AB887. Wafat Bayi Falya Lalu Dokter Andra, 129 Tewas Serangan Teroris Di Negara PM Manuel Valls, Dan NVB Tanggal 4

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Wafat Bayi Falya Lalu Dokter Andra, 129 Tewas Serangan Teroris Di Negara PM Manuel Valls, Dan NVB Tanggal 4

 
 

 
 
Suasana duka saat pemakaman Falya Raafani Blegur di TPU Belit Kampung Kranji, Kota Bekasi, Minggu (1/11). Diberitakan sebelumnya Falya Raafani Blegur, meninggal dunia pada Minggu (1/11) lalu di RS Awal Bros Bekasi. Dugaan keluarga, kematian Falya karena adanya kelalaian penanganan pasien setelah pemberian antibiotik di rumah sakit tersebut.      beritasatu.com / Suara Pembaruan / Mikael Niman – Rabu, 11 November 2015 | 23:58
 
 
Ibrahim memperlihatkan foto Falya semasa masih hidup dan dalam perawatan, Senin 2 November 2015. Ibrahim Blegur, ayah Falya Raafani Blegur, anak perempuan berumur 15 bulan yang meninggal dunia karena diduga menjadi korban malapraktik saat berobat di Rumah Sakit Awal Bros, Bekasi, resmi membuat laporan polisi.      viva.co.id / Muhammad Hary Fauzan / Bekasi – Kamis, 12 November 2015 | 22:30 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
Rumah Sakit Awal Bros, Bekasi.    kompas.com
 
tvone
 
 
Bayi di Bekasi Tewas,

Diduga akibat

Diberi Antibiotik

Ayah Korban

Malapraktik RS Awal Bros

Mengadu ke KPAI

kompas – Minggu,
1 November 2015
18:42 WIB
okezone – Jum’at,
6 November 2015
17:31 wib
 
Falya Rafani (1) tewas ketika menjalani pengobatan di Rumah Sakit Awal Bros, Bekasi, Minggu (1/11/2015). Ayah Falyaa, Ibrahim (36) menduga anaknya meninggal karena kelalaian dokter atau malpraktik di rumah sakit tersebut. Ibrahim mengatakan, tidak sembarangan menuduh pihak rumah sakit lalai. “Awalnya anak saya sakit muntah dan buang air besar terus. Masuk ke RS Awal Bros hari Rabu (28/10/2015).  Kata dokter, anak saya dehidrasi ringan dan diinfus. Mereka juga berikan obat penurun demam,” ujar Ibrahim ketika dihubungi, Minggu (1/11/2015). Ibrahim senang karena keesokan harinya, kondisi Falya sudah lebih baik. Falya sudah mulai mau makan dan terlihat ceria. Padahal, sebelumnya Falya tidak mau makan apapun. “Dokter bilang kalau ada apa-apa temui di klinik. Pukul 12.30 WIB sempat saya tinggal pergi. Pukul 15.30 WIB saya kembali ke rumah sakit, anak saya sudah kehilangan kesadaran,” ujar Ibrahim. Kondisi fisik Falya sudah berbeda. Perut Falya kembung, tubuhnya muncul bercak merah, bibirnya membiru, dan mulut Falya berbusa. Belakangan, Ibrahim mengetahui bahwa sekitar pukul 13.00 WIB, infus Falya diganti dengan antibiotik. (30/10/2015), kondisi Falya masih kritis. Ibrahim berinisiatif untuk mempertanyakan peluang hidup anaknya kepada dokter. Falya meninggal pada Minggu (1/11/2015) pagi. Ibrahim mengatakan, sampai keluar dari rumah sakit, pihak RS tidak pernah menjelaskan penyebab kematian anaknya Ibrahim Blegur, ayah dari Falya Raafani Blegur (1) yang meninggal diduga akibat malapraktek di Rumah Sakit Internasional Awal Bros, Bekasi, hari ini mengadu ke KPAI. Melalui bantuan KPAI, Ibrahim (36) menuntut RS Awal Bros bertanggung jawab atas kematian putrinya yang tidak wajar. Sebab, sejam setelah diberi antibiotik oleh dr Yenny Wiarni Abbas, putrinya justru lemas dan matanya memerah. “Dua jam kemudian, putri klien kami perutnya membuncit, mukanya bengkak sampai badan semua bengkak, bintik-bintik merah keluar. Gigit-gigit jari dia menahan sakit sampai bibirnya tuh pucat sekali, biru,” cerita M Ihsan, kuasa hukum Ibrahim Blegur, dalam konferensi pers di Gedung KPAI, Jalan Teuku Umar Nomor 10-12, Jakarta, Jumat (6/11/2015). Melihat kondisi putrinya, ibunda Falya merasa cemas dan panik tak tahu harus berbuat apa. Ia menunggu sampai suaminya datang. Ketika Ibrahim datang, ia marah dan segera menekan tombol untuk memanggil perawat dan dokter. Dokter datang mengecek kondisi Falya. Dokter Yenny justru menganggap apa yang terjadi pada putrinya merupakan hal biasa dan bukan masalah besar. “Tenang saja. Enggak usah khawatir, ini bukan karena antibiotik. Saya sudah pernah menangani yang lebih parah dari ini,” kata Ibrahim menirukan jawaban sang dokter senior yang menjabat sebagai Kepala Departemen NICU Anak.
 
 
 
 
Karangan bunga dari Menteri Kesehatan Nila F Muluk di rumah duka dr Dionisius Giri Samudra, di Perumahan Pamulang Indah, Tangerang Selatan, Jumat (13/11). Kabar duka kembali menghinggapi dunia kedokteran. Dionisius Giri Samudro atau yang biasa disapa Andra wafat ketika menjalankan tugasnya di Kota Dob, Kepulauan Aru, Maluku sebagai dokter magang.     republika.co.id – Jumat, 13 November 2015, 14:12 WIB
 
Menkes Nila F Moeloek (tengah) saat menyambut dan memberi penghormatan terakhir untuk jenazah dokter muda, Dionisius Giri Samudra atau yang akrab disapa dokter Andra di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (13/11). Dionisius Giri Samudra adalah dokter muda yang sedang melaksanakan Program Internship dan meninggal dunia ketika sedang menjalankan tugas di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Pada Rabu 11 November 2015 pukul 18.18 WIT, dr. Andra meninggal di RS Bumi Cendrawasih, Kabupaten Dobo, karena didiagnosa awal menderita penyakit yang diakibatkan oleh virus campak dengan komplikasi infeksi otak (ensefalitis)     Liputan6.com / Angga Yuniar – 13 Nov 2015 at 15:13 WIB
 
 
 
 
Detik-detik Terakhir

Sebelum Dokter Andra

Embuskan Napas

Terakhir…
kompas.com – Kamis,
12 November 2015   13:00 WIB

Penyebab Dokter Andra

Meninggal Menurut

Menteri Kesehatan
tempo.co – Jum’at,
13 November 2015   20:29 WIB

 
Seperti yang telah diberitakan, Andra—demikian dia biasa disapa—meninggal dalam tugasnya di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, Rabu (11/11/2015) pukul 18.00 Wita.  Pada hari Rabu kemarin, pukul 12.00 Wita, ada yang menginformasikan bahwa Andra, magang di RSUD Cendrawasih, Dobo, mengalami penurunan kesadaran. Saat itu juga, Andra sudah harus dievakuasi dan dirawat di pusat pelayanan kesehatan lanjutan. Upaya untuk mengevakuasi dr Andra terkendala berbagai hal. Adapun penyakit yang diidap dr Andra, menurut diagnosis sementara, adalah encephalitis viral dd morbili atau demam yang ditambah penurunan kadar trombosit. Pemerintah setempat telah berkoordinasi, dan disepakati bahwa mereka akan mengirim pesawat jet dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, langsung ke Timika, dengan membawa tim medis dari Rumah Sakit Bunda, Jakarta. Namun, belakangan diketahui, ternyata belum ada pesawat yang menyanggupi untuk mendarat di Dobo. Alasannya, landasan pacu di daerah itu sangat pendek. Kondisi yang sulit menyebabkan dr Andra kemudian dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.16 Wita di RSUD Cendrawasih. Berdasarkan data IDI, Andra sudah bertugas di sana sejak bulan Mei 2015. Rencana penyelamatan dr Andra pun berubah menjadi upaya pemindahan jenazah kembali ke rumah orangtuanya di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek membantah evakuasi terlambat yang menyebabkan dokter Dionisius Giri Samudra meninggal di pedalaman Aru, Maluku. Dari laporan yang diterimanya, kata Nila, saat itu kondisi Andra memburuk sehingga dokter spesialis yang menanganinya tidak mengizinkan untuk diterbangkan. “Secara ilmiah kami dilarang penerbangkan pasien dalam kondisi tertentu, saat itu kondisi pasien memburuk dan hilang kesadaran,” ujar Nila di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat 13 November 2015. Menurut Nila, dokter Andra yang sakit peradangan otak dan paru paru saat itu masih dalam penanganan dokter spesilis di Rumah Sakit Daerah Dabo yang dilengkapi supervisi. “Ada sarana ICU-nya juga,” katanya. Setiap tahun ada 6.500 dokter yang lulus dan disumpah menjadi dokter untuk melakukan magang. “Mereka wajib untuk ke tempat-tempat lain bertugas di pedalaman,” kata Nila. Program magang yang diikuti oleh Andra dan enam ribu lebih dokter muda lainnya berlangsung selama satu tahun. Dalam satu tahun itu, mereka diminta magang di rumah sakit, minimal tipe C, selama delapan bulan, dan magang di Puskesmas selama empat bulan. Dokter Andra memilih RSUD Cendrawasih, Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, sebagai tempat magangnya. Anak kedua dari tiga bersaudara ini mulai menjalani program magangnya sejak bulan Mei 2015 setelah lulus menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, awal 2015.
 
 
Menurut sang ayah pak Agustinus saat diinterview oleh TV-One, dokter Andra sempat berkata kepada teman-teman dia “Tuhan koq marah, dengan memilih saya ……..”, kata-kata itu tidak dimengerti oleh teman-teman dia. “Tuhan memilih saya, tapi marah kenapa memilih saya ……”. Seperti ada pesan spiritual yang ingin disampaikan oleh  dokter Dionisius Giri Samodra atau yang dikenal pula sebagai dokter Andra.
 
 
 
 
French Prime Minister Manuel Valls (L) speaks to French President Francois Hollande before he delivers a speech during a meeting of French mayors in Paris, France, November 18, 2015. French President Francois Hollande called on the international community on Wednesday to set aside their sometimes diverging national interests and join a grand coalition against hardline militant group Islamic State. yahoo.com / REUTERS / Stephane de Sakutin / Pool TPX IMAGES OF THE DAY  –  Wed 18 Nov, 2015    8:18 PM IST
 
French President Francois Hollande (C), flanked by French Interior Minister Bernard Cazeneuve (L) and French Prime Minister Manuel Valls (R) addresses reporters near the Bataclan concert hall in central Paris following the terrorist attack .      telegraph.co.uk / Photo: Getty Images  – 7:21PM GMT   14 Nov 2015
 
 
FRANCE

Country name:
conventional long form: French Republic
conventional short form: France
local long form: Republique francaise
local short form: France

Government type:
republic
Capital:
name: Paris
geographic coordinates: 48 52 N, 2 20 E
time difference: UTC+1 (6 hours ahead of Washington, DC, during Standard Time)
 
Constitution:
many previous; latest adopted 4 October 1958; amended many times, last in 2008 (2014)
elections/appointments: president directly elected by absolute majority popular vote in 2 rounds if needed for a 5-year term (eligible for a second term); election last held on 22 April and 6 May 2012 (next to be held in the spring of 2017); prime minister appointed by the president
Executive branch:
chief of state: President Francois HOLLANDE (since 15 May 2012)
head of government: Prime Minister Manuel VALLS (since 1 April 2014)
cabinet: Council of Ministers appointed by the president at the suggestion of the prime minister

source: The World Fact Book cia.gov

 
 
 
6 serangan teroris ISIS di Paris
pada 13 November 2015
peta kota Paris di bawah ini berdasarkan peta di  worldmap.harvard.edu dan info serangan 13 November 2015 dari dailymail.co.uk
Jumlah korban tewas 129 orang, dengan rincian pada masing-masing 6 tempat tersebut diatas sebagai berikut ini:

a. Stadion Stade de France, dimana sedang ada pertandingan persahabatan Jerman dan Perancis yang disaksikan oleh Presiden Francoise Hollande bersama para pejabat tinggi negara, korban tewas ada 4 orang, Mulai terjadi pada jam 9.20 malam ketika seseorang dengan sabuk yang ada bahan peledak berusaha memasuki stadion namun dicegah oleh pihak keamanan. Dia meledakkan diri dekat seorang penggemar sepakbola. 1 teroris tewas, dan 1 penggemar sepakbola juga tewas. Jam 9.30 seorang lain berusaha masuk ke stadion, berhasil dicegah juga, dan meledakkan diri. 1 teroris tewas. Jam 9.53, seorang lain juga berusaha masuk stadion, dicegah, dan meledakkan diri. 1 teroris tewas. Jam 10.52 malam presiden dan para pejabat tinggi dievakuasi.
b. Rue Albert, (rue=jalan), jam 9.25 malam seseorang naik mobil Seat melepaskan rentetan tembakan dengan senapan semi-otomatis ke restoran Le Carillon, lalu berlanjut ke seberang jalan, ke Le Petit Cambodge, dengan berondongan peluru.  15 orang tewas, 10 luka-luka.
c. Rue Fontaine Au Roi, jam 9.32 malam seorang berpakaian hitam dari kepala sampai kaki, dengan mobil Seat,  memberondong dengan peluru dari luar ke arah Cafe Bonne Biere dan restoran La Cosa Nostra pizzeria. 5 orang tewas, 8 luka-luka.
d. Rue De Charrone, jam  9.35 malam seseorang dengan mobil yang sama melepaskan rentetan tembakan ke orang-orang yang sedang makan di teras La Belle Equipe Bar, dan pergi dengan mobil itu. 19 orang tewas, 9 luka-luka.
e. Boulevard Voltaire, jam 9.40 malam seseorang meledakkan diri dekat cafe Comptoir Voltaire namun gagal menewaskan orang lain. 1 teroris tewas, 1 orang luka-luka.
f. Bataclan Music Hall, tiga orang laki-laki dan satu orang perempuan memasuki gedung yang sedang penuh dengan penonton konser band dari AS, Eagles of Death Metal. Dengan menggunakan senapan AK 47 mereka menembaki para penonton, lalu tiga orang meledakkan diri dan satu orang ditembak polisi.  4 teroris tewas, 89 orang penonton tewas, 100 luka-luka.
 
catatan: pada artikel berikut ini dari Telegraph.co.uk, istilah untuk ISIS adalah ISIL, suatu istilah yang juga digunakan oleh presiden Obama. Kalau kepanjangan dari ISIS adalah “Islamic State in Iraq and al-Sham” atau yang lebih populer mungkin “Islamic State in Iraq and Syria”, maka kalau ISIL adalah “Islamic State in Iraq and the Levant”. Nama Levant, atau dalam bahasa Arab “Masyriq”, adalah nama untuk wilayah historis di Timur Tengah yang sekarang dikenal sebagai wilayah Siprus, Israel, Jordania, Lebanon, Palestina, Suriah, Turki.
 
Paris attacks:

Isil have shown their

mastery of the

full spectrum of terrorism

French PM Manuel Valls

Warns of Possible

Chemical Attack

by Militant Groups

Analysis: In the space of 13 days, Isil destroyed a Russian airliner, bombed Beirut and brought carnage to Paris, inflicting a combination of attacks unmatched by any terrorist group newsweek –
11/19/15 at 7:21 AM
 
French Prime Minister Manuel Valls warned that the country could face the risk of a chemical or bacterial attack on its soil as it continues its battle against militant groups in the wake of the attacks on Paris. “We must not rule anything out,” Valls said, addressing the lower house of the French parliament on Thursday. “I say it with all the precautions needed. But we know and bear in mind that there is also a risk of chemical or bacteriological weapons.” Valls added: “The macabre imagination of the masterminds is limitless. Assault rifles, beheadings, suicide bombers, knives or all of these at once.” Valls made the comments as he presented a bill that called for a three-month extension to the state of emergency ordered by French President Francois Hollande after the shooting and suicide bomb attacks in Paris that left at least 129 people dead. The lower house voted in favor of the bill, which means it will now go to the upper house of parliament on Friday. The Prime Minister told the country’s lawmakers: “Terrorism hit France not because of what it is doing in Iraq and Syria … but for what it is…What is new are the ways of operating; the ways of attacking and killing are evolving all the time.” In France, a state of emergency means that heightened security will remain in place across the country at public spaces, schools, universities and transport terminals, with stricter border controls and measures at airports and train stations. It also gives authorities the power to search properties without a warrant and ban public gatherings.
 
   
telegraph.co.uk
7:21PM GMT  14 Nov 2015
 
Among the many terrible facts about the bloodshed in Paris, one stands out. No terrorist group has ever previously inflicted the combination of attacks claimed by Islamic State of Iraq and the Levant (Isil). The carnage in Paris must be placed alongside other recent events for its real significance to become clear. True enough, Isil’s claims of responsibility should always be treated with caution, but if they are accurate, then consider what its operatives have inflicted in the space of just 13 days. Since Oct 31, Isil has destroyed a Russian passenger plane over Egypt, wrecked a street in Beirut using two suicide bombers, and brought terror to Paris by carrying out near simultaneous assaults on at least six separate targets across the capital. If its claims are true, Isil has carried out three complex acts of mass murder in three different countries – spread across two continents – in less than a fortnight. Along the way, its terrorists have killed 393 people from nations as disparate as Lebanon, Ukraine, France and Russia.
 
French Prime Minister Manuel Valls arrives at the Elysee Palace in Paris, France, to attend a meeting with government, main political parties leaders and presidents of the Parliament, November 15, 2015 ahead of the gathering of the two chambers, National Assembly and Senate, in Versailles tomorrow.      REUTERS / Philippe Wojazer – Thu Nov 19, 2015 4:00am EST France could face the risk of chemical or bacterial warfare in its fight against Islamist militants, French Prime Minister Manuel Valls said on Thursday. “We must not rule anything out. I say it with all the precautions needed. But we know and bear in mind that there is also a risk of chemical or bacteriological weapons,” Valls told parliament. “The macabre imagination of the masterminds is limitless,” he said in a speech in the lower house of parliament meant to gain approval to an extension of the state of emergency.       Reporting by Geert Declercq; writing by Michel Rose; Editing by Dominic Evans / REUTERS – Thu Nov 19, 2015    4:00am EST
 
French President Francois Hollande, flanked by French Education Minister Najat Vallaud-Belkacem and French Prime Minister Manuel Valls, stands among students as they observe a minute’s silence at the Sorbonne University in Paris to pay tribute to victims of Friday’s attacks.    wall street journal / Photo: Reuters – Nov. 16, 2015     10:14 a.m. ET
 
catatan: dari situs Internet resmi kementerian di Perancis, aku dapatkan jabatan Thierry Mandon adalah Secretary of State for Higher Education and Research, to the Minister of National Education, Higher Education and Research. (From L) French Minister for Higher Education and Research Thierry Mandon, French Education Minister Najat Vallaud-Belkacem, French President Francois Hollande and French Prime Minister Manuel Valls observe a minute of silence at the Sorbonne University in Paris to pay tribute to victims of Friday’s Paris attacks, France, November 16, 2015.     cbsnews / Credit: Stephane de Sakutin / Pool / AFP
 
Pada tweetku ke Najat Vallaud Belkacem aku lampirkan foto dari CBSNews tersebut diatas, foto saat Najat Vallaud Belkacem berfoto bersama presiden Francois Hollande dan PM Manuel Valls serta beberapa pejabat lain dan para mahasiswa maupun dosen di Universitas Sorbonne, dalam acara mengheningkan cipta nasional yang diadakan tanggal 16 November 2015.
 
 
 
 
Dalam foto bersama itu, posisi tangan Najat Vallaud Belkacem mengingatkan aku pada kalau orang berpose dengan membentuk lambang cinta, lambang hati, dengan jari dua tangan. Sehingga pada tweetku itu aku lampirkan pula url youtube dari lagu Beatles “All You Need Is Love”, yang di bagian awal dibuka dengan instrumen tiup dengan irama seperti bait awal lagu kebangsaan Perancis “La Marseillaise”. Karena negara Perancis memang dikenal sebagai negara romantis, penuh cinta, sehingga Beatles menggunakan irama bait awal lagu kebangsaan Perancis untuk membuka lagu “All You Need Is Love”.
cn.wsj.com
jactiv.ouest-france.fr
Najat Vallaud-Belkacem, born Najat Belkacem on 4 October 1977, is a French-Moroccan socialist politician, who on 25 August 2014 was the first French woman to be appointed Minister of Education, Higher Education, and Research, joining the second Valls government.
 
Najat Vallaud-Belkacem lahir di Maroko pada tanggal 4 Oktober 1977, lalu pindah ke Perancis pada tahun 1982. Negara kelahiran dia Maroko itu, mengingatkan pada kata merokok sehingga seperti terkait “Dua Pembalap Legendaris Marlboro “. Selain Maroko, dari nenek dia ada campuran Spanyol dan Aljazair. Sekarang jabatan Najat dalam kabinet pemerintahan Perancis adalah pada posisi Menteri Pendidikan Nasional, Pendidikan Tinggi dan Riset yang dijabat sejak 26 Agustus 2014, merupakan perempuan pertama yang menduduki jabatan itu di Perancis. Sebelum itu dia sempat pula menjabat sebagai Menteri Urusan Peranan Wanita, Perkotaan, Pemuda dan Olahraga, dari April 2014 sampai 25 Agustus 2014,  dan pernah juga sebagai Menteri Urusan Peranan Wanita dan Jurubicara Pemerintah dari  Mei 2012 sampai Maret 2014.
Jabatan sebagai Menteri Riset yang dipegang sejak 26 Agustus 2014 itu jadi seperti untuk mengingatkan aku agar mewujudkan “Pernikahan Penelitian” yang aku ungkapkan di surat tanggal 5 Oktober 2012.
Tanggal lahir Najat Vallaud-Belkacem itu, tanggal 4 Oktober 1977, seperti terkait dengan soal aku bersedia ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia, sesuai namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4, jadi kelahiran tanggal 4 itu seperti berarti aku ditanggalkan, dilepaskan, dari kehidupan dunia fana ini. Sedangkan tahun kelahiran 1977 seperti terkait tahun aku lulus dari SMAN 3 Jakarta dan agar kalau aku menikah adalah untuk kemudian sang istri tetap hidup setelah aku ketemu ajal, seperti tante Ema tanteku yang tetap hidup setelah sang suami wafat. Nama tengah Vallaud seperti soal aku ketemu ajal saat naik pesawat kecil yang jatuh ke laut dalam.
 
 
Pesan pada tweet dari universitas CP tersebut diatas memuat kata “hommage” yang mengingatkan pada kata bahasa Inggris “home” yang berarti rumah. Ini jadi seperti kelanjutan soal Katy Pery yang pernah aku sebut seperti mengulang kejadian waktu aku menjelang pindah rumah dari jalan Sukabumi, ada temanku Ferry yang lalu dekat dengan seorang cewe yang tinggal di sebelah rumahku itu dulu. Nama lengkap Najat Vallaud Belkacem kalau disingkat jadi NVB, seperti terkait rumah yang aku tempati sejak aku lahir ke dunia ini di jalan Sukabumi 13 Jakarta Pusat yang merupakan rumah VB. Dulu di daerah Menteng memang banyak  rumah yang berstatus rumah VB, rumah peninggalan perusahaan Belanda. Singkatan nama Najat itu, NVB, jadi seperti berarti “end VB”, aku berakhir dari keberadaanku di rumah VB, terkait aku pindah dari rumah VB jalan Sukabumi itu. Tahun kepindahanku dari jalan Sukabumi itu tahun 1982, seperti tahun kepindahan Najat berimigrasi dari Maroko ke Perancis. Beberapa tahun kemudian cewe yang tinggal di sebelah rumahku di jalan Sukabumi itu menikah dengan Arief yang kerja di Departemen PU, atau kalau sekarang Kementerian PU. Jadi kemunculan Katy Pery dalam kehidupanku menyebabkan aku seperti pada posisi cewe itu, yang pernah dekat dengan temanku Ferry. Dan CPU di tweet tersebut diatas seperti berarti “si PU”, seperti si Arief yang kerja di PU. Karena cewe yang jadi tokoh pada foto di tweet itu adalah Najat, jadi seperti berarti Nejat akan menjadi “si PU” untuk aku. Dan karena Najat lahir tanggal 4, jadi seperti untuk bantu aku, yang namaku Firman dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4, untuk aku ditanggalkan dari dunia fana ini, ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Dengan kata lain, “NVB”, “end VB”, aku tidak lagi berada di rumah VB jalan Sukabumi 13, aku tidak lagi suka kepada bumi ini karena sudah harus pindah ke luar bumi, ke alam lain.
 
 
 
 
 
Sesudah aku memuat soal Najat Vallaud Belkacem tersebut diatas, lalu ada dua pertandingan Premier League yang ada gol bunuh diri. Pertama antara MU dan Watford pada 21 November 2015 yang dimulai sekitar jam 7 malam waktu Jakarta. MU mencetak gol pada menit 11 melalui Memphis Depay. Saat menjelang akhir pertandingan, pada menit 87 tim Watford berhasil menyamakan kedudukan jadi 1-1 melalui penalti oleh Troy Deeney. Namun lalu pada menit 90 sebuah tendangan Bastian Schweinsteiger berusaha dihalangi oleh Deeney tapi gagal, sehingga bola malah masuk bersama dia ke dalam gawang, skor 2-1. Bola yang masuk bersama Deeney itu berada di selangkangan dia, sehingga seperti isyarat soal aku menikah untuk kemudian ketemu ajal, seperti pernikahan bunuh diri.
 
Gol bunuh diri kedua terjadi pada pertandingan Manchester City dengan Liverpool yang berlangsung lewat tengah malam waktu Jakarta, jam 00.30 tanggal 22 November 2015 Minggu dinihari. Saat pertandingan baru berlangsung 7 menit, Firmino pemain Liverpool bernomer punggung 11 mendapat bola dekat garis di pinggir gawang MCity, dan Firmino mengoper bola itu ke depan gawang, bola dicegat oleh pemain MCity bernomer 20 Mangala dengan berusaha dihalau keluar lapangan dengan tendangan first time, tapi malah masuk ke gawang sendiri. Nama kedua pemain dari dua tim berbeda yang terlibat dalam gol bunuh diri MCity menit 7 itu, sama-sama seperti terkait dengan aku. Firmino dari tim Liverpool seperti mirip namaku Firman, sedangkan Mangala dari tim MCity seperti memuat nama kecilku Imang. Dan gol bunuh diri itu muncul setelah aku mulai menulis soal Najat Vallaud Belkacem seperti terlihat di surat ini. Sehingga seperti memuat isyarat bahwa kemunculan Najat Vallaud Belkacem yang asal Maroko itu jadi menteri di Perancis sejak Mei 2012, beberapa hari setelah aku Umroh pada pertengahan April 2012, dan dia lahir tanggal 4 Oktober 1977 sesuai namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4, jadi kelahiran dia tanggal 4 itu seperti berarti untuk aku ditanggalkan, dilepaskan, dari kehidupan dunia fana ini. Sebagai bagian dari isyarat kuat terkait kesediaanku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.
 
 
Pertandingan lain pada 22 November 2015 yang seperti terkait juga dengan aku adalah antara Tottenham Hotspur vs. Westham United, kedua tim sama-sama memuat AM seperti namaku AM Firmansyah. Dan nama tim Tottenham, tentu tidak perlu aku rinci, namun untuk yang sudah lama tinggal di Jakarta tentu mengerti kalau aku sebutkan arti Tottenham itu seperti berarti “pernikahan untuk end AM Firmansyah”. Skor akhir 4-1 untuk Tottenham Hotspur, dua gol untuk Tottenham dihasilkan oleh Harry Kane, satu oleh Toby Alderweireld, dan satu lagi oleh Kyle Walker. Sedangkan gol Westham United oleh Manuel Lanzini, seperti terkait nama PM Manuel Valls yang aku sebut diatas.
 
 
 
 
French PM ‘under Jewish influence,’ ex-minister charges. Politicians condemn ‘ordinary anti-Semitism’ of Roland Dumas after he suggested Manuel Valls’ pro-Jewish positions come from his Jewish wife. A former French foreign minister accused France’s Prime Minister Manuel Valls of being under Jewish influence Monday, pointing to Valls’ marriage to a Jewish woman. Valls is not his “cup of tea,” Roland Dumas said in an interview to France’s BFMTV, explaining that the prime minister once attacked him for his opposition to Israel’s policies and his support of the Palestinian cause. Valls and Gravoin wed in 2010, the second marriage for Valls. The couple’s Paris wedding reception was, according to a report in Elle magazine, a “happy mix of men wearing kippas from Manhattan and Paris, and [local] imams.”       timesofisrael.com / February 16, 2015, 2:44 pm Manuel Valls, then the interior minister of France, arrives at a state dinner with his wife, Anne Gravoin, Sept. 3, 2013.   timesofisrael.com /  February 16, 2015, 2:44 pm (photo credit: Antoine Antoniol / Getty Images / JTA )
 
 
 

 

Ada urutan tiga kejadian di awal November 2015 ini yang sepintas tampak tidak berkaitan, namun penting juga untuk dicari yang tersirat dibalik yang tersurat. Urutan tiga kejadian itu adalah pada 1 November 2015 bayi bernama Falya, anak dari pak Ibrahim Blegur, wafat di rumah sakit Awal Bros Bekasi setelah disuntik antibiotik saat tiga hari dirawat di rumah sakit itu. Lalu pada 11 November 2015 dokter Andra, dengan nama lengkap Dionisius Giri Samodra, seorang dokter muda usia 24 tahun yang sedang kerja praktek di pedalaman di kepulauan Aru, meninggal dunia akibat radang otak. Dan pada 13 November 2015 malam, 129 orang tewas dalam serangan teroris ISIS yang tersebar pada 6 tempat di Paris, Perancis.

Bayi bernama Falya Raafani Blegur berusia satu tahun dua bulan. Pada hari Rabu 28 Oktober 2015, Falya dibawa oleh sang ayah ke Rumah Sakit Awal Bros Bekasi karena muntah-muntah, badan lemas. Menurut dokter Yenny yang memeriksa, dia terkena dehidrasi ringan. Falyapun dirawat inap di RS Awal Bros ditemani ibunya. Keesokan hari, sekitar tengah hari Kamis 29 Oktober 2015, kondisi Falya sudah terlihat bagus. Makan sudah banyak dan bisa loncat-loncat sama kakaknya, kata sang ayah Ibrahim Blegur.

Jam 13.00 siang hari Kamis 29 Oktober 2015, perawat datang dan mengatakan kepada ibu Falya akan memberikan antibiotik kepada Falya. Lalu dipasang labu antibiotik menggantikan infus untuk Falya. Sekitar satu jam setelah pemberian antibiotik, Falya terlihat lemas dan terus berucap, “mamam, mamam,” kata Ibrahim menirukan keterangan istrinya. Pada jam 15.00, perut Falya membesar, wajah membengkak, dan muncul bercak merah di tangan, bibir membiru. Jam 17.30 dipindahkan ke ICU. Kemudian pada hari Minggu 1 November 2015 jam 06.30 pagi, Falya meninggal dunia di rumah sakit.

Sekitar sepuluh hari kemudian, pada 11 November 2015 giliran seorang dokter yang meninggal dunia. Dokter Andra, yang bernama lengkap Dionisius Giri Samodra (24), adalah dokter muda yang sedang menjalani internship (magang) di kawasan Timur Indonesia, di Puskesmas Dobo, Kota Tual, Kepulauan Aru, Maluku Tenggara. Anak kedua dari tiga bersaudara ini mulai menjalani program magangnya sejak bulan Mei 2015 setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin awal 2015. Dua minggu sebelum meninggal, dokter Andra sempat pulang ke Jakarta untuk periksa kesehatan. Lalu pada hari Kamis 5 November 2015 saat akan kembali ke tempat tugas di Puskesmas Dobo, Kepulauan Aru, yang berjarak 3000 km dari Jakarta, sudah sempat dicegah oleh sang Ibu. Dia diminta untuk menunda dulu rencana kembali ke tempat kerja, karena masih demam sejak satu hari sebelum itu. Tapi karena dorongan tanggungjawab, dia tetap berangkat kembali ke tempat tugas di Kepulauan Aru.

Perjalanan 3000 km itu harus ditempuh dengan lebih dulu naik pesawat terbang dari Jakarta ke Ambon, lalu disambung dengan pesawat terbang lain dari Ambon ke pulau Tual sekitar 1,5 jam. Saat di Ambon itu dia sudah demam tinggi, sehingga dua teman dia mengusulkan agar dia kembali saja dulu ke Jakarta. Namun dia tetap bertekad melanjutkan perjalanan. Sabtu sore 7 November 2015 dari Tual perjalanan dilanjutkan ke Dobo Kepulauan Aru dengan naik kapal laut yang memakan waktu 12 jam. Akibat tertinggal jadwal keberangkatan kapal feri, maka dokter Andra naik kapal barang. Selama perjalanan 12 jam menggunakan kapal barang itu, kondisi dokter Andra semakin menurun. Tiba di Dobo hari Minggu 8 November 2015 pagi pukul 7, kedua temannya yang ikut dalam perjalanan dengan kapal barang itu memutuskan untuk membawa dokter Andra langsung ke RSUD Cendrawasih, Dobo, karena kondisi dokter Andra sudah lemas dengan demam makin tinggi, disertai ada bintik kemerahan di seluruh tubuh, bicarapun mulai tidak jelas.

Diagnose awal di RSUD Cendrawasih, Dobo, adalah dia terkena infeksi campak, dan ditangani sesuai prosedur. Namun pada Minggu malam sekitar jam 11 dokter Andra mengalami sesak nafas, sehingga dipindahkan ke ICU, dan kesimpulan para dokter yang menangani adalah infeksi campak disertai komplikasi radang selaput otak. Menurut situs National Geographic Indonesia, penyakit yang diderita dokter Andra adalah Ensefalitis, yaitu infeksi otak akibat terkena virus campak. Selasa 10 November 2015 sore, kondisi dokter Andra sempat membaik, sudah bicara lewat telpon dengan sang Ibu meskipun masih dengan bicara yang lemah. Tapi Selasa malam kondisi kembali memburuk. Rabu 11 November 2015 pagi kondisi dr Andra semakin kacau. Kesadaran makin menurun, dia memaksa mencabut infus dan sudah ingin pulang. Bahkan kondisi suhu badannya sempat sampai 42 derajat celcius, fungsi ginjal menurun, lever terganggu, paru-paru menjadi tak stabil. Keadaan dokter Andra tak dapat tertolong, dan menghembuskan napas terakhir Rabu 11 November 2015 malam pukul 18.18 WIT.

Menurut sang ayah pak Agustinus saat diinterview oleh TV-One, dokter Andra sempat berkata kepada teman-teman dia “Tuhan koq marah, dengan memilih saya ……..”, dan kata-kata itu tidak dimengerti oleh teman-teman dia. “Tuhan memilih saya, tapi marah kenapa memilih saya ……”. Seperti ada pesan spiritual yang ingin disampaikan oleh  dokter Dionisius Giri Samodra atau yang dikenal pula sebagai dokter Andra.

Sampai dengan kemunculan dua kejadian wafat tersebut diatas, aku sudah merasa seperti ada kaitan dengan aku. Dalam kasus bayi Falya anak dari pak Ibrahim yang meninggal di rumah sakit Awal Bros, seperti mengingatkan aku pada tiga agama besar di dunia ini yang bersumber dari jalur nabi Ibrahim a.s. yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam, dan nama bayi Falya seperti mengingatkan aku kalau ada kejadian besar lagi yang menyebabkan Yahudi fall, jatuh, maka mungkin akan diikuti kiamat. Sedangkan nama dokter Andra, yang nama lengkap dia adalah Dionisius Giri Samodra, seperti mengingatkan aku pada soal garis keturunanku yang melalui Sunan Giri, seperti aku tulis di “Silsilah Dengan Kebenaran Fifty-fifty“. Dan nama belakang Samodra seperti terkait kesediaanku ketemu ajal saat naik pesawat terbang kecil yang jatuh ke laut dalam.

Semula aku sudah akan menuliskan kedua kasus tersebut diatas, tapi ada firasat untuk menunggu dulu karena ada kejadian besar yang akan muncul. Aku pikir kejadian besar itu akan berupa kecelakaan pesawat terbang penumpang, atau kapal laut, atau bencana alam. Namun ternyata yang muncul adalah berita soal serangan teror ISIS pada 6 tempat berbeda di kota Paris tanggal 13 November 2015 malam, dengan korban tewas 129 orang. Jadi seperti terkait juga dengan aku, karena nama Perdana Menteri Perancis adalah Manuel Valls, yang seperti terkait namaku Firman dan juga kasus bayi Falya anak pak Ibrahim Blegur. 

Pada foto saat mengheningkan cipta di universitas Sorbonne, Perancis, tampak posisi tangan menteri pendidikan nasional dan pendidikan tinggi serta riset, Najat Vallaud Belkacem, mengingatkan aku pada kalau orang berpose dengan membentuk lambang cinta, lambang hati, dengan jari dua tangan. Menginspirasi aku untuk kirim tweet “reminds me about the urgency in making research of love”, dilampiri foto terkait dan link ke lagu Beatles “All You Need Is Love” yang di bagian awal ada irama seperti bait awal lagu kebangsaan Perancis “La Marseillaise”.

Najat Vallaud-Belkacem lahir di Maroko pada tanggal 4 Oktober 1977, lalu pindah ke Perancis pada tahun 1982. Negara kelahiran dia Maroko itu, mengingatkan pada kata merokok sehingga seperti terkait “Dua Pembalap Legendaris Marlboro“. Selain Maroko, dari nenek dia ada campuran Spanyol dan Aljazair. Sekarang posisi Najat dalam kabinet pemerintahan Perancis adalah sebagai Menteri Pendidikan Nasional, Pendidikan Tinggi dan Riset yang dijabat sejak 26 Agustus 2014, merupakan perempuan pertama yang menduduki jabatan itu di Perancis. Tanggal lahir Najat Vallaud-Belkacem itu, tanggal 4 Oktober 1977, seperti terkait dengan soal aku bersedia ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia, sesuai namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4, jadi kelahiran tanggal 4 itu seperti berarti aku ditanggalkan, dilepaskan, dari kehidupan dunia fana ini. Sedangkan tahun kelahiran 1977 di Maroko seperti terkait tahun aku lulus dari SMAN 3 Jakarta dan agar kalau aku menikah adalah untuk kemudian sang istri tetap hidup setelah aku ketemu ajal, seperti tante Ema tanteku yang tetap hidup setelah sang suami wafat. Sedangkan nama tengah Vallaud seperti soal aku ketemu ajal saat naik pesawat kecil yang jatuh ke laut dalam.

Diantara pesan tweet yang diretweet oleh Najat adalah dari CPU, universitas CP. Pesan pada tweet dari universitas CP, atau disingkat CPU, tersebut diatas memuat kata “hommage” yang mengingatkan pada kata bahasa Inggris “home” yang berarti rumah. Ini jadi seperti kelanjutan soal Katy Pery yang pernah aku sebut seperti mengulang kejadian waktu aku menjelang pindah rumah dari jalan Sukabumi, ada temanku Ferry yang lalu dekat dengan seorang cewe yang tinggal di sebelah rumahku itu dulu. Nama lengkap Najat Vallaud Belkacem kalau disingkat jadi NVB, seperti terkait rumah yang aku tempati sejak aku lahir ke dunia ini di jalan Sukabumi 13 Jakarta Pusat yang merupakan rumah VB. Dulu di daerah Menteng memang banyak rumah yang berstatus rumah VB, rumah peninggalan perusahaan Belanda. Singkatan nama Najat itu, NVB, jadi seperti berarti “end VB”, aku berakhir dari keberadaanku di rumah VB, terkait aku pindah dari rumah VB di jalan Sukabumi itu tahun 1982. Tahun kepindahanku dari jalan Sukabumi itu tahun 1982, seperti tahun kepindahan Najat berimigrasi dari Maroko ke Perancis.

Beberapa tahun kemudian cewe yang tinggal di sebelah rumahku di jalan Sukabumi itu menikah dengan Arief yang kerja di Departemen PU, atau kalau sekarang Kementerian PU. Jadi kemunculan Katy Pery dalam kehidupanku menyebabkan aku seperti pada posisi cewe itu, yang pernah dekat dengan temanku Ferry. Dan CPU yang diretweet oleh Najat tersebut diatas seperti berarti “si PU”, seperti si Arief yang kerja di PU. Karena cewe yang jadi tokoh pada foto di tweet itu adalah Najat, jadi seperti berarti Najat akan menjadi “si PU” untuk aku. Dan karena Najat lahir tanggal 4, jadi seperti untuk bantu aku, yang namaku Firman dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4, untuk aku ditanggalkan dari dunia fana ini, ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Dengan kata lain, “NVB”, “end VB”, aku tidak lagi berada di rumah VB jalan Sukabumi 13, aku tidak lagi suka kepada bumi ini, karena sudah harus pindah ke luar bumi, ke alam lain.

Sesudah aku memuat soal Najat Vallaud Belkacem tersebut diatas, lalu ada dua pertandingan Premier League yang ada gol bunuh diri. Pertama antara MU dan Watford pada 21 November 2015 yang dimulai sekitar jam 7 malam waktu Jakarta. MU mencetak gol pada menit 11 melalui Memphis Depay. Saat menjelang akhir pertandingan, pada menit 87 tim Watford berhasil menyamakan kedudukan jadi 1-1 melalui penalti oleh Troy Deeney. Namun lalu pada menit 90 sebuah tendangan Bastian Schweinsteiger berusaha dihalangi oleh Deeney tapi gagal, sehingga bola malah masuk bersama dia ke dalam gawang, skor 2-1. Bola yang masuk bersama Deeney itu berada di selangkangan dia, sehingga seperti isyarat soal aku menikah untuk kemudian ketemu ajal, seperti pernikahan bunuh diri.

Gol bunuh diri kedua terjadi pada pertandingan Manchester City dengan Liverpool yang berlangsung lewat tengah malam waktu Jakarta, jam 00.30 tanggal 22 November 2015 Minggu dinihari. Saat pertandingan baru berlangsung 7 menit, Firmino pemain Liverpool bernomer punggung 11 mendapat bola dekat garis di pinggir gawang MCity, dan Firmino mengoper bola itu ke depan gawang, bola dicegat oleh pemain MCity bernomer 20 Mangala dengan berusaha dihalau keluar lapangan dengan tendangan first time, tapi malah masuk ke gawang sendiri. Nama kedua pemain dari dua tim berbeda yang terlibat dalam gol bunuh diri MCity menit 7 itu, sama-sama seperti terkait dengan aku.

Firmino dari tim Liverpool seperti mirip namaku Firman, sedangkan Mangala dari tim MCity seperti memuat nama kecilku Imang. Dan gol bunuh diri itu muncul setelah aku mulai menulis soal Najat Vallaud Belkacem seperti terlihat di surat ini. Sehingga seperti memuat isyarat bahwa kemunculan Najat Vallaud Belkacem yang asal Maroko itu jadi menteri di Perancis sejak Mei 2012, beberapa hari setelah aku Umroh pada pertengahan April 2012, dan dia lahir tanggal 4 Oktober 1977 sesuai namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4, jadi kelahiran dia tanggal 4 itu seperti berarti untuk aku ditanggalkan, dilepaskan, dari kehidupan dunia fana ini. Sebagai bagian dari isyarat kuat terkait kesediaanku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Pertandingan lain pada 22 November 2015 yang seperti terkait juga dengan aku adalah antara Tottenham Hotspur vs. Westham United, kedua tim sama-sama memuat AM seperti namaku AM Firmansyah. Dan nama tim Tottenham, tentu tidak perlu aku rinci, namun untuk yang sudah lama tinggal di Jakarta tentu mengerti kalau aku sebutkan arti Tottenham itu seperti berarti “pernikahan untuk end AM Firmansyah”. Skor akhir 4-1 untuk Tottenham Hotspur, dimana dua gol untuk Tottenham dihasilkan oleh Harry Kane, satu oleh Toby Alderweireld, dan satu lagi oleh Kyle Walker. Sedangkan gol Westham United oleh Manuel Lanzini, seperti terkait nama PM Manuel Valls yang aku sebut diatas.

 
 

Jakarta,  24 November 2015.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

%d bloggers like this: