AB802. Naik Tanpa Nisan Dan Bill Gates Soal Jiwasraya

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Naik Tanpa Nisan Dan Bill Gates Soal Jiwasraya

 
 

Selain cerita “Mari Tim Makan Nasi Tim Pasar Cipanas“, soal tahun 1970 aku naik ke Puncak dibantu tetanggaku Theo dengan mobil Nissan Patrol setelah mobil Chverolet 1957 mogok menjelang Puncak, ada lagi alternatif lain yaitu aku naik dengan Opel 1966 pada tahun 1972, berarti tanpa nisan sehingga sesuai dengan soal aku jatuh ke laut yang dalam saat naik pesawat kecil, tidak perlu dikuburkan, tidak perlu nisan kuburan.    foto: Google Maps Street View
Jalan masuk ke hotel Cipayung Asri. Kalau mau ke hotel Cipayung harus lebih dulu lewat sebuah jalan kecil ini yang lewat di depan hotel Cipayung Asri. Waktu itu adalah tahun 1972 saat aku kelas 1 SMP Trisula, bersama rekan-rekanku dan kakakku yang juga satu sekolah sama aku dan seorang teman dia, kami menginap di hotel Cipayung. Lalu disambung dengan menginap bersama keluargaku di villa Sulanjana yang berada pada posisi lebih naik dari hotel Cipayung itu. Tapi sayang foto-foto hotel Cipayung itu tidak ada di Internet, mungkin sudah tidak beroperasi lagi atau bagaimana. Cuman ada hotel Cipayung Asri, yang dulu juga sudah ada waktu aku menginap di hotel Cipayung itu.   foto: Google Maps Street View
cipayungasrihotel.com
Beberapa saat setelah aku menulis soal jalan menuju hotel Cipayung harus lewat jalan di depan hotel Cipayung Asri, muncul tweet Bill Gates yang memuat kata “way better”.
Hotel Cipayung itu merupakan rumah-rumah villa, tapi tidak mewah, setiap villa terpisah dari villa yang lain oleh halaman rumput. Masing-masing villa itu berupa rumah yang sederhana seperti rumah-rumah masyarakat di kota kecil, kurang lebih seperti pada foto diatas dan dibawah ini.     foto atas: wikimapia.org, foto bawah: indonesiahoteltour.com
Kalau jaman sekarang nama Cipayung mengingatkan pada lagu Umbrella dari Rihanna.   foto: video-musics.blogspot.com
Tweet oleh Bill Gates pada 2 Desember 2014 memuat kode link “1y5JSeh”. Seperti terkait soal angka 5 pada harga lukisanku yang aku sebut di “Dua Perjalanan Bill Gates Dan Lukisan Untuk Rencana Perjalananku“, dan juga soal aku pindah dari rumah yang sudah ditinggali bersama keluargaku selama 58 tahun sehingga mendapat pesangon dari Jiwasraya pengelola rumah VB itu seperti aku tulis di “NatGeo Holy Lance Dan Aku Pulang Lancar Ke Akherat Dengan Open Kap“. Serta soal Syekh Mansour pemilik klub Manchester City dimana sejak musim 2014-2015 Jiwasraya ada kerjasama promosi dengan Manchester City.
Barclays Premier League Champions,

Manchester City Football Club, are

delighted to announce a new club

partnership with Jiwasraya

10 June 2014 15:50
Posted by @MCFC
Alvaro Negredo, Tom Glick, Chief Business Officer for Manchester City, Hendrisman Rahim, President Director of Jiwasraya Jiwasraya, Pablo Zabaleta.
The two year deal will see the state-owned company, which specialises in life insurance and financial planning become City’s Official Insurance Partner in Indonesia. Established in 1859 and based in Jakarta, Jiwasraya has gone on to become Indonesia’s leading insurance company, with branches across the region servicing over seven million customers. As part of the partnership, Jiwasraya have the rights to produce TV ads with City’s stars, in addition to featuring the Club crest and player imagery in marketing campaigns throughout Indonesia. The unique partnership will enable Jiwasraya to offer their loyal customers with money-can’t-buy experiences and internal staff with incentives, from meet and greets with Manchester City players, to watching behind-the-scenes training sessions at the club’s first-team training facility. Jiwasraya clients will also have the opportunity to watch Manuel Pellegrini’s men in action at the Etihad Stadium, from the comfort of the club’s award winning hospitality suites.
jiwasraya.co.id
Google Maps Street View
Google Maps Street View
Kantor Pusat PT Jiwasraya berada di jalan Ir. H. Juanda 34 Jakarta Pusat, dan ada beberapa kantor lain di jalan itu yang penting juga dalam pengalamanku.
Auto 2000 showroom Toyota di jalan Ir. H. Juanda 21-22 Jakarta Pusat, di pojok jalan Pecenongan, tempat aku kerja jadi Counter Salesman pada tahun 1987-1988 saat masih bernama Astra Motor Sales.  foto: Google Maps Street View
Google Maps Street View
Gedung Sancta Maria Jl. Ir. H. Juanda no. 29 Jakarta Pusat, sebuah gedung perkantoran kuno dari jaman Belanda tempat aku kerja di tahun 1981 pada perusahaan iklan Benison Ad di lantai 2.
Google Maps Street View
Casio Sales & Service Center jalan Ir. H. Juanda 11B Jakarta Pusat, tahun 1991 aku pernah disangka Keenan Nasution oleh seorang cewe saat aku masuk ke Customer Service disitu. Dan cewe itu ternyata temanku waktu aku kerja di American Express tahun 1989, menantu dari Benyamin S.
Google Maps Street View
Dekat jalan Juanda ada pula Istana Negara dan terdapat gedung Bina Graha tempat kerja kepresidenan dimana pak Harto berkantor dulu.   foto: Google Maps Street View
kepustakaan-presiden.pnri.go.id
Dua tweet belakangan ini, pada 9 dan 10 Desember 2014, Bill Gates memuat buku yang berjudul “Capital” yang dalam bahasa Indonesia adalah modal, sehingga seperti isyarat kalau lukisanku laku terjual maka selain sebagian disumbangkan untuk amal sosial dan untuk aku melakukan perjalanan menggali inspirasi, juga agar dijadikan untuk modal menjalankan bisnis.

 
 

Selain cerita “Mari Tim Makan Nasi Tim Pasar Cipanas“, soal tahun 1970 aku naik ke Puncak dibantu tetanggaku Theo dengan mobil Nissan Patrol setelah mobil Chverolet 1957 mogok menjelang Puncak, ada lagi alternatif lain. Yaitu aku naik dengan Opel 1966 pada tahun 1972, berarti tanpa nisan sehingga sesuai dengan soal aku jatuh ke laut yang dalam saat naik pesawat kecil, tidak perlu dikuburkan, tidak perlu nisan kuburan. Waktu itu adalah tahun 1972 saat aku kelas 1 SMP Trisula, bersama rekan-rekanku dan kakakku yang juga satu sekolah sama aku dan seorang teman dia, kami menginap di hotel Cipayung. Lalu disambung dengan menginap bersama keluargaku di villa Sulanjana yang berada pada posisi lebih naik dari hotel Cipayung itu.

Tapi sayang foto-foto hotel Cipayung itu tidak ada di Internet, mungkin sudah tidak beroperasi lagi atau bagaimana. Yang ada cuma foto-foto hotel Cipayung Asri, yang dulu juga sudah ada waktu aku menginap di hotel Cipayung itu, dimana kalau mau ke hotel CIpayung harus lebih dulu lewat sebuah jalan kecil yang lewat di depan hotel Cipayung Asri.

Aku tidak ingat betul berapa orang waktu itu yang menginap di hotel Cipayung, kalau tidak salah tujuh orang, yaitu aku, Hans, Chopy, Yogi, Sulistyono, kakakku Faisal dan teman kakakku Ade Iskandar. Hans merupakan teman satu kelas sama aku, anak dari pak HG Rorimpandey pemimpin redaksi koran Sinar Harapan yang waktu itu sedang terkenal, koran sore yang dicari orang untuk berita terhangat pagi dan siang hari. Chopy juga teman satu kelas sama aku, berbadan kecil seperti anak SD pada waktu itu. Yogi adalah murid yang satu tahun di atasku, merupakan adik dari guru bahasa Inggris di sekolahku SMP Trisula yaitu pak Theo, dari Sumatera Utara. Sulistyono bukan murid SMP Trisula, dia beberapa tahun lebih tua, berbadan kekar, dan karena sering nongkrong di rumah Hans jadi diajak juga. Kakakku dan teman dia Ade, dua tahun diatasku, jadi waktu aku kelas 1 SMP kakakku kelas 3 SMP.

Hotel Cipayung itu merupakan rumah-rumah villa, tapi tidak mewah, setiap villa terpisah dari villa yang lain oleh halaman rumput. Masing-masing villa itu berupa rumah yang sederhana seperti rumah-rumah masyarakat di kota kecil, terdiri dari satu atau dua atau tiga kamar tidur. Di atas tanah yang cukup luas itu ada sekitar dua puluh lima rumah villa sederhana itu. Waktu itu aku menginap satu malam, dan sempat juga pada siang hari melakukan hiking, jalan kaki menembus perkebunan dan pepohonan hutan, mengikuti jalan setapak yang biasa dilalui masyarakat setempat. Lalu disambung dengan menginap bersama keluargaku di villa Sulanjana yang berada pada posisi lebih naik dari hotel Cipayung itu, sebuah villa yang juga tidak mewah, sedang-sedang saja, disewa-sewakan kepada yang mau menginap.

Menjadi penting aku ungkapkan kisah menginap di Cipayung itu, karena sekitar dua tahun lalu waktu hafalan yang aku lakukan pada surat Al Baqarah sampai di ayat 283, ada bagian yang seperti memuat Rihanna, penyanyi yang terkenal dengan lagu Umbrella yang berarti payung. Karena aku menghafal antara lain dengan bantuan sistim jembatan keledai, yaitu mengkaitkan dengan soal lain untuk lebih mudah menghafal, maka waktu sampai pada bagian yang seperti memuat nama Rihanna itu aku langsung ingat dengan penyanyi “Rihanna” dan lagu hits Umbrella yang berarti payung itu. Kurang lebih bagian ayat itu adalah “Wa in kuntum alaa safariwwalam tajiduu kaatiban, farihaanummaqbudhah ……”

Tapi waktu itu aku tidak langsung mengingat soal dulu aku menginap di Cipayung. Baru setelah aku menulis “Mari Tim Makan Nasi Tim Pasar Cipanas” dan lalu pengalaman dengan Opel rekord 1966 pada “Bill Gates Baju Kotak-kotak, Opel Rekord 66 Dan Kap Terbuka Untuk 4“, aku jadi ingat lagi kejadian menginap di hotel Cipayung itu, dan hafalan ayat yang ada bagian seperti memuat nama Rihanna penyanyi yang terkenal denga lagu hits Umbrella yang berarti payung itu.

Bagian lain dari ayat itu juga membuat aku menggunakan sistim jembatan keledai dengan mengingat pada soal lain, yaitu pada bagian “wamayyaktumhaa fainnahuu aatsimun qalbuh….” membuat aku ingat pada kata “tombak”. Dan belakangan ini waktu aku menulis “NatGeo Holy Lance Dan Aku Pulang Lancar Ke Akherat Dengan Open Kap“, mengenai Holy Lance bagian dari ujung tombak yang digunakan oleh pasukan Romawi untuk menusuk bagian samping Yesus saat memastikan apakah sudah meninggal atau belum, dimana kemudian Holy Lance itu pernah disimpan oleh Hitler untuk menyerap energi ghaib, aku jadi ingat lagi pada bagian ayat yang seperti kata tombak itu. Sedangkan bagian awal ayat itu “Wa in kuntum alaa safari….” memuat kata “safari” yang berarti perjalanan, jadi seperti terkait dengan rencanaku melakukan perjalanan menggali inspirasi ke berbagai tempat di dunia sebelum ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Tweet oleh Bill Gates pada 2 Desember 2014 memuat kode link “1y5JSeh”. Angka 5 seperti terkait soal harga yang ada angka 5 yang aku ajukan ke Bill Gates untuk lukisanku yang memuat kamu, seperti yang aku tulis juga di “Dua Perjalanan Bill Gates Dan Lukisan Untuk Rencana Perjalananku“. Sedangkan “JSeh” seperti memuat dua arti, pertama terkait dengan soal Jiwasraya yang aku muat di “NatGeo Holy Lance Dan Aku Pulang Lancar Ke Akherat Dengan Open Kap” mengenai pada tahun 1982 ayahku mendapat pesangon dari perusahaan asuransi BUMN PT Jiwasraya saat pindah dari rumah VB yang sudah ditinggali sejak tahun 1958. Dan kedua adalah seperti memuat nama Syekh Mansour, pemilik klub sepakbola Inggris Manchester City, sebab sejak musim 2014-2015 PT Jiwasraya menjadi sponsor juga untuk tim Manchester City.

Kantor Pusat PT Jiwasraya berada di jalan Ir. H. Juanda 34 Jakarta Pusat, dan ada beberapa kantor lain di jalan itu yang penting juga aku ungkapkan disini seperti terlihat pada peta diatas. Sesudah gedung kantor pusat Jiwasraya, ada gedung Sancta Maria dimana sekitar tahun 1981 aku kerja di gedung itu pada perusahaan iklan Benison Ad yang terletak di lantai 2. Jadi seperti gedung Jiwasraya juga, gedung itu merupakan gedung lama dari jaman Belanda, dan disewa-sewakakan untuk kantor. Aku tidak ingat ada berapa kantor waktu itu di dalam gedung Sancta Maria itu karena aku kerja disitu cuma sekitar 3 bulan.

Setelah itu di pojok dengan jalan Pecenongan ada gedung showroom Toyota, Auto 2000 yang dulu bernama Astra Motor Sales waktu aku kerja disitu tahun 1987-1988. Jadi penting terkait judul surat ini soal naik tanpa nisan, dan sebagaimana aku tulis di “NatGeo Holy Lance Dan Aku Pulang Lancar Ke Akherat Dengan Open Kap” diantara tipe mobil Opel ada yang bernama Opel Astra, dimana nama Astra itu seperti berarti “Amerika Serikat terang” seperti pernah aku ungkapkan pula pada “Interstellar Kubur AM Di Laut Dan Mencegah E Naik Menghadap Ilahi“.

Dan lebih ke kanan lagi pada peta, ada tempat service center Casio. Dulu sekitar tahun 1991 aku pernah kesitu bawa TV black and white kecil merk Casio yang ayahku dapat dari orang Jepang, ukuran sekitar 10 x 15 cm, tapi tebal sekitar 5 cm, tidak seperti tablet atau smartphone jaman sekarang yang tipis. Aku mau tanya disitu apakah bisa disetel atau ganti onderdil biar bisa berwarna, tapi orang disitu bilang tidak bisa, karena itu produk lama. Ada kejadian lucu, waktu aku masuk ke bagian Customer Service, tiba-tiba dari lantai atas ada perempuan jalan menuruni tangga, sambil senyum lebar berteriak ke aku : “Eee, bang Kinan, apa kabar bang, mpok Ida Royani gimana kabar, udah lama nih nggak ketemu,…..” Waktu aku cuma bengong saja, dia lalu berhenti senyum: “Eh, bukan bang Kinan ya, ….. maaf bang, kirain bang Kinan,….”. Kebetulan aku kenal juga sama dia, menantu Benyamin S. yang pernah satu kantor sama aku di American Express, tapi dia masuk di American Express sekitar satu bulan menjelang aku berhenti, jadi aku juga tidak terlalu ingat sama dia, dan baru ingat setelah beberapa saat.

Pada dua tweet belakangan ini Bill Gates memuat buku yang berjudul “Capital”, yang dalam bahasa Indonesia adalah modal, sehingga seperti isyarat kalau lukisanku laku terjual maka selain sebagian disumbangkan untuk amal sosial dan untuk aku melakukan perjalanan menggali inspirasi, juga agar dijadikan untuk modal menjalankan bisnis. Sebab dalam sistim kapitalis belakangan ini muncul pemikiran soal inequality yang dapat berakibat pada kemunduran ekonomi. Ini dapat diatasi menurut Bill Gates melalui antara lain sumbangan sosial, juga menjadikan modal yang ada diputarkan dalam bisnis sehingga menambah lapangan kerja dan memutar roda ekonomi. Bill Gates kurang setuju kalau ada orang-orang kaya yang uang mereka cuma untuk dibelikan property yang lalu disewakan, karena tidak menambah lapangan kerja maupun memutar roda ekonomi.

Memang sejak lama aku juga sudah berpikir seperti itu, yaitu kalau lukisanku terjual dengan harga yang baik, maka selain sebagian disumbangkan untuk amal sosial dan untuk aku melakukan perjalanan menggali inspirasi, juga akan dijadikan untuk modal menjalankan bisnis. Antara lain aku terinspirasi oleh Ray Kroc, seorang entrepreneur yang membesarkan McDonalds menjadi restoran Burger terkemuka di dunia. Ray Kroc baru mulai masuk jadi pebisnis restoran dalam usia yang tidak muda yaitu 52 tahun, sebelum itu dia bekerja jadi salesman mixer untuk restoran. Ray Kroc membuka gerai McDonalds pertama tahun 1955 di Des Plaines Illinois. Setelah terjadi perkembangan pesat, tahun 1959 sudah ada 100 gerai McDonalds, maka dua bersaudara Dick dan Mac McDonalds merasa sudah cukup, namun Ray Kroc ingin mengembangkan lebih lanjut sehingga tahun 1961 dia beli seluruh saham McDonalds dari dua bersaudara Dick dan Mac McDonalds. Tahun 1963 sudah menjadi 500 gerai McDonalds, tahun 1978 sudah 5000 restoran di seluruh dunia.

Mungkin diantara perjalanan ke berbagai tempat di dunia itu, aku akan ke Tiongkok juga sesuai Hadist belajarlah meskipun sampai ke negeri Tiongkok, sebab untuk aku yang lahir tahun 1958 ini fenomena Tiongkok itu menakjubkan juga. Aku masih ingat waktu aku masih kecil sekitar tahun ’60-an-’70-an, kalau di TV ada berita dari negeri Tiongkok, yang tampak adalah masyarakat dengan pakaian yang hampir sama berwarna hitam atau krem, pakaian sederhana seperti petani, dan jalan-jalan dipenuhi oleh sepeda sebagai kendaraan rakyat. Karena memang sejak akhir tahun ’40-an Tiongkok dalam hal ini Partai Komunis Cina memang sukses menerapkan secara ketat sistem komunisme yang mengutamakan sederhana kerakyatan, atau dikenal dengan istilah Proletar, dan kalau menurut istilah Bung Karno adalah Marhaenisme. Rakyat tidak boleh menjadi kaya-raya, karena semua kekayaan ditangani oleh negara dan dibagi rata kepada rakyat, sama rata sama rasa. Namun kemudian mulai akhir tahun ’80-an, sistem mulai berubah, perekonomian lebih terbuka, orang sudah boleh menjadi kaya-raya, dan ternyata sukses juga. Sekarang ekonomi Tiongkok menjadi raksasa dunia yang menurut Brett Arends berdasarkan data IMF sejak 4 Desember 2014 ekonomi Tiongkok sudah menjadi nomer satu di dunia menyalip posisi Amerika Serikat.

 
 

Jakarta, 11 Desember 2014.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: