AB925. Persiapan Sebaik Mungkin Untuk Highest Bid Kedua Agar Free Will Yang Positif Untuk Kebaikan Manusia

 
 

Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Persiapan Sebaik Mungkin Untuk Highest Bid Kedua
Agar Free Will Yang Positif Untuk Kebaikan Manusia

 
 

 
 
google maps A. tempat tinggalku
B. pos polisi
C. mesjid
D. deretan toko dan warung
E. indomaret
F. alfamart dan indomart
G. sekolah sdn 03 limo
H. warung sayur ujung bawah jembatan jalan kelud
 
 
Tanggal 23 Agustus 2016 hari Selasa sekitar jam setengah dua siang aku pergi keluar rumah karena ada beberapa barang yang perlu dibeli, antara lain cabe merah, bawang merah, tempe dan tahu, susu kental manis dalam sachet, dan biskuit. Saat baru keluar dari halaman rumah, terasa ada selek pada roda belakang sepeda sehingga kayuhan dari pedal tidak langsung diteruskan ke roda, seperti ada yang dol disertai bunyi “thek”. Tapi tidak terlalu lebar jarak dol itu, kalau dihiitung dengan garis lurus dari saat posisi pedal sebelum dan sesudah dol, mungkin cuma sekitar 5 cm. Setelah dikayuh lebih lanjut, sepeda bisa jalan normal. Kerusakan seperti itu sudah lama sering muncul pada sepeda itu, namun beberapa bulan belakangan ini semakin sering. Mungkin karena untuk keluar dari komplek Wisma Cakra tempat tinggalku harus lewat tanjakan dekat gerbang, dengan kemiringan tanjakan sekitar 40 derajat. Dan kalau akan pergi lebih jauh lagi, ada tanjakan lain yang lebih panjang yaitu di jalan Kelud. Sehingga beban untuk bagian yang memutar roda menjadi cukup berat.
Kalau baru keluar dari komplek Wisma Cakra tempat tinggalku, maka setelah tanjakan lalu belok kanan, di sebelah kiri jalan akan tampak rumah yang jadi bengkel las, diikuti deretan toko dan warung itu, toko bengkel sepeda, warung bakso, tukang cukur, warung jamu, warung sayur, toko jual makanan burung, dan warung kopi yang jual mie juga. google maps street view
google maps street view
Karena di warung sayur itu tempe/tahu, bawang merah dan cabe merah sudah habis, jadi aku lanjut ke tempat lain, ke toko Alfamart yang berdampingan dengan Indomart di seberang sekolah SD Negeri 03 Limo di Griya Cinere, sekitar satu kilometer dari tempat tinggalku. Di toko Indomart disitu, aku beli biskuit Hatari Malkist rasa kelapa dan Indomilk coklat dalam sachet.
google maps street view Sebelah kiri pada foto ini adalah Indomaret yang berdampingan dengan Alfamart di Griya Cinere, sebelah kanan di seberang jalan adalah SDN 03 Limo, sekitar 1 km dari tempat tinggalku.
amfirsfot
 
tokopedia.com
elevenia.co.id
amfirsfot
Beli biskuit Hatari Malkist rasa kelapa dan Indomilk coklat dalam sachet di Indomart seberang SDN 03 Limo. Saat aku keluar toko dan mulai akan mengayuh sepeda yang aku parkir di depan Alfamart, terjadi lagi seperti kerusakan waktu baru berangkat dari rumah. Kali ini malah lebih parah, pedal sudah diputar lebih dari 360 derajat namun roda tidak mau berputar. Seperti ada yang dol di bagian yang untuk memutar roda. Setelah dicoba beberapa kali, baru bisa, dan aku lanjutkan perjalanan.
 
 
google maps street view
Mendekati jembatan kecil di ujung bawah jalan Kelud, terjadi lagi kayuhan dari pedal menjadi dol, tidak diteruskan ke roda sehingga cuma berputar-putar saja pedal itu tanpa memutar roda. Aku berhenti sebentar di pinggir jalan, berusaha memutar-mutar lagi pedal dengan harapan dapat berfungsi lagi seperti waktu di depan Alfamart beberapa saat sebelum itu. Setelah dicoba beberapa kali tapi tetap tidak bisa, maka aku lanjutkan dengan jalan kaki saja sambil menuntun sepeda, ke warung sayur di dekat situ. Pada latar belakang yang ada atap itu adalah pangkalan ojek, tapi sedang sepi saat difoto ini. Secara umum hampir selalu ada orang disitu, para tukang ojek bersama sepeda motor mereka. Foto bawah adalah tempat aku berhenti dekat jembatan ujung bawah jalan Kelud, kalau dilihat dari posisi dekat pangkalan ojek.
 
google maps street view
Pada foto diatas ini di sebelah kiri tampak warung sayur di dekat jembatan ujung bawah jalan Kelud, dan foto bawah adalah sayuran yang ada disitu.
amfirsfot
Ini warung sayur dekat jembatan di ujung jalan Kelud. Foto ini dan beberapa foto lain di halaman ini dibuat satu hari setelah kejadian, sebab pada saat kejadian aku tidak sempat terpikir untuk memotret, yang ada di pikiranku adalah bagaimana pulang dengan sepeda yang sedang rusak seperti itu. Jadi pada hari ketika sepeda sedang rusak itu sesudah beli bawang merah dan cabe merah di warung sayur pada foto diatas, perjalanan kembali ke rumah dilakukan dengan naik sepeda tanpa kayuhan pedal, cuma dengan mendorong saja kaki kiriku ke tanah, sedangkan kaki kanan tetap di pedal, dan kadang juga aku turun dari sepeda untuk jalan kaki sambil menuntun sepeda. Jadi seperti sepeda jaman dulu waktu baru pertama ditemukan oleh Baron Karl Von Drais dari Jerman pada tahun 1817, yang belum menggunakan pedal dan rantai, cuma mengandalkan dorongan dua kaki ke tanah bergantian. Pedal dan rantai untuk memutar roda belakang baru ditemukan beberapa tahun kemudian oleh Henry J. Lawson dari Inggris pada tahun 1879.
 
wikipedia challengeten.com
Sepeda pada saat awal ditemukan, karya Baron Karl Von Drais tahun 1817
 
Variously called the running machine, velocipede, Draisienne and dandy horse, it was invented by Karl Drais, in response to widespread starvation and the slaughtering of horses, the consequence of a crop failure the year before (caused by the eruption of  Tambora).      ibike.org
amazon.com
 
 
usatoday usatoday
 
Dan, ini yang menarik, inspirasi yang mendorong orang Jerman bernama Baron Karl Von Drais menemukan benda bernama sepeda pada tahun 1817, adalah akibat suasana sulit yang terjadi di dunia pada tahun 1816 setelah letusan gunung Tambora di Pulau Sumbawa,  Nusa Tenggara Barat, Indonesia pada tahun 1815. Debu dalam jumlah besar dari letusan gunung Tambora itu berlama-lama ada di dekat lapisan awan dunia, sehingga sinar matahari terhalang untuk masuk dan dikenal sebagai “1816 the year without a summer“, yang terjadi akibat the biggest volcanic eruption in human history, on the other side of the world — Mount Tambora in Indonesia in April 1815, menyebabkan panen pertanian di berbagai tempat di dunia mengalami kegagalan, kelaparan melanda dunia, dan kuda-kuda banyak yang disembelih untuk dimakan. Akibat krisis kekurangan alat transportasi yang saat itu mengandalkan kuda, maka Baron Karl Von Drais terinspirasi untuk membuat alat angkut roda dua yang kemudian diberi nama running machine, atau velocipede, atau Draisienne, atau dandy horse, yang dalam bahasa Indonesia disebut sepeda.
 
Setelah sekitar 800 meter menaiki sepeda seperti jaman dulu tahun 1817, diselingi juga dengan jalan kaki menuntun sepeda, maka sampailah aku di bengkel sepeda dekat gerbang masuk kompleks Wisma Cakra pada dereten yang antara lain ada tukang cukur dan warung sayur. Diperiksa sebentar dan diketahui harus ganti Free Wheel, jari-jari dan as roda belakang.
amfirsfot
Bicycle free-wheel      dhgate.com
 
 
 
 
 
 
Amatrice: The town at the

epicenter of the Italian

earthquake

Updated 2341 GMT (0741 HKT)
August 24, 2016
 
It’s a haunting reminder of the exact moment an earthquake reduced the historic town of Amatrice to rubble. A single clock tower, miraculously still standing amidst the debris, and frozen on the time 3:36 a.m. The 13th century clock tower was able to withstand a 6.2-magnitude earthquake which struck central Italy early Wednesday. The rest of the small, mountainous village wasn’t so lucky. “The town is no more,” Amatrice Mayor Sergio Pirozzi told CNN affiliate Rai of the village, which has a population of around 2,000 people. “I have an appeal to make: we have access roads to the town cut off and people under the rubble, help us.”
 
cnn
cnn
 
usatoday
bbc
 
 
Home of spaghetti festival
The quake comes ahead of Amatrice’s “Festival of the Spaghetti all’Amatriciana” this weekend, on August 27 and 28. The 50th edition of the festival was likely to have drawn many tourists to the small town, known as the home of the Amatriciana pasta dish. The tomato-based sauce is hugely popular in Roman trattorias and traditionally includes pork jowl, olive oil, white wine, chili and pecorino cheese. In 2008, Italy even issued a stamp in honor of the famous dish.      cnn – Updated 2341 GMT (0741 HKT) August 24, 2016
 
Spectacular cycling route
In previous years, Amatrice has also hosted the elite Tirreno-Adriatico cycling race, which winds its way between the Tyrrhenian and Adriatic coasts. The Ti Tirreno Adriatico cycle race goes through picturesque Amatrice. Amatrice’s dramatic landscape was a stunning backdrop to the grueling 1,000 kilometer race, in the 2014 edition of the competition.       cnn – Updated 2341 GMT (0741 HKT) August 24, 2016
 
 
Rescuers scramble

as death toll rises to 267

in Italy quake

Hopes Dim for Survivors

of Italy Quake; Death Toll

Stands at 267

USA TODAY – 3:07 a.m. EDT
August 26, 2016
new york times –
AUG. 25, 2016
 
Work crews digging through rubble in quake-ravaged mountainous towns in central Italy found more bodies Thursday, bringing the death toll to at least 267. But they also found rare moments of joy when their frenzied, round-the-clock excavation freed survivors still trapped for more than a day beneath tons of rock and metal. In Pescara del Tronto, firefighters plucked an 10-year-old girl named Giorgia from the rubble where she had been trapped for 16 hours. Rescuers said they were able to locate the area of Giorgia’s room and started digging until they reached her. They also found the body of her sister, who was lying next to her, Italian news agency ANSA reported. Italy’s civil protection agency said early Thursday that at least 250 people were killed and at least 365 others hospitalized. A Spaniard and five Romanians were among the dead, according to their governments. If the death toll tops 300 it will be the deadliest earthquake in modern Italian history, surpassing the total from the 2009 quake in L’Aquilla. Most of the victims — 184 — were found in Amatrice, a picturesque medieval town of around 3,000 people. The 6.2-magnitude quake struck at 3:30 a.m. Wednesday, sending tons of stone walls on many victims while they were sleeping. But rescue workers and civil protection officials said the death toll would have been worse if it hit during the day when many of the public buildings destroyed were occupied. As relatives of the missing and the dead tearfully made their way to the makeshift morgue here in Amatrice, dust-covered rescuers worked Thursday in sweaty shifts, hoping to find people still alive under the remains of buildings destroyed by the earthquake in central Italy. Excavation machines moved rubble onto trucks to clear the streets of this quiet mountain town on Thursday, even as two strong aftershocks — among more than 400 since the 6.2-magnitude earthquake struck at 3:36 a.m. on Wednesday — jolted Amatrice again. One volunteer who was flown in by helicopter as part of a United Nations search-and-rescue team, Alessandro Dalvit, and his dog Muttley found 16 bodies, including those of an 8-month-old boy and his parents. As of Friday morning, the death toll stood at 267, including victims from towns like Amatrice and Accumoli, both in the Lazio region, and the village of Arquata del Tronto,in the neighboring Marche region. The figure could rise again, given that some people remain unaccounted for. Across Amatrice, volunteers collected clothing, blankets, toiletries and food donated by people and institutions throughout Italy. Outside the temporary morgue in Amatrice, a small crowd of residents waited for names of the dead to be called.
 
 
For hard-hit Italian

towns, earthquake

rattles deeper fears

Italy earthquake:

Before and after images

show destruction

washington post
August 26, 2016
bbc – 25 August 2016
 
In this 12th-century town, as many as 70 percent of the homes were vacant in the off-season. There were fewer people on the streets. Numerous teenagers had left for good. And that was before the earthquake. As the search through the ­debris continued and hopes dimmed that rescuers would find more survivors, cities and towns hit hard by Wednesday’s devastating temblor in central Italy began to process the full extent of the disaster. Churches fell. Piazzas were ruined. Neighborhoods were leveled. Early Friday, Italian authorities said the body count was at least 267 and set to grow. But in many of those towns, already fighting a long battle against depopulation, a deeper anxiety began to spread. Italy is the most earthquake-prone nation in Western Europe — as well as a nation stocked with ancient buildings and archaeological treasures whose care scholars see as paramount to preserving human history. Yet vast numbers of older structures do not conform to anti-earthquake building codes adopted in the 1980s — and even many new buildings do not comply, experts say. Alessandro Amati, a seismologist at Italy’s National Institute for Geophysics and Volcanology, estimated that 70 to 80 percent of buildings in Italy are not earthquake-proof. In Wednesday’s quake, 293 cultural heritage assets in Italy were damaged — including several that totally collapsed. In Accumoli, which suffered widespread damage, the fight now is to hold on to a future. A strong earthquake has devastated a string of mountain towns and villages in central Italy, killing at least 250 people and leaving many unaccounted for. The 6.2 magnitude quake, which was followed by several aftershocks, struck at 03:36 (01:36 GMT) on Wednesday, 100km (65 miles) north-east of Rome. Worst affected were the towns of Accumoli and Amatrice and the villages of Pescara del Tronto and Arquata del Tronto. The first confirmed deaths following the quake came in Amatrice, and by Thursday it was clear that many had been buried when the town collapsed. In Accumoli, a small mountain town, the first victims were a family of four who were found under the debris of a collapsed building. He said the town of just 700 residents swells to 2,000 in the summer months thanks to tourism, but that he feared for its future after the earthquake. The village of Pescara del Tronto was also badly hit, with the Italian news agency ANSA reporting that at least 10 people had been killed there. The main road into and out of the town was covered in debris, making it difficult for search and rescue teams to gain access to some damaged areas. The neighbouring village of Arquata del Tronto was also devastated by the earthquake.
 
 
Rescuers cheered when the 10-year-old girl was safely pulled from the rubble in Pescara del Tronto. Firefighters plucked an 10-year-old girl named Giorgia from the rubble where she had been trapped for 16 hours. Rescuers said they were able to locate the area of Giorgia’s room and started digging until they reached her. They also found the body of her sister, who was lying next to her, Italian news agency ANSA reported.        USA TODAY – 3:07 a.m. EDT    August 26, 2016
 
bbc
bbc
bbc
 
M6.2 – 10km

E of Maltignano, Italy

2016-08-24      01:36:33 UTC
42.707°N   13.176°E    10.0 km depth
Administrative Region :  
ISO
ITA       Country Italy       Region Umbria
 
Nearby Places :
Accumoli, Italy —– 6.0 km (3.7 mi) – WNW – Population: 198
Spoleto, Italy —— 36.0 km (22.4 mi) – E – Population: 19,266
Ascoli Piceno, Italy ——- 36.4 km (22.6 mi) – WSW – Population: 41,741
Rieti, Italy ———- 42.6 km (26.4 mi) – NE – Population: 39,068
L’Aquila, Italy ———- 43.6 km (27.1 mi) – NNW – Population: 33,691
 
Diantara kota-kota yang dekat dengan pusat gempa tersebut diatas adalah kota Accumoli, yang seperti terkait soal kesediaan aku pulang ke akherat menghadap Yang Maha Kuasa ketemu ajal. Sebab dalam bahasa daerah orangtuaku, kata untuk pulang adalah “mole” atau kalau dalam bahasa Jawa adalah “mulih”.
 
 
 
 
 
Satu hari setelah gempa tanggal 24 Agustus 2016 di Amatrice Italia dengan korban lebih dari 250 orang tewas itu, Melinda Gates memuat tweet selamat ulang tahun kepada National Park Service, suatu badan pemerintah yang mengelola 59 taman nasional AS antara lain Yellowstone National Park yang ada Grand Canyon. Tweet itu memuat pula foto keluarga Bill Gates di dekat jurang Grand Canyon. Jadi seperti terkait soal Highest Bid yang aku muat di “AB913. Batman 1989 Lagu Prince Dan Inspirasi Paris Hilton Problem Highest Bid“, sebab kata “jurang” biasa juga digunakan dalam istilah perbedaan yang besar, atau “jomplang” seperti aku tulis di surat itu. Istilah “jomplang” pada surat itu terkait soal Lady Di dulu. Sebab bukan mustahil kegagalanku ketemu ajal tahun 1995-1997 saat Lady Di senang memberi respon kepadaku, adalah karena aku dalam keadaan kurang mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin terhadap kemunculan momen Highest Bid. Saat itu aku dalam keadaan sebagai pelukis luntang-lantung yang keluyuran tak tentu arah, sehingga seperti jomplang dengan energi-energi besar yang ada pada tokoh tingkat dunia seperti Lady Di itu. Menyebabkan aku seperti kurang mensyukuri kesempatan baik yang muncul, sehingga energi-energi besar itu bergerak liar tak terkendali dan menimbulkan bencana, antara lain beberapa bulan setelah Lady Di tewas lalu muncul bencana Krisis Moneter tahun 1997-1998 yang melanda negara-negara Asia. Tweet dari Paris Hilton pada akhir April 2016 memuat retweet dari Sheeraz Hasan mengenai bilyuner posisi 1 dan 2 di Tiongkok yaitu Jack Ma dan Wang Jianlin. Aku jadi terinspirasi untuk kirim tweet kepada dua tokoh Tionghoa itu dengan harapan akan bersedia mengkoleksi 2 lukisanku.
Tweet dari Melinda Gates itu jadi seperti isyarat endorsement untuk aku menjual lukisan “Bill Gates Smoke” kalau Jack Ma berminat, agar tidak terulang kejadian dengan Lady Di dulu dimana semula aku pikir karena nama Lady Di seperti kata “die” yang berarti mati, maka dengan aku melukis beberapa lukisan Lady Di adalah simbolik kesediaanku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia, namun kemudian malah Lady Di yang wafat. Dengan kemunculan Jenn Gates anak sulung Bill dan Melinda Gates yang seperti kesempatan kedua untuk aku ketemu ajal dalam keadaan Highest Bid seperti aku tulis di “AB912. Ketemu Ajal Pada Posisi Highest-Bid“, tentu aku serius tidak ingin gagal lagi seperti saat melukis Lady Di dulu.
 
 
 
 
amfirsfot
Sabtu tanggal 27 Agustus 2016 pagi aku sempat Internetan di laptop, lalu dimatikan dengan cabut kabel listrik karena perlu pergi ke kamar mandi. Beberapa saat kemudian waktu akan dihidupkan lagi, ternyata tidak bisa. Setelah  hubungi toko agen Acer di Point Square Lebak Bulus tempat beli laptop itu dulu tahun 2013, muncul kesimpulan laptopku harus dibawa ke toko agen Acer di Point Square Lebak Bulus itu untuk perbaikan dan install ulang Windows, ongkos 200 ribu rupiah. Selasa tanggal 30 Agustus 2016 sekitar jam 11 pagi aku bawa laptop itu, dan Alhamdulillah sekitar 3 jam install ulang Windows 8 Pro sudah beres, namun ada beberapa data yang hilang karena folder D tidak bisa dibuka jadi harus dihapus. Kembali sampai rumah sekitar jam setengah lima sore.
 
 
Pada tanggal 30 Agustus 2016 malam hari sekitar jam sepuluh, baru aku tahu ada yang kurang beres di bagian keyboard laptop itu. Tanda @ yang terdapat dalam satu tombol dengan angka 2, kalau dipencet yang muncul malah tanda “. Sedangkan pada tombol di sebelah angka 2 itu, yaitu tombol angka 3 yang juga berfungsi untuk tanda #, kalau dipencet yang muncul malah tanda £, yang biasa dikenal sebagai tanda poundsterling.
Tanggal 31 Agustus 2016 sekitar jam 1 lewat tengah malam, aku chatting dengan Microsoft untuk cari info perbaikan problem keyboard itu. Mula-mula dengan Jholee B dan setelah memberi beberapa petunjuk yang aku ikuti, lalu harus restart, sehingga saat masuk lagi ke situs Microsoft sudah tidak ketemu dia lagi, maklum pegawai bagian chat tentu banyak dan pelanggan yang menghubungi juga banyak. Jadi layanan dilanjutkan oleh petugas lain bernama Julie T yang bicara bahasa Inggris dengan logat India. Setelah chatting beberapa saat, lalu Julie T memutuskan untuk bicara langsung di telepon, maka teleponku berbunyi pada sekitar jam 01.35 dinihari itu untuk beberapa menit bicara sama dia. Setelah memberi beberapa petunjuk yang aku ikuti, proses servis jarak jauh itupun selesai. Namun problem tetap ada dan akan aku usahakan besok-besok untuk perbaikan lebih lanjut.
 
Karena kalau dipencet @ yang keluar “, maka dugaanku adalah telah terjadi tukar tempat. Setelah aku coba pencet tombol “, betul juga ternyata telah terjadi tukar tempat antara tombol @ dengan ” itu, namun secara umum tidak terlalu menjadi soal. Yang penting saat mengetik selalu ingat saja pertukaran tempat itu.
 
Akan tetapi yang jadi persoalan adalah untuk tombol # yang kalau dipencet muncul tanda £, berarti tidak mungkin terjadi pertukaran tempat karena di keyboard tidak ada tombol bertanda £. Keesokan hari pada 1 September 2016 pagi saat aku sedang merekam beberapa foto dan video dari twitter Najat VB, tanpa sengaja waktu mau ketik tombol backspace, yang tertekan malah tombol garismiring yang mengarah ke bawah \  atau disebut backslash, yang berada diatas tanda enter, dan yang muncul adalah tanda #.
Jadi untuk tanda # itu bukan pertukaran tempat, melainkan tanda # itu pindah tempat ke tanda backslash \ , sedangkan tombol untuk tanda backslash itu ada dimana sekarang belum aku temukan. Ini tidak terlalu jadi soal karena tanda backslash itu jarang dipakai kecuali kalau mau ketik program komputer, karena memang tanda backslash lebih sering dipergunakan untuk program komputer.
 
Keyboard laptop yang memunculkan tanda berbeda dari yang ada pada tombol itu, seperti memuat isyarat juga untuk aku. Tombol @ yang kalau dipencet memunculkan tanda ” berupa dua koma atas, sepeti isyarat aku sedang memasuki kesempatan kedua ketemu ajal dalam posisi Highest Bid, dan agar aku tidak gagal lagi ketemu ajal seperti saat melukis Lady Di tahun 1995-1997. Tombol # yang seperti tanda Salib miring naik keatas, yang kalau dipencet malah memunculkan £ poundsterling dari Inggris, seperti memperkuat isyarat itu sebab Lady Di juga dari Inggris. Dan tanda # yang pindah tempat ke tombol \  tersebut, seperti isyarat agar salib miring keatas yang seperti berarti naik itu diusahakan untuk turun seperti tanda \ . Sebab kalau orang-orang yang terkait Salib naik, diangkat dari dunia ini, dapat terjadi perebutan senjata-senjata pemusnah masal yang berujung kiamat.
 
 
 
 
SpaceX Explosion
Destroys Facebook Satellite
WSJ   Sept. 2, 2016     12:01 a.m. ET
 
SpaceX rocket explodes

at Cape Canaveral

ahead of launch

SpaceX Rocket

Explodes at Launchpad

in Cape Canaveral

bbc – 1 September 2016 new york times – sept. 1, 2016
 
A rocket operated by the aerospace company SpaceX has exploded on the launch pad at Cape Canaveral where it was being test-fired ahead of a launch. The force of the blast shook buildings several miles away. SpaceX said “an anomaly” had occurred while the rocket was being loaded with fuel. No-one was injured, it said. The rocket’s payload, an Israeli-built communications satellite for Facebook due to launch on Saturday, was also destroyed, it added. Facebook, in partnership with Eutelsat Communications, had been due to use the Amos-6 satellite to deliver broadband internet coverage for swathes of sub-Saharan Africa as part of its Internet.org initiative. Facebook founder Mark Zuckerberg, who is currently visiting Africa, said he was “deeply disappointed” to hear that the satellite had been destroyed. A leading Israeli space official said the loss of the Amos-6 satellite, valued at more than $200m (£150m) and owned by Spacecom, was a major blow to the industry. A spectacular explosion of a SpaceX rocket on Thursday destroyed a $200 million communications satellite that would have extended Facebook’s reach across Africa, dealing a serious setback to Elon Musk, the billionaire who runs the rocket company.  The blast is likely to disrupt NASA’s cargo deliveries to the International Space Station, exposing the risks of the agency’s growing reliance on private companies like SpaceX to carry materials and, soon, astronauts. The explosion, at Cape Canaveral, Fla., intensified questions about whether Mr. Musk is moving too quickly in his headlong investment in some of the biggest and most complex industries, not just space travel but carmakers and electric utilities. This is not the first problem Mr. Musk has suffered as he tries to create space travel that is cheap and commonplace. Each of his companies, including Tesla and SolarCity, has hit major stumbling blocks recently. The owner of a Tesla car died in May in a crash using the company’s autopilot software, and SolarCity faces major financial challenges.
 
 
Setelah pada 30 Agustus 2016 aku membawa laptop ke Points Square Lebak Bulus untuk diperbaiki dan install ulang dengan biaya 200 ribu rupiah, kemudian pada 1 September 2016 muncul berita sebuah roket SpaceX  milik bilyuner Elon Musk meledak saat dalam persiapan untuk meluncurkan satelit Facebook milik Mark Zuckerberg. Diperkirakan harga satelit itu adalah 200 juta dollar AS. Ini seperti isyarat lain untuk aku merealisasikan rencana jual lukisan dan lalu melakukan perjalanan menggali inspirasi ke berbagai tempat di dunia sebelum lalu ketemu ajal, agar merupakan Free Will yang positif untuk kebaikan umat manusia.
 
 
 
 
Mother Teresa declared a saint

by Pope Francis

usatoday – 6:04 a.m. EDT
September 5, 2016
 
Mother Teresa, the diminutive Albanian nun whose work to feed the hungry and comfort the dying in India became the foundation of a new religious order and earned her a Nobel Peace Prize, was named a saint on Sunday by Pope Francis.Tens of thousands of Roman Catholic faithful gathered for the canonization ceremony under a cloudless sky and amid tight security. Francis declared Mother Teresa — now to be called Saint Teresa of Kolkata — someone who “taught us to contemplate and adore Jesus every day, and to recognize Him and serve Him as well as to recognize and serve our brothers in need.”
 
 
Mother Teresa

declared a saint before

huge crowds in

the Vatican

Mother Teresa

declared saint by

Pope Francis at Vatican

cnn – 1526 GMT (2326 HKT)
September 4, 2016
bbc –  4 September 2016
 
Mother Teresa, a Catholic nun who devoted her life to helping India’s poor, has been declared a saint in a canonization Mass held by Pope Francis in the Vatican. Pope Francis delivered the formula for the canonization of the Albanian-born nun — known as the “saint of the gutters” — before huge crowds of pilgrims gathered in St. Peter’s Square in Vatican City on Sunday morning. Applause broke out before he completed the formula of canonization, in which he declared “Blessed Teresa of Calcutta to be a saint.” Speaking in Latin, Francis said that “after due deliberation and frequent prayer for divine assistance, and having sought the counsel of many of our brother bishops, we declare and define Blessed Teresa of Calcutta to be a saint, and we enroll her among the saints, decreeing that she is to be venerated as such by the whole church.” Mother Teresa, revered for her work with the poor in India, has been proclaimed a saint by Pope Francis in a ceremony at the Vatican. Francis said St Teresa had defended the unborn, sick and abandoned, and had shamed world leaders for the “crimes of poverty they themselves created”. Tens of thousands of pilgrims attended the canonisation in St Peter’s Square. Two apparent cures of sick people after Mother Teresa’s death in 1997 have been attributed to her intercession. In India, a special Mass was celebrated at the Missionaries of Charity, the order she founded in Kolkata (Calcutta).
 
 
Tanggal 4 September 2016 muncul berita mengenai Mother Teresa dinobatkan sebagai Orang Suci atau Saint oleh Paus Fransiskus. Karena berita itu muncul setelah urutan kejadian yang aku ungkapkan diatas dari awal surat ini, dan mengingatkan aku pada momen ketika Mother Teresa berpose bersama Lady Di menyerupai pose lukisanku beberapa hari sebelum Lady Di meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris yang diikuti sekitar seminggu kemudian dengan Mother Teresa wafat, jadi seperti memperkuat pesan agar aku mewujudkan rencana jual lukisan dan lalu menyumbangkan sebagian untuk amal sosial, dan kemudian melakukan perjalanan menggali inspirasi ke  berbagai tempat di dunia sebelum lalu aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.
 
 
 

Snail But Gold
74 x 68 cm   (2′ 5″ x 2′ 3″)
oil on canvas,
started on June 1997
Ketika lukisan “Snail But Gold” sedang aku kerjakan selama beberapa hari pada Juni 1997, muncul respon Lady Diana dalam foto yang dimuat oleh media, dengan berpose membungkuk seperti pada lukisan itu, di depan Mother Theresa. Dan menjadi bersejarah karena kemudian Lady Diana meninggal dunia pada kecelakaan mobil di Paris akhir Agustus 1997 bersama Doddy Al Fayed, diikuti oleh Mother Theresa yang juga meninggal dunia sekitar satu minggu kemudian pada September 1997.
 
 
While in the U.S., Princess Diana visited Mother Teresa in New York. Sadly, both of these highly regarded humanitarians were dead within two months of the photo. Mother Teresa died on September 5, just five days after Diana’s tragic crash. bbcamerica.com / AP Photo / Bebeto Matthews
 
 
Princess Diana walks with Mother Teresa after a private meeting at a convent in the Bronx, New York, in June 1997. The two women died within days of each other less than two months later. bbc.co.uk
 
 

truebritsjournal.co.uk /
links/diana1a
nzwomansweekly.co.nz
 
 
imagecollect.com
 
imagecollect.com
 
 
 

 
 


Tanggal 23 Agustus 2016 hari Selasa sekitar jam setengah dua siang aku pergi keluar rumah karena ada beberapa barang yang perlu dibeli, antara lain cabe merah, bawang merah, tempe dan tahu, susu kental manis dalam sachet, dan biskuit. Saat baru keluar dari halaman rumah, terasa ada selek pada roda belakang sepeda sehingga kayuhan dari pedal seperti tidak langsung diteruskan ke roda, seperti ada yang dol disertai bunyi “thek”. Tapi tidak terlalu lebar jarak dol itu, kalau dihiitung dengan garis lurus dari saat posisi pedal sebelum dan sesudah dol, mungkin cuma sekitar 5 cm. Setelah dikayuh lebih lanjut, sepeda bisa jalan normal. Kerusakan seperti itu sudah lama sering muncul pada sepeda itu, namun beberapa bulan belakangan ini semakin sering. Mungkin karena untuk keluar dari komplek Wisma Cakra tempat tinggalku harus lewat tanjakan dekat gerbang, dengan kemiringan tanjakan sekitar 40 derajat. Dan kalau akan pergi lebih jauh lagi, ada tanjakan lain yang lebih panjang yaitu di jalan Kelud. Sehingga beban untuk bagian yang memutar roda menjadi cukup berat, padahal sudah sekitar 10 tahun aku pakai sepeda itu, dan pergi lewat tanjakan itu hampir setiap hari.


Sepeda itu dibeli oleh kakak iparku sekitar tahun 1996 kalau aku tidak salah ingat, saat itu masih sering ada acara Fun Bike yaitu berkumpul ramai-ramai di hari Sabtu atau Minggu untuk bersepeda, dengan bayar biaya pendaftaran yang lalu dapat kaos dengan tulisan acara itu, dan juga makanan kecil dan minuman. Untuk tempat start dan finish, biasa diadakan dekat stadion Senayan, atau Monas, atau Stadion Lebak Bulus, atau tempat umum lain, tersedia pula panggung untuk MC dan hiburan saat para peserta sudah kembali setelah bersepeda beberapa kilometer sesuai rute yang diberikan oleh panitia. Ada hadiah-hadiah door-prize berupa kaos, sepeda, setrika, kulkas, TV, mesin cuci dan lain-lain dari sponsor, malah ada juga hadiah berupa sepeda motor dan mobil. Peserta acara semacam itu dapat mencapai ribuan, sekitar 15 ribu orang atau lebih.


Saat awal baru dibeli, cuma kakak iparku saja yang pakai sepeda itu, selain untuk ikut acara seperti aku sebutkan diatas juga kalau hari Minggu atau hari libur bersama rekan-rekan dia bersepeda ke berbagai jalan dekat rumah, kadang tidak terlalu dekat juga. Lama-kelamaan pembantu laki juga sering pakai kalau lagi disuruh ke warung atau toko dekat rumah, untuk beli kecap atau gula atau telur dan lain-lain. Juga tukang-tukang kalau lagi ada perbaikan rumah sering pakai sepeda itu, kalau lagi ada perlu beli makanan atau bahan bangunan dalam jumlah sedikit. Tahun 2006 ketika aku mulai sering pakai sepeda itu, sudah mulai rusak, gigi roda belakang yang ada enam gigi berbeda dari kecil ke besar sudah tidak lagi bisa dipindah-pindah gigi, juga gigi di tengah dekat pedal untuk mengayuh sepeda yang ada tiga gigi berbeda, sudah tidak dapat dipindah-pindah gigi lagi.


Melanjutkan ke kisah hari Selasa 23 Agustus 2016, pertama kali yang aku datangi adalah yang paling dekat yaitu ke warung jual sayur, dekat gerbang tempat keluar masuk komplek Wisma Cakra tempat tinggalku. Ada deretan toko dan warung disitu, kalau baru keluar dari komplek tempat tinggalku adalah setelah tanjakan lalu belok kanan, dan di sebelah kiri akan tampak rumah yang jadi bengkel las, diikuti deretan toko dan warung itu, toko bengkel sepeda, warung bakso, tukang cukur, warung jamu, warung sayur, toko jual makanan burung, dan warung kopi yang jual mie juga.


Karena di warung sayur itu tempe/tahu, bawang merah dan cabe merah sudah habis, jadi aku lanjut ke tempat lain, ke toko Alfamart yang berdampingan dengan Indomart di seberang sekolah SD Negeri 03 Limo di Griya Cinere, sekitar satu kilometer dari tempat tinggalku. Di toko Indomart disitu, aku beli biskuit Hatari Malkist rasa kelapa dan Indomilk coklat dalam sachet. Saat aku keluar toko dan mulai akan mengayuh sepeda yang aku parkir di depan Alfamart, terjadi lagi seperti tadi, ada kerusakan seperti waktu baru berangkat dari rumah. Kali ini malah lebih parah, pedal sudah diputar lebih dari 360 derajat namun roda tidak mau berputar. Seperti ada yang dol di bagian yang memutar roda. Setelah dicoba beberapa kali, baru bisa, dan aku lanjutkan perjalanan.


Saat sudah mendekati jembatan kecil di ujung bawah jalan Kelud, terjadi lagi, kayuhan dari pedal menjadi dol, tidak diteruskan ke roda sehingga cuma berputar-putar saja pedal itu tanpa memutar roda. Aku berhenti sebentar di pinggir jalan, berusaha memutar-mutar lagi pedal dengan harapan dapat berfungsi lagi seperti waktu di depan Alfamart beberapa saat sebelum itu. Setelah dicoba beberapa kali, tapi tetap tidak bisa, maka aku lanjutkan dengan jalan kaki saja sambil menuntun sepeda, ke warung sayur di dekat situ. Tempe disitu sudah habis, jadi aku beli bawang merah dan cabe merah.


Dari situ aku memulai perjalanan kembali ke rumah dengan naik sepeda itu tanpa kayuhan pedal, cuma dengan mendorong saja kaki kiriku ke tanah, kaki kanan tetap di pedal, dan kadang juga aku turun dari sepeda untuk jalan kaki sambil menuntun sepeda. Jadi seperti sepeda jaman dulu waktu baru pertama ditemukan oleh Baron Karl Von Drais dari Jerman pada tahun 1817, yang belum menggunakan pedal dan rantai, cuma mengandalkan dorongan dua kaki ke tanah bergantian. Pedal dan rantai untuk memutar roda belakang baru ditemukan beberapa tahun kemudian oleh Henry J. Lawson dari Inggris pada tahun 1879.

Dan, ini yang menarik, inspirasi yang mendorong orang Jerman bernama Baron Karl Von Drais menemukan benda bernama sepeda pada tahun 1817, adalah akibat suasana sulit yang terjadi di dunia pada tahun 1816 setelah letusan gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, tahun 1815. Debu dalam jumlah besar dari letusan gunung Tambora itu berlama-lama ada di sekitar awan dunia, sehingga sinar matahari terhalang untuk masuk dan dikenal sebagai “1816 the year without a summer“, yang terjadi akibat the biggest volcanic eruption in human history, on the other side of the world — Mount Tambora in Indonesia in April 1815,  menyebabkan panen pertanian di berbagai tempat di dunia mengalami kegagalan, kelaparan melanda dunia, dan kuda-kuda banyak yang disembelih untuk dimakan. Akibat krisis kekurangan alat transportasi yang saat itu mengandalkan kuda, maka Baron Karl Von Drais terinspirasi untuk membuat alat angkut roda dua yang kemudian diberi nama running machine, atau velocipede, atau Draisienne, atau dandy horse, yang dalam bahasa Indonesia disebut sepeda.

Lanjutan perjalananku tanggal 23 Agustus 2016 itu, dalam perjalanan kembali pulang ke rumah dengan sepeda dalam keadaan rusak tidak bisa dikayuh, aku mampir ke toko bengkel sepeda di deretan toko yang antara lain ada warung bakso, tukang cukur, dan warung sayur yang sempat aku datangi saat berangkat tadi. Tukang sepeda disitu memeriksa sepeda yang aku bawa, dan mengatakan kerusakaan terdapat pada Free Wheel, gigi sepeda yang ada enam bertumpuk di pinggir as roda belakang itu. Karena tipe Free Wheel pada sepeda itu merupakan tipe yang jadi satu dengan roda, jadi harus diganti bersama as roda dan jari-jari roda, dengan total ongkos 180 ribu rupiah, dan diperkirakan akan selesai sekitar 3 jam. Saat itu sudah sekitar jam dua lewat seperempat, aku setuju untuk perbaikan itu dan dipinjami sepeda untuk aku pulang dulu ke rumah untuk taruh belanjaan serta makan siang dan sholat Lohor.


Sekitar jam lima kurang seperempat perbaikan sepeda sudah beres, sehingga aku dapat bawa pulang dengan lebih dulu mampir di warung tegal beli soto ayam. Keesokan hari tanggal 24 Agustus 2016 pagi-pagi aku bawa lagi sepeda itu ke bengkel, untuk disetel karena masih ada yang kurang enak, antara lain setelan gigi di roda belakang yang semula rantai berada di gigi tiga, dipindah ke gigi empat. Pada tanggal 24 Agustus 2016 itu pula muncul berita telah terjadi gempa besar 6,2 magnitudo di kota Amatrice Italia, korban tewas mencapai lebih dari 250 orang.

Sabtu tanggal 27 Agustus 2016 pagi aku Internetan, baca twitter dan fb, dan kumpulkan bahan-bahan lebih lanjut untuk surat ini. Sekitar jam 8 lebih seperempat ada panggilan biologis untuk buang air ke kamar mandi, maka aku matikan sementara laptopku atau biasa disebut dengan istilah “sleep”. Tapi karena lampu merah kedap-kedip yang merupakan tanda bahwa fungsi “sleep” sudah berjalan tidak juga muncul, aku cabut saja kabel listrik dan pergi ke kamar mandi. Sekitar tahun 2010 waktu betulkan laptop yang lama di Mangga Dua, aku pernah diberitahu agar tidak sering mematikan laptop dengan cara cabut kabel listrik atau tekan tombol power, lebih baik matikan sesuai proses Windows, agar software tidak cepat rusak. Namun belakangan ini aku sering lakukan, karena aku pikir nasehat itu cuma untuk laptop yang lama. Lagipula kalau mulai hujan dan muncul petir-petir yang kuat, aku khawatir terlalu lama kalau matikan dengan proses Windows, bisa keburu kesamber petir, jadi aku lebih sering cabut saja kabel listrik.


Beberapa saat kemudian waktu akan dihidupkan lagi, ternyata tidak bisa. Cuma muncul logo Acer dan beberapa kata di bawah layar seperti kalau baru dihidupkan dengan cara restart, tapi setelah kemudian seperti biasa berganti dengan logo Windows, lalu yang muncul adalah blank, tidak ada apapun juga di layar laptop. Ditunggu beberapa menit tidak juga muncul halaman depan yang untuk sign-in mengoperasikan laptop. Dicoba beberapa kali cabut kabel listrik dan dipasang lagi, tetap tidak bisa. Terpaksa menunggu sampai sekitar jam 10, jam buka tempat servis Acer di Ratu Plaza. Tapi dicoba telpon beberapa kali tidak bisa, sempat juga coba hubungi tempat servis Acer di Mangga Dua, juga tidak ada yang menjawab telepon.

Baru setelah aku hubungi toko agen Acer di Point Square Lebak Bulus, tempat beli laptop itu dulu tahun 2013, aku dapat info bahwa tempat servis di Ratu Plaza sudah pindah ke ITC Fatmawati. Dari pembicaraan telpon lalu muncul kesimpulan laptopku harus dibawa ke toko agen Acer di Point Square Lebak Bulus itu untuk perbaikan dan install ulang Windows, dengan ongkos 200 ribu rupiah.


Tanggal 30 Agustus 2016 hari Selasa sekitar jam 11 pagi aku sampai di Point Square Lebak Bulus bawa laptop itu ke agen resmi Acer tempat dulu beli laptop itu, dan Alhamdulillah dalam waktu sekitar 3 jam install ulang Windows 8 Pro sudah beres, laptop sudah berfungsi normal lagi, namun ada beberapa data yang hilang karena folder D tidak bisa dibuka, jadi harus dihapus. Saat kembali ke rumah aku mampir dulu di toko VinnaMart untuk beli telur setengah kilogram, lalu tunggu dulu sebentar karena hujan gerimis. Beberapa saat kemudian meski masih gerimis aku lanjutkan perjalanan naik sepeda, dan sampai rumah sekitar jam setengah lima sore.


Pada malam hari sekitar jam sepuluh baru aku tahu ada yang kurang beres di bagian keyboard laptop itu. Tanda @ yang terdapat dalam satu tombol dengan angka 2, kalau dipencet yang muncul malah tanda “. Sedangkan pada tombol di sebelah angka 2 itu, yaitu tombol angka 3 yang juga berfungsi untuk tanda #, kalau dipencet yang muncul malah tanda £, yang biasa dikenal sebagai tanda poundsterling.  Sempat juga aku chatting dengan Microsoft malam itu saat sudah masuk ke tanggal 31 Agustus 2016 sekitar jam 1 lewat tengah malam, mula-mula yang melayani bernama Jholee B dan setelah memberi beberapa petunjuk yang aku ikuti, lalu harus restart, sehingga saat masuk lagi ke situs Microsoft sudah tidak ketemu dia lagi, maklum pegawai bagian chat tentu banyak. Jadi layanan dilanjutkan oleh petugas lain bernama Julie T, bahasa Inggris dia berlogat India. Setelah chatting beberapa saat, lalu Julie T memutuskan untuk bicara langsung di telepon, maka teleponku berbunyi pada sekitar jam 01.35 dinihari itu untuk beberapa menit bicara sama dia. Setelah memberi beberapa petunjuk yang aku ikuti, proses servis jarak jauh itupun selesai. Namun problem tetap ada dan akan aku usahakan besok-besok untuk perbaikan lebih lanjut.

Karena kalau dipencet @ yang keluar “, maka dugaanku adalah terjadi tukar tempat. Setelah aku coba pencet tombol “, betul juga telah ternyata terjadi tukar tempat antara tombol @ dengan ” itu, sehingga secara umum tidak terlalu menjadi soal. Yang penting saat mengetik selalu ingat saja pertukaran tempat itu. Namun yang menjadi soal adalah tanda £ yang muncul kalau aku pencet tombol # , sebab tidak ada tombol £ di keyboard, berarti tidak ada pertukaran tempat. Lalu bagaimana kalau aku perlu mengetik tanda #. Problem itu baru terpecahkan keesokan hari pada 1 September 2016 pagi, saat aku sedang merekam beberapa foto dan video dari twitter Najat VB. Tanpa sengaja waktu mau ketik tombol backspace, yang tertekan malah tombol garis miring yang mengarah ke bawah atau biasa disebut backslash, dan yang muncul adalah tanda #. Tapi tombol untuk menghasilkan tanda garis miring ke bawah itu tetap belum ditemukan ada dimana. Ini tidak terlalu jadi soal karena tanda backslash itu jarang dipakai kecuali kalau mau ketik program komputer, karena memang tanda backslash sering muncul untuk program komputer.


Urutan kejadian sejak tanggal 23 Agustus sampai 4 September 2016 jadi seperti memuat isyarat penting untuk aku. Mulai dari tanggal 23 Agustus 2016 ketika sepeda yang aku naiki lalu rusak pada bagian Free Wheel di depan toko Alfamart, yang mengingatkan pada istilah “human free will”, yaitu bahwa nasib manusia tidak 100 persen bergantung pada takdir dari Allah, melainkan diberi kesempatan juga untuk kita mengubah nasib. Antara lain seperti yang sering diungkapkan oleh para Ustadz mengenai Allah tidak akan mengubah nasib suatu bangsa kecuali bangsa itu sendiri yang berusaha mengubah nasib. Juga soal seseorang tidak akan mendapatkan kecuali apa yang dia usahakan. Atau mengenai kisah seseorang yang pergi ke mesjid dan membiarkan unta dia tidak terikat di halaman dengan alasan sudah dia pasrahkan kepada Allah, lalu Rasulullah s.a.w. mengingatkan agar dia mengikat dulu unta itu baru kemudian dia dapat pasrah kepada Allah SWT.

Free Wheel pada sepeda yang mulai rusak saat akan pergi dari depan toko Alfamart di seberang sekolah SDN 03 Limo pada tanggal 23 Agustus 2016 itu, yang diikuti oleh bencana gempa di Italia berpusat di kota Amatrice yang tidak terlalu jauh dari Vatican, dengan korban tewas 250 orang lebih keesokan hari tanggal 24 Agustus 2016, seperti isyarat untuk aku melakukan suatu usaha yang kalau tidak dilakukan akan menimbulkan bencana berupa orang-orang terkait 3 menjadi kosong, diangkat dari dunia fana ini sehingga lalu terjadi perebutan senjata-senjata pemusnah masal yang berujung kiamat.

Keyboard laptop yang memunculkan tanda berbeda dari yang ada pada tombol itu seperti memuat isyarat juga untuk aku. Tombol @ yang kalau dipencet memunculkan tanda ” berupa dua koma atas, sepeti isyarat aku sedang memasuki kesempatan kedua ketemu ajal dalam posisi Highest Bid, dan agar aku tidak gagal lagi ketemu ajal seperti saat melukis Lady Di tahun 1995-1997. Tombol # yang seperti tanda Salib miring naik keatas, yang kalau dipencet malah memunculkan £ poundsterling dari Inggris, seperti memperkuat isyarat itu sebab Lady Di juga dari Inggris. Dan tanda # yang pindah tempat ke tombol \  tersebut, seperti isyarat agar salib miring keatas yang seperti berarti naik itu diusahakan untuk turun seperti tanda \ . Sebab kalau orang-orang terkait Salib diangkat dari dunia ini, dapat terjadi perebutan senjata-senjata pemusnah masal yang berujung kiamat.

Setelah pada 30 Agustus 2016 aku membawa laptop ke Points Square Lebak Bulus untuk diperbaiki dan install ulang dengan biaya 200 ribu rupiah, kemudian pada 1 September 2016 muncul berita sebuah roket SpaceX  milik bilyuner Elon Musk meledak saat dalam persiapan untuk meluncurkan satelit Facebook milik Mark Zuckerberg. Diperkirakan harga satelit itu adalah 200 juta dollar AS. Ini seperti isyarat lain untuk aku merealisasikan rencana jual lukisan dan lalu melakukan perjalanan menggali inspirasi ke berbagai tempat di dunia sebelum lalu ketemu ajal, agar merupakan Free Will yang positif untuk kebaikan umat manusia.

Tanggal 4 September 2016 muncul berita mengenai Mother Teresa dinobatkan sebagai Orang Suci atau Saint oleh Paus Fransiskus. Karena berita itu muncul setelah urutan kejadian yang aku ungkapkan diatas dari awal surat ini, dan mengingatkan aku pada momen ketika Mother Teresa berpose bersama Lady Di menyerupai pose lukisanku beberapa hari sebelum Lady Di meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris yang diikuti sekitar seminggu kemudian dengan Mother Teresa wafat, jadi seperti memperkuat pesan agar aku mewujudkan rencana jual lukisan dan lalu menyumbangkan sebagian untuk amal sosial, dan kemudian melakukan perjalanan menggali inspirasi ke  berbagai tempat di dunia sebelum lalu aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

 
 

Jakarta, 6 September 2016.
wassalam,

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

%d bloggers like this: