AB927. Menghapus Cita-cita Panjang Umur Dan Mengganti Jadi Hope OK End

 
 


Rahma Sarita:
assalamualaikum wr wb

HAL: Menghapus Cita-cita Panjang Umur
Dan Mengganti Jadi Hope OK End

JPO Robinson Stasiun Pasar Minggu Rubuh 3 Orang Tewas pada 24 September 2016
Lalu KA Tabrak Stasiun Hoboken New Jersey 1 Orang Tewas pada 29 September 2016
Isyarat Urgensi Perjalananku Menggali Inspirasi Sebelum Ketemu Ajal

 
 

 
 
kompas
yallamotor
promo-suzuki-bandung.com
Kadang-kadang suka muncul di benakku keinginan bercita-cita untuk hari tuaku, berupa hidup tenang di rumah sendiri di luar kota atau di kota kecil yang harga rumah dan tanah masih murah, dengan dilengkapi pula oleh mobil yang tidak perlu mewah, cukup sekelas Suzuki APV, dan aku menjalani masa tuaku sampai kemudian ketemu ajal dalam usia sekitar 85 tahun. Belakangan ini pikiran seperti itu suka muncul juga.
 
merdeka.com
 
Namun keinginan bercita-cita seperti itu tampak harus aku hindarkan, setelah pada Sabtu 24 September 2016 sore  sebuah Suzuki APV tertimpa pagar dan atap jembatan penyeberangan orang, JPO, yang melintas antara Stasiun Pasar Minggu dan department store Ramayana Robinson saat sedang hujan deras dan angin kencang. Supir mobil Suzuki APV itu tidak mati, tapi ada 3 orang korban tewas. Terdiri dari seorang nenek bernama Sri Hartati (52 tahun) bersama cucu dia yang bernama Aisyah Zahra Ramadhani (8 tahun), kedua orang itu sedang menyeberang jembatan itu, dan saat tulisan ini dibuat kedua orang nenek dan cucu itu sudah dimakamkan di  TPU Srengseng Sawah. Seorang korban lain adalah perempuan bernama Lilis Lestari Pancawati (43 tahun) yang sedang melintas di jalan dengan sepeda motor dan tertimpa bagian jembatan itu, dan sudah dimakamkan di TPU Kalimulya Cilodong.
merdeka.com
google maps
 
Foto dari google maps street view diatas ini adalah jembatan JPO itu sebelum bagian pagar dan atap rubuh kena hujan dan angin kencang. Sedang foto bawah dari beritasatu.com adalah setelah kejadian 24 September 2016 sore, bagian pagar dan atap jembatan JPO rubuh ke jalan di bawah akibat hujan dan angin kencang, sehingga tinggal tersisa bagian yang untuk orang berjalan menyeberang, tanpa pagar dan atap.
beritasatu.com
 
Dua foto dari detik.com ini menunjukkan keadaan dari jembatan JPO itu setelah kejadian hujan deras dan angin kencang 24 September 2016 sore, cuma tersisa bagian yang untuk orang menyeberang, tanpa pagar dan atap. Mengingatkan pada jembatan Shirotol Mustaqiem.
 
poskotanews.com
Para petugas kepolisian dari Tim Puslabfor Mabes Polri sedang olah tkp di lokasi JPO roboh di Pasar Minggu di bagian-bagian yang tersisa pada jembatan, yang tertiup angin kencang saat hujan deras pada sore 24 September 2016 yang menyebabkan pagar dan atap tercerabut dari tempat semula.
 
batamciti.com detik.com
Di berbagai tempat di Indonesia, Robinson biasa berada di satu tempat dengan Ramayana.
 
 
Foto dari google maps street view ini adalah jembatan JPO itu sebelum kejadian 24 September 2016, sebelum bagian pagar dan atap rubuh kena hujan dan angin kencang.
beritasatu.com
Foto atas adalah dari arah keluar dari terowongan, terlihat jalanan menanjak di depan. Sedangkan foto bawah dari arah menuju terowongan / underpass, terlihat jalanan menurun ke depan untuk masuk terowongan.
tempo.co
 
republika.co.id
 
             detik.com
youtube                viva.co.id
Pada foto diatas dari viva.co.id ini terlihat bagian atap dan pagar JPO teronggok di jalanan di bawah setelah terkena hujan dan angin kencang pada 24 September 2016 sore. Sedang pada foto dibawah dari google maps street view adalah ketika JPO itu masih utuh.
google maps street view
 
republika.co.id
kriminalitas.com
 
wartakota.tribunnews.com
 
Cerita tragis dialami nenek dan cucu, Sri Hartati (52) dan Aisyah Zahra Ramadhani (8), yang menjadi korban tewas peristiwa robohnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Pasar Minggu. Saat kejadian, nenek dan cucu itu sedang berjalan di atas jembatan. Peristiwa berawal saat keluarga tersebut bersama-sama menjenguk anak Sri Hartati yang juga ibunda Aisyah, di sebuah mess penampungan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Pasar Minggu. Ibunda korban, Okta, rencananya akan berangkat ke Taiwan dalam waktu dekat ini. Sepulangnya dari mess tersebut, ayah korban, Darso memutuskan untuk mengantarkan nenek dan cucu tersebut naik motor ke Stasiun Pasar Minggu, agar kembali ke rumah di Depok naik kereta. Menurut Darso, saat itu cuaca nyaris hujan, dengan kondisi langit sudah gelap, dan angin kencang. “Saya antar drop di seberang stasiun. Saya bilang ke istri saya dan cucu saya, itu stasiunnya di seberang. Jadi naik JPO saja, nanti ketemu yang lainnya di stasiun. Lalu saya balik lagi ke mess jemput yang lain,” kata Darso ditemui di rumah duka, Gang Nyamuk, Cagar Alam, Pancoranmas, Depok, Senin (26/9/2016).       okezone.com  –  Senin, 26 September 2016 – 15:40 wib
 
 
Lilis Lestari Pancawati (43), korban tewas tertimpa jembatan penyeberangan orang (JPO) di Pasar Minggu yang ambruk Sabtu (24/9/2016) sore, adalah tiang keluarga. Ia bekerja sebagai kasir Restoran Bebek Bengil, di Kuningan, Jakarta Selatan. Ibu tiga anak yang lebih dulu ditinggal mati suaminya itu sudah sekitar lima tahun bekerja di restoran yang cukup terkenal itu.
Nasib tragis yang menimpa Lilis terjadi saat ia hendak pulang ke rumahnya di Jalan Sonokeling II, RT 2, RW 11, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, seusai bekerja. Kini tiang keluarga itu telah pergi. Yanto (43), salah seorang kerabat Lilis menuturkan bahwa setiap hari sepupunya itu mengendarai sepeda motor Honda Beat dari rumahnya di Sukmajaya, Depok, ke tempatnya bekerja di Kuningan, Jakarta Selatan melewati Jalan Raya Pasar Minggu. “Dia berangkat pagi-pagi dan pulang sore hari sekitar jam 3 atau 4 an. Begitu terus setiap hari,” kata Yanto kepada Warta Kota, Sabtu (24/9/2016) malam. Yanto tinggal tak jauh dari rumah Lilis, “Kalau kerja, Lilis selalu naik motor dan melalui Jalan Lenteng Agung, lalu Jalan Raya Pasar Minggu untuk sampai ke kawasan Kuningan tempatnya bekerja. Jadi jalan dimana JPO ambruk, adalah jalan yang selalu dilintasi Lilis setiap hari, dan sudah sangat familiar untuk Lilis” kata Yanto.        wartakota.tribunnews.com / Sabtu, 24 September 2016       21:58
 
3 Jenazah Korban

JPO Pasar Minggu

Dimakamkan

beritajakarta.com   –   15:04 WIB
Minggu, 25 September 2016       
 
Ketiga jenazah korban robohnya jembatan penyeberangan orang (JPO) Pasar Minggu dimakamkan. Dua orang dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah dan satu lagi di TPU Kalimulya, Depok, Jawa Barat. “Bantuan dari kita, sejak kemarin ketiga jenazah kita antar ke runah duka hingga pemakamannya,” ujar Djafar Muchlisin, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Minggu (25/9). Untuk korban warga Pancoran Mas, Sri Hartati (52) dan Aisyah Zahra Ramadhani (8) dimakamkan di TPU Srengseng Sawah. Sedangkan Lilis Lestari Pancawati (43) warga Margonda dimakamkan di TPU Kalimulya, Cilodong. “Untuk yang di TPU Srengseng Sawah kita urus dari pemakaman dan pengangkutan jenazah. Untuk yang ke TPU Kalimulya Cilodong kita antar, sedangkan pemakaman oleh keluarga,” tandasnya. Sebelumnya diketahui JPO Pasar Minggu roboh pada Sabtu (24/9) sore. Robohnya jembatan dikarenakan tiupan angin yang cukup kencang disertai hujan deras yang saat itu mengguyur kawasan tersebut.
 
 
google maps street view
Sebelah kiri adalah stasiun Pasar Minggu yang adalah sebuah stasiun kereta api, dan sebelah kanan adalah gedung department store Robinson, sedangkan di tengah agak ke belakang adalah jembatan penyeberangan orang atau JPO.  Seperti aku sebutkan di awal surat ini, pada Sabtu 24 September 2016 sore pagar dan atap jembatan penyeberangan orang, JPO, yang melintas antara Stasiun Pasar Minggu dan department store Ramayana Robinson, tercerabut dari tempat semula saat sedang hujan deras dan angin kencang, menyebabkan 3 orang tewas. Sedangkan foto bawah adalah dilihat dari arah berlawanan, stasiun kereta api ada di sebelah kanan. Disini aku muat juga beberapa foto stasiun Kereta Api  Pasar Minggu itu.
google maps street view
 
detik.com
 
infoproperty.id
 
ceritapengelana.wordpress.com
google maps street view
Setelah pada 24 September 2016 terjadi hujan deras dan angin kencang yang menyebabkan pagar dan atap JPO Robinson Stasiun KA Pasar Minggu rubuh dengan korban 3 orang tewas, sekitar 5 hari kemudian pada 29 September 2016 terjadi kecelakaan Kereta Api di terminal Hoboken New Jersey, dengan korban 1 orang tewas dan sekitar seratus orang luka-luka. Korban tewas adalah seorang perempuan usia 34 tahun bernama Fabiola Bittar de Kroon, seorang warga Brazil yang baru pada awal tahun 2016 pindah ikut suami yang mendapat pekerjaan di New Jersey.
A commuter train barreled through the barriers meant to stop it and finally stopped against a wall of the Hoboken Terminal building, officials said.        new york times – SEPT. 29, 2016
 
After a few sips at the downtown Dunkin’ Donuts on an otherwise quiet morning in Hoboken, N.J., William Blaine heard the kind of noise that no one — especially a train engineer — ever wants to hear. “Kaboom! Like a bomb,” he recalled. “At first you freeze, like you can’t believe what’s happening in front of you, and then … and then … you run,” he said. But Blaine ran TOWARD the noise, TOWARD the shattered rail station, TOWARD fleeing horror-struck commuters including the staggering man with blood pouring from his head. It seems that’s what you do if you’ve been piloting freight trains for 17 years, which is what this 53-year-old rail veteran has been doing for the Norfolk Southern rail system. Apparently, if you’re an engineer, you don’t run away from your worst nightmare. You confront it — except in this case he nearly tripped over something. “It was a body, a young woman,” he explained, “She was gone.”        usatoday – 10:14 p.m. EDT September 29, 2016
 
The Hoboken Terminal canopy collapsed on the platform after a commuter rail train crashed into the station Thursday.        washington post – 30 September 2016 at 2:46 PM
 
A carriage of the NJ Transit train is seen through the wreckage. Around 28,000 people use Hoboken station every day.        dailymail.co.uk / getty images – 04:02 GMT, 30 September 2016
 
A green beam was brought down by the NJ Transit train Thursday morning.             dailymail.co.uk / twitter – 04:02 GMT, 30 September 2016
 
When the train arrived at the station, it went “over the bumper block, through the depot” and came to rest at the wall right before the station’s waiting area, a New Jersey Transit worker said.         new york times – SEPT. 29, 2016
 
A commuter train crashed into Hoboken Terminal at about 8:45 Thursday morning, killing at least one person and injuring more than 100.        new york times – SEPT. 29, 2016
Dalam foto diatas, menara yang memuat jam pada Main Terminal di Hoboken tidak terlalu tampak, sedangkan pada foto di bawah ini tampak lebih jelas. Terlihat disini bahwa Terminal Hoboken itu selain sebagai stasiun kereta api juga merupakan pelabuhan kapal ferry untuk menyeberang ke Manhattan New York.
new york times
Hoboken Terminal is one of New Jersey Transit’s most used stations with about 15,000 people boarding there each weekday, according to figures from the railroad.       new york times – SEPT. 29, 2016
 
 
 
Hoboken train crash:

1 dead, more than

100 injured

Hoboken train station

crash: One dead

and dozens hurt

in New Jersey

cnn – Jason Hanna, Deborah Feyerick
and Steve Almasy –
Updated 0418 GMT (1218 HKT)
September 30, 2016
bbc – 29 September 2016
 
It happened without warning, without time for passengers to realize they were hurtling headlong into a deadly tragedy, without time for commuters standing on the train station platform to flee. At the height of morning rush hour, a New Jersey commuter train packed with passengers and traveling way too fast crashed into Hoboken Terminal, killing a woman waiting on the platform and injuring more than 100 others. Witnesses said the train overran its stopping point, slammed into a bumper block, went airborne and hurtled through a passenger concourse at about 8:45 a.m. at the terminal, one of the busiest transit hubs in the New York area. Fabiola Bittar de Kroon, 34, of Hoboken, was killed, the State Medical Examiner’s office announced. Gov. Chris Christie said the woman had been standing on the platform and was struck by debris. Christie said 114 people were injured. A woman has been killed and 108 other people injured, some of them critically, after a commuter train crashed into a railway station in the US state of New Jersey. The train reportedly went through ticket barriers and into the reception area of Hoboken station. Images show extensive damage to the train carriages and station, with part of the building roof caved in. Witnesses described a scene of horror at the station. A huge emergency services operation swung into action following the crash, with firefighters and transport staff helping people from wrecked carriages. Hoboken is across the Hudson River from New York City. Many commuters use the busy station to travel into Manhattan. New Jersey Governor Chris Christie confirmed there had been one fatality. She has been identified as Hoboken resident Fabiola Bittar de Kroon, aged 34. Mr Christie said she was struck by debris while standing on a platform.
 
 
The woman who died was identified as Fabiola Bittar de Kroon, 34, of Hoboken, who was killed when the crash caused a portion of the station’s ceiling and supporting structure to collapse, officials said.    telegraph.co.uk – 30 September 2016 • 3:08pm
 
 
Emergency personnel gather in front of the Hoboken Train Station after the horrific crash.      dailymail.co.uk / epa – 04:02 GMT, 30 September 2016
 
wikimedia
 
Korban tewas dalam kecelakaan kereta api di Hoboken New Jersey itu ada satu orang akibat tertimpa runtuhan bagian bangunan stasiun, perempuan usia 34 tahun bernama Fabiola Bittar de Kroon yang merupakan warga Brazil dan baru pada awal tahun 2016 pindah ikut suami yang mendapat pekerjaan di New Jersey. Nama belakang korban tewas Fabiola Bittar de Kroon mengingatkan pada kata bahasa Belanda “Kroon” yang berarti “mahkota”. Tempat kejadian berada di dekat Warrington Plaza, yang sepintas lalu terdengar seperti “worrying to end“, kekhawatiran dunia akan berakhir, berkaitan soal aku yang seperti terkait dengan doa kerajaan terakhir nabi Sulaiman a.s. Sehingga seperti isyarat, untuk mencegah kekhawatiran dunia akan berakhir, lebih baik aku saja yang ketemu ajal sesuai yang sering aku ungkapkan mengenai rencana perjalananku menggali inspirasi ke berbagai tempat di dunia sebelum lalu aku ketemu ajal. Nama terminal Hoboken seperti memuat isyarat juga untuk aku, karena Hoboken itu seperti berarti “hope OK end“, harapan yang oke untuk aku adalah untuk end, untuk aku berakhir dari kehidupanku di dunia fana ini.
 
 
Chris Christie gubernur New Jersey bersama Andrew Cuomo gubernur New York.
Gov. Chris Christie discussed details of the deadly train crash at the Hoboken terminal.         By THE ASSOCIATED PRESS and REUTERS on Publish Date September 29, 2016. Photo by Bryan Thomas for The New York Times.
 
 
 

 
 

   

Kadang-kadang suka muncul di benakku keinginan bercita-cita untuk hari tuaku, berupa hidup tenang di rumah sendiri di luar kota atau di kota kecil yang harga rumah dan tanah masih murah, dengan dilengkapi pula oleh mobil yang tidak perlu mewah, cukup sekelas Suzuki APV, dan aku menjalani masa tuaku sampai kemudian ketemu ajal dalam usia sekitar 85 tahun. Belakangan ini pikiran seperti itu suka muncul juga.

Namun keinginan bercita-cita seperti itu tampak harus aku hindarkan, setelah pada Sabtu 24 September 2016 sore  sebuah Suzuki APV tertimpa pagar dan atap jembatan penyeberangan orang, JPO, yang melintas antara Stasiun Pasar Minggu dengan department store Ramayana Robinson, ketika sedang hujan deras dan angin kencang. Jembatan penyeberangan orang, JPO, itu berada dekat terowongan atau biasa disebut underpass di jalan Raya Pasar Minggu. Kalau kita dari arah Pancoran Tebet, maka saat sampai di pertigaan itu kalau ke kanan akan ke jalan Raya Ragunan yang lalu keluar di Warung Buncit, sedangkan kalau terus ke Tanjung Barat dan Lenteng Agung.

Supir mobil Suzuki APVitu tidak mati, tapi ada 3 orang korban tewas yaitu dua orang yang sedang menyeberang di JPO terdiri dari seorang nenek bernama Sri Hartati (52 tahun) bersama cucu dia yang bernama Aisyah Zahra Ramadhani (8 tahun), yang saat tulisan ini dibuat kedua orang nenek dan cucu itu sudah dimakamkan di  TPU Srengseng Sawah,  dan seorang korban lain perempuan bernama Lilis Lestari Pancawati (43 tahun) yang sedang melintas di jalan dengan sepeda motor dan tertimpa bagian jembatan itu, dan juga sudah dimakamkan di TPU Kalimulya Cilodong.

Rojudin usia 51 tahun asal Majalengka yang mengemudikan mobil Suzuki APV dengan plat nomer B 1187 PFC itu, merupakan supir pribadi dari keluarga David Sulakmono dan Lisa Gunawan. Sore itu Rojudin sedang dalam perjalanan dari arah Serpong, Tangerang Selatan, Banten, menuju ke arah Pancoran, Jakarta Selatan, untuk menjemput anak sang majikan. Sebelum JPO itu ambruk sekitar jam 15.20 WIB, Rojudin yang baru melintas dari terowongan jalan itu sempat melihat beberapa orang tengah menyeberangi jembatan yang menghubungkan pusat pertokoan Robinson dan Stasiun Pasar Minggu itu. “Saya melihat tiga orang jatuh dari atas,” ujar Rojudin kepada Tempo, Sabtu malam, 24 September 2016. Menurut Rojudin, seorang ibu yang menggandeng anak kecil serta satu orang perempuan itu jatuh dari jembatan setinggi sekitar 10 meter. Namun, Rojudin mengaku tak sempat menolong ketiga orang itu. Dia hanya bergegas membuka pintu mobil dan lari menjauhi jembatan.

Kejadian itu seperti isyarat peringatan dari langit agar aku tidak perlu ada keinginan bercita-cita menjalani hari tua seperti yang aku ungkapkan diatas itu, sebab ada soal penting yang harus aku jalani terkait nasib umat manusia, yaitu seperti yang sering aku ungkapkan selama ini soal melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia menggali inspirasi sebelum lalu aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Isyarat itu diperkuat dengan nama seorang korban yaitu Lilis Lestari Pancawati yang mengingatkan pada tetanggaku dulu, saat aku tinggal di jalan Sukabumi 13 ada tetangga sebelah rumah yang bernama Lilis di jalan Sukabumi 15, tante dari Sophia Latjuba. Sedangkan nama belakang Lilis Lestari Pancawati mengingatkan pada kata “panca” yang berarti “lima”, sehingga seperti terkait dulu tahun 1982 aku pindah rumah dari jalan Sukabumi Jakarta Pusat ke jalan Limo dekat Permata Hijau.

Setelah pada 24 September 2016 terjadi hujan deras dan angin kencang yang menyebabkan pagar dan atap JPO Robinson Stasiun KA Pasar Minggu rubuh dengan korban 3 orang tewas, lalu sekitar 5 hari kemudian pada 29 September 2016 terjadi kecelakaan Kereta Api di terminal Hoboken New Jersey, dengan korban 1 orang tewas dan sekitar seratus orang luka-luka. Stasiun kereta api atau disebut juga terminal Hoboken itu selain sebagai stasiun kereta api juga merupakan pelabuhan kapal ferry untuk menyeberang dari New Jersey ke Manhattan New York. Rel-rel pada stasiun Hoboken itu merupakan rel yang pada ujung akhir jalur kereta api di wilayah itu, kurang lebih seperti di stasiun Kota di Jakarta. Sehingga kereta api yang masuk ke stasiun Hoboken itu harus lalu berhenti dan kalau akan berjalan lagi harus mundur atau bergerak ke arah sebalik dari arah semula. Namun pada 29 September 2016 itu sebuah rangkaian kereta api masuk stasiun dengan kecepatan yang tidak berkurang, sehingga lalu menubruk balok-balok pada ujung akhir rel dan beberapa bagian atap stasiun juga rubuh.

Korban tewas dalam kecelakaan kereta api di Hoboken New Jersey itu ada satu orang akibat tertimpa runtuhan bagian bangunan stasiun, perempuan usia 34 tahun bernama Fabiola Bittar de Kroon yang merupakan warga Brazil dan baru pada awal tahun 2016 pindah ikut suami yang mendapat pekerjaan di New Jersey. Dari info di Internet aku ketahui nama belakang korban tewas Fabiola Bittar de Kroon mengingatkan pada kata bahasa Belanda “Kroon” yang berarti “mahkota”. Tempat kejadian berada di dekat Warrington Plaza, yang sepintas lalu terdengar seperti “worrying to end“, kekhawatiran dunia akan berakhir, berkaitan soal aku yang seperti terkait dengan doa kerajaan terakhir nabi Sulaiman a.s. Sehingga seperti isyarat, untuk mencegah kekhawatiran dunia akan berakhir, lebih baik aku saja yang ketemu ajal sesuai yang sering aku ungkapkan mengenai rencana perjalananku menggali inspirasi ke berbagai tempat di dunia sebelum lalu aku ketemu ajal. Nama terminal Hoboken seperti memuat isyarat juga untuk aku, karena Hoboken itu seperti berarti “hope OK end“, harapan yang oke untuk aku adalah untuk end, untuk aku berakhir dari kehidupanku di dunia fana ini.

Sehingga seperti kelanjutan dari hujan deras dan angin kencang pada 24 September 2016, yang menimpa mobil Suzuki APV dimana supir mobil itu tidak mati dan korban yang tewas adalah 3 orang, terdiri dari seorang nenek usia 52 tahun Sri Hartati bersama cucu beliau berusia 8 tahun Aisyah Zahra Ramadhani, dan seorang perempuan berusia 43 tahun Lilis Lestari Pancawati kasir restoran bebek bengil Kuningan yang sedang mengendarai sepeda motor dan tertimpa runtuhan JPO. Urutan dua kejadian itu seperti isyarat agar aku menghapus cita-cita ingin berumur panjang sampai usia 85 tahun dengan memiliki mobil Suzuki APV, dan diganti dengan “hope OK end”, harapan untuk aku berakhir dari dunia fana sesuai kesediaanku ketemu ajal dalam waktu dekat ini.

Jadi ini seperti isyarat peringatan dari langit bahwa mengingat beberapa tahun belakangan ini sudah muncul beberapa bencana besar yang seperti terkait dengan aku, maka lebih baik aku tidak berkeinginan untuk bercita-cita hidup lama di dunia ini, lebih baik aku pindah ke akherat dengan melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia menggali inspirasi sebelum lalu aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Peringatan itu semakin penting karena dari 3 orang korban tewas itu terdapat seorang nenek dan seorang cucu, yang seperti melambangkan keberlanjutan spesies manusia di dunia.

 
 

Jakarta, 4 Oktober 2016.
wassalam,

 
 

a.m. firmansyah
sms +62812 183 1538

 
 
 

%d bloggers like this: