AB876. Antara Sha Dan Sya Lalu Sheikh Rashid, Salim Kancil, Polda Jateng, Umpqua, Jasad Kardus Kalideres, Aviastar, Tour Singkarak

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Antara Sha Dan Sya Lalu Sheikh Rashid, Salim Kancil,
Polda Jateng, Umpqua, Jasad Kardus Kalideres, Aviastar, Tour Singkarak

 
 

 
Tanggal 8 September 2015 temanku waktu SMA dulu Didi memuat sebuah posting yang dia dapat di Facebook mengenai soal Dr. Zakir Naik, yang menyebutkan bahwa tulisan “insya Allah” itu salah, yang benar adalah “in shaa Allah“. Pada gambar diatas ini di bagian komentar aku cuma muat komentar dari aku saja agar tidak terlalu panjang, yang pada intinya aku usulkan kalau memang benar ada kesalahan itu, lebih baik disampaikan ke pihak berwenang seperti MUI.  Di pihak lain, aku berpikir mungkin juga ada yang sedang mengingatkan aku bahwa aku ini orang yang salah. Sebab kata “insya Allah” itu seperti terkait namaku Firmansyah, sedangkan “in shaa Allah” seperti terkait nama kakakku Faisal Shadily. Dan untuk aku, upaya mengingatkan seperti itu tidak menjadi soal, sebab masih berada dalam koridor yang sesuai dengan kesediaanku ketemu ajal, agar jangan sampai aku orang yang salah ini berlama-lama berada di dunia fana ini
 
Sekitar 4 hari kemudian, muncul berita  mengenai Sheikh Rashid putra sulung penguasa Dubai meninggal dunia pada 12 September 2015, dan nama Sheikh Rashid itu memakai “sh” bukan “sy“. Menjadi lebih serius karena Sheikh Rashid itu adalah kakak dari Sheikh Hamdan yang memuat “am” seperti namaku AM Firmansyah. Sehingga perlu aku tegaskan lagi disini bahwa aku tetap pada posisiku bersedia ketemu ajal, dan tidak akan menganggap kejadian Sheikh Rashid itu sebagai petunjuk bahwa aku tidak salah dan lalu aku akan berlama-lama berada di dunia ini. Sebab untuk aku yang penting adalah apa yang terbaik untuk umat manusia, dan beberapa tahun belakangan ini sudah muncul beberapa kejadian yang seperti isyarat dari langit agar aku tidak berlama-lama di dunia fana ini.
Apalagi sekitar waktu Sheikh Rashid wafat 12 September 2015 yang aku ungkapkan di “Dua Berita Dukacita Pada 19 September 2015 Prince Rashid UAE Dan Army Colonel Dr. Alan Magill Serta HUT 46 APG” itu, ada pula dua kejadian lain yang menimbulkan berita yang ramai di media yaitu Crane rubuh di Mesjidil Haram pada 11 September 2015 dengan korban tewas 107 orang termasuk 11 orang Indonesia seperti aku sebutkan di “Mimpi Kiamat Lalu Gol Bersejarah San Marino Dan Crane Mekah Rubuh Kena Angin Serta Rewind Nasib“. Lalu pada 24 September 2015 sekitar satu jam sesudah aku kirim tweet ke Sheikh Hamdan, terjadi peristiwa Mina seperti aku tulis di “Tweet Ke Sheikh Hamdan Lalu 700 Lebih Tewas Di Mina Dan CEO Baru VW Matthias Muller Rewind Sebelum Mules Dan Dua Skor 3-0 MU“, dengan korban sampai saat aku tulis ini menurut media ada 1800 orang tewas termasuk 120 orang Indonesia. Jadi aku pikir ini serius terkait nasib umat manusia, bukan untuk main-main sekedar akal-akalan duniawi.
 
 
Tentu dalam soal “sha” dan “sya” itu, penting juga untuk diperhatikan agar tidak bersikap berlebihan. Cuma karena merasa ada persoalan dengan “Ya”, lalu semua yang terdengar ada “Ya” dianggap salah. Ada temanku yang mengucapkan “terimakasih yaaaa……” kepada aku, lalu disalahkan juga. Padahal kata “ya” itu memang ada dalam kamus bahasa Indonesia, dan bukan kata yang terlarang atau yang tidak baik. Negara Indonesia juga memuat bunyi “ya”, demikian juga Malaysia, Saudi Arabia, Australia, dan lain-lain. Juga kalau ada yang mengajak berbisnis dengan keuntungan yang baik, namun karena sudah terlanjur benci dengan “ya” sehingga malah menjawab “tidak”, maka tentu akan merugikan diri sendiri. Atau ada malaikat bertanya apakah percaya kepada Allah, lalu dijawab “tidak” cuma karena tidak suka dengan “ya”. Malaikat bertanya  apakah mau mendapat tempat yang baik di surga, dijawab “tidak”. Tentu yang seperti itu malah berlebihan sehingga merugikan diri sendiri. Moga-moga bang Karni Ilyas tidak lalu harus ganti nama jadi Karni Ilhas.
 
 
 
 
__________________________________________________________
 
Rabu, 26 September 2015, terjadilah tragedi pembunuhan Salim Kancil. Bak musuh kuat, Salim Kancil didatangi oleh tim 12 Haryono. Mereka menangkap Salim Kancil yang sedang bermain dengan cucunya, lalu menyeretnya secara keji dengan tali yang biasa digunakan untuk mengikat sapi ke Balai Desa Selok Awar-Awar, kantor Kepala Desa. Di kantor ini, aksi brutal tim 12 berlangsung. Di sini Salim Kancil disiksa sama seperti yang terjadi dalam film horror. Ia disetrum dan bahkan digergaji di hadapan sejumlah anak kecil yang sedang sekolah PAUD. Karena Salim masih hidup dengan ilmu kebalnya, Salim pun kemudian dibawa ke pemakaman umum. Di sana Salim disiksa dengan sangat keji dan biadab hingga benar-benar tewas. Usai Salim Tewas, tim 12 bagai dirasuki roh kesetanan, mereka kemudian mencari korban lainnya, Tosan dan menganiayanya hingga luka parah.     kompasiana  – 02.10.15      08:58:36
Haryono, tersangka pembunuhan Salim Kancil.    kompasiana  (photo Courtesy MetroTV)  02.10.15      08:58:36
 
Bunga ditaburkan di jalan kampung tak beraspal berjarak sekitar 500 meter dari Balai Desa Selok Awar-Awar. Di lokasi itu Salim ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tangan terikat penuh luka.     detikNews – Sabtu 03 Oct 2015, 19:45 WIB
 
Pantai Watu Pecak di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, kini jadi sorotan. Apalagi setelah Salim Kancil tewas dibunuh sekelompok orang dan Tosan dianiaya. 22 Orang, termasuk Kades Selok Awar-awar, jadi tersangka. Sabtu (3/10/2015), masih ada garis polisi di pantai Watu Pecak. Bibir pantai pantai tampak tergerus eksploitasi.       detikNews – Sabtu 03 Okt 2015, 12:09 WIB
 
 
Miris jika melihat apa yang sudah dilakukan Hariyono, Kades Selok Awar-Awar yang ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi penganiayaan hingga menewaskan Salim Kancil. Padahal, keduanya masih memiliki hubungan kerabat. “Kami ini saudara sebenarnya. Tapi yang dilakukan Kades seperti bapak membunuh anaknya sendiri,” ucap Iman adik kandung Salim Kancil berbincang dengan detikcom di kediaman Salim, Kamis (1/10/2015). Iman mengatakan, Salim pernah terlibat ketika Hariyono hendak merebut kembali kursi kepala desa. Hal itu, terbukti dengan masih tertempelnya stiker sosialisasi Hariyono ketika berkampanye maju sebagai calon kepala desa di kediaman Iman. Singkat cerita, jabatan Kades yang kembali dipegang Hariyono adalah buah dari kerja keras Salim. Lalu, apa yang membuat kebencian antara keduanya? Iman mencoba mengurainya. Dia mengatakan, ketika Kades berencana membuka kawasan Desa Wisata dan menjadikan Pantai Watu Pecak sebagai destinasi, justru dilakukan untuk kepentingan pribadi dan merusak lingkungan.     detikNews – Jumat 02 Okt 2015, 00:10 WIB
 
Salim Kancil dan Tosan dianiaya oleh segerombolan orang pro pertambangan ilegal di desa tersebut, pada Sabtu 26 September 2015. Akibat penganiayaan tersebut, Salim Kancil tewas dan Tosan harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka berat.     okezone.com – Sabtu, 3 Oktober 2015 – 18:37 wib
 
Aktivis melakukan teatrikal saat menggelar Aksi Solidaritas untuk Salim Kancil dan Tosan di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2015).     jawapos – Sabtu, 03 Oktober 2015 12:08
 
26 September 2015 Salim Kancil, seorang aktivis pada Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Desa Selok Awar – Awar Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, yang menentang penambangan pasir di kota Lumajang, harus mengalami nasib buruk karena dianiaya hingga tewas oleh beberapa orang yang mendukung bisnis penambangan pasir. Seorang rekan dia yang bernama Tosan juga ikut dianiaya, tidak sampai tewas namun luka berat. Penganiayaan itu didalangi oleh Kepala Desa sendiri yaitu Pak Haryono. Ini jadi seperti memuat isyarat juga untuk aku, sebab nama Kepala Desa pak Haryono dan korban tewas Salim Kancil seperti terkait soal kakak beradik Prince Harry dan Prince Williams yang seperti aku dengan kakakku Faisal. Padahal nama kakakku Faisal memuat “sal” seperti pada kata Salib, dan kalau orang-orang terkait Salib diangkat dari dunia ini dapat terjadi perebutan senjata pemusnah masal yang berujung kiamat. Jadi seperti isyarat soal aku yang sebagai adik dari kakakku Faisal, agar aku saja yang tetap konsisten untuk naik menghadap Yang Maha Kuasa ketemu ajal.
 
Menjadi semakin penting untuk aku memperhatikan kejadian penganiayaan yang menyebabkan Salim Kancil tewas dan Tosan luka berat di Lumajang itu, karena kejadian itu berlangsung pada 26 September 2015, sedangkan dua bulan sebelum itu pada 26 Juli 2015 kakakku Faisal kirim pesan BBM berisi foto sedang ada di Madura. Nama korban tewas Salim Kancil seperti terkait nama kakakku Faisal, nama Tosan seperti terkait nama pamanku Oom Hasan, sedangkan bulan kakakku kirim foto sedang berada di Madura itu bulan Juli seperti nama tanteku tante Julia istri dari Oom Hasan. Dan kejadian di Lumajang itu melibatkan orang-orang keturunan Madura, baik yang menganiaya maupun yang jadi korban. Seperti memuat pesan kalau aku tetap berada di dunia ini, aku cuma akan jadi orang terkutuk yang menyebabkan bencana. Oleh sebab itu agar aku serius mewujudkan rencanaku melakukan perjalanan  menggali inspirasi ke berbagai tempat di dunia dan lalu ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Moga-moga aku menjalani dengan sebaik mungkin semua itu dengan mendapat limpahan pertolongan Allah untuk kebaikan umat manusia.
 
 
 
 
__________________________________________________________
 
Wakapolda Jawa Tengah Brigadir Jenderal (Pol) Musyafak menjadi salah seorang saksi mata kebakaran yang menimpa Gedung B Mapolda Jateng, Rabu (30/9/2015). Saat kebakaran terjadi, Musyafak tengah memimpin rapat di Gedung A yang dihubungkan dengan sebuah jembatan ke Gedung B yang terbakar itu. “Jam 11.17 WIB, lampu padam. Dua menit kemudian ada suara di eternit. Kami lihat melalui lubang lampu ternyata itu api. Rapat langsung saya bubarkan,” ujar Musyafak, Rabu siang.      kompas – Rabu, 30 September 2015 | 16:05 WIB
 
Anggota Polda Jateng berhamburan keluar, saat api membakar gedung B Mapolda Jateng membesar.      batampos.co.id / FOTO : ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG – Kamis, 01 Okt 2015 – 16:21 WIB
 
Kebakaran di Markas Polda Jateng (Twitter.com/@KotaSMG)     Solo Pos / Harian Jogja – Rabu, 30 September 2015
 
Kebakaran di Polda Jawa Tengah. (Metrotvnews.com / Deo Dwi Fajar) – 30 September 2015   11:51 WIB
 
 
Kobaran si jago merah selama lebih dari dua jam meludeskan Gedung B Markas Polda Jawa Tengah, Rabu (30/9/2015) siang. Kobaran api diduga akibat korsleting listrik di salah satu ruangan yang berada di lantai tiga.      kompas – Rabu, 30 September 2015 | 15:34 WIB
 
Rabu 30 September 2015 sejak sekitar jam 11.30 pagi sampai jam 12.30 siang terjadi kebakaran pada lantai 3 Polda Jateng di Semarang. Mengingatkan aku pada pak Naufal yang pada tahun 2001 dikabarkan menikah dengan kamu lalu pada tahun 2005 bercerai, dan beberapa tahun yang lalu beliau berkantor di Polda Jateng. Apakah terkait dengan soal “sha” dan “sya” itu juga, aku tidak tahu. Tapi kebakaran terjadi saat pak Kapolda Jateng Irjen Noer Ali sedang tidak ada disitu, dan yang ada adalah Wakapolda Jateng pak Brigadir Jenderal (Pol) Musyafak yang nama beliau memuat “sya” juga.  Seperti isyarat agar aku jangan seperti pak Naufal yang terpisah dari kamu, karena aku dapat menimbulkan bencana, lebih baik aku menikah sama kamu lalu aku ketemu ajal sesuai status kamu sebagai Emma untuk aku, seperti tanteku tante Emma yang tetap hidup setelah sang suami wafat. 
 
 
 
 
 
__________________________________________________________
 
universityherald.com itvnews
 
dailymail.co.uk / AP – 00:50 GMT, 2 October 2015
 
A gunman opened fire at Umpqua Community College in Oregon, killing at least 9 and wounding 20 others.    dailymail.co.uk / facebook – 00:50 GMT, 2 October 2015
 
Police officers stand guard near the site of a mass shooting at Umpqua Community College in Roseburg, Oregon October 1, 2015.       RT.com  / © Steve Dipaola / Reuters – 1 Oct, 2015    18:07
 
Kamis 1 Oktober 2015 ada berita mengenai kejadian penembakan lagi di AS, kali ini di Umpqua Community College, Roseburg, Oregon. Pelaku penembakan bernama Chris Harper-Mercer, usia 26 tahun. Korban tewas 10 orang termasuk sang penembak yang lalu ditembak oleh polisi, namun berita lebih lanjut menyebut dia menembak diri sendiri. Nama tempat penembakan itu, Umpqua, dimana dalam bahasa Inggris itu “um” dibaca “am”, misalkan pada kata “umbrella”. Jadi penembakan di kampus Umpqua itu seperti memuat namaku AM Firmansyah dan kata “aqua”, yang berarti air, sesuai kesediaanku ketemu ajal saat naik pesawat terbang yang jatuh ke air laut dalam.
 
 
 
 
 
__________________________________________________________
 
Indentitas bocah korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan terbungkus kardus di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, terungkap. Korban bernama Putri Nur Fauziah, anak ketiga dari pasangan Asep Saepuloh dan Ida Fitriyani. Semula, Asep dan Ida Firtriyani datang ke Polsek Kalideres untuk melaporkan kehilangan anak mereka sejak Jumat sore kemarin, 2 Oktober 2015.
Namun, saat berada di kantor polisi, keluarga justru diberikan informasi yang mengejutkan. Dari keterangan foto dipastikan bahwa ciri-ciri korban sama dengan Putri. “Kami tanyakan langsung kepada orangtua korban, dan mengakui bahwa korban mirip dengan ciri Putri,” kata Kapolsek Kalideres, Darmawan Karosekali, Sabtu, 3 Oktober 2015. Seperti diketahui, bocah wanita tanpa identitas itu ditemukan warga kawasan Kampung Belakang, Jalan Sabat RT 06/05, Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, sekitar pukul 22.30 WIB, Jumat malam, 2 Oktober 2015.       viva.co.id – Sabtu, 3 Oktober 2015 | 12:29 WIB
“Terakhir kali dia minta dibeliin papan jalan buat ujian sama pensil warna. Saat itu saya langsung menuruti dan membawanya ke toko buat beli,” terang ayah korban saat berbincang di rumah duka, Selasa (6/10/2015).     detik.com – Selasa 06 Oct 2015, 16:39 WIB
 
Dari pemilik warung dan pemilik lokasi loakan kardus, diketahui kardus yang dipakai untuk membungkus jenazah PNF, salah satunya adalah kardus air mineral merek minuman. Warung dan pengepul kardus bekas yang ditelusuri polisi itu berada di dua lokasi yakni sepanjang Jalan Peta Barat, Kelurahan Kalideres, RT 5/7, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, dekat dengan rumah tinggal korban. Selain itu, sepanjang Jalan Rawalele Blok C, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Atau dekat dengan lokasi korban terakhir terlihat di tengah Gang Melati 1 yang bercabang.      tribunnews – Minggu, 4 Oktober 2015     14.55 WIB Kardus ini yang ditemukan oleh masyarakat pada Jumat 2 Oktober 2015 malam sekitar jam 22.30 di gang sempit Jalan Sahabat RT 06 / RW 05 Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Ketika dibuka sedikit seperti pada foto, tampak bagian tangan dan kaki yang diikat dengan plester lakban.
 
Mayat Putri Nur Fauzia yang ditemukan tewas dalam kardus di Kalideres.      anekainfounik,net / (Foto: Kaskus) – Oktober 7, 2015
 
Warga di daerah Jalan Sejahtera, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat dihebohkan dengan penemuan kardus yang berisikan mayat bocah perempuan berusia 9 tahun pada Jumat (2/10/2015) sekitar pukul 22.30 WIB. Pelaku membuang kardus tersebut di gang sempit dekat jalan tol yang berlokasi di Jalan Sahabat RT 06 / RW 05 Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Diketahui korban bernama Putri Nur Fauziah (9) beralamatkan di RT 06 / RW 07 Jalan Peta Barat, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Fauziah duduk di kelas 2 Sekolah Dasar 05 Pagi, Rawa Lele, Kalideres.     tribunnews – Minggu, 4 Oktober 2015   10:06 WIB
 
Dalam acara Meja Bundar di TV-One 8 Oktober 2015 jam 19.00 dengan topik “Menyingkap Misteri Kematian Putri”, mengenai jenazah anak perempuan dalam kardus di Kalideres itu, diantara narasumber ada Harda Wibowo yang pertama kali menemukan kardus itu. Harda Wibowo pada Jumat malam itu sedang bersama teman-teman naik 3 sepeda motor, ada teman dia yang tinggal di sekitar situ. Karena di jalan besar sedang ada hajatan dimana tidak boleh lewat, maka mereka lewat di jalan kecil itu. Keadaan disitu gelap tidak ada lampu, cuma mengandalkan lampu sepeda motor mereka saja. Harda berada pada sepeda motor yang paling belakang. Kardus itu langsung menarik perhatian mereka karena tampak diplester dengan rapi, padahal di sekitar situ cuma ada sampah-sampah saja. Teman yang pada sepeda motor paling depan berusaha menendang kardus itu agar lebih ke pinggir lagi, tapi tidak bergerak, kardus itu berat. Merekapun jadi semakin ingin tahu kardus apa itu, dan sepakat untuk berhenti serta turun dari sepeda motor. 
Dengan menggunakan kunci sepeda motor, Harda menyobek sedikit kardus itu, dan terlihat oleh sinar lampu sepeda motor yang diarahkan ke situ tampak ada seperti warna kulit manusia. Seorang rekan dia berusaha memastikan dengan menyodokkan jari, dan dia merasakan, betul itu manusia. Dengan masih terkejut, rekan dia itu pergi dan lalu kembali lagi dengan seorang yang dia temukan di dekat situ, untuk diajak sama-sama membuka kardus. Harda menyobek lebih besar tapi belum membuka keseluruhan, seperti pada foto di atas, dan terlihat ada jari kaki dan tangan manusia. Merekapun sepakat membuka, dan setelah menjadi jelas isi kardus itu adalah manusia, mereka melapor ke kantor polisi.
 
 
 
Nisan pada kuburan korban Putri Nur Fauziah, terlihat tanggal lahir adalah 14 Mei 2006, cuma beda beberapa hari dengan ulang tahunku 17 Mei. 
patroli malam – indosiar
5 Oktober 2015   01.00
 
Kerabat berdoa di makam Alm. Putri Nur Fauzia di pemakaman wakaf Rawa Lele, Kalideres, Jakarta, Minggu (4/10/2015).     VIVA.co.id / Ikhwan Yanuar – Minggu, 4 Oktober 2015 | 13:24 WIB
 
Penetapan tersangka AD (39 thn) sebagai pembunuh PNF (9 thn) anak perempuan yang ditemukan dalam keadaan tewas terbungkus kardus di Kalideres, muncul pada Breaking News di TV-One Sabtu 10 Oktober 2015 mulai jam 15.00. Antara lain ditampilkan video ketika AD mengungkapkan pengakuan dalam interview dengan Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Khrisna Murti seperti pada foto dibawah ini. Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengumumkan tersangka kasus pembunuhan bocah perempuan dalam kardus di Rawa Lele, Kalideres, Jakbar. Tersangka Agus, kepala geng Boel Tacos. “Ada beberapa hal kasus ini menarik, yaitu korbannya anak-anak, ada pelecehan seksual dan dibungkus dalam kardus. Bagi Polri ini tantangan Polda Metro Jaya dalam tugas utuk memberikan perlindungan dan pengayoman masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” jelas Tito dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (10/10/2015). “Tadi malam hari Jumat kita menetapkan satu orang jadi tersangka yaitu A alias AD (39) yang beralamat di Rawa Lele, Jakarta Barat,” terang dia.      newsdetik.com –  Sabtu 10 Oct 2015, 15:13 WIB
 
Petugas menunjukkan adegan rekonstruksi pembunuhan bocah Neng dalam kardus di Kamal saat rilis di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (10/10). Hasil pemeriksaan laboratorium forensik Polri didapatkan fakta DNA berupa epiter atau jaringan kulit di kaos kaki milik korban yang ditemukan di TKP pembuangan mayat identik dengan DNA tersangka. Tersangka dikenakan pasal 340 KUHP juncto pasal 338 KUHP dan pasal 76 D juncto pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman mati.      merdeka.com  
 
Residivis kasus narkoba, Agus resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan bocah dalam kardus, Neng, di Kamal, Jakarta Barat. Penetapan ini dilakukan setelah dua hari dirinya ditahan sebagai tersangka kasus pencabulan dan narkoba di sekitar tempat tinggal Neng, Kalideres. “Tersangka ditetapkan semalam. AD alias AP alias OM,” ujar Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Khrisna Murti di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (10/10). Sebelumnya, selang sehari setelah jenazah Neng ditemukan, polisi langsung mengerahkan anjing pelacak ke sekitar lokasi. Hasilnya, anjing tersebut mengarah ke warung yang juga menjadi tempat tinggal Agus. Dia pun diciduk sebagai saksi bersama sejumlah warga lainnya. Setelah menjalani serangkaian interogasi, Agus tetap menjalani penahanan di kepolisian. Polisi berusaha keras untuk menjeratnya dalam kasus pembunuhan Neng, hingga 10 kali melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat. Polisi juga menemukan bercak darah di warung Agus. Polisi juga telah menetapkan Agus sebagai tersangka kasus pencabulan yang menyebabkan seorang ABG berusia 14 tahun hamil dan menggugurkan kandungannya.
 
 
Jumat 2 Oktober 2015 seorang anak perempuan umur 9 tahun menghilang setelah pulang sekolah sekitar jam 10 pagi. Dan ditemukan pada malam hari sudah menjadi jenazah, diikat dengan lak ban, ditaruh dalam kardus yang diletakkan di Jalan Sahabat RT 06 / RW 05 Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, sebuah jalan kecil sekitar 5 km dari rumah dia, dan juga mengalami kekerasan seksual. Anak perempuan usia 9 tahun itu bernama Putri Nur Fauziah (9) beralamatkan di RT 06 / RW 07 Jalan Peta Barat, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Fauziah duduk di kelas 2 Sekolah Dasar 05 Pagi, Rawa Lele, Kalideres. Tentu untuk kejadian seperti ini aku berharap tidak ada kaitan dengan aku. Akan tetapi karena nama korban Putri Nur Fauziah itu seperti memuat nama kakakku yang perempuan yang waktu masih kecil diberi nama Fauzia, dan bersekolah di SD 05 yang terletak di jalan Rawa Lele Kalideres, seperti memuat nama suami kakakku yang biasa dipanggil Lel, diikuti oleh kecelakaan pesawat Aviastar Mandiri di Sulawesi Selatan tempat kakak iparku itu berasal, jadi seperti ada pesan untuk aku. Mungkin pesan itu adalah kalau aku tidak menjalani janjiku ketemu ajal, maka anggota keluargaku akan dihabisi satu per satu, jadi agar aku serius mewujudkan perjalanan menggali inspirasi ke berbagai tempat di dunia dan lalu aku ketemu ajal. Tentu aku tidak bermaksud untuk membatalkan rencanaku itu, in syaa Allah semua berjalan dengan sebaik mungkin …….
 
 
 
 
__________________________________________________________
 
Pada hari Jumat 2 Oktober 2015 pula, sebuah pesawat kecil dari maskapai Aviastar Mandiri jenis twin otter berpenumpang 10 orang dengan rute di pulau Sulawesi, menghilang. Pesawat Aviastar itu lepas landas dari bandara Andi Djemma di kota Masamba, Luwu Utara, pada pukul 14.25 WITA dan dijadwalkan tiba di Makassar pukul 15.39 WITA, namun tidak juga muncul mendarat. Saat aku menulis surat ini pada 5 Oktober 2015 malam, pesawat itu baru ditemukan jatuh di hutan lebat yang jarang dilalui orang, pada tanah yang miring 45 derajat di pegunungan dekat kota Luwu. Nama maskapai penerbangan Aviastar, yang tidak memuat “ha” tapi “ya” dari “ia” itu, jadi seperti terkait dengan soal “sha” dan “sya” juga yang aku sebutkan diatas. Seperti memuat pesan agar aku tetap konsisten dengan kesediaanku naik pesawat kecil yang lalu jatuh di laut dalam. Mengingatkan pula pada kecelakaan Adam Air pada tahun 2007 yang terjadi dekat pulau Sulawesi juga, seperti pernah aku tulis di “Tanggal 7 Setuju Datang, Tanggal 8 MH370 Dengan Penumpang Firman Hilang“. Pada 1 Januari 2007 pesawat Boeing 737-400 dari maskapai Adam Air berpenumpang 96 orang, dengan registrasi PK-KKW, berangkat dari Surabaya pukul 12.55 WIB. Dijadwalkan pesawat tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado pukul 16.14 WITA, namun pesawat tersebut hilang kontak sekitar pukul 14.53 WIB. Kemudian diketahui pesawat itu jatuh di laut yang dalam, dengan kedalaman lebih dari 1000 meter, dan semua 96 orang penumpang maupun awak pesawat tewas. Nama maskapai Adam Air seperti terkait dengan aku, statusku adalah adik AM Firmansyah karena aku paling bungsu, dan air sesuai kesediaanku ketemu ajal saat naik pesawat kecil yang jatuh ke laut dalam. Karena Adam Air itu bukan pesawat kecil, sehingga harus diulang dengan pesawat Aviastar yang kecil itu.
 
Berdasarkan informasi dari Kapolres Luwu Utara AKBP Muh. Endro dan Deputi Bidang Operasi SAR Badan SAR Nasional Mayjen Heronimus, pesawat tersebut membawa tiga kru dan tujuh penumpang pesawat. Berikut nama-nama mereka:

Kru:
1. Pilot Kapten Iri Afriadi
2. Kopilot Yudistira
3. Tekhnisi Sukris

Penumpang:
1. Nurul Fatimah
2. Lisa Valentin
3. Riza Arman
4. Sakhi Arkan (anak)
5. M. Nasir
6. Afif (bayi)
7. Raya (bayi)

metrotvnews – 03 Oktober 2015   04:27 wib

 
 
 
Passenger plane carrying 10 people including three children is missing over Indonesia. The country’s Aviastar airline said contact had been lost with the Twin Otter small aircraft (stock image pictured) travelling between Masamba and Makassar on Friday.      dailymail.co.uk – 10:42 GMT, 2 October 2015
 
 
An Aviastar Mandiri de Havilland DHC-6-300 Twin Otter, registration PK-BRM performing flight MV-7503 from Masamba to Makassar (Indonesia) with 10 passengers and 3 crew, was enroute at 8000 feet about 60nm before Makassar at about 15:15L (07:15z) when contact with the aircraft was lost. The aircraft has not landed on any airport so far and has run out of fuel (3 hours endurance). In the late evening of Oct 5th 2015 the aircraft was located by police at the flanks of Mount Latimojong in the Luwu district area at an elevation of 7000 feet MSL, no survivors were found. A search for the aircraft was initiated. 259 people were deployed to search for the aircraft, 2 helicopters and a number of fixed wing aircraft. No ELT signal has been received.
On Oct 5th 2015 late evening local time Indonesian police reported that a search team on the ground has located the aircraft on a slope of Mount (Gunung) Latimojong (it’s highest peak is Mount Rantemario) in the village boundaries of Luwu (editorial note: on the east side of the mountain massive near Luwu). No survivors were found. 4 helicopters and ground staff have been dispatched to the wreckage. On Oct 6th 2015 Indonesia’s SAR Services (Basarnas) reported that due to the aircraft being in dense forest at 7000 feet of elevation the recovery team is going to need 6 hours to reach the wreckage, the recovery of the bodies therefore will take some time.
     avherald.com – Tuesday, Oct 6th 2015    18:03Z
 
 
Jenazah korban Aviastar dari Gunung Pajaja, Dusun Paragusi, Desa Ulusalu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (6/10/2015), tampak hangus terbakar.      sulsel.pojoksatu.id / IST –  Selasa, 06 Oktober 2015 17:09 WITA
 
Tim SAR gabungan bersama warga mengevakuasi jenazah korban pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM di Dusun Gamaru, Desa Ulusalu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Selasa (6/10/2015). Sebanyak sepuluh korban dan kotak hitam pesawat berhasil dievakuasi. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Makassar menggunakan helikopter untuk diidentifikasi di Posko Ante Mortem RS Bhayangkara Makassar.     sindonews – Selasa, 06 Oktober 2015 – 22:16 WIB
 
Pesawat Twin Otter Aviastar diketahui hilang kontak. Pesawat itu berangkat dari Bandara Andi Jemma Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada Jumat 2 Oktober 2015 pukul 14.25 Wita menuju Makassar. Pesawat jenis PKBRM/DHC6 milik Aviastar itu membawa 7 penumpang dan 3 kru dengan nomor penerbangan MV 7503 diterbangkan oleh Kapten Iri Afriadi, Kopilot Yudhistira, dan teknisi Sukris. Kapolda Sulselbar Irjen Pol. Pudji Hartanto mengatakan, informasi ditemukannya pesawat berawal dari masyarakat yang ikut bergabung dalam tim operasional Polres Luwu. Informasi ini sudah teruskan ke Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo dari kondisi terakhir yang dilaporkan oleh Kapolres Luwu, AKBD Adex Yudisetiawan.     tribratanews  –  foto: Ist. – 07 Oct 2015 – 00:10
 
Kapolres Luwu, AKBP Adex, harus menggunakan tongkat saat ia pulang dari gunung Bajaja sambil menggendong jenazah bayi dalam sarung dan bangkai pesawat Aviastar.     makassar.tribunnews – Selasa, 6 Oktober 2015    17:27  
 
Usai dievakuasi dari lokasi, serpihan pesawat dan black box diserahkan oleh Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan ke Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo di Posko Dusun Gamaru, Desa Ulu Sula, Kecamatan Latimojong, Selasa (6/10/2015). Momen itu disaksikan sejumlah relawan dan Kapolda Sulselbar Irjen Pudji Hartanto.     detik.com –  Selasa 06 Oct 2015, 16:53 WIB
 
 
Lanud Sultan Hasanuddin Makassar petang ini ramai, Selasa (6/10/2015). Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Pudji Hartanto, dan Pangdam VII Wirabuana Mayjend TNI Bachtiar, tiba dengan helikopter dari lokasi jatuhnya pesawat Aviastar di Luwu. Pada pukul 18.15 Wita, Selasa (6/10/2015), terlihat Wakapolda Sulselbar Brigjen Ike Edwin, Dalanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama Tamsil GM, Direktur Operasional Basarnas Brigjen Ivan Ahmad di Lanud Hasanuddin. Di sudut Lanud, sebuah tenda disiapkan. Di dalamnya ada para keluarga korban Aviastar. Mereka duduk di kursi menanti kedatangan 10 jenazah yang diangkut helikopter SAR.     detiknews – Selasa 06 Oct 2015, 17:28 WIB
 
 
 
 
Mudah-mudahan sudah cukup upaya mengumpulkan fakta untuk membuktikan aku cukup pantas dipindahkan keluar dari dunia fana ini, agar tidak buang waktu dan ongkos, sehingga sekarang tinggal mewujudkan realisasi perjalananku ke berbagai tempat di dunia menggali inspirasi sebelum ketemu ajal. Seperti ada keberatan kalau dana hasil penjualan lukisanku itu disimpan di bank yang bukan bank Amerika, karena akan sulit dikontrol oleh semacam PPATK yang ada di AS. Untuk itu aku setuju saja kalau cuma di bank Amerika, antara lain Citibank yang dimiliki oleh Prince Alwaleed.
 
 
 
 
__________________________________________________________
 
 
Isyarat dari sepakbola muncul pada 4 Oktober 2015, pertandingan antara Arsenal dan Manchester United berakhir dengan skor 3-0 untuk Arsenal. Seperti terlihat di data skor diatas, gol pertama oleh Alexis Sanchez pada menit 6, gol kedua oleh Mesut Ozil pada menit 7, dan gol ketiga oleh Alexis Sanchez lagi pada menit 19. Sehingga tiga gol Arsenal itu dihasilkan dalam waktu 20 menit awal, seperti memuat pesan “20 the 30”, to zero the three zero. Dua gol oleh Alexis Sanchez pemain yang berasal dari Cili, dan satu gol oleh Mesut Ozil yang pemain inti tim Jerman saat menjadi juara World Cup 2014, dan merupakan keturunan Turki. Kakek dari Mesut Ozil berimigrasi dari Turki ke Jerman. Nama depan Alexis Sanchez memuat “X”, seperti sering aku sebutkan huruf “X” suka digunakan untuk mengganti nama Christ, misalkan pada ucapan Merry Christmas suka ditulis Merry X’Mas. Sedangkan nama belakang Alexis Sanchez memiliki arti yang kurang lebih terkait soal Santo, orang suci. Dan satu gol oleh Mesut Ozil yang keturunan Turki seperti terkait soal “tour”, rencanaku melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia menggali inspirasi sebelum ketemu ajal.
 
 
 
 
__________________________________________________________
 
Para pebalap saat melewati Kelok 39 di Etape 8 Tour de Singkarak 2015 Pasaman Barat-Lawang Park, Kabupaten Agam, Sabtu (10/10/2015).      Bola.com / Arief Bagus – 10 Okt 2015 at 20:59 WIB
Pebalap Pishgaman Giant Team, Arvin Moazemi Goudarzi, saat melewati Embun Tanai, Kab. Agam di Etape 8 Tour de Singkarak 2015 Pasaman Barat-Lawang Park, Kabupaten Agam, Sabtu (10/10/2015).      Bola.com / Arief Bagus  – 10 Okt 2015 at 20:59 WIB
Juara klasifikasi umum Tour De Singkarak Yellow Jersey (TDS) 2015 Pishgaman Giant Team, Arvin Moazemi Goudarzi (tengah) bersama juara kedua Amir Zargari (kiri) dan juara ketiga Hossein Askari (kanan).      cnn indonesia / ANTARA FOTO / M Agung Rajasa – Minggu, 11/10/2015    20:46 WIB
 
 
 
 
__________________________________________________________
Setelah kemunculan soal “sha” dan “sya” pada 8 September 2015 seperti aku sebut di awal surat ini, beberapa kejadian yang mengikuti seperti terkait dengan aku maupun juga memuat nama-nama ataupun posisi yang terkait aku dan keluargaku. Sheikh Rashid yang wafat 12 September 2015 adalah kakak dari Sheikh Hamdan yang nama beliau seperti memuat “am” terkait namaku AM Firmansyah. Pembunuhan kepada Salim Kancil dan penganiayaan kepada Tosan pada 26 September 2015 dalam soal penambangan pasir di Lumajang seperti terkait nama kakakku Faisal dan nama pamanku Oom Hasan. Sedangkan kepala desa setempat pak Haryono yang kemudian menjadi tersangka seperti terkait soal prince Harry adik dari prince Williams, sebagaimana aku adik dari kakakku Faisal dan agar aku saja yang naik menghadap Yang Maha Kuasa ketemu ajal. Kebakaran di Polda Jateng pada 30 September 2015  tempat pak Naufal kerja, seperti terkait soal kamu menikah dengan pak Naufal pada tahun 2001 lalu bercerai pada tahun 2005. Sehingga seperti isyarat agar aku jangan terpisah dari kamu agar tidak terjadi bencana, sebab kamu sebagai Ema untuk aku seperti tanteku tante Ema yang tetap hidup setelah sang suami wafat. Penembakan di Umpqua, Oregon, AS pada 1 Oktober 2015 dengan 10 orang tewas termasuk sang penembak, seperti terkait soal “ump” yang dalam bahasa Inggris dibaca “am” terkait namaku AM Firmansyah, dan “qua” seperti kata Aqua yang berarti air, terkait kesediaanku ketemu ajal naik pesawat kecil yang jatuh ke air laut yang dalam.  Jenazah anak perempuan umur 9 tahun bernama Putri Nur Fauzia yang ditemukan terbungkus kardus di kawasan Rawa Lele Kalideres pada 2 Oktober 2015 seperti terkait nama kakak perempuanku waktu kecil yaitu Fauzia dan nama kecil sang suami Lel. Seperti isyarat agar aku tidak membatalkan rencana melakukan perjalanan menggali inspirasi dan lalu ketemu ajal, atau akan terjadi bencana kepada keluargaku. Kecelakaan pesawat kecil dari maskapai Aviastar Mandiri pada 2 Oktober 2015 di kabupaten Luwu Sulawesi Selatan menyebabkan 10 orang tewas, dan diantara korban ada yang bernama Nurul Fatimah, seperti nama sepupuku Fatimah anak dari Oom Hasan.  Mengingatkan pula pada kecelakaan Adam Air 1 Januari 2007 dengan 96 orang tewas yang jatuh di perairan dekat Sulawesi Selatan juga. Seperti isyarat agar aku konsisten dengan keaediaanku ketemu ajal saat naik pesawat kecil yang jatuh di laut dalam. Tour de Singkarak yang berakhir 11 Oktober 2015 dijuarai oleh Arvin Moazemi dari Iran, dengan nama depan seperti terkait nama tanteku Arfiah saudara kandung ayahku dan Oom Hasan yang sudah wafat semua, seperti isyarat  umurku juga sudah makin tua dan makin dekat ajal.
 
Semua kejadian yang muncul mengikuti soal “sha” dan “sya” 8 September 2015 itu, seperti isyarat bahwa umurku yang saat ini 57 tahun, lahir 17 Mei 1958, sudah termasuk menjelang tua. Sehingga wajar kalau aku lebih memikirkan soal ketemu ajal. Dan tentu penting untuk aku ketemu ajal dalam keadaan sebaik mungkin, oleh karena itu aku berusaha berpikir positif terhadap kejadian-kejadian yang muncul agar jangan sampai ada soal-soal negatif yang malah menghambat kepindahanku dari dunia fana ini. Seperti pada kisah di jaman Rasulullah s.a.w. dulu, ketika ada seorang lelaki yang ajal dia sudah di leher tapi tidak juga meninggal dunia, dan kemudian diketahui masih ada soal negatif yang menghambat dia yaitu sang Ibu belum memaafkan kesalahan dia. Baru setelah sang Ibu memaafkan dia, maka ajal diapun berjalan dengan lancar. Oleh sebab itu belakangan ini aku berusaha menjernihkan berbagai soal negaif yang dapat menghambat kepindahanku dari dunia fana ini, sambil berpikir positif. Antara lain ketika Katy Perry muncul dengan tema magic saat launching parfum baru dia setelah aku kirim dia beberapa tweet, aku tidak lalu berpikir negatif bahwa dia menganggap aku ini berwajah misterius seperti di film horor. Melainkan aku berpikir positif bahwa nama Katy Perry mengingatkan aku pada temanku Ferry, yang saat dia dekat dengan cewe di sebelah rumahku lalu aku pindah rumah dari jalan Sukabumi Jakarta Pusat ke jalan Limo Permata Hijau. Kepindahan yang seperti isyarat dari langit agar aku tidak “suka kepada bumi”, dan lebih suka kepada akherat. Terkait kata Ustadz, di akhir jaman umat Islam berjumlah besar tapi terkena penyakit suka kepada dunia dan takut mati. Juga ketika beberapa tweet Emma Watson seperti terkait dengan aku, meskipun Emma Watson jadi sukses setelah membintangi Harry Potter film bertema magic itu, tapi aku tidak lalu berpikir negatif  Emma Watson menganggap aku semacam mahluk horor di film magic. Melainkan aku berpikir positif dengan menganggap Emma Watson seperti nama tanteku tante Ema yang tetap hidup setelah sang suami wafat. Berarti dengan aku membuka hubungan tweet dengan Emma Watson, merupakan perlambang aku semakin dekat dengan kesediaanku untuk ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

 
 

Jakarta,  15 Oktober 2015.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: