AB692. Enam Orang Tewas Dalam Kecelakaan Tiga Mobil Di Tol Jagorawi Sehari Sebelum Aku Halal Bi-Halal SMA 3

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Enam Orang Tewas Dalam Kecelakaan Tiga Mobil
Di Tol Jagorawi Sehari Sebelum Aku Halal Bi-Halal SMA 3

 

 ……
 ……
jatinangorku.com
mitsubishi-motors.com
 ……
tokobagus.com
 ……
……
mobilelegan.blogspot.com
 ……
 ……
 ……
avanzabandung.com
kaskus.com
 ……
allthecars.com
 ……
otosia.com
 ……
tribunmedannews.com
republikaonline.com
 ……
pertamax7.com
 ……
merdeka.com
solopos.com
 ……
 ……
 ……
 ……
 ……
 ……
flickr.com
Lancer produksi tahun 1981. flickr.com
 ……
 ……
 ……
On January 2, 1974, President Richard M. Nixon signed the Emergency Highway Energy Conservation Act. A provision of the Act imposed a new, national, 55 mph maximum speed limit. Overnight, the United States had a massive speeding “problem.” Within weeks, the feds gave huge amounts of money to police forces around the country to purchase radar guns.
www.thetruthaboutcars.com
 ……
55 mph = 88 km/jam
 ……
 ……
radarsign.com
 ……
          alibaba.com             dailytelegraph.com.au
 ……
topspeed.com
 ……
adelaidenow.com.au
fightyourticket.ca
 ……
drivearabia.com
UAE newspaper Gulf News reports that Dubai Police plans to install a speed camera every two kilometres on major highways. More details about the new digital speed cameras have emerged.
 ……
 ……
Radar speed limit signs (also called “driver feedback signs”) prompt speeding drivers to slow down. The signs detect and display a speeding driver’s velocity. This active feedback makes drivers aware of their speed. It also makes them feel like they’re being monitored. The result: speeders slow down.
peds.org
burillville.org
 ……
 ……
 ……
The New York State Police and many Sheriff’s and municipal police departments conduct speed enforcement as part of their daily, routine patrols.  Whether an officer is enforcing a 20 mpg school zone limit, or the 65 mph limit on an interstate it is done with safety in mind.  Each month, the State Police conduct special speed enforcement details in every Troop.  The New York City Police Department conducts special speed enforcement as part of their Combat Aggressive driving program. Over 200 Sheriff’s departments and municipal agencies participate in the Selective Traffic Enforcement Program which targets speeding as well as other unsafe violations.
Remember, speeding is a serious driving behavior that contributes to nearly 30 percent of highway fatal crashes in New York.  Speed enforcement is designed to save lives by reducing speeding.  Please do your part by slowing down.
www.safeny.ny.gov
 ……
thetruthaboutcars.com
safeny.ny.gov
 ……
Police speed radar unit in police car driving on 2 lane road. shutterstock.com
 ……
 ……
inilah.com
metrotvnews.com
liputan6.com 
republikaonline.com 
 ……
 ……
 ……

 

Ada situasi yang berkembang sedemikian rupa sehingga hari Senin 9 September 2013 pagi aku terpaksa membatalkan rencana kedatanganku ke acara Halal Bi-Halal rekan-rekan lamaku di SMA 3 yang diadakan di Senayan City, dan mementingkan untuk menulis surat ini.  Sebab pada Minggu pagi 8 September 2013 muncul berita mengenai kecelakaan mobil di jalan Tol dengan korban 6 orang tewas, dengan 3 orang dari para korban itu bernama Agus.

Senayan City selain berisi toko. restoran, dan kantor,  juga merupakan kantor dari SCTV tempat Bianca Liza bekerja. Pada surat sebelum ini aku pernah menulis soal apakah aku beli celana “Boxer” itu karena aku ingin berpindah, dari kamu turun ke Bianca Liza yang lebih muda dari kamu dan belakangan ini setiap pagi muncul di acara “Inbox” SCTV. Dengan kata lain, aku tidak konsisten dengan kesediaanku untuk naik menghadap Allah SWT, ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Sikap mempertanyakan pada twitter Bill Gates itu diperkuat dengan kemunculan salah satu tanggapan yang berasal dari seseorang bernama “Mo Dupsy”, sebuah nama yang seperti berarti “mau hidup sih ……..”

Waktu pada hari Sabtu 7 September 2013 aku menulis surat soal Adi Prahara yang tewas misterius, dimana mayat dia baru ditemukan pada Rabu tanggal 4 September 2013 dan diperkirakan sudah sekitar empat hari meninggal, aku menulis soal seperti ada keterkaitan dengan aku. Karena seperti ada isyarat tertentu terkait dengan persoalan kita. Antara lain, nama dia Muhammad Adi Prahara Mahdisa, yang kalau disingkat seperti berarti “going up di antara dua M”, seperti sesuai kesediaanku naik ke atas menghadap Allah ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia di antara dua M yaitu kamu Rahma dan Sheikha Mayassa dari Qatar. Ini terkait dengan sayembara kurator seni yang sedang diadakan oleh sheikha Mayassa bersama Prada dan akan ditutup akhir Desember 2013.

Setelah surat itu selesai aku tulis pada Sabtu 7 September 2013 malam, aku tidak langsung memuat di Internet karena masih ada surat lain yang akan aku muat bersamaan yaitu soal mewaspadai pancingan dari langit, karena sudah muncul beberapa bencana besar terkait persoalan kita.  Sebab kalau kita perhatikan kisah-kisah pada jaman para nabi dulu, seringkali dimunculkan dulu pancingan-pancingan dari langit, kemudian ketika umat cenderung tidak mengikuti pesan dari langit terkait pancingan-pancingan itu, lalu terjadilah bencana.

Dan karena sekarang sudah bukan jaman nabi, karena semua penjelasan dianggap sudah cukup diberikan, jadi kita yang harus mewaspadai kalau ada pancingan dari langit, agar jangan sampai terjadi kiamat dalam keadaan kita tidak perduli pada pesan-pesan tersirat yang muncul terkait pancingan-pancingan itu.

Namun aku sempat ragu-ragu untuk memuat kedua surat itu, sebab kamu sudah sebulan lebih tidak muncul lagi di TV, aku kirim SMS juga tidak ada respon. Jadi aku pikir, mungkin kamu sudah bersenang-senang sama orang laki yang kaya raya, tanpa perduli dengan isyarat-isyarat dari langit terkait persoalan kita, lalu untuk apa aku masih repot-repot menulis surat-surat seperti ini. Jangan-jangan malah aku yang disangka orang gila, mengejar-ngejar perempuan yang entah sudah ada dimana bersenang-senang sama laki-laki lain.

Dan aku juga tidak dapat menyalahkan kamu, sebab memang sudah lebih dari delapan tahun sejak kamu bercerai tahun 2005 aku belum juga ada kemajuan yang berarti untuk dapat menikahi kamu. Meskipun memang masih ada ekskus juga, yaitu baru pada tahun 2008 aku tahu kamu sudah bercerai, tapi tetap saja dari tahun 2008 sampai sekarang sudah berlalu lima tahun tanpa aku ada kemajuan yang berarti untuk dapat menikah sama kamu.

Sehingga aku pikir mungkin aku hentikan saja menulis surat-surat ini, agar jangan kelihatan dungu betul aku ini menulis surat-surat kepada perempuan yang mungkin sudah entah kemana dengan lelaki lain.

Akan tetapi kemudian pada Minggu 8 September 2013 pagi ada berita mengenai kecelakaan mobil itu, yang dialami oleh Anak Baru Gede usia 13 tahun bernama AQJ anak dari musisi Ahmad Dhani, melibatkan tiga mobil, dan korban tewas semula lima orang namun kemudian bertambah menjadi enam orang, tiga di antara korban tewas itu bernama Agus. Ini jadi seperti ada kaitan dengan persoalan kita juga, sebab angka enam korban tewas itu seperti terkait dengan “end A.M.”, sesuai namaku A.M. Firmansyah dan kesediaanku untuk berakhir dari dunia fana ini, ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Apalagi kecelakaan itu terjadi pada Minggu 8 September 2013 sekitar jam satu lewat tengah malam, cuma beberapa jam setelah pada Sabtu malam aku menulis surat soal kematian misterius dari Muhammad Adi Prahara Mahdisa, yang nama dia kalau disingkat seperti berarti “going up di antara dua M”, seperti sesuai kesediaanku naik ke atas menghadap Allah ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia, di antara dua M yaitu kamu Rahma dan Sheikha Mayassa dari Qatar. Tentu kamu juga tahu, ibu dari AQJ atau mantan istri Ahmad Dhani itu, adalah selebriti yang bernama Maya Estianti, yang bercerai dengan Ahmad Dhani pada September 2008.

Pada saat kecelakaan itu, AQJ yang mengemudikan mobil dan dia cuma berdua bersama teman yang bernama Noval. Nama dari Noval itu mengingatkan pada nama pak Naufal yang dikabarkan menikah sama kamu pada tahun 2001 namun lalu bercerai pada tahun 2005.

Sedangkan mobil yang dikendarai oleh AQJ adalah Lancer, seperti mobil yang pernah dimiliki oleh keluargaku pada tahun 1982 setelah pindah rumah dari jalan Sukabumi dulu, yaitu Lancer putih, cuma beda tahun tentu saja. Dan pada tahun 1989 waktu aku kerja di American Express, mobil pak Wardy Bafagih manajerku juga Lancer putih, hampir sama dengan Lancer milik keluargaku dulu cuman lebih baru sekitar dua tahun.

Plat nomer pada ketiga mobil yang terlibat dalam kecelakaan di Tol Jagorawi 8 September 2013 itu seperti memuat isyarat terkait persoalan kita juga, yaitu B 80 SAL pada Lancer Evo, lalu B 1349 TFN pada mobil Daihatsu Gran Max, dan B 1882 UZJ pada Toyota Avanza.

Plat nomer mobil Lancer Evo yang dikemudikan oleh AQJ itu adalah B 80 SAL, seperti terkait dengan soal yang sering aku ungkapkan mengenai nama kakakku Faisal memuat “sal” seperti pada kata salib. Jadi seperti isyarat dari langit agar jangan sampai orang-orang yang terkait dengan salib diangkat dari dunia ini, sebab dapat terjadi perebutan senjata-senjata pemusnah masal yang berujung ke kiamat akibat kedahsyatan senjata-senjata pemusnah masal itu.

Plat nomer Daihatsu Gran Max D B 1349 TFN seperti berarti angka 13 dari nomer rumah tempat tinggalku di jalan Sukabumi dulu, dan angka 4 dari namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4, juga angka 9 dari “as Em Bill a end”. Dan huruf “TFN” seperti berarti “Tidak Firman End”. Seperti mengisyaratkan kalau aku tidak “end”, dan lebih suka pada bumi, lebih suka hidup lama di bumi, maka tiga orang Agus malah ikut jadi korban.

Sedangkan plat nomer Toyota Avanza B 1882 UZJ seperti mengingatkan soal tahun aku tinggal di jalan Sukabumi itu yaitu sampai tahun 1982, diawali dengan angka 18 yang mengingatkan pada plat nomer CD kedutaan Australia negara yang dikenal sebagai “down under”, dan huruf UZJ seperti berarti “You Zina Jangan”. Jadi seperti yang aku tulis di surat “sekolahan berduke cite“, aku harus pindah seperti waktu dulu aku pindah dari jalan Sukabumi di tahun 1982. Dalam hal ini pindah berupa merealisasikan perjalanan-perjalanan menggali inspirasi ke berbagai tempat di dunia, sebelum aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Dari enam orang korban tewas, tiga orang bernama Agus yaitu Agus Wahyudi Hartono, Agus Surahman, Agus Komara. Ini merupakan kecelakaan mobil kedua di jalan tol yang seperti terkait persoalan kita. Yang pertama adalah Nissan Juke pada Minggu 7 April 2013 di Tol Purbaleunyi, yang juga menerjang ke jalur yang berlawanan dan menabrak Daihatsu Xenia sehingga lima orang tewas. Pengemudi Nissan Juke bernama Muhammad Dwigusta Cahya, anak dari pak Agus Adrianto pimpinan bandara Adisucipto.

Kecelakaan mobil AQJ ini seperti isyarat dari langit agar kalau aku mengalami lagi seperti tahun 1982 dulu, yaitu pindah rumah dan kali ini karena berhasil jual lukisanku dan beli mobil, jangan sampai kemudian melupakan kesediaanku untuk ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Mobil yang dikendarai oleh AQJ itu adalah Lancer warna hitam, dimana warna hitam adalah kebalikan dari warna putih. Sedangkan mobil Lancer yang dulu dibeli keluargaku saat pindah rumah tahun 1982, dan juga mobil Lancer pak Wardy Bafagih managerku di American Express tahun 1989, berwarna putih.

Jadi seperti isyarat agar jangan sampai terjadi kebalikan, setelah aku jual lukisan dan beli mobil lalu aku menjauh dari kamu, aku malah selamat seperti AQJ dan rekan dia Noval di mobil itu, dan kemudian malah kamu yang meninggal. Padahal mungkin kamu itu pancingan dari langit, namun kamu tidak mengetahui karena sekarang sudah bukan jaman nabi, sudah tidak ada pesan langsung dari langit, yang ada cuma isyarat tersirat yang harus pandai-pandai kita waspadai.

Mungkin kamu pernah dengar kisah nabi Saleh a.s., ketika Allah SWT memunculkan pancingan berupa unta betina disertai pesan melalui nabi Saleh a.s. yaitu agar unta betina itu dibiarkan, jangan diganggu. Namun umat nabi Saleh a.s. tidak peduli pada pesan dari langit itu, dan bukan cuma mengganggu melainkan malah membunuh unta betina itu, lalu muncul bencana besar kepada umat nabi Saleh a.s.

Pada 10 September 2013 malam di TV-One dalam acara ILC yang dimulai jam 19.30, membahas soal kecelakaan AQJ itu juga dengan judul “Tabrakan Maut, Salah Siapa”. Aku mengikuti terus acara itu sampai selesai sekitar jam sebelas malam, lalu setelah memindahkan channel ke acara Bukan Empat Mata, aku sambil cari info di Internet soal alat semacam radar pengukur kecepatan mobil yang biasa digunakan polisi di beberapa negara maju untuk menegakkan hukum terkait dengan Speed Limit.

Alat semacam itu mulai aku ketahui sejak sekitar tahun 1974 waktu kakakku suka beli majalah Motor Trend dan Hot Rod, majalah mengenai otomotive di Amerika. Dan pada waktu cari di Internet kemarin ini, alat semacam itu masih digunakan dan ada yang tipe baru yaitu LIDAR yang menggunakan sinar laser. Walaupun bukan berarti alat itu tidak ada kelemahan, antara lain karena plat nomer bisa diakali agar tidak terdeteksi. Juga ada alat detektor yang bisa dipasang di mobil, sehingga kalau ada radar kecepatan seperti itu langsung detektor berbunyi sehingga pengemudi dapat segera mengurangi kecepatan agar tidak kena tilang, dan setelah lewat dari radar bisa ngebut lagi.

Namun secara umum terbukti mengurangi kecelakaan, karena para pengemudi merasa diawasi oleh polisi. Waktu aku Umroh pada April 2012 yang lalu, sempat juga terlihat di kejauhan di depan bus yang kami tumpangi ada mobil polisi Saudi, seperti mobil polisi Amerika yang ada di film-film, dan supir bus segera memperlambat bus agar mobil polisi itu semakin menjauh di depan. Lalu ketika berhenti sebentar di mesjid memberi kesempatan para penumpang yang mau ke toilet, supir cerita kepada rekan dia yang ketemu disitu, dia bilang kalau dia nggak kurangi kecepatan bisa kena tilang karena terdeteksi oleh radar yang ada di mobil polisi itu.

Pencarian di Internet itu aku lakukan dari sekitar jam sebelas malam sampai sekitar jam 12 lewat beberapa menit, lalu tiduran. Setelah bangun dan menjelang sholat sekitar jam setengah satu dinihari, aku pindah channel, di AN-TV sedang ada berita.  Selesai sholat, setelah beberapa berita di AN-TV itu lalu ada breaking news mengenai seorang polisi tewas ditembak di depan kantor KPK di Kuningan, dilanjutkan oleh berita lain, Saat aku pindahkan ke TV-One, juga sedang breaking news soal polisi tewas ditembak itu, namun karena sudah larut malam aku cuma lihat sebentar.

Keesokan hari pada 11 September 2013 pagi, baru aku perhatikan lagi berita polisi ditembak di Kuningan itu. Nama beliau Sukardi, pangkat Bripka, peristiwa penembakan terjadi pada Selasa 10 September 2013 jam 22.20.  Nama pak Sukardi itu seperti gabungan kata bahasa Indoesia “sukar” dan bahasa Inggris “die”, berarti “sukar mati”, sehingga seperti isyarat untuk aku, kalau aku tidak mewujudkan rencana melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia untuk menggali ispirasi sebelum kemudian ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia, maka aku akan terkesan seperti “sukar mati”, sehingga aku harus ditembak orang. Ini kurang baik juga, sebab dapat menimbulkan kesan aku harus dijemput paksa.

Tentu lebih baik kalau aku yang bersifat proaktif, menyerahkan diri berupa mewujudkan rencana melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia untuk menggali ispirasi, sebelum kemudian aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

 
 

Jakarta,  12 September 2013.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: