdapat ACE Hardware dan Informa.
Pintu masuk ke Pasar Segar Cinere yang selesai dibangun sekitar satu tahun yang lalu, dan pada tanggal 26 November 2013 untuk pertama kali aku masuk ke Pasar Segar CInere.
Setelah ambil 150 ribu di ATM yang terletak di belakang restoran A&W di Pasar Segar CInere, saldo tabunganku menunjukkan angka 3446403,70. Angka 34 seperti isyarat dari langit terkait Raisa yang dulu sekolah di SMAN 34, dan angka 46  terkait namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4, serta kesediaanku untuk end AM, aku AM Firmansyah berakhir dari dunia fana ini untuk kebaikan umat manusia.
Setelah melewati bagian AutoPart seperti pada foto diatas, aku belok kiri.
Waktu terlihat spanduk Pasar Segar Cinere di dinding gedung pasar, aku langsung teringat spanduk itu juga nampak di TV saat Inbox SCTV siaran disitu dari 23 Oktober 2013 sampai 6 November 2013.
Beberapa hari setelah Inbox SCTV mulai siaran disitu 23 Oktober 2013, spanduk Pasar Segar Cinere sempat diganti dengan yang lebih besar,  seperti terlihat di foto bawah saat Raisa tampil pada tanggal 30 Oktober 2013.
Lokasi panggung Inbox SCTV dekat pintu Utara.
Lantai dasar Pasar Segar Cinere memuat toko-toko seperti pada pertokoan lain.
Lantai atas Pasar Segar Cinere memuat toko-toko di bagian pinggir, dan kios-kios di bagian tengah antara deretan kios ikan, daging. Bersih dan pakai AC.
 ……
 ……
Setelah pada siang hari 26 November 2013 aku ke Pasar Segar Cinere untuk napak tilas kemunculan Raisa sekitar satu bulan sebelum itu, kemudian pada 26 November 2013 malam Raisa memuat live-streaming latihan terakhir, rehearsal, sebelum pertunjukan keesokan hari di launching #Heart2Heart.
Pada sekitar menit ke 02.02, Raisa mulai memegangi rambut panjang dia untuk disanggul ke atas. Seperti respon ke tweet yang aku kirim beberapa hari sebelum itu yang menyebut muka dia suka kelihatan berbeda-beda, dan favoritku adalah muka dia di Java Soulnation 2013 dengan rambut disanggul ke atas.
Pada jam 22:31 Raisa melongok ke atas ke arah jam, seperti kasih isyarat soal dia percaya aku harus naik ke atas menghadap Allah SWT untuk kebaikan umat manusia. Jam diatas dia yang sedang menunjukkan jam 22:31 itu, 2 ditambah 2 adalah 4, demikian juga 3 ditambah 1 adalah 4. Terkait namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4, serta kesediaanku untuk naik ke atas menghadap Allah SWT untuk kebaikan umat manusia.
Ada momen dimana Raisa menunjuk ke arah speaker di dekat AC. Kalau dibandingkan dengan foto yang aku buat di depan Pasar Segar Cinere, jadi seperti menunjuk ke gedung Living Plaza yang ada ACE Hardware.
Saat rehearsal itu, Raisa pakai kalung tasbeh yang tidak bulat-bulat tapi ada segi-segi seperti sisi-sisi yang ada di berlian, tapi dari semacam plastik. Bentuk biji tasbeh yang semacam itu menyebabkan kalau kamera sedang mengambil gambar, pada saat tertentu tampak berkilauan biji tasbeh itu. Ini seperti terkait tweet-ku yang menyebut aku suka sama keringat dia di Java Soulnation 2013, yang di sekitar leher tampak berkilauan, seperti baru turun dari piring terbang.
Mungkin juga Raisa pakai kalung tasbeh agar latihan dia berjalan lancar, tidak diganggu oleh mahluk halus yang bernama AM Firmansyah …… he-he-he-he …..
 ……
 ……
Dalam acara launching album baru Heart2Heart pada 27 November 2013 itu, sejak lagu ke 4 sampai ke 6 Raisa duduk di meja kecil putih dengan ukiran di kaki. Seperti meja kecil di kamarku, cuma beda warna dan laci. Pada meja kecil di kamarku itu, biasa aku letakkan gelas minum. Jadi posisi duduk Raisa di meja kecil itu seperti isyarat Raisa ingin jadi gelas untuk aku, agar 4 ke 6, aku ke end AM. Sesuai namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4, dan kesediaanku untuk end dari dunia fana ini.
Menjelang masuk ke lagu “Let Me Be”, Raisa mengatakan lagu itu sweet banget, yang pasti gak galau, lagu tentang ngelamar. Lalu dia berhenti bicara sambil senyum ke penonton. Wajah dia tampak cerah saat bicara soal lamaran, mungkin memang sedang dalam proses dilamar, oleh siapa bukan urusanku. Sebab urusanku adalah Raisa bantu aku pindah ke akherat untuk kebaikan umat manusia.
Kalo buat cowo ngelamar, kalo buat cewe dilamar…….
Nggak, nggak, ini bukan kode, jangan kesenenang gitu deh ih kamu ih……
Ih sendirinya,….. kata Raisa sambil menunjuk ke seorang penonton, mungkin ada penonton yang mengatakan Raisa sendiri yang lagi kesenengan
Dialog soal lamaran itu menjelang lagu “Let Me Be”, dan saat masuk lagu “Let Me Be” itu tampak Raisa sangat menikmati seperti terlihat pada foto ini.
Selesai bawakan lagu “Let Me Be”, Raisa minta lampu sorot yang ditujukan ke arah penonton karena pengen ngabsen…….
Diikuti dengan seorang penonton memberikan bunga kepada Raisa.
 ……
Raisa menyapa para penggemar yang tergabung dalam Your Raisa, sebutan bagi penggemar Raisa. Haai, ……. temen-temen kampus, haaai, …… Kino haaai,……. ada ibu ayah di belakang, haai, …… ada keluarga aku ……
Pengambilan gambar berpindah ke kamera yang lebih dekat di sebelah kanan Raisa, dan Raisa menatap ke arah kamera, pada menit ke 38.56 serta menyebutkan “ada Kinan disitu, ….. “
“Eh, mana Kinan ……”. Penggemar diapun bersorak, seperti sudah tahu siapa yang dimaksud dengan Kinan. Teman-temanku sejak SMA sampai teman di American Express antara lain menantu Benyamin S., memang suka bilang aku mirip Keenan Nasution suami Ida Royani.
 ……
kembalikebintang-
blogspot.com
Ida Royani dan Keenan Nasution.  tembang.com
 ……
Keenan saat tergabung dalam Godbless, dari kiri Odink, Donny Gagola, Debby, Ahmad Albar, Keenan.  gwmusic.wordpress.com
 ……
Keenan, Odink, Chrisye. dennysakrie63.wordpress.com
 ……
Keenan paling atas, bersama antara lain Guruh Sukarnoputra yang duduk paling depan di samping Chrisye, dalam album Guruh Gipsy. foto: Last.FM
 ……
Bersama Badai Band, dari kiri Odink, Chrisye, Guruh, Keenan, Abadi Soesman, Ronny.   jakarta.go.id
 ……
 ……
Setelah menyebut “Eh, mana Kinan ……” dan penggemar diapun bersorak, Raisa melirik ke penonton dan mengedip-ngedipkan kedua mata. Seperti sudah tahu para penggemar dia akan ada momen seperti itu.
Raisa mengedip-ngedipkan kedua mata ke para penggemar, lalu …..
“Where’s Kinan …….,” Raisa berkata sambil menatap ke kamera, seperti isyarat bahwa dia tidak sedang bicara ke para penonton yang hadir di acara itu, melainkan dia sedang bicara ke aku yang di rumah.
“Oh My God …….”
“He lost the moment ……..,” lalu Raisa berjalan ke kiri panggung dan menyapa teman-teman SMP.
“Ada teman-teman SMP, haaai ………”
 ……
 ……
Ada adegan menarik yang seperti terkait dengan aku, saat sampai di lagu ke 8 “Apalah Arti Menunggu”.  Judul lagu “Apalah Arti Menunggu” itu kalau disingkat menjadi “Apalah AM”, atau sesuai kesediaanku naik menghadap Allah ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia, “Up Allah AM Firmansyah”.
>Saat menjelang akhir lagu itu, tiba-tiba lampu dimatikan waktu durasi sudah menunjukkan jam ke 01.11.46.
Sempat melanjutkan dengan bait “kamu tak cinta ……..” yang seharusnya disambung dengan kata “lagi”, tapi dia tidak sebut kata lagi itu, dan Raisa malah berjalan ke kanan pada jam ke 01.11.56, menghilang dari panggung.
Para pemain band pengiring juga ikut pergi, panggungpun menjadi kosong.
 ……
Sekitar satu menit lebih panggung dibiarkan kosong dan gelap, penonton berteriak memanggil-manggil nama Raisa.
Setelah sekitar satu menit lebih panggung dibiarkan kosong dan gelap, penonton berteriak memanggil-manggil nama Raisa, samar-samar tampak pemain drum muncul lagi, diikuti oleh suara piano yang mulai terdengar lagi. Penonton bersorak. Masih dalam suasana samar-samar di panggung yang gelap, Raisa berjalan masuk lagi ke panggung diikuti pemain bass dan gitar. Sambil berjalan, Raisa sambil langsung membawakan lagu “Firasat”.
Diikuti pula oleh lampu-lampu yang perlahan mulai dihidupkan lagi.
 ……
 ……
Senyum Raisa waktu dia menjelang minum saat membicarakan soal lagu “Firasat”, beberaoa saat sebelum kemudian membawakan lagu itu di Java Soulnation 2013.
Pada bagian lain di launching Heart2Heart, ada momen Raisa memotret diri sendiri dua kali. Seperti terinspirasi fotoku diatas ini, yang aku sebut senyumku mirip Raisa. Karena memang senyumku menyerupai senyum Raisa waktu dia menjelang minum, saat membicarakan soal lagu “Firasat” sebelum kemudian membawakan lagu itu di Java Soulnation 2013.
Sesi memotret yang pertama, menghadap penonton.
Sebelum sesi memotret yang kedua, karena penonton berada di latar belakang, lebih dulu dilihat apakah sudah pada siap.
Sesi memotret yang kedua, penonton berada di latar belakang.
Setelah memotret, pake lipstick dulu untuk dikecupkan pada kertas foto instan.
Lempar foto ke penonton.
 ……
Saat sampai di akhir acara, Harris Pranowo pada piano tidak langsung muncul. Sehingga 4 orang dengan lingkaran lampu sorot di belakang seperti berarti 40, sesuai namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4, dan kesediaanku menjadi 0, menjadi kosong, ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.
 ……
Dalam keadaan cuma 4 orang, mereka membungkukkan badan memberi penghormatan terakhir pada penonton.
 ……
Harris Pranowo pada piano muncul untuk ikut berpose, sehingga mereka lengkap berlima.
 ……
Namun Marco Steffiano pada drum lalu memposisikan diri di belakang Iga Massardi pada gitar, sehingga mereka yang sudah berlima itu jadi tampak berempat lagi dengan lampu sorot di latar belakang.
 ……
Merekapun membungkukkan badan berlima.
 ……
Selamat untuk album baru Raisa #Heart2Heart
 ……
 ……
 ……

 
 

Tanggal 26 November 2013 aku ke Alfamart di Griya Cinere, yang terletak di depan SD Negeri 03 mau ambil uang di ATM. Tapi mesin ATM disitu lagi nggak berfungsi, seperti biasa kadang memang mesin ATM di mana saja suka ada yang sedang tidak berfungsi, entah karena lagi off-line atau problem lain. Karena mendung cukup berat di langit, aku titip sepeda di Alfamart dan pergi naik angkot ke ATM lain.

Biasanya kalau naik sepeda aku ke ATM lain di Vinna Mart jalan Jawa Cinere, tapi karena naik angkot aku pikir sekalian aja ke yang lebih jauh, di BCA dekat perempatan Dinasty, perempatan antara Cinere Raya dan Bukit Cinere/jalan Jakarta.

Sampai disitu, aku berubah pikiran, mau ke gedung Living Plaza yang ada ACE Hardware aja, karena dulu sekitar dua tahun yang lalu, di lantai bawah waktu masih berupa Ramayana department store, di dekat supermarket Robinson dan toko Gramedia yang tidak terlalu besar disitu, ada ATM BCA. Namun sejak berubah jadi ACE, aku emang belum pernah lagi ke ATM disitu.

Waktu aku tanya sama penjaga toko ACE disitu, dia bilang nggak ada ATM, yang ada di Pasar Segar Cinere di seberang jalan, di belakang restoran A&W. Sejak Pasar Segar Cinere dibuka sekitar satu tahun yang lalu, aku belum pernah masuk ke Pasar Segar itu, jadi aku pikir sekalian aja, pingin tahu. Terutama setelah kemunculan Raisa pada tanggal 30 Oktober 2013 di acara Inbox SCTV yang saat itu sedang mangkal disitu, aku pikir penting juga untuk mengetahui keadaan disitu.

Selesai ambil 150 ribu di ATM, semula aku mau buang struk pengambilan yang keluar dari mesin ATM, malah aku sudah sempat remas sedikit, tapi aku lihat dulu jumlah saldo tabunganku, ternyata 3.446.403,70.

Angka 34 itu seperti terkait SMAN 34 di Pondok Labu, tempat Raisa bersekolah dulu. Jadi angka 3446 itu seperti isyarat dari langit bahwa kemunculan Raisa yang dulu sekolah di SMAN 34 itu adalah agar aku menjadi end AM, terkait namaku AM Firmansyah, aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Akupun melanjutkan langkah ke bagian belakang Pasar Segar Cinere itu, ternyata luas juga. Di belakang ada AutoPart, tempat khusus untuk toko-toko onderdil mobil, lengkap dengan beberapa bengkel juga. Setelah itu aku belok kiri, dan di dinding atas gedung ada spanduk bertuliskan Pasar Segar Cinere, seperti yang terlihat waktu Raisa tampil di panggung pada tanggal 30 Oktober 2013 di acara Inbox SCTV. Aku potret-potret disitu, dan saat menuju masuk lewat Pintu Utara, aku sempatkan tanya sama seorang ibu yang sedang bersama seorang remaja perempuan, mungkin pemilik kios bakso disitu. Aku tanya waktu ada acara Inbox ramai nggak, dan mereka bilang ramai, pembeli juga jadi lebih ramai. Mereka tunjukkan lokasi panggung saat ada acara Inbox itu, di halaman belakang, menghadap ke tempat onderdil mobil AutoPart.

Sampai di dalam aku potret-potret lagi, bagus juga disitu. Lantai dasar adalah tempat toko-toko, lalu lantai dua di bagian pinggir adalah toko-toko sedangkan di bagian tengah berupa kios-kios alat rumah tangga, seperti panci dan alat dapur lain, juga ada los-los untuk ikan, daging. Bersih dengan ubin putih keramik, dan pake AC.

Keesokan hari pada 27 November 2013 pagi, aku baru tahu bahwa pada 26 November 2013 malam, beberapa jam setelah aku ke Pasar Segar Cinere itu, Raisa memuat live-streaming latihan terakhir dia, rehearsal untuk acara launching album baru Heart2Heart. Karena aku baru tahu keesokan hari, jadi aku cuma lihat rekaman live-streaming rehearsal itu, dan ternyata ada momen dimana Raisa menunjuk ke arah speaker di dekat AC. Kalau dibandingkan dengan foto yang aku buat di depan Pasar Segar Cinere, jadi seperti menunjuk ke gedung Living Plaza yang ada ACE Hardware.

Pada rehearsal itu, di bagian awal rambut Raisa yang panjang itu dibiarkan terurai. Lalu pada sekitar menit 02.02, Raisa mulai memegangi rambut dengan kedua tangan, dan menyanggul rambut dia yang panjang itu, disanggul ke atas. Seperti ingin menyesuaikan dengan tweet yang aku kirim ke dia soal aku suka sama rambut dia yang disanggul ke atas saat dia muncul di Java Soulnation awal Oktober 2013. Diikuti dengan momen dia melihat ke jam di atas dia, yang sedang menunjukkan waktu 22.31, seperti mengisyaratkan dia setuju untuk bantu aku naik menghadap Allah SWT. Sebab angka 22 itu kalau dijumlah jadi 4, demikian juga dengan 31, sesuai namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4.

Saat rehearsal itu, Raisa pakai kalung tasbeh yang tidak bulat-bulat tapi ada segi-segi seperti sisi-sisi yang ada di berlian, tapi dari semacam plastik. Bentuk biji tasbeh yang semacam itu menyebabkan kalau kamera sedang mengambil gambar, pada saat tertentu tampak berkilauan biji tasbeh itu. Ini seperti terkait tweet-ku yang menyebut aku suka sama keringat dia di Java Soulnation 2013, yang di sekitar leher tampak berkilauan, seperti baru turun dari piring terbang.

Sekitar seminggu setelah acara launching Heart2Heart, pada 4 Desember 2013 pagi Raisa kirim tweet yang berisi mengenang situasi seminggu sebelum itu yaitu acara launching album baru Heart2Heart pada 27 November 2013.

Namun tweet itu seperti sedang mendakwa aku juga, karena aku tidak datang. Padahal sebelum itu aku sudah mengirim tweet mengenai Bill Gates yang seperti kasih kode pada 7 November 2013, sebagaimana aku tulis di “Bill Gates Soal Peta Save Lives Dan 36 Jam Di Berlin“, berupa nama perusahaan Schrodinger yang seperti berarti menurut Bill Gates gak seru kalo aku kerja normal di kantoran, lebih “seru” kalo aku “die” “ng” “r”, aku nikah sama Raisa lalu aku die. Yang kemudian mendapat respon dari Raisa berupa memuat beberapa pesan tweet pada 9 November 2013, dimana dari delapan tweet hari itu, 4 tweet memuat kata “seru”.

Pesan pada Tweet Raisa 4 Desember 2013 pagi itu berupa “siapa nih yang jam segini, minggu lalu, udh mulai ngantri ngambil boxset dan masuk ke venue Heart2Heart Launching Party”, seperti sedang mendakwa aku karena aku nggak datang pada acara itu.

Pada malam saat acara launching itupun Raisa juga seperti menyindir aku, ketika berbicara dengan penonton setelah membawakan lagu “Let Me Be” yang antara lain ada bait “ooooh I do, yes I do, ……. I’m so glad that you’re mine….”. Sebelum lagu “Let Me Be” itu dimulai, dia sempat menyebut soal lamaran, yaitu kalau cowo ngelamar, sedangkan kalau cewe dilamar. Tapi buru-buru dia ikuti dengan “ini bukan kode, jangan kesenengan gitu deh, ih, kamu ih……”, dan diantara penonton ada yang mengatakan sesuatu yang kemudian diulang oleh Raisa “sendirinya,” mungkin ada penonton yang mengatakan Raisa sendiri yang lagi kesenengan.

Wajah Raisa tampak cerah saat bicara soal lamaran, mungkin memang sedang dalam proses dilamar, oleh siapa bukan urusanku. Sebab urusanku adalah Raisa bantu aku pindah ke akherat untuk kebaikan umat manusia.

Selesai lagu “Let Me Be” itu, dia minta lampu sorot diarahkan ke penonton, “pengen ngabsen……”. Seperti terkait email dari aku ke dia soal kalau sedang dibawah lampu sorot dari langit lebih baik berhati-hati.

Dan dia mulai bertegur sapa dengan penonton, menyapa hai ke para penggemar yang disebut “Your Raisa”. Lalu hai ke teman-teman kampus, Kino haai, ada ibu ayah di belakang haai.

Lalu…… “ada keluarga aku ….,” dan gambar yang semula dari kamera yang mengambil dari jauh, dari belakang penonton, berubah ke kamera lain di kanan panggung yang mengambil secara setengah badan ke Raisa. Dan Raisa seperti berbicara ke kamera itu pada menit ke 38.56  “ada Kinan disitu, ….. eh, mana Kinan ……,”

Penggemar diapun bersorak, seperti sudah tahu siapa yang dimaksud dengan Kinan.

Dia berhenti bicara sambil mengedip-ngedipkan kedua mata ke arah penonton, lalu melanjutkan, “where’s Kinan ….. oh my God, he lost the moment ……”, dan dia berjalan ke arah lain, ke kiri panggung, serta melanjutkan “….. ada teman2 SMP haai…..”

Emang teman-temanku suka bilang aku ini mirip Keenan Nasution suami Ida Royani. Malah ada temanku di American Express, menantu dari Benyamin S., suatu ketika ketemu aku di kantor Canon di jalan Juanda Jakarta Pusat sekitar satu tahun setelah aku nggak kerja lagi di American Express. Saat dia turun dari tangga, dia langsung bilang: “Eeee, bang Keenan, apa kabar, udah lama nggak ketemu nih ……”. Aku jadi gelagapan juga, dan waktu dia sudah melangkah makin dekat, “Eh, bukan bang Keenan ya…..”. Aku ingatkan bahwa aku teman waktu di American Express, dan menyebut nama beberapa teman lain, baru dia “Oooooh, pantesan dari tadi seperti bang Keenan, seperti bukan, tapi seperti udah kenal juga”.

Tapi ada soal penting kenapa aku nggak datang di launching Heart2Heart itu, selain karena dalam 5 jam tiket sudah habis terjual. Yaitu, karena tanggal acara adalah tanggal 27 November 2013, dimana dalam keluargaku anak ke-2 yang sekolah di SMA 7 adalah kakakku Faisal yang memuat “sal” seperti pada kata salib. Sehingga tanggal 27 itu seperti berarti orang2 yang terkait dengan salib ditanggalkan dari dunia ini. Berarti sudah sangat dekat kiamat.

Padahal tweet pertamaku ke Raisa justru pada tanggal 30 Oktober, yang seperti berarti “tanggal 3 kosong”, tanggalkan pengosongan terhadap orang2 yang terkait dengan 3. Apabila kemudian aku malah datang pada tanggal 27 November itu, ‘kan berarti menjadi counter-productive dengan yang tanggal 30 Oktober. Kalau kiamat terjadi gara-gara persoalan aku dan Raisa yang menjadi pemicu, aku dan dia bisa mengalami kesulitan besar di akherat.

Tapi yang menarik adalah kalau memang dia sengaja menyebut nama Kinan pada menit 38.56, dimana 56 adalah angka tahun kelahiran kakakku Faisal yaitu tahun 1956, berarti kelompok dia memiliki presisi dalam soal waktu, sehingga bisa tepat pada menit 38.56 dia menyebut “ada Kinan disitu …..”. Dan bahwa para penggermar dia langsung bersorak ketika dia menyebut Kinan, berarti kalau yang dimaksud Kinan adalah aku, para penggemar dia sudah mengetahui soal aku. Dengan kata lain, kemana aku pergi mungkin para penggemar dia memata-matai aku. Dalam era handphone yang rata-rata sudah pakai kamera, tugas memata-matai itu jadi lebih mudah.

Pada bagian lain, dalam lagu “Apalah Arti Menunggu” yang kalau disingkat menjadi “Apalah AM”, atau sesuai kesediaanku naik menghadap Allah ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia, “Up Allah AM Firmansyah”, menjelang akhir lagu itu tiba-tiba lampu dimatikan. Terjadi tepat pada saat durasi sudah menunjukkan jam ke 01.11.46.

Sempat melanjutkan dengan bait “kamu tak cinta ……..” yang seharusnya disambung dengan kata “lagi”, tapi dia tidak sebut kata lagi itu, dan Raisa malah berjalan ke kanan pada saat durasi sampai di jam ke 01.11.56. Raisa menghilang, penonton berteriak kecewa, dan tinggal bayangan para pemain band di panggung. Pemain drum ikut pergi, pemain gitar dan bas meletakkan alat musik mereka dan ikut pergi, panggung gelap dan kosong pada jam ke 01.12.17.

Seorang penonton perempuan yang berwajah mirip anak pak wapres Sudharmono yang pernah satu kantor sama aku di American Express tahun 1989, tapi masih muda, mungkin cucu pak Sudharmono, memakai baju abu-abu dengan bunga-bunga seperti titik-titik putih, melihat ke kamera sambil seperti mengatakan “maunya sama mas Firman …….”.

Keadaan panggung vacum itu berlangsung sekitar satu menit.

Pada jam ke 01.13.14, pemain drum muncul lagi, meskipun gelap tapi karena pakai baju putih jadi samar-samar terlihat juga. Penonton berteriak memanggil-manggil nama Raisa. Suara piano mulai terdengar, penonton berteriak senang.

Raisa muncul lagi, samar-samar karena lampu masih mati, dan pada jam ke 01.13.39, atau kurang satu detik dari 01.13.40, suara Raisa mulai terdengar, lagu “Firasat”. Lampu perlahan-lahan dihidupkan lagi.

Entah ini terinspirasi dari email ku atau bagaimana. Beberapa hari sebelum itu aku emang kirim email dengan dua foto. Yang satu foto pocong yang sudah pernah aku muat juga disini, tapi pada tulisan aku ganti sedikit “Firasat=Firman????…….I’m Yours Honey…..Mari Kita Ber Heart2Heart”. Sedangkan yang satu lagi adalah yang aku di warung bakmi ayam, juga aku ganti sedikit pada bagian tulisan menjadi “Maaf senyumku jadi seperti Raisa, biar Heart2Heart”. Foto-foto itu aku kirim karena memang Raisa meminta para penggemar dia untuk kirim foto dan video terkait launching album baru Heart2Heart.

Pada email itu aku tuliskan juga, moga-moga kedua foto itu cukup menarik untuk ditampilkan pada layar lebar di belakang panggung, berselang-seling sama foto-foto para penggemar lain. Kalo foto yang aku pake pocong itu, mungkin akan bikin para penggemar Raisa berteriak “aaaaaawwww……..”, seperti biasa kalo orang lihat pocong. Biar lebih dramatis, mungkin menjelang foto pocong muncul, pas lagi lagu yang slow dan tegang, sinar lampu dikurangin.

Pada bagian lain di launching Heart2Heart itu, ada momen Raisa memotret diri sendiri dua kali. Yang pertama menghadap penonton, yang kedua membelakangi penonton, menggunakan kamera foto langsung jadi, kertas foto langsung keluar dari kamera. Masing-masing foto itu lalu dikecup dengan bibir yang lebih dulu dikasih lipstick, lalu kedua foto itu dilempar ke penonton.

Saat sampai di akhir acara, Harris Pranowo pada piano tidak langsung muncul. Sehingga 4 orang dengan lingkaran lampu sorot di belakang seperti berarti 40, sesuai namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4, dan kesediaanku menjadi 0, menjadi kosong, ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Ketika kemudian Harris Pranowo pada piano muncul untuk ikut berpose, namun Marco Steffiano pada drum lalu memposisikan diri di belakang Iga Massardi pada gitar, sehingga mereka yang sudah berlima itu jadi tampak berempat lagi dengan lampu sorot di latar belakang. Beberapa saat kemudian barulah mereka berpose berlima, dan membungkukkan badan kepada penonton. Acara berakhir dengan sukses.

Waktu Raisa muncul lagi di panggung setelah adegan lampu dimatikan itu, sejak dari awal lagu Firasat dia bawakan, dia tidak terlalu sering melihat ke kamera. Tapi saat sampai pada kata “kupercaya”, dia menatap ke kamera, pada jam ke 01.15.15, yang diikuti kata-kata “alampun berbahasa, ada makna dibalik semua pertanda …….”.

 
 

Jakarta,  10 Desember 2013.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: