AB697. Pada 22 September 2013 Indonesia Juara AFF U-19 Setelah 22 Tahun Tanpa Juara

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Pada 22 September 2013 Indonesia Juara AFF U-19 Setelah 22 Tahun
Tanpa Juara, Dan MU – M City Skor 1 – 4 Tanpa VP

 

 ……
 ……
Timnas U-19 Indonesia bertarung melawan Vietnam pada pertandingan pamungkas AFF U-19 Youth Championship 2013 yang digelar di Stadion Gelora Sidoarjo, Minggu (22/9/2013) malam WIB. Pertandingan berakhir imbang tanpa gol hingga babak tambahan usai. Laga pun terpaksa memasuki babak penalti. Trang Hu Dong, Xuan Troang, dan Nguyen Phong menjadi penendang gagal dari kubu Vietnam. Sementara, Evan Dimas dan Zulfiandi menjadi penendang gagal dari Indonesia. Timnas pun menang dengan skor 7-6. Indonesia berhasil tampil sebagai juara AFF U-19 Youth Championship 2013.  Inilah.com / Bola – Minggu, 22 September 2013 | 23:07 WIB – (Foto:inilah.com)
 ……
Para pemain Timnas Indonesia U-19 merayakan gelar juara Piala AFF U-19 setelah di final yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Ahad (22/9) malam mengalahkan Vietnam.  Republika Online – Minggu, 22 September 2013, 22:55 WIB
 ……
Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, Indra Sjafrie. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
 ……
goal.com
 ……
 ……

Kata “Jebret” di Final AFF U-19

Hebohkan Dunia Maya

JPNN.COM – Senin, 23 September 2013 , 15:06:00
 ……
SELAIN fantastisnya perjuangan Garuda Muda di Final AFF U-19, Minggu (22/9) malam, ada hal menarik lainnya terjadi. Selain riuh rendah suara ribuan penonton di Gelora Sidoarjo, penonton di rumah ditemani oleh komentator bola yang mengeluarkan kata-kata unik ‘jebret’.

Kata-kata jebret memang terdengar beda dari biasanya, namun kata yang dilontarkan komentator bola Velentino Simanjuntak itu justru membuat heboh dunia maya.

 ……
 ……
 ……
 ……
Face in the crowd: Robin van Persie missed the game through injury and watched from the stands. dailymail.co.uk / getty images
 ……
 ……
At the double: Sergio Aguero scored twice as City romped to victory. dailymail.co.uk / man utd via getty images
 ……
Easy does it: Samir Nasri celebrates making it 4-0. dailymail.co.uk / getty images
 ……
Mixed emotions: Manuel Pellegrini and David Moyes share different emotions on the touchline. dailymail.co.uk / PA / Ian Hodgson
 ……
Too little too late: Rooney scores from a free kick to make the score 4-1 in the final ten minutes. dailymail.co.uk / EPA
 ……
Teammates on different sides: Joe Hart shakes hands with Rooney at the end. dailymail.co.uk / AFP / getty images
 ……
 ……
 ……

 

Minggu 22 September 2013 sekitar jam 11 pagi aku menulis soal kasus Vicky Prasetyo dan Zaskia Gotik yang menjadi ramai di media belakangan ini, yang seperti ada kaitan dengan persoalan kita juga. /p>

Beberapa jam kemudian pada malam hari, terjadi sejarah penting dalam persepakbolaan Indonesia. Tim Garuda yang bertanding pada final AFF U-19 di Sidoardjo yang dimulai sekitar jam delapan malam dan disiarkan langsung oleh MNCTV, berhasil menang atas tim Vietnam dengan skor 7-6 dalam adu penalti, setelah pada perpanjangan waktu skor tetap 0-0. Diikuti kemudian oleh pertandingan siaran langsung di SCTV antara Manchester United lawan Manchester City di Ettihad Stadium dengan skor 1-4 untuk M City.

Sudah 22 tahun Indonesia belum berhasil menjadi juara dalam berbagai turnamen sepakbola, dan pada tanggal 22 September 2013 itu gelar juara berhasil diperoleh di AFF U-19 dengan skor 7-6 atas Vietnam.

Dalam surat soal kasus Vicky Prasetyo dan Zaskia Gotik itu, aku menulis soal “Seperti kata para Ustadz dan Ustadzah, ada pesan penting dari Allah yaitu kalau engkau bersyukur, akan ditambahkan nikmat, namun kalau tidak bersyukur, akan mendapat azab. Kalau azab itu berupa kiamat, cuma karena persoalan tuduhanisasi negatifisasi politisasi terhadap aku yang ijazah SMA saja tidak punya, kita semua akan malu di akherat kelak.”

Dan ternyata gol penentu kemenangan dalam adu penalti yang menjadi bersejarah untuk tim Indonesia pada AFF U-19 itu, adalah oleh Ilham Udin cucu dari gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn.

Nama dari Ilham Udin penentu gol kemenangan itu juga mengingatkan pada acara Halal-Bi-Halal yang diadakan oleh kakakku di tempat tinggal di Cinere pada 24 Agustus 2013 yang lalu. Saat itu aku cuma bersalaman dengan teman kakakku yang bernama Udin dan istri, yang saat itu datang duluan ketika masih sepi. Dan kemudian ketika sudah ramai oleh teman-teman lain dari kakakku, aku cuma berdiam saja di dalam kamar, kecuali sekedar ke kamar mandi. Makan siangpun aku makan mie gelas dan cup mie saja, yang aku campur air hangat di dalam kamar.

Sebetulnya sekitar dua hari sebelum acara, aku sudah diberitahu oleh kakakku bahwa ada bekas tetanggaku dulu di jalan Sukabumi yaitu pilot Didi dan istri yang akan datang juga. Tapi pada saat acara itu, aku tidak menemui dia, karena tanda-tanda belakangan ini semakin kuat agar aku meninggalkan dunia ini, sedangkan Didi dan istri itu tinggal di jalan Sukabumi, jadi aku khawatir kalau aku menemui Didi aku seperti masih ingin suka pada bumi, tidak ingin segera meninggal dunia untuk kebaikan umat manusia.

Dalam pertandingan final AFF U-19 itu,  Ilham Udin penentu gol kemenangan Indonesia itu memakai kaos bernomer 20, dimana angka dua adalah “two” yang seperti kata “to”, sehingga seperti berarti “to zero”, sesuai kesediaanku untuk menjadi kosong, meninggalkan dunia ini. Dan skor akhir 7-6 itu, yang dibaca “tujuh enam”, juga seperti berarti “menuju end A.M.” sesuai namaku A.M. Firmansyah dan kesediaanku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Pertandingan final AFF U-19 itu berlangsung tanggal 22 September 2013. Angka tanggal 22 itu kalau dijumlah menjadi 4, terkait namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4. Sehingga tanggal 22 itu seperti terkait dengan kesediaanku untuk ditanggalkan dari dunia ini untuk kebaikan umat manusia.

Skor 7-6 pada adu penalti final AFF U-19 itu didapat dari sembilan kali tendangan penalti oleh masing-masing tim, dengan Vietnam gagal tiga kali, dan Indonesia gagal dua kali. Dari dua tendangan yang gagal itu, satu adalah oleh Evan Dimas Darmono, yang nama belakang dia mengingatkan pada pak Sudharmono yang pernah jadi wapres pada jaman pak Harto. Jadi seperti isyarat dari langit bahwa aku serius tidak ingin jadi capres maupun cawapres pada tahun 2014.

Kemudian pada sekitar jam sebelas malam pada 22 September 2013 itu juga, pertandingan Manchester United dengan Manchester City dimulai, disiarkan langsung oleh SCTV. Dan, ini yang menarik, Robin Van Persie tidak bermain karena cedera, dan cuma menonton di deretan kursi yang lebih ke atas dari para pemain lain yang saat itu ikut dalam pertandingan.

Nama dari Robin Van Persie itu oleh media suka disingkat menjadi RVP, yang memuat “VP” sehingga seperti terkait suratku soal Vicky Prasetyo yang aku tulis beberapa jam sebelum pertandingan, dan antara lain memuat kalimat “…….nama Vicky Praseyo itu kalau disingkat adalah “VP” yang dalam dunia internasional dikenal sebagai singkatan dari “Vice President”. Sehingga mungkin ada dugaan, kalaupun aku selama ini mengatakan tidak akan jadi capres, tapi dengan tulisan pada gambar topi itu berarti aku ingin jadi cawapres. Untuk ini aku perlu jelaskan bahwa sesuai keadaanku yang tidak punya ijazah SMP dan SMA, aku tidak berpikir untuk jadi cawapres. Sedangkan mengenai gambar itu, mengapa aku tidak pasang tulisan “bukan” pada tulisan “cawapres”, adalah karena pemilihan capres dan cawapres 2014 itu merupakan satu paket, seperti yang selama ini sudah terjadi sejak tahun 2004. Jadi tulisan itu cukup berupa “bukan capres/cawapres”, sebab kalau aku tulis “bukan capres/bukan cawapres”, akan terlalu panjang dan dari sudut desain jadi kurang bagus……..”

Pengumuman mengenai Robin Van Persie tidak akan diturunkan pada pertandingan MU dan M City  hari itu, baru dilansir oleh media sekitar jam 7 pagi waktu Inggris, atau sekitar jam 14 siang waktu Jakarta. Berarti sekitar tiga jam setelah aku tulis surat itu pada jam 11 pagi waktu Jakarta.

Sehingga seperti dukungan dari tim Manchester United terhadap pernyataanku bahwa aku tidak mengincar posisi cawapres pada tahun 2014 sesuai aku tulis di surat itu. Dengan  Robin VP tidak ikut bertanding sehingga cuma menonton dan duduk di posisi lebih ke atas dari pemain lain, serta skor akhir MU – MCity malam itu adalah 1-4, seperti isyarat soal keseriusanku untuk cuma aku sendiri yang naik ke atas menghadap Allah SWT, ketemu ajal  untuk kebaikan umat manusia.

 
 

Jakarta,  24 September 2013.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: