AB886. Lambang Terkenal Peace Dibuat Pada Tahun Kelahiranku 1958

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Lambang Terkenal Peace Dibuat Pada Tahun Kelahiranku 1958

 
 

 
 
Saat berita kejadian teror di Paris 13 November 2015 malam sudah merebak di media masa, muncul respon dari para selebritis di media sosial. Antara lain pada Twitter Katy Perry aku menemukan retweet dari Chris Rock, aktor Hollywood, berupa lambang “peace” yang digabung dengan Menara Eiffel seperti terlihat pada tweet diatas.
 
wikipedia history.com
 
Setelah mengetahui gambar gabungan logo Peace dan menara Eiffel yang dimuat tweet Chris Rock 14 November 2015 itu adalah karya Jean Jullien, artis Perancis yang sekarang tinggal di Inggris,  maka pada 18 November 2015 jam 7.30 AM aku kirim tweet ke Jean Jullien. Waktu kirim tweet itu aku tidak sempat lihat jam, yang penting setelah muncul ide kalimat, dipikir dulu beberapa saat, dan langsung kirim. Dan ternyata sekitar 41 menit kemudian tweetku itu mendapat reply berupa “like” oleh Jean Jullien pada jam 08.11 AM waktu Jakarta seperti terlihat di bawah ini. Berarti sekitar jam satu dinihari lewat tengah malam di Inggris, mungkin dia sedang bergadang.
 
Gabungan logo Peace dengan menara Eiffel yang dikenal sebagai “Peace for Paris” itu, yang menjadi terkenal setelah teror di Paris pada 13 November 2015 malam, adalah karya artis Perancis yang sekarang tinggal di Inggris bernama Jean Jullien, usia 32 tahun kelahiran kota Nantes Perancis, lulusan Royal College of Arts Inggris. Ide itu muncul sangat spontan, setelah Jean Jullien mendengar berita di radio mengenai telah terjadi teror di Paris pada 13 November 2015 malam, yang menimbulkan reaksi yang kuat di hati dia. Muncul keinginan menggambar sesuatu yang melambangkan kedamaian dan solidaritas, dan sesuatu dengan konteks Paris, kata Jullien seperti dikutip dalam artikel di CNN 16 November 2015.
Jean Jullien is a French graphic designer currently living in London. He comes from Nantes and did a graphic design degree in Quimper before coming to London. He graduated from Central Saint Martins in 2008 and from the Royal College of Art in 2010. He works closely with the musician The Coward. His practice ranges from illustration to photography, video, costumes, installations, books, posters and clothing to create a coherent yet eclectic body of work.
 
The drawing of the artist Jean Jullien “Peace for Paris” exposed to the city hall of Nantes.     ilpost.it – 13:44, November 16, 2015
 
Municipal employees deploy a banner with the drawing “Peace for Paris” by French artist Jean Jullien.     associationsnow.com / Stephane Mahe / Reuters –  By Ernie Smith / Nov 16, 2015
 
 
Setelah itu jadi terpikir juga olehku, lambang “peace” yang tanpa menara Eiffel dan sudah sedemikian terkenal selama puluhan tahun itu, siapa yang membuat dan pada tahun berapa. Dari pencarian di beberapa situs di Internet, aku ketahui bahwa lambang “peace” itu dibuat oleh Gerald Holtom ( lahir 20 Januari 1914 – meninggal 18 September 1985 ), seorang artis desainer dari Inggris lulusan Royal College of Arts. Pada tahun 1958 Gerald Holtom membuat logo tersebut untuk Campaign for Nuclear Disarmament (CND) suatu organisasi di Inggris yang melakukan upaya-upaya untuk melucuti senjata nuklir di dunia secara unilateral. Logo itu mulai dipakai saat long-march dari London ke Aldermaston tempat produksi senjata nuklir Inggris, pada hari raya Paskah 6 April 1958. Seiring perjalanan waktu, lambang yang semula untuk logo Campaign for Nuclear Disarmament (CND) itu, kemudian digunakan pula untuk berbagai kegiatan lain yang berkaitan dengan perdamaian, antara lain di Amerika Serikat ketika sedang marak kegiatan demo anti perang Vietnam tahun 60-an dan 70-an.
 
 www.cnduk.org
 
sumber: grafis dari freetattoodesigns.org
 
Lambang “peace” yang terkenal selama puluhan tahun, dibuat oleh Gerald Holtom tahun 1958 untuk Campaign for Nuclear Disarmament (CND), terinspirasi dari huruf isyarat bendera Semaphore, yaitu kode isyarat huruf dan angka menggunakan bendera yang biasa digunakan diatas kapal laut maupun juga oleh Pramuka. Huruf depan Nuclear adalah N dan huruf depan Disarmament adalah D, maka masing-masing huruf N dan D dalam isyarat Semaphore itu diambil dan disimbolkan bersama lingkaran, lalu digabungkan dalam sebuah lingkaran.
 
wikipedia Seorang petugas diatas kapal laut sedang memberi kode Semaphore kepada kapal laut lain saat bertemu di laut. Dulu waktu aku masih SD dan ikut Pramuka di lingkungan tempat tinggalku, aku juga belajar Semaphore karena merupakan kewajiban untuk setiap anggota Pramuka.
 
mranil.com
 
Gambar diatas ini adalah posisi tangan dan bendera saat memberi isyarat bendera Semaphore,  diperagakan oleh Pramuka, ditampilkan bersama huruf-huruf terkait. Selain isyarat yang berarti huruf, sebagian dari isyarat itu juga berlaku untuk angka, yaitu angka 1 sampai 9  sama seperti isyarat dari huruf A sampai I, sedangkan angka 0 sama seperti isyarat untuk huruf K.
Juga ada isyarat yang bukan berarti huruf maupun angka, seperti dibawah ini:
inter.scoutnet.org
 
bsatroop90.org
 
“Rest” adalah saat tidak sedang memberi isyarat, atau dapat juga merupakan spasi dari tiap kata.
“Numbers” adalah saat akan memberi isyarat yang berupa angka, karena isyarat untuk angka 1 sampai 9  sama seperti isyarat dari huruf A sampai I, dan angka 0 sama seperti isyarat untuk huruf K, maka sebelum memberi isyarat angka harus diawali dengan isyarat “Numbers”..
“Attention” adalah saat memohon perhatian misalkan waktu akan memulai isyarat.
“Cancel” adalah membatalkan isyarat yang sudah diberikan.
“Letters” adalah serupa dengan isyarat huruf J, diberikan kalau sudah selesai memberi isyarat angka dan akan memulai isyarat huruf.
 
 
Jaman sekarang mungkin banyak orang yang tidak tahu apa itu Semaphore. Agar lebih jelas, di sebelah kiri ini ada tampilan animasi dari Semaphore.
 
 
Dan di sebelah kanan ini contoh bagaimana kode Semaphore untuk nama Rahma Sarita. Kalau mau coba juga dengan nama lain atau kata-kata lain, silakan di:
inter.scoutnet.org/semaphore/
 
 
 
One of the most widely known symbols in the world, in Britain it is recognised as standing for nuclear disarmament – and in particular as the logo of the Campaign for Nuclear Disarmament (CND). In the United States and much of the rest of the world it is known more broadly as the peace symbol. It was designed in 1958 by Gerald Holtom, a professional designer and artist and a graduate of the Royal College of Arts. He showed his preliminary sketches to a small group of people in the Peace News office in North London and to the Direct Action Committee Against Nuclear War, one of several smaller organisations that came together to set up CND.      cnduk.org

Gerald Holtom
(20 January 1914 –
18 September 1985)
 
The first peace badge, 1958, made in ceramic for the Campaign for Nuclear Disarmament by Eric Austen from Gerald Holtom‘s original design.     wikipedia
 
Lambang “peace” yang sekarang terkenal itu, semula merupakan logo untuk Campaign for Nuclear Disarmament (CND) dibuat oleh artis desainer Gerald Holtom pada tahun 1958. Awal pemakaian antara lain pada foto diatas dan dibawah ini, ketika demonstran melakukan long-march pada hari raya Paskah  6 April 1958 dari London ke Aldermaston tempat produksi senjata nuklir Inggris . CND demonstrators march from London to Aldermaston Atomic Weapons Research establishment in 1958.      The Guardian / Photograph: Keystone / Hulton Archive / Getty Images Keystone / Getty Images
Aldermaston March, Easter 1958. (Photograph courtesy of CND).     oxfordscholarship.com
 
Two sketches for the 1958 protest march as drawn by Gerald Holtom, showing the first representations of the peace symbol.     thenuclearworld.org
 
The open areas of the peace symbol and its sheer simplicity has lead to many adaptations. Here, from two 1960s matchbooks, are an American flag version and an ecology version.     thenuclearworld.org
 
During the Vietnam War the peace symbol was used extensively by anti-war protestors. Left is a 1968 poster from the Peace Action Council, and right is a 1967 poster from Tarot Press in Los Angeles.       thenuclearworld.org
 
Often associated with the psychedelic movement, the peace symbol represented love as well as peace. The top-left example is a 1971 black-light poster; the bottom-left image, also from 1971, is “Peace Girl” from Pomegranate Posters; and right, a 1968 poster, artist unknown.       thenuclearworld.org  
 
 
Seorang pria muncul naik sepeda menggeret piano besar, grand piano, yang ada lambang peace  sempat membingungkan masyarakat dan media yang sedang berkumpul di dekat gedung Bataclan Theatre. Mereka sedang memberi simpati dan dukacita karena disitu merupakan tempat dimana pada 13 November 2015 malam saat sedang ada pertunjukan band dari AS Eagles of Death Metal, lalu menjadi satu dari enam tempat serangan teror malam itu dengan korban terbanyak, 89 orang penonton tewas ditembak. Pria bersepeda yang menggeret piano itu lalu berhenti di dekat gedung Bataclan Theatre, dan memainkan piano yang dia bawa, sebuah lagu dari John Lennon yang sudah terkenal, “Imagine”. Setelah lagu itu selesai dia langsung pergi, tanpa diketahui siapa dia itu. Kemudian awak media dari The Guardian berhasil mengungkap identitas orang itu, dia adalah Davide Martello, seorang pianis yang biasa bermain di berbagai pub dan cafe. Pada saat kejadian malam itu, dia sedang berada di kota Konstanz Jerman, dalam sebuah pub menonton pertandingan siaran langsung sepakbola persahabatan antara Jerman dan Perancis. Malam itu juga dia memutuskan untuk mengangkut piano dia dalam trailer dan digeret dengan mobil, melakukan perjalanan 400 mil atau sekitar 640 kilometer ke Paris. Pemain piano itu, David Martello usia 34 tahun, dikenal pula sebagai Klavierkunst, dan memang sudah beberapa kali mengunjungi tempat yang ada kejadian seperti itu untuk memainkan piano. The man who played John Lennon’s Imagine on a grand piano outside the Bataclan theatre has told the Guardian he felt it was his “duty” to pay tribute to the victims of the Paris attacks. Davide Martello, who was in a pub in Konstanz in Germany when the attacks began, decided within minutes to put his piano on a trailer and make the 400-mile trip. “I phoned my friend to talk about it, got in the car and drove all through the night,” he said. The pianist was watching the France v Germany football match when the explosions began at the Stade de France. “I just knew I had to do something,” he said. “I wanted to be there to try and comfort, and offer a sign of hope.”
“I can’t bring people back but I can inspire them with music and when people are inspired they can do anything. That’s why I played Imagine.”
Residents and visitors have been leaving flowers and candles outside the Bataclan, location of one of a series of deadly attacks in the French capital on Friday evening, killing at least 129 people. The 34-year-old, who also performs under the name Klavierkunst, is known for travelling around conflict zones to play the piano and previously performed at the sites of the Charlie Hebdo attacks earlier this year. Martello also appeared in the Taksim demonstrations in Istanbul, the Maidan revolution in Kiev and the civil war in Donetsk, according to reports. Martello has previously been recognised by the European parliament for his “outstanding contribution to European cooperation and the promotion of common values”. According to his website, his goal is to “play in every capital of the world with his grand piano”.      The Guardian – 15 November 2015    12.33 GMT
 
 
In the aftermath of the terror attacks in Paris, a mysterious pianist captivated mourners outside the city’s Bataclan venue, the site of Friday’s Eagles of Death Metal concert, with a moving, instrumental rendition of John Lennon’s “Imagine.” The musician has since been revealed as Davide Martello, who spoke The Guardian about what inspired him perform the 1971 classic for mourners still reeling from the previous night’s massacre. Martello, a 34-year-old German who performs under the moniker Klavierkunst, was in a Konstanz, Germany pub watching the Germany versus France soccer game at the Stade de France – a match interrupted by a suicide bombing outside the stadium – when he decided to travel to Paris, a seven-hour drive.      rollingstone.com – November 15, 2015
 
A man played John Lennon’s classic plea for peace Imagine for a crowd gathered outside the Bataclan concert hall in Paris – the venue where 80 people were killed in a terror attack. The musician arrived on a bike, sat down at a mobile piano and began playing as members of the public and press listened in silence. After finishing the song the man left the scene in tears.     independent.ie – 14/11/2015 | 15:54
 
Eiffel Tower: Nepalese journalists and sports personalities participate in a candlelit vigil in Kathmandu for the victims of the Paris attacks.    dailymail.co.uk / EPA – 11:26 GMT, 15 November 2015 
 
Lit up: People place flowers and light candles in tribute for the victims of the attacks on Place de la Republique in Paris yesterday.    dailymail.co.uk / EPA – 11:26 GMT, 15 November 2015
A refugee in the Calais camp in France during a vigil to commemorate the victims of the Paris attack.     mashable.com / 2015-11-15
 
A peace sign honoring the victims of Paris attacks is seen on the electronic billboard at Nasdaq’s Times Square MarketSite – @lewisworrowbreakingnews.com
 
In this Saturday Nov. 14, 2015 picture people gather around a peace sign with Eiffel Tower, realized by candles , during a rally for the victims of the terrorist attacks in Paris, in Lausanne, Switzerland. Banner reads : No to terrorism. At bottom in French the word Solidarity. Multiple attacks across Paris on Friday night have left scores dead and hundreds injured.       knoxnews.com / Salvatore Di Nolfi / Keystone via AP
 
 
 
 
Tentu yang perlu diperhatikan adalah ada isyarat apa dengan logo Peace yang terkenal sejak puluhan tahun lalu itu dalam kaitan dengan aku, terutama setelah beberapa tahun belakangan ini Nobel Peace Prize seperti terinspirasi oleh beberapa dari lukisanku, antara lain lukisan Drive Electric dan Melinda Jongkok. Juga soal logo Peace itu mulai diekspos secara meluas ke publik saat long-march demo anti nuklir pada tanggal 6 April 1958, yang saat itu merupakan hari raya Paskah, dan merupakan ulang tahun Ibuku, sebelum kemudian pada 17 Mei 1958 aku muncul di dunia ini. Dan 6 April adalah satu hari sebelum ulang tahun kamu 7 April. Sangat mungkin terkait soal aku harus naik menghadap Yang Maha Kuasa ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.
 
 
 

 
 

Jakarta,  19 November 2015.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

%d bloggers like this: