AB884. Serviam Dan Ajalku Lewat Senk Lotta

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Serviam Dan Ajalku Lewat Senk Lotta

 
 

 
 
 
Tweet Bill Gates pada tanggal 4 November 2015 seperti merupakan respon kepada dua posting yang aku muat sebelum itu di media sosial. Yaitu posting di Twitter tanggal 28 Oktober 2015 soal lukisan Melinda Gates jongkok yang seperti menginspirasi Nobel Peace Prize tiga tahun berturut-turut 2013, 2014 dan 2015, serta posting di Facebook tanggal 27 Oktober 2015 soal foto mumi Mesir yang kemudian diikuti 4 hari setelah itu dengan pesawat Rusia jatuh di Mesir menewaskan 224 orang.
 
Ursuline Academy of Dallas is an independent Catholic college preparatory school for young women in grades 9-12. Educating students for 141 years, the Academy is the oldest continuously operating school in Dallas. With a distinguished tradition of academic excellence, innovation and service, Ursuline educates young women for leadership in a global society. Ursuline’s heritage is rooted in the founding of the Ursuline Order by Angela Merici in Brescia, Italy, in 1535. The vision of Angela spread throughout Europe and beyond – the Ursulines were the first religious order to reach the New World. Six pioneering Ursuline Sisters established Ursuline Academy in 1874, back when Dallas was little more than a frontier town.
SERVIAM
The motto of Ursuline Academy is Serviam, Latin for “I will serve.” But what does Serviam really mean? It’s a way to deepen your concern for others and turn it into meaningful action. It’s a calling to use your unique gifts and talents to help those in need. It’s an attitude and a spirit that will stay with you for the rest of your life.
 
Pada tweet tanggal 4 November 2015 itu, Bill Gates menyebut moga-moga yang membaca tweet itu terinspirasi oleh Melinda Gates’ MyGivingStory, kegiatan sosial oleh Melinda Gates. Juga memuat tweet dari sang istri Melinda Gates yang diawali dengan kata “Serviam – I will serve”, suatu motto dari sekolah Melinda Gates dulu, Ursuline Academy di kota kelahiran dia di Dallas Texas, sebuah sekolah lanjutan Katolik yang setara dengan kelas 3 SMP sampai kelas 3 SMA kalau di Indonesia. Kemudian motto Serviam itu menginspirasi Melinda untuk senang melakukan kegiatan sosial, memberi sumbangan sosial, yang dimulai dari memberi sumbangan waktu dengan menjadi guru di sekolah setempat dan bantu-bantu di pengadilan. Dan berlanjut terus hingga membentuk Bill and Melinda Gates Foundation, sesuai kesepakatan untuk memberikan sebagian besar penghasilan dari Microsoft untuk dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai sumbangan sosial.
Namun pemuatan kata “serviam” itu juga seperti Bill Gates mengingatkan aku bahwa pesawat Rusia yang jatuh di Mesir 4 hari setelah aku memuat foto mumi Mesir itu, jangan sampai karena aku ada kaitan dengan mahluk halus yang bersikap melayani aku, “serve I AM Firmansyah”. Untuk itu perlu aku jelaskan disini bahwa aku tidak ada kaitan dengan mahluk halus yang semacam itu. Tapi memang waktu melihat foto mumi itu, ada perasaan seperti mahluk hidup karena mata kanan seperti sedang melirik. Namun tentu cuma perasaan saja, karena wajah itu memang merupakan wajah orang yang pernah hidup.
 
Pada “Memuat Foto Mumi Mesir Di Facebook Lalu Pesawat Rusia Jatuh Di Mesir 224 Orang Tewas“, aku menyebut ada dua orang yang memuat tweet satu hari sesudah kecelakaan pesawat itu, yang seperti respon untuk aku terkait kecelakaan pesawat tersebut. Yaitu Raisa pada tweet 1 November 2015 memuat “Flying Solo”, yang seperti mengingatkan aku agar kalau akan ketemu ajal, aku naik pesawat kecil saja sendirian dan lalu jatuh di laut dalam, agar jangan ada korban-korban lain seperti pada kecelakaan pesawat Rusia di Mesir 31 Oktober 2015. Sedangkan Senk Lotta pada tweet 1 November 2015 memuat soal Jakarta Music Festival di pantai Ancol.
Lalu ternyata pada 8 November 2015 malam sekitar jam sebelas, saat aku akan matikan laptop agar bisa tidur lebih cepat, aku sempat lihat di Twitter ada pesan dari Lotta bahwa malam itu jam 23.30 ada acara Jakarta Music Festival itu di ANTV. Jadi aku batal tidur cepat, dan malah menonton acara itu, yang merupakan rekaman dari acara di Ancol 1 November 2015 yang disebut dalam tweet Lotta satu hari setelah kecelakaan pesawat Rusia di Mesir itu. Senk Lotta ikut mengisi acara Jakarta Music Festival 2015 itu dengan muncul pada selingan diantara tiap lagu, berupa semacam drama bersama Vicky Prasetyo dan Cassandra Lee. Mengisahkan soal cinta segitiga, yang lalu ketahuan oleh kedua cewe itu saat mereka tanpa sengaja bertemu bertiga. Kedua cewe itupun marah dan menyeret Vicky Prasetyo untuk lalu didorong ke air laut di pantai Ancol.
 
 
 
Meskipun cuma drama kecil di selingan tiap lagu pada acara Jakarta Music Festival 2015 itu, tapi adegan Senk Lotta bersama Cassandra Lee menceburkan Vicky Prasetyo ke laut di pantai Ancol itu jadi seperti terkait kesediaanku ketemu ajal saat naik pesawat kecil yang jatuh ke laut dalam. Apalagi karena perekaman acara itu berlangsung satu hari setelah kecelakaan pesawat Rusia di Mesir 31 Oktober 2015 dengan korban 224 orang.
 
Satu hari sebelum acara Jakarta Music Festival ditayangkan di ANTV 8 November 2015, ada acara lain yang seperti respon Senk Lotta ke suratku “Memuat Foto Mumi Mesir Di Facebook Lalu Pesawat Rusia Jatuh Di Mesir 224 Orang Tewas” dimana aku menulis soal meskipun Senk Lotta berasal dari Uzbekistan tapi dia sering menyebut soal Rusia, karena memang dulu Uzbekistan bersama Rusia tergabung dalam negara Uni Sovyet sebelum negara itu bubar tahun 1991. Acara itu adalah Roaming di Trans 7 pada tanggal 7 November 2015. Selama ini sejak acara itu mulai muncul 7 Mei 2015, diantara 6 panelis orang asing yang ada di Indonesia, jarang ada yang dari Rusia. Tapi pada episode 7 November 2015 itu ada seorang panelis dari Rusia yaitu Alina Saraswati, yang sudah beberapa tahun jadi model di Indonesia dan pada April 2015 memunculkan single lagu perdana berjudul “Pengen Kawin”. Pada Agustus 2015 judul lagu itu terkabul, Alina menikah.
Acara talk-show Roaming di Trans7 episode 7 November 2015, panelis dari kiri ke kanan Sahil dari India, Jenifer dari Amerika, Hiroaki dari Jepang, berdiri adalah narasumber Kasandra Putranto psikolog serta host Fitri Tropica, lalu panelis lebih lanjut adalah Senk Lotta dari Uzbekistan, Leo Consul dari Filipina, dan Alina Saraswati dari Rusia.
 
Dalam tweet 6 November 2015 Alina Saraswati memuat pesan akan muncul bersama Ratu Dangdut, Inul Daratista. Dan pada foto terkait di Instagram seperti dibawah ini, terlihat ada Inul bersama para panelis, antara lain selain Alina juga ada Jenifer, Hiroaki, Lee, dan Leo, tanpa ada Senk Lotta. Namun saat ditayangkan Sabtu 7 November 2015 tampak ada perubahan, Inul tidak muncul, baju Alina juga beda, dan Lee yang dari Korea Selatan juga tidak muncul. Yang muncul adalah Sahil dari India, dan Senk Lotta juga ada, seperti pada foto diatas. Entah mungkin rekaman yang ada Inul untuk episode lain barangkali.
 
Ini menarik, pada tweet 7 November 2015 Alina yang asal Rusia itu menyebut “Jangan lips nonton Saya”. Arti kata lips adalah bibir, jadi seperti terkait bibirku yang dower, sehingga seperti memuat isyarat jangan sampai aku Firman no end tapi malah to end Alina. Aku Firman tidak jadi meninggal dunia, tapi malah Alina yang meninggal. Pesan ini jadi penting karena dimuat sekitar satu minggu setelah pesawat Rusia jatuh di Mesir pada 31 Oktober 2015 dengan 224 orang tewas. Berarti tinggal tunggu waktu saja sebelum Senk Lotta dan rekan-rekan betul-betul memindahkan aku keluar dari dunia fana ini.
Ada bagian yang seru pada episode 7 November 2015 itu yaitu ketika Alina mempraktekkan pelajaran singkat beladiri yang diberikan oleh Eko dan Lia dari Komunitas Women Self Defense, dan yang dibanting adalah Sahil dari India.
 
 
 
Kalau aku perhatikan, memang kemunculan Senk Lotta sejak beberapa tahun lalu di Indonesia seperti untuk bantu aku mewujudkan kesediaanku ketemu ajal. Selain seperti yang sudah aku sebutkan di “Memuat Foto Mumi Mesir Di Facebook Lalu Pesawat Rusia Jatuh Di Mesir 224 Orang Tewas“, juga antara lain seperti pada data-data berikut ini:
Pertama kali aku perhatikan Senk Lotta adalah saat suatu hari aku pindah-pindah saluran TV, di bulan Juni 2014 kalau tidak salah. Ketika sampai di RTV, sedang ada acara liputan beberapa mesjid tua di Jakarta Utara, dengan host Senk Lotta. Dalam sebuah mesjid yang dia datangi, dia sempatkan berwudhu, lalu sholat. Jakarta Utara adalah daerah dekat laut, jadi sesuai dengan kesediaanku ketemu ajal saat naik pesawat kecil yang jatuh di laut dalam. Kemudian aku ketahui acara di RTV itu bernama Indonesia Banget, setiap Sabtu dan Minggu jam 10 pagi, dengan host bergantian para orang asing yang tinggal di Indonesia.
 
Senk Lotta memelihara kucing, ada lebih dari satu kalau tidak salah, tapi yang beberapa kali dia munculkan di Twitter adalah yang bernama Tono. Mengingatkan pada nama pak Jenderal R. Hartono yang lahir di kota kelahiran ayahku dan pernah jadi KASAD tahun 1995-1997 pada jaman pak Harto dulu. Mengingatkan juga pada pak Jenderal A. Yani yang juga merupakan KASAD, atau pada saat itu disebut MenPangad, pada waktu dibunuh oleh komunis 30 September 1965 yang dikenal dengan G30S/PKI. Dan Senk Lotta memang suka menyebut soal Rusia, yang dulu merupakan kiblat komunisme dunia. Antara lain pernah saat pergi dalam mobil, dia menggoda kru RTV dengan menyodorkan earpiece sambil mengatakan ini lagu Rusia enak. Juga saat bicara dengan Andre Hirata di Belitung sempat bertanya apakah buku dia ada yang sudah diterjemahkan ke bahasa Rusia.
Pada tweet tanggal 11 Maret 2015, Senk Lotta memuat istilah “Weapon of Mass Destruction”, senjata pemusnah masal, dengan link ke instagram berisi video singkat berupa seorang bule sedang memegang seekor kucing Siam, yang diandaikan sebagai senapan otomatis sambil menembak dan diberi efek seperti api dari senjata senapan mesin. Jenis kucing Siam itu seperti isyarat aku Si AM Firmansyah merupakan semacam Weapon of Mass Destruction juga, yang dapat menjadi tak terkendali sehingga harus dimusnahkan. Dan tanggal pemuatan tweet itu 11 Maret 2015, mengingatkan pada Surat Perintah 11 Maret 1966, yang dibuat oleh Presiden Sukarno kepada Mayjen Suharto untuk mengatasi keadaan kacau saat itu, dikenal juga dengan Supersemar singkatan dari “Surat Perintah Sebelas Maret”. Dengan surat itu pula pak Harto lalu menjadi presiden, dan sempat disalahkan oleh Bung Karno dalam pidato yang dikenal dengan Nawaksara, yaitu Bung Karno mengatakan Surat Perintah Sebelas Maret itu bukan surat pengalihan kekuasaan. Namun karena keadaan saat itu sudah tidak berpihak kepada Bung Karno, akibat kekacauan setelah peristiwa penculikan dan pembunuhan 7 Jenderal oleh PKI pada 30 September 1965 yang dikenal dengan G30S/PKI, maka pak Harto tetap bertahan jadi presiden. Sampai sekarang tidak sedikit para pendukung Bung Karno yang tetap menganggap salah tindakan pak Harto itu, karena Supersemar itu bukan ditujukan untuk mengalihkan kekuasaan. Entah mungkin ketika aku kerja di American Express sejak Maret tahun 1989 yang diikuti keruntuhan tembok Berlin pada Nopember 1989, dan negara-negara komunis di Eropa Timur menjadi lebih demokratis, dan Uni Sovyet bubar tahun 1991, mungkin dianggap sebagai kesalahan seperti pak Harto juga, sehingga digambarkan seperti pada video singkat kucing Siam weapon of mass destruction yang dimuat Senk Lotta tersebut diatas. Dan aku harus dimusnahkan agar tidak menjadi weapon of mass destruction yang salah lagi.
 
Mungkin semua ini memang sudah digariskan dari langit, aku harus ketemu ajal dibantu Senk Lotta, moga-moga aku menjalani dengan sebaik mungkin.

 
 

Jakarta, 11 Nopember 2015.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: