AB781. Bill Gates Soal Ana Ivanovic

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Bill Gates Soal Ana Ivanovic

 
 

Pada surat “Bill Gates Soal Sumbatan Atas Dan Man Die Ice Bucket” yang aku muat di Internet pada 28 Agustus 2014 pagi, di bagian akhir aku memuat tiga orang tokoh yang tidak ada kaitan langsung dengan jalur nominasi Ice Bucket Challenge yang lewat Bill Gates, tapi menarik juga untuk dimuat. Yaitu George Bush, Daniel Sturridge dan Ana Ivanovic. Kemudian muncul respon Bill Gates pada Twitter 28 Agustus 2014 jam 8 malam memuat kata-kata “take 7 minutes” yang dilengkapi video naik helikopter. Kata-kata “take 7 minutes” seperti berarti “take 7 me need”, terkait kakakku yang merupakan anak pertama yang sekolah di SMA 7 dalam keluargaku, dan akan pulang dari Perancis akhir bulan Agustus 2014 naik Malaysia Airilines, dan belum tahu apakah akan mengalami kecelakaan juga seperti Malaysia Airlines MH370 dan MH17 serta dua pesawat lain.
Mungkin karena nama Ana Ivanovic sama sekali tidak memuat isyarat Ema untuk aku terkait kesediaanku naik menghadap Allah ketemu ajal,  seperti tanteku tante Ema yang tetap hidup setelah sang suami wafat, seperti kamu yang nama Rahma memuat huruf M dan A yang kedengaran seperti Ema juga, seperti Paris Hilton yang nama Hilton seperti berarti “hill to end” untuk aku, seperti Raisa yang nama dia seperti berarti naik, seperti Senk Lotta yang nama dia seperti terkait Ford Edsel, four die at Senk Lotta.
Untuk itu aku jelaskan disini, pemuatan Ana Ivanovic memang tidak ada kaitan soal dia jadi Ema untuk aku, sebab cuma terkait Ice Bucket Challenge yang dia jalani. Karena dari beberapa video terkait Ice Bucket Challenge yang aku lihat, selebriti cewe bernama Rusia cuma dia, yang lain adalah J-Lo, Victoria Beckham dan lain-lain.
Sedangkan Daniel Sturridge karena dia pakai kaos latihan tim Liverpool yang memuat logo Garuda Indonesia. Mungkin kamu juga tahu, sejak tahun 2012 Garuda Indonesia menjadi sponsor untuk tim Liverpool berupa penampilan iklan Garuda di papan iklan pinggir lapangan setiap pertandingan tim Liverpool, juga untuk transportasi kalau tim bepergian ke luar negeri selalu pakai pesawat Garuda. Dan pada 2014 ditambah dengan sponsor untuk pakaian latihan, semua memuat logo Garuda Indonesia. Sedangkan George Bush karena sampai saat aku tulis surat itu, beliau merupakan satu-satunya tokoh setingkat presiden yang ikut Ice Bucket Challenge.
Dan, ini yang menarik, setelah lihat tweet Bill Gates soal “take 7 minutes” yang dimuat 28 Agustus 2014 jam 8 malam itu, kemudian pada sekitar jam sembilan malam aku cari info lebih lanjut soal Ana Ivanovic di Internet. Dari situ aku baru tahu, pada Twitter profile dia, ada kalimat “everything that kills me makes me feel alive”. Lalu pada jam 9.59 malam muncul tweet lain dari Bill Gates dengan video animasi berupa soal guru, dan sang guru memakai baju bersetrip-setrip melintang, dan bernama …… Anna.
Kalimat “everything that kills me makes me feel alive” itu merupakan bait lagu “Counting Stars” dari grup One Republic. Jadi seperti isyarat Ana bersedia naik ke atas ke bintang di langit, meninggalkan dunia ini bersama aku, untuk kebaikan umat manusia. Seperti isyarat agar jangan cowo lain yang meninggal dunia bersama dia, lebih baik aku saja yang meninggal dunia bersama dia.
Ini penting juga karena bukan mustahil masih ada yang ingin menjadikan kamu jimat politik, dan kalau aku tidak ke cewe lain aku bisa disalahkan karena dianggap menghalangi jalan menuju kamu.
situs tim Liverpool ada yang edisi bahasa Indonesia
Seperti aku tulis di “Bill Gates Soal Sumbatan Atas Dan Man Die Ice Bucket“, berdasarkan data di http://www.alsa.org/about-als/who-gets-als.html setiap tahun di AS ada 5.600 orang yang terdiagnosa kena penyakit ALS.  Angka 5.600 itu seperti terkait tahun kelahiran kakakku Faisal yaitu 1956. Separuh dari penderita akan bertahan hidup sekitar tiga tahun atau lebih sejak terdiagnosa, 20 persen bertahan hidup lima tahun atau lebih, dan 10 persen bertahan hidup lebih dari sepuluh tahun. Dan, veteran militer terutama yang bertugas di Perang Teluk ( Perang Teluk I tahun 1990-1991 setelah Saddam Husein menduduki Kuwait, Perang Teluk II tahun 2003 setelah muncul dugaan Saddam Husein menyimpan WMD, Weapon of Mass Destruction, senjata pemusnah masal berupa bahan kimia yang dapat mematikan orang dalam jumlah besar ), memiliki kemungkinan terkena ALS dua kali lebih tinggi dari orang biasa.
Ini seperti isyarat untuk aku agar kehidupanku tidak berakhir seperti Saddam Hussein, yang saat ditemukan sedang berada di ruang bawah tanah yang dibuat menjadi tempat tinggal. Terutama mengingat namaku AM Firmansyah dan nama bapakku Husein Shadily, jadi seperti mirip nama Saddam Hussein juga. Lebih baik aku mewujudkan perjalanan ke berbagai negara dalam keadaan happy not sad, untuk menggali inspirasi, sebelum ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.
Nama belakang Real John Green yang seperti berarti hijau, dan foto perjalanan bersama Bill Gates naik helikopter, yang dimuat Bill Gates di Twitter setelah aku memuat suratku “Bill Gates Soal Sumbatan Atas Dan Man Die Ice Bucket“, dan juga nama Ana Ivanovic yang kalau disingkat jadi AI, mengingatkan aku pada momen di tahun 1987 ketika aku ikut teman-temanku di Astra untuk berlibur menginap di hotel Lembah Hijau, Ciloto Puncak. Seperti biasa karyawan perusahaan pada saat-saat tertentu melakukan liburan bersama, dan saat itu yang dipilih adalah hotel Lembah Hijau di Ciloto Puncak, menginap.
Saat itu aku kerja di Astra pada toko penjualan mobil Toyota di cabang Juanda Jakarta Pusat. Pada sekitar tahun itu, bagian perusahaan Astra yang menjadi agen tunggal mobil Toyota adalah Toyota Astra Motor atau disingkat TAM, sedangkan yang menjadi agen tunggal beberapa merk mobil Eropa seperti Peugeot, Fiat, BMW, adalah Astra International atau disingkat AI.
Dan ternyata waktu liburan di hotel Lembah Hijau Ciloto itu, bersamaan dengan kakakku Faisal yang sedang menemani sang istri bersama orang-orang kantor berlibur juga di situ. Aku juga baru tahu ketika supir kantor istri kakakku itu sedang lari pagi, dan melihat aku melongok dari jendela lantai atas villa dua lantai di hotel Lembah Hijau Ciloto itu serta menganggukkan kepala seperti biasa kalau ketemu, dan kemudian sang supir memberi tahu kakakku, dia bilang saya lihat adik pak Faisal di villa disebelah situ sama orang-orang Tionghoa.
Dalam liburan itu diperbolehkan juga para karyawan mengajak anggota keluarga. Ada momen ketika bu Khusnul, bagian adminstrasi dan keuangan kantorku, mengajak anak beliau yang perempuan dan masih remaja untuk keluar ke taman mengikuti beberapa acara lomba yang diadakan saat itu, antara lain tarik tambang, balap karung, dan lain-lain. Saat itu di radio baru mulai sebuah lagu dari grup Eropa berjudul “Final Count Down“, dan sang anak mengatakan tunggu dulu Mah, mau dengerin lagu ini dulu. Bu Khusnul lalu bilang sama aku dan teman-teman, memang sang anak suka betul sama lagu itu. Final Count Down adalah istilah yang biasa digunakan untuk hitung mundur saat peluncuran roket.
Mungkin saat ini aku memang sudah harus menjalani momen-momen the final count down untuk meluncur menghadap Sang Pencipta ………  
We’re leaving together,
But still it’s farewell
And maybe we’ll come back,
To earth, who can tell ?
I guess there is no one to blame
We’re leaving ground
Will things ever be the same again?

It’s the final countdown…

We’re heading for Venus and still we stand tall
Cause maybe they’ve seen us and welcome us all
With so many light years to go and things to be found
I’m sure that we’ll all miss her so.

http://www.hotel-lembah-hijau.co.id

 
 

Jakarta,  1 September 2014.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: