AB593. Pilkada DKI 2012 Dan Persoalan Kita


Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Pilkada DKI 2012 Dan Persoalan Kita


……
……
Rahma Sarita pada Ada Apa Berita di Jak-TV 18 September 2012 dengan topik soal Wakaf.
Beberapa ibu-ibu berkerudung tampak menjadi audiens pada Ada Apa Berita di Jak-TV 18 September 2012, seperti sekalian menjadi saksi ketika di akhir acara Rahma Sarita kerepotan dengan belahan rok.
sumber: kpujakarta.go.id
Dari 94 anggota DPRD DKI Jakarta, cuma 11 dari PDI-P ditambah 6 dari Gerindra, atau berjumlah 17, yang mendukung Jokowi-Nara. Sedangkan yang lain tergabung dalam koalisi besar bersama Partai Demokrat, antara lain Golkar, PKS, PPP, PAN, mendukung Foke-Ahok. Tapi dukungan besar koalisi partai-partai itu seperti kalah oleh belahan rok Rahma Sarita.
……
……
Rahma Sarita pada Ada Apa Berita di Jak-TV 19 September 2012.
Mengingat kita sedang menjelang Pemilu 2014, dan tidak ada jaminan kamu tidak akan mengulang tragedi belahan rok Pilkada DKI 2012 itu, lebih baik kamu mengundurkan diri saja dari Jak-TV agar tidak membahayakan bagi pak Erick Thohir yang tokoh Golkar. Kemudian kita menikah, sebagai pertanggungjawaban kita kepada Allah SWT terkait nasib umat manusia, sebab sudah muncul beberapa bencana besar yang seperti terkait dengan kita.
……
Rahma Sarita pada Ada Apa Berita di Jak-TV 20 September 2012.
……
……
……
……


Pemilihan gubernur pada pilkada DKI 2012 putaran kedua sudah berlangsung tanggal 20 September 2012. Hasil dari beberapa lembaga survei menunjukkan pasangan Joko Widodo dan Basuki Cahya Purnama atau biasa disebut Jokowi-Ahok menang dari pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli atau biasa disebut Foke-Nara, dengan tingkat kemenangan rata-rata dari masing-masing lembaga survei itu sekitar 7% jumlah suara.

Dua malam sebelum hari pemilihan 20 September 2012 itu, kamu muncul dengan pakaian yang mungkin mempengaruhi juga hasil pilkada DKI 2012 itu. Sebab Jak-TV tempat kamu bekerja adalah milik pak Erick Thohir yang merupakan tokoh partai Golkar, dan Golkar bersama beberapa partai besar antara lain Partai Demokrat, PKS, PPP, PAN, berkoalisi mendukung pasangan Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli.

Pada penampilan kamu tanggal 18 September 2012 malam, dengan topik soal Wakaf yang dihadiri pula oleh audiens terdiri dari ibu-ibu berkerudung seperti peserta pengajian, kamu muncul dengan rok terusan warna merah hati yang di bagian depan ada belahan. Saat sampai di akhir acara, waktu kamu bersalaman dengan dua narasumber, kamu jadi kerepotan dengan belahan rok di bagian depan itu sehingga paha bagian dalam kamu terekspos oleh kamera.

Malam setelah itu, yaitu 19 September 2012 malam atau malam sebelum hari pemilihan 20 September 2012, kamu muncul dengan blus warna kuning yang seperti terkait warna Golkar. Namun ketika sehari kemudian ternyata pasangan Foke-Nara yang didukung oleh partai Koalisi antara lain Golkar, Demokrat, PKS, PPP, PAN, tidak berhasil menang, seperti merupakan isyarat dari langit bahwa kamu bukan jimat politik.

Nama pasangan Jokowi-Ahok mau tak mau mengingatkan aku pada tahun 1983. Setelah pada tahun 1982 aku gagal menjalin hubungan menuju pernikahan dengan cewe yang tinggal di sebelah rumah di jalan Sukabumi Jakarta Pusat, menyebabkan aku tetap menjadi “perjaka”, sehingga seperti terkait dengan nama Joko Widodo.

Pada akhir tahun 1982 aku pindah rumah dari jalan Sukabumi Jakarta Pusat ke jalan Limo dekat Permata Hijau Jakarta Selatan. Beberapa bulan kemudian pada awal 1983 aku mendapat pekerjaan di PT Tunas Tasik sebagai salesman untuk industri yaitu produk anti karat Noverox dan produk las dingin Belzona. Las dingin dalam arti tidak menggunakan api melainkan campuran dua bahan semacam dempul yang disebut epoxy.

Nama PT Tunas Tasik itu, istilah Tunas adalah semacam benih yang baru tumbuh, sedangkan kata Tasik dalam bahasa di beberapa daerah adalah Laut. Jadi seperti laut yang tumbuh berkembang, seperti Tsunami yang kemudian terjadi di Aceh tahun  2004 dan menimbulkan korban tewas lebih dari 200 ribu orang.

Pimpinan dari PT Tunas Tasik adalah pak Handoko Wijaya, anak dari pengusaha yang mendirikan pabrik aki GS dengan lisensi dari Jepang. Pak Handoko Wijaya biasa disebut juga dengan nama Ahok oleh para anak buah beliau.

Maka, terkait dengan persoalan kita, apakah kemenangan pasangan Jokowi-Ahok pada pilkada DKI 20 September 2012 yang lalu merupakan isyarat dari langit bahwa kalau kita tidak segera membereskan persoalan kita, akan muncul lagi bencana besar seperti Tsunami di Aceh tahun 2004 dulu. Mengingat sudah muncul beberapa bencana besar yang terkait persoalan kita, bukan mustahil bencana yang akan muncul adalah bencana yang lebih besar, atau bahkan kiamat.


Jakarta,  23 September 2012.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: