AB895. Sorotan Kasus TV-One Soal Kecelakaan Lift Nestle Tali Baja 8 mm Diganti Dengan 6 mm

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Sorotan Kasus TV-One Soal Kecelakaan Lift Nestle Tali Baja 8 mm Diganti Dengan 6 mm

 
 

 
 
Saat aku sudah menjelang menyelesaikan dua surat sebelum ini, “Wall 1989 Direspon Bill Gates Dan Indonesia Untuk Pertama Kali Juara 3 Di Miss World 2015, Serta Miss Universe 2015 Salah Juara” dan “Norwich-MU 2-1 Pertama Sejak 1989 Dan Enam Berita Baik 2015 Bill Gates Serta KM Marina Baru Tenggelam Lalu Stoke MU 2-0” pada 28 Desember 2015, di TV-One muncul acara Sorotan Kasus seperti biasa sore hari jam 16.30 dan kali ini mengenai Petaka Lift Nestle yang terjadi pada 10 Desember 2015 yang sudah aku tulis di “Tweet Najat NVB Memuat Kata Tete Lalu Dua Tewas Lift Jatuh Di Kantor Nestle Dan Memphis Tahan Bola Dengan Dada“. Memang acara Sorotan Kasus memunculkan rangkuman dari berita yang sudah terjadi sekitar seminggu atau dua minggu atau lebih, dengan kumpulan beberapa info yang pada suatu kejadian memang cenderung info-info itu tidak muncul bersamaan. Info baru yang muncul pada acara Sorotan Kasus sore itu adalah cuplikan rekaman CCTV di gedung Arkadia kantor Nestle Indonesia pada hari kejadian dan hari sesudah itu.
 
 
Produk-produk Nestle yang beredar di Indonesia, antara lain yang cukup dikenal oleh publik adalah susu cair Bear Brand dengan kemasan kaleng dan susu bubuk Dancow dengan kemasan luar dari kardus seperti di samping ini.
 
 
Rekaman kamera CCTV di lobby gedung Arkadia pada 10 Desember 2015 jam 09.50 lebih 51 detik. Tampak dua orang petugas sedang bergegas menuju lift membawa tandu untuk mengangkut korban.
 
10 Desember 2015 jam 09.50 lebih 02 detik, dari rekaman kamera CCTV dalam lift, tampak seorang korban dibawa oleh petugas penyelamat. Dari postur tampak ini adalah korban perempuan Dyah Setyoningrum, saat itu masih dalam keadaan hidup namun luka parah.
10 Desember 2015 jam 09.54 lebih 27 detik, dari rekaman kamera CCTV di depan lobby masuk gedung, tampak korban Dyah Setyoningrum dimasukkan ke ambulans untuk dibawa ke rumah sakit.
 
10 Desember 2015 jam 09.54 lebih 10 detik, korban lain yang juga luka parah yaitu Ki Agus Roy sedang diangkut dalam lift.
 
10 Desember 2015 jam 09.55 lebih 18 detik, sebuah mobil Kijang biasa bukan ambulans masuk ke depan lobby. Jam 09.55 lebih 22 detik korban Ki Agus Roy yang saat itu masih hidup namun luka parah dimasukkan ke mobil Kijang untuk dibawa ke rumah sakit.
 
10 Desember 2015 jam 09.55 lebih 22 detik korban ketiga Abdul Rahman, cleaning service, tampak diangkut dalam lift. Jam 09.58 lebih 2 detik sebuah mobil hitam, Toyota Rush atau Daihatsu Trios, berhenti di depan lobby dan kemudian korban ketiga Abdul Rahman dimasukkan ke mobil itu untuk dibawa ke rumah sakit.
 
Di rumah sakit Siloam Cilandak, dua korban luka parah Dyah Setyoningrum dan Ki Agus Roy tidak dapat bertahan, mereka meninggal dunia. Kedua korban didiagnosa meninggal akibat fraktur pelvis, patah tulang selangkangan atau patah tulang pinggul sehingga menyebabkan pendarahan intra abdomen.
 
Tanggal 7 Desember 2015 atau tiga hari sebelum kecelakaan, lift itu menjalani maintenance dan ada pergantian suku cadang juga. Menurut pak Sumadji dirut PT Eltec Indoutama yang melakukan maintenance lift tersebut, ada pergantian tali baja dari yang ukuran 8 mm diganti yang ukuran 6 mm. Sekitar 5 tahun yang lalu saat awal baru dipasang, lift itu memang menggunakan tali baja yang 6 mm, tapi lalu diganti jadi yang 8 mm. Jadi pada saat maintenance tanggal 7 Desember 2015 itu ditetapkan untuk mengganti ke ukuran seperti awal dulu yaitu yang 6 mm. Dan tiga hari kemudian terjadilah kecelakaan itu pada 10 Desember 2015, tiga orang dalam lift itu harus mengalami lift jatuh, dua orang lalu tewas di rumah sakit.
 
 
 
 
 
Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka kasus lift jatuh di gedung Arkadia kantor Nestle Indonesia 10 Desember 2015 yang menyebabkan 2 orang tewas dan satu masih dalam perawatan. Ketiga orang itu adalah dua teknisi Heru dan Saifudin, dan direktur utama Sumadji.
 
Dalam bahasa Inggris, kata lain untuk “lift” adalah “elevator” seperti aku muat diatas dari Google Translate. Dan entah sudah tahu atau bagaimana, beberapa menit sebelum acara Sorotan Kasus di TV-One 28 Desember 2015 dengan topik Petaka Lift Nestle itu yang dimulai jam 16.30, Najat Vallaud Belkacem memuat tweet pada jam 4.18 PM atau jam 16.18 waktu Jakarta yang ada kata bahasa Perancis “eleves”, yang mengingatkan pada kata bahasa Inggris “elevator” yang berarti “lift” itu. Tweet itu memuat video mengenai isi dari Chronique Hebdo 59, kronik mingguan nomer 59, berupa pembicaraan dia dengan PM Manuel Valls saat menyerahkan Strategi Nasional Bidang Riset yang merupakan bagian pekerjaan menteri pendidikan dan riset Najat Vallaud Belkacem, pada 14 Desember 2015.
Tentu penting untuk aku memperhatikan kalau kecelakaan lift Nestle itu memuat pesan untuk aku terkait kemunculan Najat VB di suratku. Pertama kali aku memuat soal Najat VB adalah pada 24 November 2015 di suratku “Wafat Bayi Falya Lalu Dokter Andra, 129 Tewas Serangan Teroris Di Negara PM Manuel Valls Dan NVB Tanggal 4“, berarti beberapa hari sebelum kemudian dilakukan maintenance terhadap lift Nestle pada 7 Desember 2015, yang lalu diikuti lift itu jatuh pada 10 Desember 2015 menewaskan dua dari tiga orang yang ada dalam lift. Penggantian ukuran tali baja pada 7 Desember 2015 itu dari yang 8 mm menjadi yang 6 mm, seperti terkait soal angka 6 yang dibaca “enam”, yaitu soal “end AM Firmansyah”, kesediaanku ketemu ajal. Serius aku khawatir kalau kejadian semacam ini sering muncul, korban berjatuhan, cuma karena mencurigai aku akan masuk politik. Jadi seperti kemunculan Najat VB yang menteri di negara maju Perancis itu dan seperti terkait dengan aku, lalu menimbulkan kecurigaan pihak-pihak tertentu sehingga perlu memberi pesan untuk aku berupa kecelakaan fatal semacam itu. Oleh sebab itu pula aku pilih jadi pelukis, seperti yang aku ungkapkan di “Jadi Pelukis Untuk Simbol Mengalah“. Untuk mencegah korban lebih lanjut yang cuma karena mau memberi pesan untuk aku, maka semakin urgen untuk aku menjual lukisan-lukisanku dalam waktu dekat ini, dan sebagian aku sumbangkan untuk amal lalu aku segera mewujudkan perjalanan menggali inspirasi ke berbagai tempat di dunia sebelum aku ketemu ajal.
 
 
 

 
 

Jakarta, 30 Desember 2015.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

%d bloggers like this: