AB891. Tweet Najat NVB Memuat Kata Tete Lalu Dua Tewas Lift Jatuh Di Kantor Nestle Dan Memphis Tahan Bola Dengan Dada

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Tweet Najat NVB Memuat Kata Tete Lalu
Dua Tewas Lift Jatuh Di Kantor Nestle Dan
Memphis Tahan Bola Dengan Dada

 
 

2 Karyawan Nestle Jadi Korban Tewas Lift Jatuh di Gedung Arkadia
liputan6 – 10 Des 2015    14:20 WIB
Karyawan di kompleks perkantoran Hijau Arkadia, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, digegerkan dengan insiden jatuhnya lift di Tower B Gedung Nestle. PT Nestle membenarkan 2 karyawannya tewas dalam insiden tersebut.”Kami menyayangkan ada insiden ini, tadi pagi lift penumpang di gedung kami jatuh. Ada 3 orang di dalamnya. Dua karyawan Nestle dan 1 kontraktor kami dibawa ke rumah sakit terdekat. Berita duka, dua karyawan kami meninggal dunia,” ujar Vice President Head of Corporate Communication PT Nestle Indonesia Nur Shilla Christianto, Kamis (10/12/2015).
Kapolsek Pasar Minggu Komisaris Zaky mengatakan, indikator rem lift Tower B, Gedung Nestle, menyala saat lift terjatuh, Kamis (10/12/2015). Namun, lift tersebut diketahui tetap terjun bebas dari lantai 7 ke lantai 3. Saat ini polisi masih menunggu hasil dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mengetahui persis penyebab jatuhnya lift yang menyebabkan dua orang meninggal dunia dan satu orang terluka. Dua orang yang meninggal dunia yakni DS dan KA. Keduanya merupakan karyawan dari PT Nestlé. Sementara satu orang yang terluka yakni AR, karyawan PT ISS.       kompas – Kamis, 10 Desember 2015 | 20:50 WIB
Kecelakaan lift terjadi di Gedung Arcadia Tower B, Kantor Nestle, di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (9/12). Head of Corporate Communication Nestle, Nur Sheilla Christianto mengatakan dua karyawannya meninggal dunia dalam kecelakaan lift tersebut. Nur Sheilla mewakili pihak Nestle meminta maaf terhadap korban yang tewas akibat insiden tersebut. Kejadian naas terjadi pada pukul 09.40 WIB. Semua korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Siloam. Menurutnya, lift yang jatuh berada di kantor Nestlé, di Gedung Arkaida. Lift jatuh dari lantai tujuh ke lantai tiga. Saat itu sejumlah karyawan hendak turun namun tiba-tiba lift terjatuh. Di gedung Arkadia, terdapat beberapa perusahaan dan tidak hanya PT Nestlé. Sedangkan kejadian lift yang jatuh adalah lift yang dipakai karyawan Nestlé. Selain dua orang tewas, satu orang juga mengalami luka patah kaki.     republika.co.id – Kamis, 10 Desember 2015, 16:31 WIB
Dua karyawan Gedung Nestle di Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan tewas dalam kecelakaan jatuhnya lift orang. Dalam penyelidikan sementara, diduga lift yang ditumpangi tiga karyawan itu jatuh akibat putusnya sling pengerek badan lift. Menurut Vice President Head of Corporate Comunication PT Nastle Indonesia, Nur Shilla Christianto, sling lift putus sekitar pukul 09.40 WIB. “Di dalam ada dua pegawai Nestle dan satu pegawai ISS. Ada dua orang meninggal dunia. Dua orang yang meninggal dari karyawan Nestle dan satu lagi masih dilakukan perawatan di rumah sakit dekat sini,” ucapnya.    viva.co.id – Kamis, 10 Desember 2015, 15:59 WIB
Sebuah Lift di Gedung Arcadia Tower B, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ambrol dari lantai tujuh ke lantai tiga, beberapa saat tadi (Kamis, 10/12). Informasi yang diterima redaksi, lift tersebut khusus karyawan Nestle. Informasi lainnya, jatuhnya lift disebabkan oleh putusnya sling.      m.rmol.co – Kamis, 10 Desember 2015 , 12:58:00 WIB
Dyah Ningrum dan Ki Agus Roy nama dua pegawai PT Nestle Indonesia yang meninggal dalam insiden jatuhnya lift akibat kabel sling terputus, Kamis (10/12/2015). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Mohammad Iqbal, mengatakan, keduanya meninggal dunia. Sedangkan 1 korban lainnya bekerja sebagai cleaning servis, yakni Abdul Rahman. Beruntung Abdul masih selamat.      wartakota – Kamis, 10 Desember 2015     15:13 Kakak kandung dari Dyah bernama Jagad Prayogo (33) menerangkan, dirinya baru menerima kabar tewas adiknya sekira satu jam setelah kejadian. Jagad juga menjelaskan, adiknya tersebut sempat mengalami kondisi kritis ketika berada di Rumah Sakit Marinir Cilandak, sebelum pada akhirnya meninggal dunia pada pukul 13.00 WIB kemarin. Dyah Setyoningrum adalah karyawan PT. Nestle yang menjadi korban terjun bebas lift di Gedung Nestle pada Kamis 10 Desember 2015 yang terjadi sekira pada pukul 09.40 WIB.         okezone.com – Jum’at, 11 Desember 2015 – 10:04 wib
Nama seorang dari dua korban meninggal dunia adalah Dyah Setyoningrum, mirip nama ketua Gemilang 77 perkumpulan teman-temanku alumni SMAN 3 tahun 1977, yaitu Dyah Apsari atau dengan nama kecil Lulu. Jadi seperti terkait suratku sebelum ini, “Respon Bill Gates Soal NVB Tanggal 4” yang antara lain memuat tweet Najat VB yang berisi kata “rayonne”. Kata “rayonne” itu mengingatkan pada sistem Rayonisasi, dimana lulusan dari SMP di suatu wilayah harus diutamakan untuk diterima pada SMA dalam wilayah Rayon yang sama. Sistem Rayonisasi mulai diberlakukan oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu dr. Syarief Thayeb pada tahun 1974 saat aku hampir lulus SMP Trisula, sebuah SMP swasta kecil di belakang Pasar Rumput dekat Manggarai Jakarta Selatan. Sehingga kemudian aku jadi bisa masuk ke sekolah favorit SMAN 3 Jakarta, padahal sebelum ada peraturan itu yang diterima di SMA favorit secara umum adalah lulusan dari SMP favorit juga, bukan dari SMP swasta kecil seperti tempat aku bersekolah, kecuali kalau si murid memang cerdas. Karena Najat VB juga adalah Menteri Pendidikan, jadi seperti isyarat kali ini aku akan masuk ke tempat favorit juga, yaitu ke akherat. Kejadian Dyah Setyoningrum tewas saat dalam lift berisi tiga orang itu, jadi seperti isyarat agar jangan sampai nama SMAN 3 itu berarti “as Ema end 3” dan lalu berujung kiamat. Ema adalah nama tanteku yang tetap hidup setelah sang suami wafat. Jadi kalau sudah ada cewe yang memiliki tanda-tanda kuat akan menjadi Ema untuk aku, jangan sampai aku berubah pikiran seperti ketika di lift macet tahun 1983 dimana aku memohon perpanjangan waktu untuk jangan dulu ketemu ajal. Aku harus konsisten dengan kesediaanku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Isyarat itu diperkuat dengan lokasi gedung Nestle di dekat jalan TB Simatupang, yang seperti memuat arti “si Ema tuh pak”, yaitu agar aku jangan menghindar dari menikah dengan cewe yang berstatus seperti Ema untuk aku.
googlemaps street view
googlemaps street view
nestle.co.id
rajasusu.com
Pada hari Jumat 11 Desember 2015 malam hari sesudah aku mengumpulkan bahan terkait lift jatuh di gedung Nestle itu, dalam bagian akhir acara Editorial Sepekan JakTV Rahma Sarita seperti mengingatkan aku juga, mengenai soal Najat VB memuat kata “tete” dan lalu ada lift jatuh di gedung kantor Nestle produsen susu Dancow menyebabkan dua orang tewas itu. Yaitu saat Rahma menaruh kertas terlalu ke pinggir meja, sehingga kertas itu jatuh, lalu Rahma melihat ke dada untuk melepas microphone klip-on yang ada disitu, dan kemudian menoleh ke kamera seperti mau memastikan aku mengetahui isyarat Rahma itu.
Sabtu 12 Desember 2015 malam, aku terlambat menonton acara Roaming di Trans7, karena ada perubahan jam tayang dari semula dimulai sekitar jam 19.00 menjadi sekitar jam 18.00. Jadi aku cuma sempat lihat segmen terakhir. Bintang tamu adalah Pepi yang biasa jadi co-host di Bukan4Mata mendampingi Tukul Arwana, juga ada Dini Fronitasari seorang dosen muda dari UMN, sesuai topik malam itu soal pendidikan. Tampak disini Pepi memegang kue ulang tahun untuk merayakan menjelang 14 tahun Trans Media.
Tiga orang panelis dalam acara Roaming Trans7 pada 12 Desember 2015, dari kiri Sahil Shah asal India, Jennifer Lepas asal AS, Lee Jeong Hoon asal Korea, dan host Fitri Tropika.
Tiga orang panelis lain dalam Roaming Trans7 pada 12 Desember 2015, dari kiri Matteo Guerinoni asal Italia yang sekitar tahun 2010-2013 jadi host acara siaran langsung MotoGP di Trans7, Senk Lotta asal Uzbekistan, dan pendatang baru Ramazan Goden asal Turki.
Sesudah Roaming, acara berlanjut dengan LOL acara komedi yang baru mulai awal Desember 2015, dimulai sekitar jam 19.00 dengan pelawak Narji yang muncul bersama Joshua yang dulu penyanyi cilik, berdua menjadi ikan di akuarium besar, lalu ada juga Rangga Smash dan Azis Gagap. Joshua berenang dengan pakaian ikan warna hitam dan sempat bergelantungan dengan tali sling yang dicantolkan di kiri dan kanan pinggang, jadi seperti terinspirasi foto Senk Lotta berenang dengan pakaian renang hitam yang aku muat di surat “Senk Lottas First Attempt Accomplished Virtually“.
Beberapa jam setelah Narji dan Joshua menjadi ikan pada acara LOL Trans7 itu, dengan Joshua berpakaian hitam seperti Senk Lotta berenang dengan pakaian renang hitam yang aku muat pada suratku terdahulu, lalu dalam pertandingan antara Manchester United dengan tim Bournemouth yang dimulai jam 00.30, tiga puluh menit lewat tengah malam waktu Jakarta, skor akhir adalah 2-1 untuk Bournemouth dengan gol kedua atau gol kemenangan oleh Joshua King pemain bernomer 17. Sebelum itu juga ada pertandingan dengan gol oleh nama yang mirip Joshua yaitu pada Champions League 8 Desember 2015 antara MU dan Wolfsburg skor 3-2, satu gol untuk MU dari sundulan bunuh diri oleh Josuha Guilavogui.
Gol pertama Bornemouth cukup langka, dihasilkan pada menit kedua oleh Junior Stanislas pemain bernomer punggung 19 berupa tendangan sepak pojok yang kurang dapat diantisipasi dengan baik oleh pemain belakang MU, sehingga bola mengenai tiang jauh lalu masuk ke gawang MU.
sport.net / MailOnline / AP – 12 December 2015     19:51 Stanislas gave Eddie Howe’s newly-promoted side a surprise lead in the first half when his corner kick flew into the back of the net. The winger’s delivery evaded his team-mates but surprised De Gea and the United keeper could only watch the ball fly into the top corner.     
sport.net / MailOnline / getty images for carlsberg – 12 December 2015     19:51
Stanislas kneels to the ground at the Vitality Stadium and points to the sky after giving Bournemouth the lead in Saturday’s late kick-off.      sport.net / MailOnline / AP – 12 December 2015     19:51
Sedangkan gol untuk MU dihasilkan oleh Marouane Fellaini pada menit 24 dengan cukup unik juga, yaitu sempat melangkah dengan lutut, satu langkah dengan lutut kanan dan satu langkah dengan lutut kiri, lalu dengan kaki kiri masih berlutut, kaki kanan menendang bola masuk gawang Bournemouth.
Bermula dari Michael Carrick memberi umpan jauh dan Memphis Depay menerima bola dengan dada, bola melambung,  saat bola sudah mendekat ke tanah Memphis Depay menendang ke gawang Bournemouth, tapi berhasil diblok oleh kiper, dan bola rebound itu dimanfaatkan oleh Marouane Fellaini yang lalu sempat jatuh berlutut namun bola masih dalam penguasaan dia.     
dailymail.co.uk / getty images – 19:24 GMT, 12 December 2015
sport.net / MailOnline / manutd via getty images – 12 December 2015     19:51
The visitors were soon level when Red Devils’ Marouane Fellaini tapped home from close range in the first half at the Vitality Stadium.       sport.net / MailOnline / getty images – 12 December 2015     19:51
Marouane Fellaini forces the ball home for the equaliser.     The Guardian / Photograph: Jordan Mansfield / Getty Images – Saturday 12 December 2015 19.35 GMT
Bermula dari Michael Carrick memberi umpan jauh dan Memphis Depay menerima bola dengan dada, bola melambung,  saat bola sudah mendekat ke tanah Memphis Depay menendang ke gawang Bournemouth, tapi berhasil diblok oleh kiper.
……bola rebound itu dimanfaatkan oleh Marouane Fellaini yang lalu sempat jatuh berlutut namun bola masih dalam penguasaan dia. Sempat melangkah dengan lutut, satu langkah dengan lutut kanan dan satu langkah dengan lutut kiri, lalu dengan kaki kiri masih berlutut, kaki kanan Marouane Fellaini menendang bola masuk gawang Bournemouth  
Striker Josh King was Bournemouth’s match-winner, firing home the winner in the 54th minute against his old club.     mirror.co.uk – 19:24, 12 Dec 2015 Gol kedua, gol kemenangan Bournemouth oleh pemain nomer 17 Joshua King pada menit 54, skor akhir pada pertandingan Premier League 13 Desember 2015 itu Bournemouth – Manchester United 2-1.
King did excellently to shrug off his marker and finish off a well-worked corner to score Bournemouth’s second goal of the match.         dailymail.co.uk / reuters – 19:24 GMT, 12 December 2015

 
 

Tanggal 8 Desember 2015 tweet Najat VB memuat kata “tete”, dalam bahasa Perancis tentu saja bukan bahasa Indonesia, yang memiliki arti kepala. Semula aku tidak terlalu perhatikan, karena beberapa hari belakangan ini tweet Najat VB cukup banyak sehingga aku cuma lihat kata “tete” dalam bahasa Perancis itu tanpa ada pretensi apa-apa. Sebab sebuah kata dalam suatu bahasa tentu tidak selalu memiliki arti yang sama dalam bahasa lain. Dua hari kemudian muncul berita mengenai ada lift jatuh di gedung kantor Nestle, dan aku langsung ingat diantara produk Nestle adalah susu Dancow yang sering aku beli juga. Tapi tentu aku berusaha untuk tidak mengkaitkan dengan kata “tete” pada tweet Najat VB itu. Kemudian pada 11 Desember 2015 pagi aku persiapkan bahan terkait, mengumpulkan berita dan foto soal lift jatuh di gedung kantor Nestle itu, sebab aku pikir ada isyarat juga untuk aku terkait aku pernah mengalami lift macet tahun 1983 di gedung Metro Atom Pasar Baru sehingga aku pikir akan ketemu ajal, dan pada saat itu aku memohon perpanjangan waktu. Beberapa tahun kemudian sekitar tahun 2000, baru aku ketahui rekanku Kemal yang ikut dalam lift itu ternyata tinggal di perumahan Griya Cinere dekat tempat tinggalku di WIsma Cakra Cinere, sehingga sering ketemu aku. Seperti mengingatkan aku bahwa meskipun aku suka mengingat untuk bersedia ketemu ajal, namun pada saat-saat kritis seperti saat di lift macet tahun 1983 itu ternyata aku masih memohon perpanjangan waktu.

Nama seorang dari dua korban meninggal dunia pada lift jatuh di gedung kantor Nestle itu adalah Dyah Setyoningrum, mirip nama ketua Gemilang 77 perkumpulan teman-temanku alumni SMAN 3 tahun 1977, yaitu Dyah Apsari atau dengan nama kecil Lulu. Jadi seperti terkait suratku sebelum ini, “Respon Bill Gates Soal NVB Tanggal 4” yang antara lain memuat tweet Najat VB yang berisi kata “rayonne”. Kata “rayonne” itu mengingatkan pada sistem Rayonisasi, dimana lulusan dari SMP di suatu wilayah harus diutamakan untuk diterima pada SMA dalam wilayah Rayon yang sama. Sistem Rayonisasi mulai diberlakukan oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu dr. Syarief Thayeb pada tahun 1974 saat aku hampir lulus SMP Trisula, sebuah SMP swasta kecil di belakang Pasar Rumput dekat Manggarai Jakarta Selatan. Sehingga kemudian aku jadi bisa masuk ke sekolah favorit SMAN 3 Jakarta, padahal sebelum ada peraturan itu yang diterima di SMA favorit secara umum adalah lulusan dari SMP favorit juga, bukan dari SMP swasta kecil seperti tempat aku bersekolah, kecuali kalau si murid memang cerdas. Karena Najat VB juga adalah Menteri Pendidikan, jadi seperti isyarat kali ini aku akan masuk ke tempat favorit juga, yaitu ke akherat. Kejadian Dyah Setyoningrum tewas saat dalam lift berisi tiga orang itu, jadi seperti isyarat agar jangan sampai nama SMAN 3 itu berarti “as Ema end 3” dan lalu berujung kiamat. Ema adalah nama tanteku yang tetap hidup setelah sang suami wafat. Jadi kalau sudah ada cewe yang memiliki tanda-tanda kuat akan menjadi Ema untuk aku, jangan sampai aku berubah pikiran seperti ketika di lift macet tahun 1983 dimana aku memohon perpanjangan waktu untuk jangan dulu ketemu ajal. Aku harus konsisten dengan kesediaanku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Isyarat itu diperkuat dengan lokasi gedung Nestle di dekat jalan TB Simatupang, yang seperti memuat arti “si Ema tuh pak”, yaitu agar aku jangan menghindar dari menikah dengan cewe yang berstatus seperti Ema untuk aku.

Pada 11 Desember 2015 malam hari sesudah aku mengumpulkan bahan terkait lift jatuh di gedung Nestle itu, dalam bagian akhir acara Editorial Sepekan JakTV, kamu seperti mengingatkan aku juga mengenai soal Najat VB memuat kata “tete” dan lalu ada lift jatuh di gedung kantor Nestle produsen susu Dancow menyebabkan dua orang tewas itu. Yaitu saat kamu menaruh kertas terlalu ke pinggir meja, sehingga kertas itu jatuh, lalu kamu melihat ke dada kamu untuk melepas microphone klip-on yang ada di dada kamu, dan kemudian kamu menoleh ke kamera seperti mau memastikan aku mengetahui isyarat kamu itu. Tentu aku tidak ingin berprasangka buruk bahwa kejadian itu merupakan settingan pihak tertentu terkait Najat VB. Aku cuma perlu memuat soal itu disini agar kalau memang ada isyarat, mungkin dari langit, berarti aku sudah merespon dengan baik dengan menulis ini.

Dan memang kalimat pada tweet Najat VB itu seperti misterius, kalau dilihat dari terjemahan bahasa Inggris :”Sunday arrived in  head, forbearance and the FN, or two ways not to vote, look elsewhere, or believe in the miracle cure“. Orang yang pandai bahasa Inggrispun mungkin tidak akan mengerti apa makna kalimat itu. Tapi mungkin juga karena mesin penerjemah Google yang terlalu kata per kata, sehingga kalimat itu jadi seperti aneh.

Mungkin juga memuat kekhawatiran Najat VB, seperti pada kata-kata “forbearance and the FN”, dimana seperti aku ungkapkan di surat sebelum ini kata “bear” biasa diidentikkan dengan negara Rusia oleh negara-negara Barat. Jadi “forbearance and the FN” seperti berarti kalau aku jadi masuk dalam lingkungan teman-teman Senk Lotta yang Rusia, maka mungkin juga aku tidak akan jadi ketemu ajal, “and the FN” seperti berarti “end the Firman end”.

Sedangkan “or two ways not to vote” itu adalah terkait pemilu wakil rakyat daerah, semacam DPRD, di Perancis yang berlangsung dua tahap pada 9 dan 13 Desember 2015. Karena kemunculan tweet itu pada 8 Desember 2015 satu hari sebelum Pilkada serentak di Indonesia pada 9 Desember 2015, jadi seperti terkait juga dengan Pilkada serentak di Indonesia. Dan “look elsewhere, or believe in the miracle cure” seperti terkait soal aku berobat di Kiai dari Banten pada tahun 1979 seperti yang sering aku ungkapkan. Arti kata “cure” adalah pengobatan, jadi “miracle cure” itu semacam pengobatan alternatif seperti yang aku jalani di tahun 1979 itu. Seperti isyarat Najat VB ada rencana lain untuk aku.

Keesokan hari pada Sabtu 12 Desember 2015 malam, aku terlambat menonton acara Roaming di Trans7, karena ada perubahan jam tayang dari dimulai sekitar jam 19.00 menjadi sekitar jam 18.00. Jadi aku cuma sempat lihat segmen terakhir, dan ada momen saat Pepi datang membawa kue ulang tahun untuk merayakan menjelang 14 tahun Trans Media. Bintang tamu selain Pepi yang biasa jadi co-host di Bukan4Mata mendampingi Tukul Arwana, juga ada Dini Fronitasari seorang dosen muda dari UMN, sesuai topik malam itu soal pendidikan. Enam orang panelis seperti biasa para orang asing yang sudah lama di Indonesia, malam itu terdiri dari Sahil Shah asal India, Jennifer Lepas asal AS, Lee Jeong Hoon asal Korea, Matteo Guerinoni asal Italia yang sekitar tahun 2010-2013 jadi host acara siaran langsung MotoGP di Trans7, Senk Lotta asal Uzbekistan, dan pendatang baru Ramazan Goden asal Turki.

Sesudah Roaming, acara berlanjut dengan LOL acara komedi yang baru mulai awal Desember 2015, dimulai sekitar jam 19.00 dengan pelawak Narji dan Joshua yang dulu penyanyi cilik, berdua menjadi ikan di akuarium besar, lalu ada juga Azis Gagap. Joshua berenang dengan pakaian ikan warna hitam dan sempat bergelantungan dengan tali sling, jadi seperti terinspirasi foto Senk Lotta berenang dengan pakaian renang hitam yang aku muat di surat sebelum ini.

Dan yang menarik adalah, beberapa jam setelah itu pada pertandingan antara Manchester United dengan tim Bournemouth yang dimulai jam 00.30, tiga puluh menit lewat tengah malam waktu Jakarta, skor akhir adalah 2-1 untuk Bournemouth, dengan gol kedua gol kemenangan oleh Joshua King pemain bernomer 17. Gol pertama Bornemouth cukup langka, dihasilkan pada menit kedua oleh Junior Stanislas pemain bernomer punggung 19 berupa gol tendangan sepak pojok yang kurang dapat diantisipasi dengan baik oleh pemain belakang MU, sehingga bola mengenai tiang jauh lalu masuk ke gawang MU. Sedangkan gol untuk MU dihasilkan oleh Marouane Fellaini dengan cukup unik juga, yaitu sempat melangkah dengan lutut dan lalu dengan sebelah kaki masih berlutut, kaki kanan menendang bola masuk gawang Bournemouth.

Nomer punggung Stanislas yaitu 19, mengingatkan pada temanku Wisnu yang dulu merupakan tetangga di jalan Sukabumi 19, beberapa rumah dari aku yang di jalan Sukabumi 13. Setelah beberapa tahun tidak ketemu, pada sekitar tahun 2005 Wisnu menelpon aku dan antara lain mengatakan jaman sekarang kalau tidak ada uang lebih baik tidak melakukan apa-apa. Namun kita ketahui juga saat ini pemimpin di Indonesia justru disukai rakyat kalau merupakan orang sederhana. Sehingga gol dari sepak pojok dan lalu gol dari posisi berlutut yang mengingatkan pada istilah “modal dengkul” itu, dengan skor akhir 2-1 yang seperti berarti “to one”, menjadi orang nomer satu, seperti mengingatkan aku agar serius berusaha menjual lukisan-lukisanku dengan  harga sebaik mungkin dan lalu disumbangkan untuk amal sebagian. Sebab kalau aku berlama-lama dalam keadaan serba nebeng, sehingga tampak seperti orang sederhana, malah akan dicurigai mau masuk politik sesuai kesukaan rakyat sekarang kepada pemimpin sederhana. Padahal untuk aku tentu lebih baik menguatkan posisi sebagai pelukis, dan bukan politikus.

 
 

Jakarta,  14 Desember 2015.

wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

%d bloggers like this: