AB788. Wake Up Call, Nobel Peace 2014 Dan Grand Challenge

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Wake Up Call, Nobel Peace 2014 Dan Grand Challenge

 
 

Tanggal 7 Oktober 2014 Senk Lotta memuat tweet dengan beberapa foto di Instagram mengenai kegiatan shooting dia di pulau Gili Trawangan, Lombok, untuk acara Indonesia Banget di RTV. Antara lain foto sedang main ayunan di pantai, dan aku kasih komentar “berayun-ayun di pantai Lombok seperti itu lama-lama bisa sampai ke Banyuwangi tuh …. “
Tweet lain pada tanggal yang sama adalah mengenai local transportation, tapi tidak disebut nama alat angkutan itu. Jadi aku cari di Internet nama alat angkutan di pulau Lombok yang ada pada foto itu, yang ternyata adalah Cidomo. Dan akupun kasih reply berupa “useful Cidomo”.
Sebelum berlanjut melihat foto di bawah ini, harap lihat dulu foto diatas ini agar jangan muncul dugaan foto dibawah ini tanpa busana.
Foto ini cukup menarik, mungkin merupakan foto selfie dengan sinar yang cukup kuat dari samping dan belakang, Aku kasih reply berupa “this work perfectly for someone awaken in the mid sun shiny day on the beach after hitting hard by Cidomo”. Sebagaimana aku sebutkan diatas, Cidomo adalah kendaraan transportasi lokal di pulau Gili Trawangan, Lombok.
Repy itu aku tulis karena wajah Senk Lotta di foto itu  seperti sedang memegangi dan membangunkan orang yang pingsan karena terbentur oleh Cidomo. Seperti di film-film ‘kan suka ada orang yang pingsan lalu dibangunkan oleh cewe cantik, sehingga lalu dia merasa sudah meninggal dan berada di surga, dibangunkan oleh bidadari surga.
Dua hari kemudian pada 9 Oktober 2014 muncul tweet Paris Hilton mengenai WakeUpCall, tapi aku belum tahu soal apa itu. Sebab saat aku coba lihat link terkait di wakeupcall.co.uk, tidak bisa tersambung, dan di Google juga belum ada berita terkait karena istilah wake up call memang cukup umum, sehingga terlalu luas tampilan di Google soal wake up call. Antara lain, wake up call berarti kejadian yang menyadarkan pihak tertentu. Misalkan “Ebola is a wake-up call for every nation”, wabah penyakit Ebola merupakan kejadian yang menyadarkan semua negara untuk menjadi waspada. Atau “Obama Must Respond to ISIS ‘Wake-Up Call’ “, presiden Obama harus memberi respon ke soal ISIS yang menyadarkan dunia akan bahaya yang ada dibalik soal ISIS.
Baru kemudian pada 10 Oktober 2014 saat aku cari lagi di Internet, aku dapatkan berita-berita bahwa WakeUpCall  merupakan semacam Ice Bucket Challenge, mandi air es yang sempat ramai dan diikuti para selebriti beberapa bulan lalu itu. Cuma kalau WakeUpCall itu berupa foto atau video mengenai bangun tidur, dan sumbangan dana akan diberikan ke anak-anak korban perang di Syria. Beberapa selebriti sudah ikut memuat foto/video mereka saat bangun tidur.
WakeUpCall itu dilluncurkan pada 6 Oktober 2014 oleh Jemima Khan, seorang perempuan Inggris dengan nama lahir Jemima Goldsmith dan pernah menikah  dari tahun 1995 sampai 2004 dengan Imran Khan dari Pakistan. Merupakan sahabat dari Lady Diana, dan pernah aku lukis juga dengan Lady Diana.
“Hidden Goal”, 142 x 86 cm,
oil on canvas, 1996.
Respon kepada lukisan “Hidden Goal” berupa kemunculan foto Lady Di di harian Kompas sedang berkunjung ke Pakistan pada 21 February 1996, dengan baju khas perempuan Pakistan lengkap dengan kerudung, bersama Jemima Khan.
Nama Jemima Khan penting terkait lukisanku mengenai Lady Di yang berjudul “Hidden Goal”. Tahun 1995 akhir aku membuat lukisan  “Hidden Goal” itu, menggambarkan Lady Di sedang bersembunyi dan di latar belakang tampak pangeran Charles sedang mencari sambil naik kuda, dengan seragam Polo olahraga kesukaan beliau. Setelah beberapa minggu, aku pikir lebih tepat kalau pakaian Lady Di dibuat lebih mencerminkan orang yang sedang sembunyi, sehingga aku ganti dari rok mini dan kaos T-Shirt lengan pendek, menjadi celana panjang, baju kaos lengan panjang, dan berkerudung. Kemudian muncul respon foto Lady Di di harian Kompas sedang berkunjung ke Pakistan, memakai baju khas perempuan Pakistan dengan kerudung, bersama Jemima Khan. 
Second Response on the Hidden Goal
115 x 150 cm, acrylic on canvas, 2004.
Tahun 2004 aku gabungkan lukisan “Hidden Goal” itu menjadi lukisan hibrida dengan foto respon beliau bersama Jemima Khan di Pakistan yang dimuat koran Kompas, serta sebuah foto Lady Di berkerudung dari majalah Gatra.
UNICEF UK Ambassador Jemima Khan has started a new morning selfie trend called #WakeUpCall in support of UNICEF’s work for children in Syria. Many celebrities and supporters have joined in, including Stephen Fry, Keeley Hawes and Tom Hiddleston.
Right now 6.5 million children are affected by the conflict in Syria and need urgent humanitarian aid. You can help them by making a donation – and help Jemima and UNICEF raise awareness about Syria’s children by posting your selfie on Twitter and Facebook.
Just take a quick snap or video of yourself, first thing in the morning – no cheating! – and post it to Twitter or Facebook with the hashtag #WakeUpCall and this text:

Text SYRIA to 70007 to donate £5 or go to www.wakeupcall.org.uk

Plus – don’t forget to nominate three friends to take their own photos!

Setelah pada 6 Oktober 2014 Jemima Khan yang pernah menikah dengan Imran Khan yang asal Pakistan itu meluncurkan WakeUpCall, lalu pada 10 Oktober 2014 seorang remaja perempuan umur 17 tahun asal Pakistan memperoleh hadiah Nobel Perdamaian 2014, yaitu Malala Yousefzai, bersama Kailash Satyarthi asal India.
The Nobel Peace Prize 2014
Kailash Satyarthi, Malala Yousafzai
The Norwegian Nobel Committee has decided that the Nobel Peace Prize for 2014 is to be awarded to Kailash Satyarthi and Malala Yousafzay for their struggle against the suppression of children and young people and for the right of all children to education.  Children must go to school and not be financially exploited.  In the poor countries of the world, 60% of the present population is under 25 years of age.  It is a prerequisite for peaceful global development that the rights of children and young people be respected.  In conflict-ridden areas in particular, the violation of children leads to the continuation of violence from generation to generation.
The struggle against suppression and for the rights of children and adolescents contributes to the realization of the “fraternity between nations” that Alfred Nobel mentions in his will as one of the criteria for the Nobel Peace Prize.
Oslo, 10 October 2014
read more …..
http://www.nobelprize.org/nobel_prizes/peace/laureates/2014/press.html
Nobel Peace Prize Awarded to

Pakistan’s Malala Yousafzai,

India’s Kailash Satyarthi

Committee Seeks to Draw Attention to Violations of Children’s Rights and Persistence of Child Labor
Sean McLain, Niharika Mandhana and
Kjetil Malkenes Hovland – The Wall Street Journal

Updated Oct. 10, 2014    1:36 p.m. ET
(Photo: Getty)
Indian children’s-rights activist Kailash Satyarthi and Malala Yousafzai, a Pakistani teenager shot by Taliban militants after campaigning for girls’ education, were awarded this year’s Nobel Peace Prize on Friday, in the same week that cross-border violence flared up between their countries. The Norwegian Nobel Committee sought to draw attention to problems that persist globally: child labor and the limits imposed on women and girls by radical Islamists. In its statement announcing the prize, the committee said it is “an important point for a Hindu and a Muslim, an Indian and a Pakistani, to join in a common struggle for education and against extremism.”
Kalau pada saat Bill Gates mendapat pesan untuk ikut Ice Bucket Challenge dari Mark Zuckerberg pada 13 Agustus 2014 seperti terkait dengan suratku pada tanggal yang sama soal “Mencegah Sumbat Atas Dan MH Ke-tiga Diangkat Dari Dunia“, maka soal WakeUpCall Challenge yang diluncurkan oleh Jemima Khan 6 Oktober 2014  seperti sangat dekat dengan sehari kemudian aku tulis tweet ke Senk Lotta memuat kata “awaken” sebagaimana aku sebutkan diatas. 
Dan respon Bill Gates soal Challenge muncul pada 9 Oktober 2014, yaitu mengenai Grand Challenge yang diluncurkan Bill and Melinda Gates Foundation 10 tahun yang lalu. Tweet dari Bill Gates soal Grand Challenge itu disertai dengan kode link “1vPgA4Q”, dimana angka 4 seperti terkait namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4, dan AQ seperti dari kata Aqua yaitu air, dan dalam huruf besar sesuai kesediaanku untuk naik menghadap Yang Maha Kuasa untuk ketemu ajal melalui terbenam dalam air laut yang dalam akibat kecelakaan pesawat kecil.

Kode link itu diiawali dengan “1vPg”, seperti berarti satu orang aku pergi ke bawah, sesuai rencanaku naik pesawat terbang yang lalu jatuh ke laut yang dalam. Jadi aku ketemu ajal di dalam AQ, di dalam air laut yang dalam. Huruf AQ itu seperti berarti pula zodiac Aquarius, zodiac dari Paris Hilton, terkait soal DoubleTree Hilton yang aku tulis pada 7 Oktober 2014. Mungkin menurut Bill Gates soal aku pergi melakukan perjalanan menggali inspirasi dan lalu saat naik pesawat terbang kecil jatuh ke laut yang dalam sehingga aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia, termasuk Grand Challenge juga. Dan aku tidak ada banyak pilihan, aku setuju saja kalau Bill Gates mau mewujudkan segera asal untuk kebaikan umat manusia.

 
 

Jakarta,  15 Oktober 2014.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: